Rabu, 15 Juli 2020

Review ButFirst Skincare Series, Skincare dengan Kandungan Bunga Calendula




Bagi saya merawat kulit adalah bagian dari bentuk syukur dan berterima kasih kepada Yang Maka Kuasa, karena telah memberikan saya kulit wajah dengan kondisi yang cukup baik. Ya walaupun nggak kinclong kayak Incess Syahrini dan seputih Song Hye Kyo, ya alhamdulillah aja ya.

Saya percaya bahwa kulit wajah yang sehat dan bersinar adalah hasil dari perawatan yang telaten dan berkesinambungan, plus dibantu air wudhu pastinya 😉. Apalagi usia saya sudah tidak muda lagi, kelembaban dan kolagen kulit pun terasa semakin menurun. Untuk itu saya harus semakin rajin merawat kulit.

Untuk urusan skincare saya anaknya agak picky. Jenis kulit saya yang kombinasi berminyak dan kering, membuat saya harus berhati-hati dalam memilih skincare. Terlalu lembab, nanti malah jerawatan. Kurang lembab kulit malah dehidrasi, rempong ya 😖. Skincare yang biasanya cocok buat saya adalah skincare yang kandungan utamanya terbuat dari bahan-bahan alami. 

Sebelum beli skincare biasanya saya baca dulu dengan teliti, kandungan dan claims nya apa. Jangan sampai bilang kandungan alami tapi claims nya bisa bikin putih dalam 2 hari, *duh ini tuh skincare bukan sulap.

ButFirst Skincare Series 




Sekitar sebulan yang lalu saat chat dengan teman saya Mbak Ika Puspita blogger dari Semarang, beliau bercerita tentang skincare baru yang sedang dia pakai. Namanya ButFirst merek lokal buatan anak bangsa yang baru saja launching di bulan Februari 2020 ini. Karena penasaran dan ingin mencobanya juga akhirnya saya cari informasi tentang ButFirst ini di Instagram dan membelinya produknya di Shopee.

Skincare apaan sih ButFirst ini? Seperti disebutkan dihalaman resmi Instagramnya, ButFirst menyebutkan bahwa " ButFirst... adalah motivasi kami untuk mengajak setiap orang agar peduli terhadap kulit wajah. Karena kulit wajah adalah pancaran diri seseorang. "

Bunga Marigold Calendula. Source : Pixabay

Saat ini ButFirst baru memiliki satu rangkaian skincare yang terdiri dari 4 produk perawatan kulit. Ke-empat skincare tersebut dibuat dengan bahan dasar alami dari bunga calendula. Bunga calendula atau marigold ini memiliki warna kuning keemasan dan bau yang khas, bunga ini mudah untuk ditemukan dan bisa tumbuh subur di alam liar. Ternyata bunga calendula memiliki banyak manfaatnya bagi manusia, yaitu untuk : meredakan sakit percernaan dan saat mentruasi, mengusir nyamuk, membantu proses detoks dan mengobati permasalahan kulit.

Khusus untuk permasalahan kulit, bunga calendula memiliki manfaat untuk : mencegah infeksi, mengatasi jerawat, melembabkan dan sebagai zat anti penuaan dini. 

Saat ini ada 4 produk perawatan ButFirst skincare series yang dibuat dari bunga calendula dan bahan bermanfaat lainnya. Ke-empat produk tersebut adalah : Ambawani Gentle Facial Wash, Puspamaya Refreshing Toner, Sakanti Radiant Serum dan Maheswari Ultra Moist Cream. Ke-empat produk ini difokuskan untuk semua jenis kulit ya. Seperti manfaat dan review dari ButFirst skincare series ini, yuk lanjutin baca sampai habis ya. 


ButFirst Ambawani Gentle Facial Wash




Ambawani gentle facial wash non drying formulation adalah produk pembersih wajah dengan texture gel cair berwarna kuning keemasan seperti warna bunga calendula. Juga mengandung Non-drying Formulation with AHA (Alpha Hidroxy Acids), maksudnya adalah produk ini mengandung formula AHA tapi tidak akan menyebabkan kulit kita kering. Fyi, AHA adalah formula asam alami yang memiliki manfaat sangat baik bagi kulit, salah satunya untuk mempercepat proses regenerasi kulit dan mengurasi efek penuaan, dll.


Saya termasuk orang yang sangat berhati-hati dengan banyak produk skincare yang mengandung AHA, karena kulit saya kombinasi kering kadang penggunaan AHA bisa membuat kulit saya stres, dehidrasi dan mengelupas. 

Ambawani gentle facial wash memiliki tekstur gel cair yang mudah larut dengan air, formula facial wash ini yang bisa dibilang cukup ringan. Saat sabun digosok ke kulit wajah, busa yang dihasilkan tidak begitu banyak tapi bisa membersihkan kulit dengan maksimal.

Setelah mencuci muka dengan produk ini kulit saya terasa lebih segar, lembab dan tidak kesat. Setelah pemakaian sekitar satu bulan, alhamdulillah produk ini tidak menyebakan masalah di kulit saya, untuk kalian yang kulitnya sensitif dengan kandungan AHA mungkin untuk jaga-jaga setelah mencuci muka sebaiknya menggunakan produk hydrating toner sebagai toner tambahan, agar kulit terhindar dari kekeringan.



Packaging Ambawani gentle facial wash berbentuk botol dengan tutup flip yang mudah untuk dibuka dan tutup dengan menggunakan satu jari saja. Kemasan tidak begitu besar, mudah dibawa kemana-mana.

Harga Ambawani Gentle Facial Wash : Rp. 91.000, saya membelinya di Official Store ButFirst di Shopee.


ButFirst Puspamaya Refreshing Toner




Puspamaya refreshing toner adalah produk toner tekstur cair dan ringan bagaikan air. Dikemas dalam botol dengan tutup spray yang didalamnya terdapat kelopak bunga sungguhan asli nggak kaleng-kaleng 😁. Kemasan botol spray sangat memudahkan dalam penggunaannya. Bisa langsung disemprotkan ke wajah atau digunakan dengan bantuan kapas seperti melakukan double cleansing.

Sesuai seperti namanya toner ini memberikan efek menyegarkan bagi kulit wajah. Puspamaya refreshing toner memiliki manfaat membantu membersihkan wajah dari kotoran, debu dan sisa make-up sehingga wajah semakin bersih dan segar. 


Puspamaya refreshing toner memiliki kandungan bunga calendula, baik sekali digunakan setelah menggunakan Ambawani gentle facial wash yang mengandung AHA. Mengingat bunga calendula memiliki manfaat dalam mengembalikan kelembaban kulit, jadi kulit wajah tetap terjaga kelembabannya. So no more worries about AHA

Harga Puspamaya Refreshing Toner : 86.000, saya membelinya di Official Store ButFirst di Shopee.


ButFirst Sakanti Radiant Serum




Sakanti Radiant Serum with Niacinamide adalah produk serum dengan kandungan Vitamin B3 atau Niasin yang bermanfaat untuk membantu merangsang percepatan kolagen dan memberikan efek warna kulit merata. 

Sakanti radiant serum adalah serum yang memiliki kandungan Niacinamide 5% dan Zinc 0.5%. Serum ini memberikan manfaat : membuat wajah lebih lembab, menyamarkan noda hitam dan mengendalikan  produksi minyak di wajah. 


Setelah menggunakan produk Sakanti radiant serum, kulit wajah saya terlihat semakin cerah, khusus untuk noda hitam sayangnya kulit saya tidak begitu bermasalah dengan noda hitam bekas jerawat yang ada adalah noda pigmentasi karena sinar UV. Jadi manfaat produk ini bagi saya adalah mencerahkan wajah dan meratakan warna di kulit wajah.


Serum ini dikemas dalam botol kaca dengan tutup pump, sehingga aman dari kontaminasi ya. Tekstur Sakanti radiant serum seperti lotion, cair tidak begitu kental. Dengan begitu sangat mudah diaplikasikan ke kulit wajah. Pun cepat meresap dan terasa cukup ringan di kulit. Seperti biasa kandungan niacinamide biasanya akan akan menimbulkan teksture bulir/pasir ketika produk dikombinasikan dengan skincare lainnya. Efek tersebut sedikit terasa untuk produk Sakanti radiant serum, sangat minor dan tidak mengganggu kalau buat saya ya. Hal tersebut menandakan produk ini mengandung niasin beneran ya kan, makanya manfaatnya bagi kulit pun terasa banget.

Harga Sakanti Radiant Serum : Rp. 133.000, saya membelinya di Official Store ButFirst di Shopee.

ButFirst Maheswari Ultra Moist Cream




Maheswari Ultra Moist Cream with Calendula Extract adalah produk pelembab dalam bentuk cream yang megandung HA (Hyaluronic Acid) 1% dan ekstrak bunga calendula sebanyak 5%. Di atas sudah berkali-kali saya sebutkan manfaat dari bunga calendula ya. Hyaluronic acid adalah senyawa alami yang memiliki manfaat sangat baik bagi kulit. Manfaatnya yaitu : untuk melembabkan kulit, mengurangi kerutan, membantu kulit menyimpan air 1000 kali lebih banyak dan masih banyak lagi.

Maheswari Ultra Moist Cream bermanfaat untuk membuat wajah tetap sehat, lembut dan kenyal. 


Maheswari Ultra Moist Cream memiliki tekstur krim, pasti akan terasa a bit heavy untuk kalian yang biasa menggunakan pelembab dalam bentuk lotion atau watery lotion, seperti saya ini. Awalnya saya sempat agak kaget dengan teksturnya creamy but quiet easy to blend, efek yang saya rasakan saat memakainya tuh kaya pakai tone up cream. Seketika warna kulit wajah terlihat sedikit lebih cerah satu tingkat dari warna aslinya. Teksturnya memang terasa cukup thick buat saya yaatapi kulit saya masih bisa kompromi dan akhirnya malah terbiasa.

Efek tebal yang saya rasakan sebanding banget dengan manfaat yang diberikan oleh produk ini. Setiap kali menggunakan Maheswari ultra moist cream kulit saya terasa lebih lembut dan amazingly mampu menahan minyak yang ada di area T-Zone untuk waktu yang cukup lama. Nah karena produk ini di kulit wajah saya terasa seperti tone-up cream, jadi saya merasa auto kece dan kinclong setiap memakai cream ini 😁. 

Untuk make-up sehari-hari saya tinggal menambahkan tabir surya saja, tanpa bedak ataupun concealer warna kulit saya cukup rata di seluruh wajah. Jadi lebih ngirit waktu dalam berdandan, pun jika ingin ditambahkan foundation dan bedak, bisa banget karena produk ini bisa di-build dengan make-up kalian. No worries!

Produk ini dikemas dalam botol kaca yang mudah dibawa ke mana-mana. Harga Maheswari Ultra Moist Cream : Rp. 94.500, saya membelinya di Official Store ButFirst di Shopee.

---

Packingnya sangat aman, nggak perlu khawatir produk akan tumpah atau pecah saat pengiriman ke tempat kalian.

ButFrist Skincare Series bisa dibeli satuan atau dalam bentuk paket yang berisi empat produk di atas. Untuk paket regular bisa kalian beli dengan harga Rp. 380.000. Untuk kalian yang ingin mencoba-coba dulu, bisa beli paket travelling nya yang dijual dengan harga Rp. 140.000, saja. Produk ButFirst bisa kalian beli di Shopee, Tokopedia dan Bukalapak ya.

Bare Face - Before using ButFirst Skincare Series

Overall saya merasa cukup puas dengan produk-produk skincare dari ButFirst, tidak ada efek samping negatif yang saya alami selama menggunakannya. Aman semuanya nggak jerawatan atau timbulnya efek penyesuaian yang biasa dilakukan kulit ketika saya menggunakan produk skincare baru. 

Setelah saya rutin menggunakan ButFirst Skincare Series, wajah menjadi lebih sehat dan cerah. Di foto ini sayang hanya menggunakan produk skincare dari ButFirst ya, tidak pakai bedak sama sekali. Suwer no tipu-tipu 😁.

Manfaat lain yang saya rasakan adalah wajah terlihat lebih cerah, tapi ini prosesnya nggak instan ya. Setelah pemakaian lebih dari 3 minggu efek ini baru bisa saya rasakan, tentu saja karena kandungannya yang alami jadi skincare ini bekerja lebih pelan tapi pasti. Berbeda dengan kandungan kimia yang biasa bekerja instan, tapi belum tentu aman kan ya.

Untuk informasi lebih lanjut kalian bisa cek di Instagram ButFirst @butfirst.id ya. Gemana menarik bukan manfaat dari ButFirst skincare ini ? Yuk ikutan mencobanya juga.



X.O
Selasa, 23 Juni 2020

DIY Membuat Dekorasi Dinding Murah Meriah dan Instagrammable dari Piring Rotan

"Dekorasi dinding dari piring rotan"

-DIY Home Decor : Membuat Dekorasi Dinding Murah Meriah dan Instagrammable dari Piring Rotan-. Sebagai penggemar DIY ( Do it Yourself) project, saya sering mencoba untuk membuat hal-hal baru di rumah. Tidak hanya membuat DIY project untuk sesuatu yang saya pakai, saya juga suka sekali melakukan DIY untuk urusan dekorasi dan perabotan rumah. Biar makin betah di rumah saja. Apalagi saat pandemi kayak gini, tinggal di rumah saja memang sebaiknya kita lakukan demi kebaikan dan keselamatan banyak orang. 

Mendekor dinding rumah dengan lukisan atau kolase foto sepertinya sudah mainstream yaa, bagaimana coba menghias dinding dengan peralatan dapur saja. Ya peralatan dapur bisa juga dijadikan hiasan, saya akan mencoba mendekorasi dinding ruang makan dengan menggunakan piring rotan yang harganya murah meriah. Piring rotan yang sering kalian temukan saat makan pecel ayam atau makan nasi kuning di warung kaki lima.


Bahan yang Dibutuhkan


Awalnya saya ingin membuat hiasan dinding menggunakan placemat dari eceng gondok yang lagi hits itu, sayangnya placemats eceng gondok lumayan sulit didapatkan di Makassar. Kalaupun ada harganya bisa berkali-kali lipat dari harga toko yang ada di market place. Pertimbangan saya kalau harga bahan bakunya saja sudah cukup mahal, mending saya beli hiasan dinding yang kece sekalian di Informa. Ngapain repot-repot cari ide dan bikin sendiri 😂😂.


Yuk kita siapkan bahan-bahan yang diperlukan

- Piring dari rotan dan bambu dengan pattern dan ukuran berbeda (22cm, 23cm, 25cm dan 30cm)
- Tampah bambu diameter 49cm
- Palu
- Paku ukuran kecil


Membuat Dekorasi Dinding dari Piring Rotan




Sebelum kita mulai memaku piring ke dinding, cobalah untuk membuat rencana pola design dekorasi yang kita inginkan. Caranya coba susun piring-piring tersebut di lantai. Membuat pola design di lantai  jauh lebih mudah dari pada menyusun langsung dinding. 

Pola seperti apa yang kalian mau? Apakah memasang piring dengan pola melingkar, asimetris atau pola menyebar sembarangan. The choice is yours!

Kalau masih bingung, kalian bisa coba buka pinterest dulu. Coba cari pola yang unik atau aesthetic yang sesuai dengan ketersediaan ruang dinding yang kalian miliki di rumah. Jangan batasi kreatifitas kalian, ayo mainkan palunya segera he he he.

Suasana ruang makan sebelum hiasan dinding dipasang.


'tampah bambu sebagai hiasan dinding'
Mulai dari bahan dengan ukuran paling besar

Karena kebetulan dinding ruang makan saya masih kosong dan bebas dari hiasan dinding, saya merasa bebas untuk memilih pola yang saya inginkan. Tips dari saya : mulailah susun pola dari bagian tengah atau dari piring dengan ukuran terbesar. 

Jangan lupa untuk memadukan pattern dan ukuran piring rotan yang ada, agar hasilnya tidak monoton. Saya membuat pola selang-seling dalam penempatan piring rotan, piring dengan pattern dan ukuran yang sama tidak akan saya taruh bersebelahan. Mixing pattern dan ukuran adalah kunci keberhasilan design pola yang unik dan tidak membosankan.

'Dekorasi dinding dari piring rotan'


"Hiasan dinding dari piring rotan"
Almost there!

Setelah mendapatkan pola yang diinginkan, mulai paku satu persatu piring rotan ke dinding. Mulai pekerjaan dari center atau bagian vocal point, lanjutkan sampai selesai. Use your imagination!

"Hiasan dinding dari piring rotan"
Pola asimetris yang saya buat.

Cukup gunakan paku yang kecil saja ya, karena piring rotan ini tidak berat jadi paku kecil sudah cukup kuat untuk menahannya di dinding. Selain itu dengan memakai paku yang kecil kita nggak perlu buang-buang-buang tenaga buat memukul. Ya kecuali kalau kalian lagi emosi dan butuh pelepasan, bolehlah menjadikan kegiatan paku-memaku ini sebagai pelepasan emosi. Rumah jadi kece emosi pun reda 😂.

"Hiasan dinding dari piring rotan"
Saya tambahkan kaca rotan di bagian tampah bambu biar makin kece.


'DIY Home Decor : Membuat Hiasan Dinding Murah Meriah dari Piring Rotan'


Biaya yang Dibutuhkan


Kira-kira berapa sih modal yang harus dikeluarkan untuk membuat dekorasi dinding dari piring rotan ini? Saya hanya membutuhkan modal sekitar seratus ribuan saja, karena kebetulan untuk paku dan palu sudah tersedia di rumah jadi yang saya butuhkan cuma piring rotan dan bambu saja.

Piring rotan saya beli di supermarket dekat rumah, setahu saya piring rotan dan tampah bambu seperti ini banyak dijual di pasar. Ya mungkin kalau beli di pasar tradisional harga bisa lebih murah ya.

"Hiasan Dinding dari Piring Rotan"

Sebagai referensi inilah jumlah biaya yang saya habiskan untuk membuatnya,
Piring rotan uk. 25 cm = Rp. 6.500 x 3 = Rp. 19.500
Piring rotan putih uk. 23cm = Rp. 11.600 x 3 = Rp. 34.800
Piring bambu uk. 22 cm = Rp. 7.100
Piring bambu uk. 30cm = Rp. 17.900
Tambah bambu uk. 49cm = Rp. 23.500
Total yang dikeluarkan = Rp. 102.800

Dengan biaya yang cukup terjangkau saya sudah bisa membuat dekorasi dinding yang lumayan aesthetic untuk ruangan makan. Lumayan lah ya, buat background foto ootd juga bisa banget.

Bagaimana menurut teman-teman, cukup murah meriah bukan? ada yang tertarik untuk membuatnya juga di rumah?  Yuk bagikan pendapat kalian dengan komen di bawah ini, kalau ada ide DIY Home Decor lainnya boleh dong ikut dibagikan juga.


DIY Wall Decor


Senin, 15 Juni 2020

Cara Mengelola Stress agar Hidup Lebih Bahagia Dibawakan oleh Insight Indonesia


-Cara Mengelola Stress agar Hidup Lebih Bahagia dibawakan oleh Insight Indonesia- Sebelum terjadi pandemi hidup kita sudah sangat rentan dengan yang namanya stres, ketemu macet saat berkendara aja bisa langsung stres. Apalagi ketemu mantan, padahal mantan ketemuan buat kasih undangan pernikahan wkwkwk. 

Pusing saat lihat tagihan listrik melonjak atau otot tegang saat menonton Korean drama TWoTM, bisa menjadi salah satu indikasi kalau anda sedang terkena gejala stress.

Stress baik ringan maupun berat tetap menjadi kondisi yang harus kita waspadai. Agar tidak berlarut-larut dan mengganggu kenyamanan hidup apalagi kalau sampai sakit. Untuk itu kita harus cari tahu apa penyebabnya, ada baiknya kalau kita minta pertolongan ahlinya ya. Caranya bisa datang ke psikolog atau dengan cara ikutan coching management stress 

Untuk itu saya mengikuti kelas online yang diadakan oleh Insight Indonesia, sebuah Lembaga Konsultasi Pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkantor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


Ini adalah kali kedua saya mengikuti kelas coaching dari Insight Indonesia, kelas coaching yang pertama bisa dilihat di sini. Saat ini masih dalam kondisi waspada pandemi maka kelas coaching diadakan secara online via aplikasi zoom pada hari Jumat lalu, tanggal 12 Juni 2020. Kelas coaching ini berjudul “ Stress Management for Your Wellbeing”, difasilitasi oleh Coach Fauziah Zulfitri selaku Founder dan Director of Insight Indonesia. Ada juga coach lainnya, seperti Coach Yenny Ramli, Coach Fransiska Amir, Coach Jihan Afandi. 

Sebelum memasuki sesi coaching, para peserta diberikan pengetahuan tentang stress dan contoh perilakunya.

Yuk Kenali Apa itu Stres



Definisi stres

“Particular Relationship between the person and the environment that is appraised by the person as taxing or exceeding his or her resources and endangering his or her well-being (Lazarus & Folkman, 1984).”

Pernah nggak kalian merasa pusing, pegal-pegal atau sampai susah tidur? Sudah minum obat tapi sakitnya masih belum sembuh juga. Bisa jadi sebenarnya kalian sedang berada dalam kondisi stres. Stres adalah bentuk reaksi tubuh saat seseorang menghadapi tekanan, ancaman atau perubahan. 

Seperti contohnya kondisi yang terjadi sesaat setelah Bapak Presiden Jokowi mengumumkan ada dua pasien positif Covid-19 di Indonesia. Apa yang kalian rasakan ? kalau saya sih merasa khawatir plus lumayan cemas ya.

Rasa khawatir, cemas, putus asa bahkan bersemangat merupakan perubahan suasana hati yang bisa memicu tubuh untuk memberikan respon. Respon yang dikeluarkan tubuh bisa berbeda2, ada yang berupa respon fisik seperti pusing, leher kaku atau sakit perut. Ada kan ya yang suka mendadak sakit perut kalau disuruh guru berdiri di depan kelas. 

Ada pula yang memberikan respon secara psikis seperti kepikiran terus menerus, susah tidur, bawaannya marah-marah terus, nafsu makan bertambah. Respon-respon ini kadang tidak kita sadari. Ya kadang stres sama PMS memang beti.

Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya stres, mulai dari masalah keuangan, sakit yang berkepanjangan, belum juga dilamar 😞, mantan udah nikah duluan 😩, masuk di dalam group WA yang isinya broadcasting hoax atau masih aja bahas pilpres padahal pilpres masih lama woy, empat tahun lagi deh ributnya, hal-hal yang kadang kita fikir receh kayak group whats app ini bisa banget jadi pemicu terjadinya stress. Dan masih banyak faktor lainnya.

Apalagi pada masa pandemi seperti ini, kondisi new normal memaksa kita menerima banyak perubahan dalam hidup. Virus Covid19 telah memberikan dampak yang sangat besar bagi seluruh mahluk hidup, khususnya bagi kita manusia. Banyak hal yang biasanya bisa kita lakukan dengan mudah, sekarang menjadi hal yang sulit bahkan tidak dianjurkan untuk dilakukan. Seperti berkunjung ke rumah orang tua, mau silaturahmi aja nggak boleh! Padahal kasian para keponakan pas lebaran kemarin curhat katanya pendapatan angpaonya menurun drastis. Stres kan jadinya mereka. 😁

Ya stres bisa dirasakan oleh semua orang tanpa batasan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sebenarnya tidak semua kondisi stres membawa efek buruk lho, saya pernah melihat sebuah latihan renang untuk atlit renang anak-anak. Saat proses latihan sang pelatih melepaskan seekor buaya remaja ke dalam kolam renang. Serem banget dan sadis ya! Tapi ternyata latihan seperti itu dianggap efektif, rasa panik dan stres membuat para atlit berenang lebih cepat dari biasanya dan berhasil mengalahkan catatan rekor waktu di hari sebelumnya. 

Ya kadang kondisi tertekan dan terhimpit bisa membuat kita mengeluarkan inner strength yang selama ini tidak kita ketahui. Kalau dalam fase stress kondisi seperti ini disebukan dengan fase Eustress, dimana seseorang digambarkan dengan kondisi berenergi dan fokus.

Selain bersemangat kondisi stress pada sebagian orang kadang bisa menimbulkan efek ke arah negatif. Contohnya bagis sebaigian orang, stres malah membuat nafsu makan meningkat. Semakin stres semakin banyak makan, makanan dijadikan alasan untuk pengalihan. Stres nggak sembuh yang ada malah nambah masalah baru, yaitu masalah berat badan. Kalau dibiarkan terus menerus akhirnya muncul masalah baru lainnya yang berhubungan dengan kesehatan. Akhirnya bisa sampai pada di fase Distress, yang merupakan fase kelelahan dan kehabisan energi.




Menurut penjelasan Coach Fauziah Zulfitri di kelas kemarin, stres yang kita rasakan akan memunculkan sebuah prilaku yang dinamakan dengan Coping Stress, yaitu kemampuan yang dibangun dalam diri untuk menghadapi stres.

Cerita di atas adalah contoh coping stress, ada orang yang bisa membangun kemampuan diri secara positif dan ada juga yang malah sebaliknya. Makan berlebihan, kelihatan semangat dan hal lainnya yang bisa menyebabkan kerugian di masa datang dan menimbulkan efek negatif bagi diri kita sendiri merupakan bagian dari coping stress yang negatif.

Coping stress yang menghasilkan perilaku positif bisa disebut dengan Coping Stress Adaptif dan untuk yang negatif disebut dengan Coping Stress Maladaptif. Hayoo kalian termasuk yang mana saat menghadapi stress, yang Adaptif atau maladaptif ?

Cara Mengelola Stress 



Setelah kami bersama-sama mendengarkan penjelasan tentang apa itu stres dan bagaimana perilaku manusia saat menghadapinya. Kemudin masuk saat kami akan dicoaching, kami dibuatkan group kecil di mana setiap group berisikan lima orang coachee (orang yang dicoaching) dan satu orang coach. Percakapan dalam group bersifat konfidensial, tidak boleh dishare keluar jadi kami bebas untuk menumpahkan perasaan, mengemukakan pendapat. Kita semua duduk sejajar!

Group kami terdiri dari saya, Kak Dawiah, Icha, Lendy dan Kak Firli. Semua peserta dari kota Makassar, Bandung dan Jakarta yang dicoaching oleh Coach Fransiska Amir, beliau meminta untuk dipanggil dengan nama akrabnya saja yaitu Kak Cheeka. Kak Cheeka menjelaskan definisi dari coaching secara sederhananya adalah : “ Proses percakapan 2 arah antara coach dan coachee dari posisi saat ini menuju sisi yang lebih baik yang menjadi goals dari coaching ini”.

Ada empat cara yang bisa kita lakukan dalam mengelola stress, mari kita simak caranya :

Identifikasi Stress

Kenali stres yang kalian rasakan, cari tahu apa penyebabnya dan bagaimana semuanya bisa terjadi. Semua orang pasti pernah merasakan stres, tapi penyebabnya pasti berbeda-beda ya. Coba deh gali terus ke dalam diri kamu dan temukan apa penyebabnya. Setelah ditemukan, terima dan akui saja. Nggak usah ngeyel ya. 😁

Release Stress

Setelah kita tahu penyebab dari stres, carilah cara untuk melepaskannya. Menerima dan menghadapi adalah cara saya melepaskan stres. Semakin cepat dihadapi akan semakin cepat diri saya meng-accept kondisi yang ada. Di fase ini kita diminta untuk menyebutkan hal-hal apa saja yang bisa kita jadikan release atau pelepasan dari kondisi stress yang ada. Kurang lebih mencari solusinya gitu.

Seperti saat kondisi pandemi ini, jujur saya tidak mau berdamai dengan virus covid-19 tapi saya mau berdamai dengan keadaan atau kondisi setelah covid mendarat di bumi. Saya akan perangi covid-19 sampai titik darah penghabisan, biarin sabun mandi cepet habis, kulit sampai lecek karena kebanyakan hand gel, muka belang karena pakai masker, semua itu bukan masalah bagi saya. Saya akan selalu memastikan bahwasanya saya tidak akan membahayakan diri saya sendiri dan orang lain.

Ketika keadaan memaksa saya untuk berdamai maka saya berdamai dengan takdir Allah SWT Sang Maha Pencipta yang telah menurunkan covid-19 di tahun ini. Dengan begitu saya merasa lega dan yakin semua ini datang dari-NYA dan akan kembali pada-NYa. 

Selain hal-hal di atas saya juga melakukan release stress untuk kondisi pandemi dengan cara mengerjakan hal-hal baru, seperti belajar baking, melukis dll.

Ambil Hikmahnya

Dalam setiap masalah pasti ada pelajaran yang bisa kita dapatkan, bukankah begitu man teman? Coba cari hikmah dan nilai positif yang kita temukan saat penghadapi kondisi stres. Contoh : Ternyata punya lusinan baju di lemari nggak ada memberikan banyak manfaat untuk kondisi pandemi kayak gini, yang dipakai yang paling kaos sama celana jogger doang. Padahal ngumpulinnya udah kayak apaan, tur dari mall ke mall. Selain itu dengan WFH saya bisa kumpul terus sama paksu yang biasanya jadi suami jarum super, jarang di rumah suka pergi-pergi terus.😂

Tetapkan Goals dan Komitmen 

Setelah mendapatkan hikmah dan nilai kebaikan, setelah itu coba deh buat komitmen untuk ke depannya. Pertahankan yang hal baik yang sudah dilakukan dan tingkatkan menjadi lebih baik lagi. Contoh : Nggak usah belanja baju terus, ttd. Bapak Suami.

---

Empat cara di atas bisa kalian jadikan patokan untuk mengelola stress, tuliskan semua yang kalian rasakan buat komitmen dan jalankan. Kegiatan coaching ini difokuskan untuk memberikan insight tentang bagaimana cara menghadapi stres secara efektif. 

Coaching manajemen stres adalah sebuah bentuk usaha untuk meningkatkan atau membangkitkan coping stress adaptif yang akan membantu kita dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat kondisi yang terjadi dalam hidup seperti saat pandemi ini. Saat dimana banyak sekali terjadi perubahan dan menuntut gaya hidup yang baru. Kalau enggak kuat-kuat iman bisa-bisa kena stres, padahal kalau udah stres rugi banget, imun tubuh bisa menurun dan semangat pun bisa drop.

Setelah ikut acara coaching ini hati rasanya plong dan mendapatkan solusi. Masalah pasti akan selalu ada, tapi setidaknya saya jadi semakin yakin bisa menghadapinya.

Di masa pandemi ini hampir semua orang merasakan kesedihan dan kekhawatiran yang sama. Jika kalian merasa stres dan insecure kalian nggak sendirian kawan! Kita semua menghadapi musuh yang sama, virus tak kasat mata tapi dia ada dan nyata. 

Stress itu manusiawi asal jangan berlebihan dan kalau bisa segera dicari solusinya. Tetap jaga kesehatan dan tetaplah waspada. Berusahalah untuk bahagia karena rasa bahagia baik bagi imunitas diri atau bahagialah karena alhamdulillah sampai saat ini kita masih sehat-sehat saja. Celebrate it with happiness!


Insight Indonesia 
Instagram : @insightgroupid
Telphone : 082260070003


Minggu, 02 Februari 2020

Makam Raja-Raja Mataram, Destinasi Wisata Bersejarah di Kota Gede - Yogyakarta


- Makam Raja-Raja Mataram, Destinasi Wisata Bersejarah di Kota Gede - Yogyakarta -. Kota Gede, Yogyakarta bukan destinasi wisata yang baru bagi saya. Beberapa kali saya pernah mendatangi tempat ini, bareng keluarga atau waktu study tour saat sekolah dulu. Saya tahunya Kota Gede itu tempat para pengrajin perak, kalau mau beli aksesoris dan perhiasan perak ya di sini tempatnya.

Selain perak alasan kenapa Kota Gede menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi adalah jarak tempuhnya tidak begitu jauh yaitu sekitar sembilan kilo meter saja dari Hotel Tugu tempat saya menginap saat itu. Jalan menuju ke sana pun mudah diakses dengan banyak pilihan moda transportasi salah satunya adalah Transjogja. Sayanglah kalau ke Yogyakarta tapi nggak mampir ke sini.

Sejarah Kerajinan Perak di Kota Gede Yogyakarta




Kota Gede memang identik dengan perak, iya di sini tempatnya para pengrajin perak. Menurut penjelasan tour guide yang membawa kami ke Kota Gede dalam acara FamTrip Dinas Pariwisata Yogyakarta pada Oktober 2019 yang lalu, dijelaskan bahwa Kerajaan Kasultanan Mataram Baru yang berdiri pada abad ke-16 adalah kerajaan Islam. 

Seperti kita tahu bahwa menggunakan perhiasan dari emas bagi laki-laki muslim adalah haram hukumnya, karena itu Raja Mataram Baru pertama, yaitu Raja Panembahan Senapati memerintahkan untuk mengganti perhiasan bagi laki-laki dengan perak.

Kerajinan perak dari Kota Gede, Yogyakarta

Kota Yogyakarta tidak memiliki tambang perak, perak dibeli dari tempat lain dan di Kota Gede inilah para pengrajin membuat perhiasan dan perabot dari perak, sehingga tempat ini terkenal dengan kerajinan peraknya. Empat abad telah berlalu, tapi kerajinan perak di Kota Gede tetap diminati bahkan menjadi souvenir yang banyak dicari para turis saat berkunjung ke Yogyakarta.

Sebenarnya Kota Gede adalah tempat yang sarat akan peninggalan bersejarah, kota gede bukan hanya perak saja. Ada banyak sekali destinasi wisata yang bisa kalian kunjungi di sini, seperti : Rumah Pesik, Langgar Dhuwur, Masjid Ghede Mataram, Makam Imogiri, Makam Raja-raja Mataram dan lain-lainnya.

Komplek Makam Raja-Raja Mataram di Kota Gede, Yogyakarta



Local tour guide yang mengantar kami.

Walaupun beberapa kali ke Kota Gede tapi saya tidak pernah mampir ke Komplek Makam Raja Mataram atau Makam Imogiri. Ya mungkin saya kurang browsing atau agak gemana gitu kalau dengar kata makam. Padahal tempatnya cakep banget, beneran deh. Makanya yuk ke sini 😊. 

Akhirnya saya bisa mampir ke Makam Raja Mataram juga, terima kasih banyak kepada Dinas Pariwisata Yogyakarta yang sudah mengundang saya dalam acara Fam Trip Yogyakarta 2019.

Karena kami ke sini bersama rombongan Famtrip, bis yang kami naiki harus diparkir di area parkir pusat belanja perak HS Silver ya karena akses jalan masuk untuk kendaraan seperti bis tidak memadai. Dari HS Silver ke area makam jaraknya sekitar 650m, kami tempuh dengan berjalan kaki. Lumayan jauh sih, untungnya kami berjalan dengan dipandu oleh tour guide lokal dari Kampung Wisata Kota Gede jadi kami ambil jalan pintas melewati jalan tikus.

Jalan menuju area Makam Raja Mataram


Jalan tikus yang dimaksud adalah gang jalanan umum milik penduduk sekitar. Kami berjalan keluar masuk gang yang tidak begitu besar. Diameter gang tidak lebih dari 50-60 cm, medan jalan yang dilaluipun cukup menantang kadang menukik turun kadang menanjak dan kalau beruntung bisa berpapasan dengan sepeda motor he he he. Kalau saya ke sini sendiri, kayaknya saya bakalan nyasar 🤭. 

Jalan gang yang cukup sempit tapi tetap apik dan bersih sekali.


Tour guide sedang menerangkan sejarah Langgar Dhuwur

Seru juga sih jalan-jalan menyusuri gang ini, ternyata bukan tanpa maksud kami diajak melewati jalan ini. Di tempat ini kita bisa bertemu dengan banyak bangunan unik yang memiliki nilai sejarah. Salah satunya adalah bangunan Langgar Dhuwur, yaitu bangunan mushola yang dibangun di awal tahun 1900-an. Mushola yang berada di lantai dua bangunan ini terbuat dari kayu, walaupun sudah tidak digunakan lagi bangunan musholanya masih kokoh berdiri dan menjadi cagar budaya yang dilestarikan Dinas Pariwisata Yogyakarta. .

Saran saya sih kalau kalian mau ke sini mending pakai jasa local travel guide, karena ada banyak sekali cerita tentang bangunan bersejarah yang kita temui di sini. Sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Berpose di depan Langgar Dhuwur, fotonya ngantri lho.

Saat mendekati kawasan Makam Raja-raja Mataram kalian akan melihat tembok tebal yang mengililingi bangunan komplek pemakaman. Bagian tembok ini cukup unik, dinding tembok ditopang oleh pilar tebal berbentuk segitiga dengan kemiringan sekitar 45 derajat yang dibuat condong keluar. Pilar satu dan lainnya berjarak sekitar 1 meteran, kalau saya nggak salah ukur. Bagian lantainya dibangun lebih tinggi dari jalan disebelahnya.


Bagaikan cubicle terbuka, tembok ini ternyata adalah tempat duduk-duduk para abdi dalem. Saat Raja meninggal, para abdi dalem akan duduk di area tersebut. Untuk menjaga Sang Raja yang baru saja dikebumikan.

Setelah melihat bangunan tembok ini, tandanya kalian sudah semakin dengan area makam. Area komplek pemakaman Raja Mataram ditandai oleh pintu masuk yang berbentuk Gapura Paduraksa dengan kusen berukir dan berundak, diundakan paling atas ditaruh patung ukiran kepala Kala. Pintu gapura yang memiliki ciri arsitektur bergaya Hindu ini masih kokoh berdiri dan terawat dengan sangat baik.


Kami tidak lupa untuk berfoto-foto di depan gapura terlebih dahulu. Seperti biasa group mengabdi konten selalu jalan paling belakang dan telat sampai tujuan. Sibuk foto-foto dan bikin video dulu wkwkwk.

Peraturan yang Wajib Dipatuhi Saat Berkunjung ke Makam Raja-raja Mataram




Komplek pemakaman Raja Mataram ini dibangun pada tahun 1632 Masehi oleh Sultan Agung. Di sini dimakamkan Pendiri Kerajaan Mataram yaitu Ki Ageng Pemanahan dan anaknya Panembahan Senopati yang merupakan raja pertama Mataram Baru. Juga makam Raja kedua Mataram yaitu Panembahan Hanyakrawati, Sultan Agung dan raja-raja lainnya. Komplek pemakanan Raja Mataram ini terbagi dalam delapan kelompok.


Kebetulan saya tidak bisa ikut masuk ke dalam area pemakanan, pasalnya untuk bisa masuk berziarah ke makam para raja pengunjung harus mematuhi beberapa peraturan dan saya tidak bisa salah satunya. 

Peraturan yang wajib dipatuhi saat berkunjung ke Makam Raja Mataram adalah :


- Pengunjung Laki-laki wajib menggunakan pakaian abdi dalem, lengkap dengan jarik dan blangkon

- Pengunjung wanita wajib menggunakan jarik, kemben (tanpa manset) dan tidak boleh menggunakan hijab

- Saat memasuki area makam tidak boleh menggunakan alas kaki

- Tidak boleh memotret atau melakukan kegiatan tapping saat berada di dalam area komplek pemakaman

Karena saya memakai hijab dan pastinya tidak akan mau kalau disuruh melepasnya, maka saya memilih untuk berfoto-foto di luar komplek pemakaman saja. Walaupun tidak ikut masuk untuk berziarah, saya tetap dong pakai jarik dan kemben wkwkwk. 





Ada banyak spot cantik yang  bisa kalian abadikan untuk berfoto ria, tempat dan info tentang ini akan saya bahas di tulisan berikutnya ya. 

Fyi menurut cerita kawan-kawan yang ikut berziarah ke area pemakaman, para abdi dalem yang memandu tata cara berziarah juga menceritakan banyak hal mengenai sejarah Kerajaan Mataram dan cerita mengenai para raja yang dimakamkan di sini.

Sendang Putri adalah tempat pemandian bagi perempuan, dimana air di sini dipercaya berasal dari mata air yang berada di bawah pohon beringin yang ada di komplek pemakaman Raja Mataram.

Berziarah ke sini bukan hanya sekedar mengunjungi makam para pendiri dan raja Mataram Baru yang berjasa dalam mendirikan kerajaan, para raja dan keluarganya juga berjasa dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan diberikan tempat terbaik di sisi-NYA.

Datang ke tempat bersejarah memang selalu membawa cerita serupa dongeng yang selalu menarik untuk diceritakan kembali ya. Sebagai keturunan orang Yogyakarta saya merasa senang bisa mengenal sejarah tentang Kerajaan Mataram dan berkunjung ke makam pendiri dan raja-rajanya. Walaupun sampai di depan pintu makam doang, tapi doa saya melangit untuk mereka.

Teman-teman yang ingin berkunjung ke sini, harus selalu ingat bahwa tempat yang kita kunjungi ini adalah tempat peristirahatan terakhir sehingga wajib hukumnya untuk selalu berlaku sopan dan mendahulukan adab dalam berprilaku dan berkata-kata ya.

Ayo segera booking tiket dan hotelnya, selesai pandemik gass-kan ke sini. Tempat ini Worth to Visit bingits.

Makam Raja Mataram, Kota Gede – Bantul, Yogyakarta
Buka : Senin, Kamis, Jumat dan Minggu
Jam operasional : 08.00 – 16.00 Wib
Harga Tiket :  sumbangan seikhlasnya

X.O
Rabu, 01 Januari 2020

Masjid Bersejarah yang harus Kamu Datangi Saat Melancong ke Melaka

Saya di depan salah satu masjid bersejarah di Melaka, yaitu Masjid Tanah di Melaka.
Pergi melancong tidak melulu harus pergi ke tempat wisata yang kekinian, instagrammable atau  yang menawarkan atraksi dan pemandangan menarik. Mampir ke tempat ibadah yang memiliki bangunan berarsitektur menarik atau yang sarat akan cerita sejarah bisa menjadi alternatif destinasi untuk kita kunjungi saat melancong ke daerah atau negara lain.

Ya wisata seperti ini biasanya sering disebut dengan wisata religi. Wisata religi tidak hanya sekedar datang untuk beribadah atau rekreasi dan santai-santai saja. Saat mendatangi tempat beribadah seperti masjid contohnya biasanya tujuan utama kita adalah  untuk menunaikan ibadah sholat saja, padahal selain beribadah dan sekedar melepas penat datang ke masjid di daerah atau negara lain bisa kita jadikan sebagai sebuah kegiatan wisata.

Dengan melakukan wisata religi kita bisa mendapatkan dua manfaat, yaitu manfaat bertambahnya pengetahuan sejarah dan wawasan keagamaan juga manfaat ketenangan hati karena traveling jalan ibadahpun tetap jalan hal itu bisa memperdalam rasa spiritual yang kita miliki.

Kita juga bisa mendapatkan cerita yang melatar belakangi sejarah dibangunnya masjid yang kita datangi bahkan sejarah islam di masa lampau. Syukur-syukur kalau bisa jadi konten blog atau vlog, lumayan kan ada cerita bermanfaat yang bisa dibagikan.

Seperti yang saya dan teman-teman Vlogger dan Blogger dari Jakarta dan Malaysia lakukan ketika kami datang ke Melaka pada Agustus 2019 lalu. Selain mendatangi tempat wisata sejarah dan kekinian, tidak lupa kami pun berwisata religi dengan mendatangi tiga bangunan masjid yang unik, berarsitektur menarik dan sarat akan cerita dan sejarah.

Masjid Selat Melaka



Masjid Selat Melaka adalah masjid yang pertama kali saya datangi, persis di hari pertama saya sampai di Melaka sore harinya saat menjelang magrib saya dan teman-teman diajak mendatangi masjid ini. Pastinya bukan tanpa alasan kenapa kami datang saat sore hari.

Masjid Selat Melaka adalah masjid terapung yang posisinya persis berada di Selat Melaka, terletak di Kampung Bandar Hilir, Melaka. Bangunan Masjid Selat Melaka dibangun mengapung di atas Selat Malaka, dengan pondasi menancap di bawah air laut.


Bangunan Masjid Selat Melaka dipengaruhi oleh gaya arsitektur dari Melayu dan Timur Tengah  dengan kubah enamel berwarna emas dengan ukiran berwarna biru, membuat bangunan masjid terlihat sangat megah dan cantik. Bangunan masjid memiliki empat buah menara yang menyatu dengan bangunan masjid, terletak di sisi kiri dan kanan bagian depan dan belakang masjid, menurut informasi yang saya dapat bangunan menara seperti ini mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi.


Terdapat juga menara pengeras suara setinggi 30meter jauh lebih tinggi dari empat menara yang menyatu dengan bangunan masjid, posisinya ada di bagian sayap kanan masjid terpisah dari bangunan utama Masjid Selat Melaka. Bagian belakang bangunan masjid ini menghadap langsung ke Selat Melaka, sehingga pemandangan lautan lepas yang merupakan selat terpanjang dan tersibuk di dunia bisa kita nikmati sejauh mata memandang cukup dilihat dari teras bagian belakang masjid.

Pada sore hari halaman Masjid Selat Melaka akan ramai, tidak hanya ramai oleh pengunjung yang akan melaksanakan ibadah Magrib saja. Area halaman masjid akan dipenuhi oleh para pengunjung dan wisatawan yang datang untuk melihat matahari tenggelam dari halaman masjid.

Para pengunjung dan wisatawan manca negara yang sedang menunggu sunset di dekat Masjid Selat Melaka
Saat saya berada di sana, tidak sedikit wisatan asing (bule) yang juga ikut duduk-duduk santuy  sambil menunggu detik-detik terbenamnya matahari. Hal ini mengingatkan saya akan Masid Amirul Mukminin yang ada di Pantai Losari, Makassar. Sama-sama masjid terapung yang juga sering dijadikan tempat untuk menikmati sunset di Kota Makassar.


Masjid ini bisa buka mulai jam 09.00-22.00, wisatawan boleh masuk dengan bebas asalkan berpakaian sopan dan rapih. Untuk wisatawan perempuan wajib menggunakan penutup kepala atau hijab, jika kalian tidak membawanya kalian bisa meminjam ke pengelola masjid.

Pekan Masjid Tanah Melaka




Masjid Tanah Melaka terletak di wilayah Alor Gajah Melaka, Malaysia. Masjid ini diberi nama masjid tanah karena asal bangunan masjid ini dibangun dari tanah, tepatnya tanah liat dan putih telur yang digunakan sebagai perekat. Bagian dinding masjid yang terbuat dari tanah masih disisakan sedikit agar bisa dilihat oleh pengunjung yang datang.


Saat saya datang ke sana, masjid ini sepertinya sedang dalam tahap renovasi. Renovasi yang sedang terhenti tepatnya, karena para pekerjanya sedang tidak ditempat. Tumpukan bata dan pasir juga terpal terlihat berserakan di bagian depan masjid. Walaupun tidak bisa masuk sampai ke area bagian dalam masjid karena dikunci, masjid ini masih bisa dikunjungi dan dilihat hanya sampai area teras.



Sisa bangunan masjid yang terbuat dari tanah liat masih bisa dilihat di sini.

Masjid Tanah termasuk bangunan bersejarah yang dilindungi oleh pemerintah Malaysia, menurut papan nama masjid yang saya lihat tergeletak di halaman masjid ini dibangun pada tahun 1900. Sedangkan menurut sejarah yang saya baca di Wikipedia, masjid ini dibangun pada tahun 1800an oleh Sheikh yang berasal dari Gujarat. Orang Malaysia yang juga ikut berkerja keras membangun masjid ini adalah Hj. Sulong bin Sibeng.

Pada zaman dahulu masjid ini menjadi tempat sholat untuk orang-orang dari beberapa kampung sekitar, pada masa itu bangunan masjid belum ada di setiap kampung. Masjid ini terletak di daerah kota perdagangan yang ramai dan persinggahan orang-orang yang melakukan perjalanan dari Melaka ke Alor Gajah, begitupun sebaliknya.

Walaupun usianya sudah berabad-abad lamanya, tetapi kondisi bangunan masjid ini masih terpelihara dengan sangat baik. Masjid satu lantai ini terletak diantara pemukiman dan area perdagangan yang cukup padat, bangunannya yang lawas terlihat kontras dengan bangunan lain di sekitarnya.

Begitulah seharusnya sebuah bangsa dalam menghargai sejarahnya, yaitu tetap menjaga dan memeliharanya bangunan bersejarahnya tanpa harus merubah apalagi merobohkannya hanya karena alasan usang atau mengejar keuntungan sesaat saja.

Masjid Datuk Machap


foto dari : @meran_johvi
" Awie orang Makassar, haruslah berkunjung ke Masjid Datuk Machap" Kak Yatie dari Malacca Tourism Board berkali-kali mengatakan hal ini kepada saya. Ya Masjid Datuk Machap sarat akan cerita sejarah dan perjuangan seorang kelahiran tanah Makassar, Sulawesi. Tentu saja saya dengan embel-embel Bloger Makassar wajib tahu dan datang ke je tempat ini.

Datuk Machap adalah seorang ulama Bugis yang berasal dari Makassar, beliau datang ke Melaka pada tahun 1500 untuk berdagang yaitu pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah. Kebaikan ahlak dan kepintaran beliau dalam berdagang menarik perhatian Sultan, hingga akhirnya Datuk Machap diangkat menjadi Imam Diraja.


Masjid Datuk Machap berada di dataran tingi yang dikelilingi oleh danau yang saat dijadikan sumber air untuk warga Melaka.
Pada saat Portugis datang menyerang Melaka pada tahun 1511, Datuk Machap ikut angkat senjata berjuang bersama umat islam untuk mengusir Portugis dari tanah Melaka. Sayangnya perjuangan Datuk Machap mengalami banyak tantangan, beliau bersama para pengikutnya terpaksa harus melarikan diri dari Melaka.

Bangunan masjid Datuk Machap saat ini
Datuk Machap dan pengikutnya pergi ke daerah Alor Gajah, di mana di tempat yang saat ini di sebut kampung Machap Lama beliau menemukan tanah tinggi. Di tanah itu kemudian beliau perintahkan untuk dibangun sebuah masjid sebagai tempat ibadah bagi dirinya dan pengikutnya. Bangunan masjid pada masa itu hanya dibuat dari kayu saja.

Bangunan Masjid Datuk Machap yang berdiri sampai saat ini, adalah bangunan yang sudah direnovasi menjadi bangunan permanen dari tembok. Masjid Datuk Machap bukan bangunan publik yang bisa dimasuki dengan bebas, untungnya kami datang dengan team dari Malacca Tourism Board jadi kami semua bisa dapat akses masuk untuk melihat bangunan masjid dari dekat dan tidak lupa untuk foto-foto cantik di sana.

---

Wisata religi dengan mendatangi Masjid bersejarah yang ada di Melaka telah memberikan wawasan tambahan bagi diri saya. Bahwa kebutuhan dan kebebasan beribadah adalah hak dasar manusia yang tidak boleh dibatasi oleh siapapun, bahkan di tahun 1500-an kurang lebih 6 abad yang lalu keberadaan tempat beribadah sudah menjadi kebutuhan utama dimana banyak orang dari desa lain rela pergi ke masjid yang berada di luar desanya.

Nah kalau kalian ada rencana pergi ke Melaka kira-kira masjid mana yang ingin kalian kunjungi terlebih dahulu ?




Custom Post Signature

Custom Post  Signature