Senin, 01 Maret 2021

Belanja di IKEA Alam Sutera di Era New Normal. Perhatikan Hal Berikut ini


Pergi ke tempat umum di era new normal menjadi hal yang kontradiktif bagi sebagian orang. Ada  sebagian orang yang masih mencoba bertahan untuk tetap di rumah saja, demi keselamatan diri dan orang-orang terkasih yang tinggal bersama mereka. Ada juga yang sebagian telah beraktifitas seperti biasa, karena kondisi mengharuskan seperti itu atau juga karena alasan pribadi lainnya. Pada akhirnya semua balik lagi ke individu masing-masing, yang paling penting adalah di manapun kalian berada jangan lupa kalau pandemi belum reda, protokol kesehatan harus selalu dijalankan tanpa kecuali. 

Saya termasuk individu saat memutuskan untuk keluar rumah harus ada alasan yang benar-benar penting, biasanya keluar hanya untuk belanja kebutuhan pokok dan rumah tangga atau untuk urusan perbankan dan legal yang tidak bisa dilakukan secara online dan diwakilkan. 

Bulan lalu kondisinya sedikit berbeda, setelah hampir satu tahun nggak nongkrong-nongkrong sama teman dan ngemall, lebih banyak mengurung diri di rumah saja. Saya putuskan untuk pergi ke luar sebentar, pergi ke IKEA Alam Sutera jadi pilihan saya untuk melepas kejenuhan yang sudah mulai mengambil alih keceriaan dan ide-ide kreatif saya. Hitung-hitung sekalian survey harga untuk project dapur idaman yang entah kapan akan mulai dilakukan pembangunannya.
 
Belanja di IKEA Alam Sutera di era new normal pastinya berbeda dengan masa-masa sebelum pandemi. Penerapan protokol kesehatan jadi hal utama yang wajib untuk dipatuhi demi  kesehatan dan keselamatan pengunjung dan para karyawan yang berkerja di sana. Seperti apa prokes yang harus kalian perhatikan saat pergi ke IKEA Alam Sutera di era new normal ini? Yuk baca cerita saya saat pergi ke IKEA Alam Sutera di bulan Ferbuari kemarin.


Belanja di IKEA Alam Sutera di Era New Normal. Perhatikan Hal Berikut ini ...





Saat awal lockdown di pandemi Toko IKEA sempat ditutup untuk sementara waktu dan dibuka kembali di bulan Juni 2020. Saat dibuka kembali IKEA Alam Sutera langsung memberlakukan penerapan protokol kesehatan, dan mewajibkan para pengunjung untuk aware dengan kebiasan baru di era new normal. 

Pemberlakukan Satu Pintu Masuk




Daftarkan nama dan jumlah rombongan yang pergi bersamaan dengan anda

Saat penerapan protokol kesehatan, IKEA Alam Sutera hanya membuka satu pintu untuk masuk ke dalam toko, yaitu pintu masuk yang terletak di basement area parkir. Pintu lobby yang ada di depan toko untuk sementara waktu ditutup. 


Wajib Daftar dan Mengisi Form Pernyataan Bebas COVID-19



Isi dengan jujur ya.

Saat sampai di area basement, sebelum masuk ke area toko kalian akan diminta untuk cek suhu tubuh dan menginfokan jumlah orang yang datang bersama kalian beserta 1 nama penanggung jawab untuk dicatat di buku tamu. Setelah itu kalian akan diberikan form pernyataan bebas COVID-19, wajib dibaca dan dibubuhi ceklis ya.

Kalau sudah berani membubuhkan ceklis, artinya kalian berani tanggung jawab dunia akhirat ya he he he. Kalau pernyataan yang diberikan tidak sesuai dengan kenyataan artinya kalian berbohong. Kalau hal tsb sampai terjadi, kalian berdosa banget. Angel wiss angel lah mbuh!


Antri Bos!



Kursi untuk mengantri, di area pintu masuk di basement

Kalau toko dalam kondisi tak ramai pengunjung sih enak, bisa cepet masuk ke toko. Tapi lain cerita kalau toko lagi ramai, mau nggak mau kalian duduk terlebih dahulu dan mengantri menunggu giliran untuk bisa masuk ke dalam toko. Fyi antrian tidak hanya berlaku di area basement ya, untuk kalian yang datang menggunakan kendaraan pribadi harap stok kesabaran banyak-banyak. Karena antrian mobil di jalan raya depan IKEA Alam Sutera sudah mengular puluhan meter panjangnya, sampai-sampai ada bapak security yang akan mengatur antrian di jalan. Ada peluang usaha nih buat Kang Mizone sama Kang Aqua he he he.  

Kebetulan saya datang naik taxi online jadi saya minta di-drop di dekat halte, dari situ jalan kaki ke basement IKEA. Antri dengan tertib dan berjarak berlaku nggak hanya di pintu masuk dan parkiran ya, wajib antri di manapun seperti saat melihat area display, toilet, cafetaria, dan lainnya.


Cuci Tangan Dulu




Tukar form yang sudah diceklis dengan name tag pengunjung. Setelah dapat name tag, dipakai ya. Sebelum masuk ke toko, pengunjung wajib mencuci tangan bisa cuci di wastafel atau pakai hand sanitizer gel terlebih dahulu. Area cuci tangan tersedia di samping pintu masuk. Habis itu baru deh boleh masuk ke dalam toko IKEA Alam Sutera. 



Perhatikan Dot Kuning!




Warna kuning adalah warna IKEA. Biar nggak bingung harus lewat mana, kalian tinggal perhatikan area lantai yang kalian lewati. Ikuti garis kuning sebagai penanda that you're in the right track dan juga perhatikan dot kuning sebagai penanda tempat di mana kalian harus berdiri. 


Balita dan Lansia Dilarang Masuk



Selama berada di dalam toko, mbak-mbak announcer akan selalu mengingatkan penerapan protokol kesehatan secara berkala. Announcer akan mengingatkan bahwa anak-anak balita (bayi di bawah lima tahun) dan lansia dengan usia di atas 60 tahun tidak diperkenankan berada di area toko, Ibu hamil dan menyusui juga nggak boleh. Jadi teman-teman sayangi dirimu ya, jangan maksain untuk datang kalau kalian termasuk dalam kategori di atas. Pas saya ke sana, saya lihat ada ibu hamil lolos belanja belanji. *Eh tapi nggak tahu juga sih hamil apa enggak ya, maklum pandemi kayak gini banyak yang berat badan naik termasuk saya juga. Perut saya juga buncit banget kek orang hamil, padahal enggak wkwkwk. 

Fyi tempat bermain anak Smaland juga ditutup.


Saat di Cafetaria




Memasuki area cafetaria IKEA  sama seperti saat mau masuk ke dalam toko. Sebelum masuk ke cafetaria, ada petugas yang akan mengatur apakah tamu bisa langung masuk atau harus menunggu terlebih dahulu di area tunggu. Untungnya pas saya datang area cafetaria masih lumayan sepi jadi bisa langsung masuk dan makan di sana.



Setiap pengunjung yang makan di sana tidak boleh berkerumun, maksimal kerumunan yang diperbolehkan adalah 5 orang saja. Area minuman panas dan minuman ringan yang bisa free refill ditiaadakan, jadi semua minuman yang dijual adalah minuman kemasan. Untuk roti dan croissant dimasukan dalam wadah kertas jadi aman ya. Peralatan makan bisa diminta kepada petugas yang jaga di bilik peralatan makan.


Jangan Kasih Turun Maskernya!




Masker wajib untuk selalu dipakai, kecuali saat makan di cafetaria. Accouncer akan terus mengingatkan pengunjung untuk selalu memakai masker. Mau berfoto di dalam toko juga wajib pakai masker, ingat ya pakai masker nggak bakalan mengurangi kecantikan dan kehenseman wajah kalian. Mau foto tanpa masker di dalam toko? tunggu nanti kalau pandemi sudah berlalu, tapi ya gemana pandemi mau cepet usai kalau masih ada saja orang-orang yang suka foto-foto di dalam toko tanpa masker. Padahal mbak announcernya tak henti-hentinya terus mengingatkan kepada pengunjung untuk tetap memakai masker. Udah dingatkan masih ngeyel aja terus. Tolonglah kurang-kurangin lah egoisnya!


Jaga Jarak Bosque!


Announcer juga mengingatkan untuk selalu jaga jarak minimal 1 meter antar sesama pengunjung. Untuk itu saya harus mau mengantri dan bersabar menunggu pengunjung di depan saya menyelesaikan aktifitasnya terlebih dahulu. Kalau nggak mau ngantri dan jaga jarak, malu dong sama parkiran mobil di IKEA. Parkiran mobilnya aja berjarak.


Check in & Check out


Untuk kalian yang datang ke toko IKEA Alam Sutera dengan check in di aplikasi atau situs web "Tangerang Live - Aman Bersama" dengan scan QR code Toko Ikea dan kemudian isi data diri di sana. Kemudian jangan lupa untuk melakukan check out saat selesai belanja dan keluar dari toko. Kebetulan saya datang di pagi hari, jadi kondisi toko IKEA masih lumayan sepi, nggak ada antrian saat masuk ke dalam toko. Saya isi data manual seperti yang saya ceritakan di atas, nggak check in di apps IKEA, plus pas daftar nggak disuruh juga sama bapaknya. Hope I'm doing the right way yeahh. 

----




Belanja di IKEA Alam Sutera di era new normal bisa terasa sangat melelahkan dari biasanya. Sudah setahun lamannya badan saya yang dibiarkan keenakan rebahan doang, akhirnya pas diajak muter-muter ikea jadi ngos-ngosan kewalahan. 

Patut juga kita sadari bahwa dengan pergi ke keluar rumah berarti kita sudah paham akan resiko yang ada. Untuk itu jaga kesehatan dan keselamatan diri kita dan orang lain, dengan selalu mematuhi protokol kesehatan di manapun berada. Saya jaga kamu, kamu juga jaga saya! Saling jaga biar pandemi bisa segera usai dan reda. Mau belanja langsung ke IKEA Alam Sutera atau memilihi belanja dari rumah saja, pilihan balik lagi ke masing-masing individu. Mari kita saling menjaga raga dan hati jangan fokus pada perbedaan.

Trus kapan kalian mau borong perabot dari IKEA?? Hayo udah ngincer apa aja?
Sabtu, 16 Januari 2021

DIY Cara Membuat Kalung Mutiara Air Tawar


Saya pernah membuat tulisan DIY cara membuat kalung mutiara di blog ini tapi mutiara yang digunakan adalah mutiara sintetis alias mutiara kw yang dirangkai dengan mengggunakan senar. Hasilnya sangat cantik dan bisa dikomersilkan, walaupun begitu saya ingin juga memiliki kalung mutiara asli, biar lebih awet dan tidak mudah rusak.

Untuk itu kali ini saya akan membuat kembali kalung mutiara dengan menggunakan mutiara asli, yaitu mutiara air tawar. Bahan yang digunakan untuk merangkainya pun berbeda dari sebelumnya, kali ini saya akan mencoba merangkai dengan menggunakan benang jahit nylon. 

Untuk kalian yang baru coba-coba memulai membuat aksesoris sendiri, DIY kalung mutiara ini bisa menjadi pilihan DIY project for beginner. Cara pembuatannya cukup mudah, bahan dan alat yang digunakanpun sangat mudah untuk ditemukan atau dibeli online.


DIY Cara Membuat Kalung Mutiara Asli




Kalung mutiara adalah aksesoris wanita yang bisa dibilang tak lekang oleh zaman. Dari zaman dahulu saat negri ini dijajah, kalung mutiara telah menjadi salah satu aksesoris yang banyak dipakai para noni Belanda. Saya pernah baca bahwa mutiara pertama kali digunakan sebagai aksesoris mulai dari tahun 420 Sebelum Masehi. Duh jauh banget kan dari zaman millenial ini.

Bentuk dari kalung mutiara yang sederhana dan terkesan monoton, malah menjadikannya sebagai aksesoris tak lekang zaman dan mudah untuk dipadukan denngan tren gaya fashion di setiap era. Bahkan kalung mutiara asli buatan rumah mode terkenal adalah barang berharga dan bisa dikoleksi yang nantinya bisa diwariskan secara turun-temurun.

Ada banyak cara dan metode untuk membuat kalung mutiara asli, baik mutiara dari kerang air laut maupun dari air tawar. Kali ini saya akan mencoba untuk membuat kalung mutiara dengan menggunakan mutiara air tawar saja, karena harga lebih murah dan mudah untuk didapatkan. Saya akan merangkai kalung mutiara air tawar dengan menggunakan benang nylon. Untuk tahu bagaimana cara membuatnya, yuk baca terus tulisan ini sampai selesai.

Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Kalung Mutiara Air Tawar




Bahan dan alat adalah sebagai berikut :

- Mutiara Air Tawar
- Benang Nylon
- Jarum beading
- Kaitan kalung / toggle clap
- Lem transparan
- Jump ring / ring kaitan
- Crimp bead / Stopper
- Tang aksesoris
- Gunting



Saya menggunakan benang nylon ukuran benang jahit, karena di rumah hanya memiliki yang ukuran tersebut. Untuk membuat rangkaian yang benangnya dibuat double saja.


Cara Membuat Kalung Mutiara Air Tawar


Saya akan membuat kalung dengan ukuran panjang sekitar 70cm, kalau dipakai kalung akan sampai di bawah dada. Karena saya pakai hijab, agar kalungnya bisa terlihat dan tidak tertutup hijab, jadi saya buat sedikit panjang. Tapi balik ke selera masing-masing, kalian bisa membuat panjang kalung sesuai dengan selera dan kebutuhan kalian. 

Seperti apa cara membuat kalung mutiara air tawar ini, yuk ikuti langkah-langkah berikut ini.



Potong benang sepanjang 80cm sebanyak 2 kali. lalu masukan benang ke dalam beading needle lalu buat ikatan mati di bagian ujung potongannya.



Masukan ikatan mati di bagian ujung benang tsb ke dalam cripm bead atau  stopper yang biasa digunakan untuk membuat kalung. Lihat gambar di atas.



Setelah ujung bagian benang terpasang crimp bead, kalian bisa mulai memasukan mutiara air tawar ke dalam benang dengan bantuan beading needle.


Lobang mutiara air tawar biasanya dibuat sangat kecil, jarum jahit tidak akan bisa masuk ke sana. Untuk itu kalian membutuhkan beading neddle untuk menyelesaikan project diy ini. Cara lainnya adalah bisa menggunakan kawat dan senar.


Setelah panjang kalung mutiara air tawar yang diinginkan selesai dikerjakan, lalu buat ikatan mati di  mutiara paling ujung atau mutiara yang dimasukan paling akhir. Pastikan ikatannya tidak longgar dan rangkaian mutiaranya rapat.


Kemudian pasang kembali crimp bead / stopper di ikatan mati yang tadi dibuat.





Potong sisa benang kemudian masukan jump ring ke dalam lobang crimp bead bersamaan dengan toggle clap/kaitan kalung ke dalamnya.


Pasang jump ring dan toggle clap di kedua sisi kalung, seperti pada gambar. Setelah selesai, bagian crimp bead bisa dibubuhkan lem transparan E 6000, untuk mengamankan ikatan benang agar lebih ikatannya lebih kuat.


Mudah bukan cara membuatnya? Untuk melihat cara pembuatannya secara langsung kalian bisa menontonnya video di bawah ini : 



Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi bagi kalian yang membacanya. Jika ada pertanyaan silahkan tanyakan di bawah kolom komentar ini ya.


Panjang kalung ketika dipakai.

Sampai berjumpa lagi di DIY Project selanjutnya. Selamat mencoba!

Sabtu, 09 Januari 2021

Pengalaman Naik Pesawat ATR dari Makassar ke Labuan Bajo


Pengalaman naik pesawat dari Makassar ke Labuan Bajo ini sebenarnya pengalaman tahun lalu, sekitar 2 bulan sebelum Bapak Presiden Jokowi mengumumkan di Indonesia sudah ada yang positif Covid-19. Alhamdulillah ya sebelum pandemi sudah sempat ke Labuan Bajo, kan lumayan jadi punya stok foto dan bahan buat tulisan wkwkwk. 


Awal tahun lalu saya dan suami liburan ke Bajo tanpa rencana dan persiapan sama sekali. Karena biasanya kalau mau liburan itu harus nunggu jadwal suami agak longgar terlebih dahulu, kalau mengajukan cuti dari jauh hari biasanya agak susah. Jadi pas cuti disetujui baru deh bikin rencana liburan, kebetulan sailing Komodo island ada di top bucket list kami. Pada waktu itu saya mendapatkan paket wisata sailing komodo, di lima hari sebelum keberangkatan. Walaupun serba mepet tapi tetap direncanakan dengan maksimal.


Sebelum pesan paket trip sailing komodo, saya dan paksu (panggilan untuk suami) sudah cek rute penerbangan ke Labuan Bajo. Ternyata dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar ada rute direct flight ke Bandar Udara Internasional Kodomo di Nusa Tenggara Timur. Fyi untuk wisata ke sailing komodo island, biasanya para wisatawan akan memulai perjalanan dari Labuan Bajo. Perjalanan di mulai dari pelabuhan Marina dengan menaiki kapal sekoci ke Kapal Medium atau Phinisi yang akan mengantarkan kita berlayar ke kepulauan Komodo.


Dari Makassar ada dua pilihan moda transportasi menuju Labuan bajo, bisa menggunakan kapal laut atau pesawat terbang. Untuk menghemat waktu dan tenaga, saya dan paksu tentunya memilih pakai  pesawat saja.


Setelah fixed dapat penyedia paket trip sailing komodo, sebelum membayar down payment kami harus memesan tiket pesawat terlebih dahulu. Intinya jangan sampai zonk, dapat paket trip tapi nggak dapat tiket pesawat. Setelah tiket ada di tangan, baru deh lanjut bayar paket trip Sailing Komodo Island.



Naik Pesawat ATR dari Makassar ke Labuan Bajo





Ada banyak maskapai yang menyediakan rute penerbangan dari Makassar ke Labuan Bajo. Saya memilih terbang dengan Trans Nusa menggunakan pesawat ATR 72, karena cuma maskapai ini yang menawarkan rute penerbangan langsung atau direct flight tanpa transit dengan waktu perjalanan 1 jam 10 menit saja. Jika menggunakan pesawat dari maskapai lainnya bisa memakan waktu lebih panjang, dari untuk sampai ke Labuan Bajo bisa memakan waktu mulai dari setengah hari bahkan ada yang sampai seharian penuh. 



Tapi tentunya pesawat yang digunakan lebih besar dan nyaman, biasanya pakai pesawat boeing. Cuma ya itu walaupun rute perjalanannya sama, tapi jarak tempuhnya jadi jauh berbeda. Karena bukan penerbangan langsung, jadi harus transit di kota lain terlebih dahulu. Ada yang transit di kota SBY, DPS bahkan CGK. Kebayang kan jadi banyak waktu yang terbuang di perjalanan.



Bis yang mengantarkan kami ke area parkir pesawat.

Pesawat ATR adalah jenis pesawat regional jarak pendek bermesin dua baling-baling (twin turboprop). Fyi ini adalah kali pertama bagi saya naik pesawat berjenis ATR ini. Untuk fasilitas dan pelayanan tetap sama qo kayak terbang naik pesawat boeing. Kalian akan medapatkan fasilitas bagasi sebesar 15Kg dan makanan di atas pesawat. Walaupun makanan yang disajikan berupa kue, roti, dan air mineral alhamdulillah lumayan buat ganjel perut kami yang lapar karena tidak sempat sarapan. Waktu itu kami berangkat subuh dari rumah, karena jadwal penerbangan jam 06.00 WITA. Jadi jam 03.00 WITA udah harus bangun dan siap-siap berangkat ke bandara. Soalnya di rumah kami kalau mau naik OJOL waktu subuh itu perjuangan banget, nggak banyak mobil tersedia di jam segitu.





Majalah di atas pesawat yang berisi tentang liputan Wayang Kapi-kapi pada saat Ulang Tahun Kota Yogyakarta tahun 2019 lalu. Yang menulis Mas Pasya Yudha, jurnalis yang waktu itu sama-sama bertugas dengan saya di Ultah Kota Yogya.

Naik pesawat ATR Trans Nusa dari Bandara Hassanudin Makassar, ternyata harus check in bagasi jauh lebih awal dari waktu check in yang biasanya. Soalnya pesawat ATR Trand Nusa parkir lumayan jauh dari boarding gate. Untuk naik pesawat harus diantar bis dulu dengan rute yang lebih jauh dari biasanya kalau saya naik pesawat sejenis boeing.


Pengalaman Pertama Kali Naik Pesawat ATR 72 



Suasana saat penumpang masuk ke dalam pesawat


Naik pesawat ATR untuk pertama kalinya, kebetulan saya duduk di window seat. Selama perjalanan di dalam pesawat saya baru tahu kalau ternyata pesawat ATR itu terbangnya tidak setinggi pesawat boeing. Jadi dari jendela kaca, hamparan permukaan laut di yang ada di bawah sana terlihat sangat jelas dan terasa dekat. Ya kan karena terbang dari Makassar, pastinya nyebrang lautan yaa. Karena ini pertama kalinya jadi ya lumayan deg-deg an he he he. 

  

Pemandangan dari jendela pesawat


Kami sampai di Bandar Udara Komodo pada pukul 07.15 WITA, masih pagi jadi suasana bandara belum begitu ramai. Sehabis ambil bagasi, kami langsung keluar dari area kedatangan. Tidak lama saat saya dan paksu diskusi masalah transporasi di dekat pintu keluar, kemudian datang mas-mas berseragam menghampiri kami. " Taxi pak? " dia menawarkan taxi ke paksu, ya mungkin dia ngeh kami lagi kebingungan saat melihat area parkir bandara nggak ada satu pun mobil dengan logo taxi parkir di sana. Kebetulan saat pesan hotel kami lupa pesan mobil untuk penjemputan di bandara. Jadi ya alhamdulillah bisa dapat taxi pribadi mobil Avanza di bandara, jadi bisa langsung cuss ke hotel untuk drop koper terlebih dahulu.



Tarif sewa mobil dari bandara ke tempat kami menginap yaitu hotel Bintang Flores adalah lima puluh ribu rupiah per orangnya, awalnya sih minta tujuh puluh lima ribu tapi tentu saja kami tawar. Typical orang Indonesia banget ya, kalau bisa nawar kenapa harus langsung setuju dengan penawaran yang diajukan wkwkwk. Eng ing eng pas sampai di hotel ternyata hotelnya cukup dekat dari bandara, cuma 15 menit udah sampai wkwkwk. Ya udah lah yang penting sampai hotel dengan selamat.



Inilah pengalaman pertama saya naik pesawat jenis ATR 72 dari Maskapai Trans Nusa. Inshaallah nggak kapok dan mau mencoba terbang lagi di lain waktu. Sayangnya maskapai Trans Nusa pada bulan September 2020 lalu berhenti beroperasi untuk sementara waktu akibat kondisi pandemi. Harapan saya semoga kondisi pandemi ini bisa segera berlalu, roda perekonomian dan geliat kehidupan bisa berjalan seperti sedia kala. Apa yang sempat terhenti bisa melaju kembali, yang sakit bisa segera sehat kembali, yang terpisah jarak bisa segera dipertemukan lagi, yang jatuh bisa segera bangkit, pokoknya doa yang baik-baik untuk alam semesta dan seisinya. 


Adakah yang membaca ini pernah naik pewasat ATR juga, yuk ceritakan pengalaman kalian di kolom komentar di bawah ini.

Sabtu, 02 Januari 2021

DIY Cara Mudah Membuat Tuspin Hijab Mutiara

 

- DIY Cara Mudah Membuat Tuspin Hijab Mutiara -. Sebagai seorang hijaber, tuspin atau peniti hijab menjadi salah satu aksesoris yang sangat bermanfaat agar hijab yang kita kenakan terlihat rapih dan cantik.Tuspin hijab bisa berfungsi sebagai pengganti peniti, berguna dalam merapatkan hijab dengan mudah cukup dengan menyematkannya di bawah dagu.


Selain sebagai peniti, tuspin hijab juga bisa berfungsi sebagai aksesoris yang bisa membuat tampilan gaya hijab terlihat lebih stylish dan tidak monoton. Tuspin bisa juga digunakan sebagai bros.


Cara Mudah Membuat Tuspin Hijab Mutiara


Tuspin biasanya memiliki bentuk seperti jarum berukuran besar, dibuat dari bahan besi tahan karat. Ada berbagai macam bentuk tuspin, tapi saat ini tuspin dengan stopper berbentuk mutiara sintetis sedang banyak digemari oleh hijaber. Selain bentuknya yang sangat uwu, tuspin mutiara memiliki stopper mutiara berukuran besar sehingga lebih mudah disematkan dan tidak mudah hilang jika dibandingkan dengan tuspin biasa dengan stopper besi kecil. 


Sebagai penggemar DIY (do it yourself) tentunya saya merasa tertantang untuk mencoba membuat tuspin hijab sendiri. Seperti apa cara membuatnya? Yuk baca tulisan ini sampai selesai.


Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Tuspin Hijab




Bahan dan alat yang harus disiapkan adalah :

- Tuspin hijab dengan stopper mutiara
- Lem bening E6000
- Manik-manik rhinestone dan resin
- Cottonbud
- Papper clips

Manik-manik yang digunakan bisa disesuaikan dengan masing-masing. Jika tidak memiliki manik-manik rhinestone dan resin, kalian bisa menggantinya dengan manik-manik akrilik, mutiara tempel atau bahan lainnya yang kalian miliki di rumah. Yang harus diperhatikan adalah bahan/manik yang akan ditempelkan ke tuspin harus memiliki bagian belakang yang berbentuk datar.




Lem bening yang digunakan harus lem khusus untuk aksesoris atau minimal lem utuk besi. Jangan gunakan lem serba guna yang banyak dijual di pasaran, walaupun sama-sama berwarna bening/transparent tapi kualitasnya berbeda. Saya sudah menggunakan lem E6000 dan F6000 selama belasan tahun, lem ini bisa menempel dengan sangat kuat secara permanen.


Cara Mudah Membuat Tuspin Hijab Mutiara 





Bersihkan terlebih dahulu permukaan tuspin yang akan disematkan manik-manik. Pastikan tidak ada debu dan kotoran yang menempel. Agar manik-manik bisa menempel dengan baik. Pastikan juga jarum tuspin berfungsi dengan baik, tajam dan tidak berkarat.




Bubuhkan lem ke media datar yang tersedia di tuspin. Pastikan tidak membubuhkan terlalu banyak ya, kalau kebanyakan nanti bleber ke sana ke sini plus sayang nanti jadi mubazir he he he.






Sematkan manik-manik rhinestone dibagian yang telah diberi lem, kemudian bersihkan sisa lem yang ada tersisa di sekitar manik-manik dengan menggunakan cottonbud




Setelah selesai membersihkan sisa lem, pastikan kembali posisi manik-maniknya agar tetap berada di bagian tengah bidang datar. Setelah posisi aman, jepit manik-manik dengan papper clips agar posisinya tidak bergeser sampai lem tersebut kering.




Ulangi cara yang sama untuk manik-manik resin berbentuk bunga.



Setelah semua tuspin selesai dibuat,  pastikan papper clip tetap menjepit manik-manik dengan aman. Diamkan selama minimal 1x24jam, setelah itu cek kembali apakah lem sudah kering. Kalau sudah kering, tuspin siap digunakan.




Contoh penggunaan tuspin hijab sebagai pengganti peniti dan bros.




Untuk proses lebih jelasnya kalian bisa menonton video cara membuat tuspin hijab di youtube channel di bawah ini. 



Petunjuk agar Tuspin Hijab Tetap Awet dan Tidak Mudah Berkarat


Agar tuspin hijab tetap tajam dan awet, kalian bisa coba perhatikan petunjuk di bawah  ini :

- Taruh tuspin ditempat kering dan terhindar dari kelembaban. Jika ditaruh dalam wadah, sebaiknya taruh sedikit berjarak dengan aksesoris lainnya. 
- Jauhkan dari minyak wangi dan hair spray saat menggunakan produk-produk tersebut.
- Agar jarum tetap tajam, saat tuspin disimpan taruh posisi jarum ke dalam stopper mutiara.

Bahan-bahan untuk membuat tuspin hijab ini bisa dibeli di market place dan toko craft supplies yang  banyak tersedia di facebook atau instagram. Tinggal cari dengan kata kunci tuspin atau bahan tuspin, inshaallah ketemu.

Semoga tulisan DIY kali ini bisa memberikan manfaat dan inspirasi. Selamat mencoba! 
Rabu, 18 November 2020

DIY Cara Membuat Standing Pot dari Kayu


-DIY Cara Membuat Standing Pot dari Kayu-. Houseplant atau tanaman dalam ruangan menjadi salah produk yang  paling banyak dicari di tahun 2020. Saat pandemi menjadi moment baik bagi para petani tanaman, alhamdulillah bisa memetik hasil dari kerja kerasnya selama ini. Tanaman hutan dan kebun yang tadinya dianggap tanaman liar atau dibiarkan begitu saja, mendadak berubah jadi primadona tanaman yang banyak dicari dan diburu oleh masyarakat. Harganya pun seketika naik drastis, wajar ya demand nya lagi tinggi soalnya. Rezeki bapak dan ibu tani, saya jadi ikutan seneng lho.

Saya pun ikut-ikutan berburu houseplant. Walaupun tanaman yang cari cuma tanaman yang murah-murah saja, maklum lagi pandemi gini musti pintar-pintar mengelola keuangan. Alhamdulillah akhirnya punya 9 pot tanaman, lumayan banyak ya. 

Biar makin betah di rumah saja jadi kepengen bikin DIY project untuk mempercantik dekorasi di rumah.   Saya putuskan untuk membuat standing pot atau dudukan pot untuk tanaman di rumah. Biar si anak-anak hijau ini terlihat makin cantik dan instagrammable. 

Membuat Standing Pot dari Kayu Balsa



Untuk membuat DIY project standing pot ini bahan utama yang diperlukan adalah kayu. Kayu yang gunakan boleh kayu apa saja ya, seperti kayu kaso, pinus, balsa dan lainnya. Untuk mempermudah proses pengerjaannya, saya memilih untuk menggunakan kayu balsa saja. Maklum saya termasuk anak baru untuk urusan potong-memotong kayu.

Kayu balsa adalah kayu yang biasa digunakan para pengrajin aeromodelling. Kayu ini memiliki karakteristik kayu yang ringan dan lentur. Dengan begitu kayu balsa jadi mudah untuk dipotong dan permukaan kayunya pun sudah halus dan siap pakai. Nggak perlu repot-repot diserut kembali. Kayu balsa juga banyak dijual di market place, jadi bisa dibeli secara online. Saya nggak perlu repot ke toko bangunan. Semua bahan bakunya saya beli di Shopee, ini bukan iklan lho xixixi.

Bahan dan Alat yang Dibutuhkan untuk Membuat Standing Pot


Sebelum memulai DIY project ini kalian harus memastikan terlebih dahulu kira-kira mau bikin standing pot ukuran berapa? Pastikan berapa ukuran tinggi dudukan pot yang akan dibuat dan ukuran diameter pot yang nantinya akan ditaruh di sana. Jadi kalian bisa membeli kayu sesuai dengan kebutuhan DIY project. Nggak kurang nggak berlebihan juga. Pun sesuaikan ukuran standing pot dengan ukuran ruangan yang ada di rumah. 

Rencananya saya akan membuat 3 buah standing pot dengan ukuran tinggi dudukan 50 cm, 40 cm dan 20 cm untuk pot tanaman dengan ukuran diameter 20 cm - 25cm. 

Bahan yang dibutuhkan adalah sbb :



- Kayu Balsa
- Baut/Sekrup

Alat yang digunakan sbb: 




- Gergaji bisa yang manual atau listrik
- Bor
- Penggaris
- Pulpen/pensil

Untuk kalian yang tidak punya alat bor bisa diganti dengan paku dan palu.

DIY Cara Membuat Standing Pot dari Kayu


nggak punya meteran bangunan, jadi saya mengukur pakai penggaris untuk memotong bahan wkwkwk.

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas, pastikan terlebih dahulu ukuran standing pot atau dudukan pot nya. Karena kunci kesuksesan DIY project ini adalah ukuran, kalau ukurannya tepat inshaallah nggak akan gagal.

Contohnya seperti yang saya buat di bawah ini. Saya akan membuat standing pot dengan ukuran tinggi x lebar adalah 50 cm x 25 cm. Untuk itu kayu yang saya butuhkan adalah 4 buah kayu ukuran 50cm dan 4 buah kayu ukuran 25cm. Kebetulan saya membeli kayu berukuran panjang x lebar x tinggi = 50 cm x 2,5cm x 2,5 cm. 

Jadi saya tidak perlu memotong kayu terlalu banyak he he he. Memang sengaja sih cari ukuran kayu yang pas buat DIY project standing pot ini.

Kurang lebih seperti ini tampilan kayunya,  sebelum semua dirakit jadi standing pot.

Siapkan 6 buah kayu balsa ukuran panjang x lebar x tinggi 50 cm x 2,5 cm x 2,5 cm. 4 buah kayu akan saya gunakan sebagai kakinya. Potong 2 kayu lainnya  menjadi 2 bagian. Sehingga saya akan memiliki 4 buah kayu dengan ukuran 25 cm x 2,5cm x 2,5 cm.


DIY Standing Pot


Kemudian ambil 2 buah kayu ukuran 25 cm tersebut dan buat cerukan di bagian tengahnya. Ukuran cerukan kayu adalah 1/2 dari ukuran tinggi/tebal kayunya. Karena saya menggunakan kayu dengan ketebalan 2,5cm, jadi cerukan kayu yang saya buat adalah 1/2 x 2,5cm = 1,25cm. 

DIY Standing Pot
Pastikan tidak salah ukur ya, bisa posisinya pas dan kelihatan rapih seperti ini.


Bor baut persis di bagian tengah kayu

Gabungkan kedua kayu yang akan saya jadikan alas/dudukan untuk menyimpan pot ini, caranya dengan memasang baut di bagian tengah kayu menggunakan mesin bor. Jika tidak memiliki bor bisa menggunakan palu dan paku saja. Kemudian sisihkan terlebih dahulu.


Pondasi standing pot


DIY Standing Pot
Agar standing pot bisa berdiri dengan kuat dan stabil, buat pondasi bagian bawah seperti ini ya


Ambil kayu ukuran 50 cm yang telah disiapkan tadi, kemudian gabungkan ke 4 buah kayu tersebut dengan 2 buah kayu ukuran 25 cm seperti gambar di atas. Bor baut besi di bagian tengah menggunakan mesin bor. Saya membuat pondasi agar kaki standing pot nya bisa berdiri kuat dan stabil. 


DIY Standing Pot


Ukur tinggi pot yang akan ditaruh di atas standing pot, ukuran tersebut dijadikan patokan untuk menaruh kayu yang tadi sudah kita buat sebagai alas/dudukan pot nya. Tandai ukuran tinggi di bagian kaki standing pot dengan bantuan pensil/pulpen. Gabungkan kayu alas pot tersebut ke bagian kaki menggunakan bantuan bor. Hasilnya seperti gambar di atas.


DIY Standing Pot
Standing pot ukuran tinggi 50 cm dan 40 cm.


DIY Standing Pot


Voila! Standing pot telah selesai dibuat.


DIY Standing Pot


Ulangi proses seperti di atas untuk membuat standing pot kayu dengan ukuran tinggi 40 cm dan 20 cm.

----

Untuk kalian yang ingin membuat DIY project ini, apalagi kalau kalian temasuk pemula dalam urusan potong-memotong kayu. Saya sarankan untuk membuatnya menggunakan kayu balsa. Kayu balsa sangat mudah untuk dipotong oleh gergaji manual, jadi nggak menghabiskan tenaga untuk proses menggergaji. Karena menggergaji itu ternyata susah sekali.

Sayangnya kayu karakter kayu yang ringan adalah kekurangannya. Kayu balsa tidak akan mampu menahan beban pot tanaman yang terlalu besar. Untuk tanaman monstera yang besar dan sejenisnya, sebaiknya buat standing pot dari kayu yang lebih kuat seperti kayu kaso, pinus dan lainnya.

Untuk tampilan yang lebih maksimal kalian bisa mewarnai standing pot ini menggunakan cat kayu. Yang pasti standing pot atau dudukan pot ini bisa jadi dekorasi yang murah meriah namun menambah cantik dan estetik suasana rumah.




Jadi bagaimana teman-teman menarik nggak ide DIY project kali ini? 

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan bermanfaat, kalau ada yang mau ditanyakan silahkan komen di bawah ini atau bisa juga follow media social saya di @fillyawie, kalian bisa lihat karya DIY saya di sana. 


Custom Post Signature

Custom Post  Signature