Sepertinya sudah lama sekali saya tidak posting tulisan DIY (Do It Yourself) di blog ini. Sebenarnya sudah banyak project DIY yang ingin saya kerjakan, bahan dan peralatan sudah dibeli dan disiapkan. Sayangnya mood untuk mengerjakannya masih di awang-awang, ngawang terus nggak mau turun. 😅
Sedikit cerita ya, saya memang suka sekali membuat project DIY baik untuk membuat aksesoris, home decor maupun fashion outfit. Suatu ketika ada kenalan atau teman yang bertanya, "kenapa sih lo rajin banget bebikininan ? Lo kagak punya duit ya buat beli barang jadi...". Bahkan beberapa bilang " Lo ngilangin stress ya di rumah kagak ada siapa-siapa, jadi lo bikin sendiri...". Mostly I just answered with yess, biar percakapannya cepat dan nggak perlu ada perdebatan dan argumentasi. 😀
Untungnya banyak juga teman yang mendukung dan appreciate dengan hobby yang saya kerjakan ini. Alasan kenapa saya suka membuat sendiri atau ber-DIY adalah karena saya suka menantang diri saya sendiri, untuk mencoba hal-hal baru dan melatih diri untuk bisa menaklukkan kemalasan dan meng-upgrade keterampilan diri.
Seperti contohnya membuat aksesoris, saya suka sekali dengan aksesoris dan sering belanja aksesoris. Zaman dulu kadang ada beberapa aksesoris yang saya lihat di websitenya ZARA US atau ZARA UK masih susah sekali didapatkan di sini. Biar bisa up to date dengan global fashion trend yang sedang hype, akhirnya 9 tahun lalu saya belajar membuat aksesoris. Mulai dari berguru pada guru aksesoris sampai belajar lewat internet. Bermodalkan rasa keingintahuan, akhirnya saya bisa membuat sendiri bahkan menjual sendiri aksesoris saya di bawah naungan brand bernama fillyawie.
Setiap orang memiliki alasan mengapa mereka menyukai DIY, bagi saya pribadi lebih baik saya sibuk ber-DIY dibandingkan saya sibuk bergosip atau kepoin hidup orang. DIY won't hurts anyone but me, ya sakit kalau projectnya susah dan sudah dibuat berkali-kali tapi gagal terus. 😔
-Failure is a proof that you tried-
Cara Membuat Kaftan/Abaya Outer Lengan Panjang
Kaftan atau Abaya banyak dipakai sebagai pakaian wanita muslimah di daerah Timur Tengah dan Afrika. Baju dengan silhouette lebar dan memiliki lubang tangan dan leher yang besar memang banyak digunakan oleh wanita di daerah beriklim panas.
Design yang lebar dan loose menutup hampir seluruh bagian badan, lubang tangan yang lebar memberikan ruang agar udara bisa keluar masuk dengan mudah, sehingga yang menggunakannya bisa tetap nyaman terutama jika cuaca sedang panas dan tidak bersahabat.
Kali ini saya akan membuat kaftan/abaya outer, yaitu kaftan/abaya dengan bukaan di bagian depan yang dipakai di bagian luar seperti rompi baju. Buat outer yang mudah saja, tanpa harus pakai kancing dan sleting ya. Maklum kan masih amatir.
Cara membuat Outer Kaftan/Abaya ini cukup mudah dan singkat, mari simak langkah-langkah di bawah ini.
Bahan yang harus disiapkan :
- Fabric crepee 2 meter x 1,5 meter
- Benang dan peralatan jahit
Buat Pola Kaftan/Abaya Outer
![]() |
| Pola Bagian Depan |
![]() |
| Pola bagian belakang |
Untuk membuat kaftan/abaya tidak diperlukan ukuran lingkar pinggang dan pinggul, karena pola yang kita buat kurang lebih lurus tanpa lekuk pinggang. Ukuran Bahu (dari leher ke lubang ketiak) adalah 22 cm.
Potong Pola di Atas Bahan
Saya menggunakan bahan crepe sepanjang 2 meter yang saya beli di toko kain dengan harga Rp.50.000,- per meternya. bahan crepe memiliki texture yang cukup ringan tapi jatuh, lentur dan cenderung melar dengan texture sedikit kasar seperti permukaan jeruk. Bahan ini cukup menyerap keringat dan nyaman digunakan.
Cara memotong pola bagian depan : lipat bahan menjadi dua, pastikan posisi bahan bagian luar adalah bahan yang berada di luar lipatan, jangan sampai terbalik. Beri kampuh sekitar 2-2,5 cm dibagian bukaan depan (kerah dan bagian depan) dan kampuh 1,5 di pola bagian samping dan bahu yang nantinya akan dijaht dengan pola belakang, juga pada bagian bawah outer dan ketiak. Setelah dipotong pola akan otomatis terpotong untuk pola depan bagian kanan dan pola depan bagian kiri.
![]() |
| Potong pola bagian depan |
Cara memotong pola bagian belakang : Kurang lebih sama dengan cara di atas, perbedaannya adalah pola belakang dipotong hanya untuk satu bagian pola belakang, tidak terbagi dua di bagian tengahnya. Lihat gambar di bawah untuk lebih jelasnya.
![]() |
| Pola belakang dipepetkan ke lipatan bahan, sebelum dipotong tambahkan kampuh 1,5 cm di bagian pola yang akan dijahit dengan pola depan, bagian bawah outer dan bagian ketiak. |
![]() |
| Terlihat jelas potongan pola bagian depan (ada 2 bagian) dan 1 pola bagian belakang |
Jahit Bahan Pola Bagia Depan dengan Bagian Belakang
Jahit bagian depan dan belakang bahan yang telah dipotong. sambungkan bagian kiri dan kanan bagian baju, juga bagian bahu kiri dan kanan. Jangn lupa bagian lingkar ketiak jangan ikut dijahit ya. 😀
Jahit bahan sampai rapih, dikarenakan saya tidak memiliki mesin obras jadi saya biasa menjahit baju bolak balik. Sebenarnya ada tukang obras di dekat rumah, cuma obrasannya asal dan nggak rapih jadi males ngobras ke sana lagi. Mending dijahit bolak-balik aja. " Kindly mocking me and say : kurang kerjaan please ". 😆
![]() |
| Rapih adalah prinsip hidup, emang situ mau hidup nya acak-acakan ? 😁 |
Buat Pola Tangan
Saya suka outer berlengan panjang, jadi saya buatkan pola tangan tambahan. Sebelum membuat pola pastikan untuk mencoba terlebih dahulu outer yang telah dijahit, pastikan ukurannya sudah pas dan jahitannya pun rapih.
Baru kemudian ukur sisa bagian tangan yang masih terlihat atau belum tertutup baju, bagian itu akan kita buatkan pola tangan. Dengan cara ukur ujung lingkaran ketiak outer sampai penggelangan, jadikan ukuran tersebut sebagai ukuran panjang (P).
Baru kemudian ukur sisa bagian tangan yang masih terlihat atau belum tertutup baju, bagian itu akan kita buatkan pola tangan. Dengan cara ukur ujung lingkaran ketiak outer sampai penggelangan, jadikan ukuran tersebut sebagai ukuran panjang (P).
Ukur juga lingkaran tangan yang ada dibagian outer, seperti photo di bawah ini. Ukuran lingkar ketiak outer saya , L = 17cm x 2 = 34 cm (lingkar ketiak)
![]() |
| Ukur lingkaran bagian tangan di outer, jadikan ukuran tersebur sebagai ukuran lebar (L). |
![]() |
| Buat pola bagian tangan dari ukuran PxL yang telah kita dapat. |
Sambungkan Outer dengan Bagian Tangan
Setelah membuat pola tangan, jahit pola bagian panjang kiri dan kanan tangan. Setelah dijahit pola tangan akan berbentuk seperti tabung persegi panjang. Kemudian sambungkan dengan bagian outer. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di gambar di bawah ini.
![]() |
| Jahit pola tangan, ukur bagian lingkaran tangan yang ada di outer dengan yang ada di pola tangan. Pastikan ukurannya pas, baru kemudian sambungkan keduannya. |
![]() |
| Setelah bagian outer dan tangan disatukan dengan jahitan |
Setelah semua bagian pola baju terjahit rapi, tersisa pekerjaan untuk merapihkan bagian terluar baju seperti bagian lingkar leher, bagian bukaan depan, pergelangan tangan dan bagian bawah outer. Untuk bagian bawah outer dan bagian pergelangan tangan kalian bisa menjahit keliman agar rapih, bisa jahit manual atau menggunakan mesin agar praktis.
Setelah semua bagian terluar outer terjahit, outer siap digunakan.
![]() |
| Picture source : www.qiahladkiya.com |
Kalian suka menjahit baju sendiri juga atau enggak ? Menjahit memang terkesan sulit, tapi kalau kalian sudah bisa dan terbiasa melakukannya, kegiatan ini bikin nagih lho. Jahit sendiri memang lebih menyenangkan bila kita menyukainya, untuk yang merasa tidak berbakat atau tidak suka, mending beli jadi aja ya. 😀
Kasih pendapat dong baju yang aku bikin ini yey or ney ?
Kasih pendapat dong baju yang aku bikin ini yey or ney ?





























