Kamis, 05 Juli 2018

Review : Pensil Alis Wardah Kosmetik


Sebagai perempuan yang hidup di zaman now, menggambar alis adalah salah satu soft skill yang wajib dimiliki para perempuan masa kini baik usia remaja maupun dewasa. Alis mata yang setrong (: strong) adalah cerminan bahwa perempuan tersebut telaten, penuh kesabaran dan suka akan keindahan. 😲 Menurut siapa begitu ? menurut saya lah 😁. Berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun lamanya bersahabat dengan pensil alis bahwasanya menggambar alis itu adalah pekerjaan yang cukup sulit. Menggambar alis kiri dan kanan agar sama dan simetris kedudukannya itu butuh kesabaran, ketelatenan dan pengalaman yang cukup panjang. Cara menggambar alis mata pun bisa dibilang cukup unik, yaitu : buat garis 2/3 lebar kelopak dengan kemiringan sekitar 35 derajat ke atas, setelah mencapai puncak kemudian buat garis miring menurun sekitar -45 derajat sepanjang 1/3 sisa panjang kelopak mata. Sok lah untuk para cowok, silahkan dicoba aja sendiri tips cara membuat alis di atas.

Bicara soal alis mata, dari awal mulai suka berdandan saya selalu menggunakan alis mata yang bentuknya pensil. Zaman dulu selalu pinjem pensil alis punya mamah yang mereknya Viva, merek yang sudah melegenda banget kan. Menggambar alis pakai pensil itu kalau menurut saya sih jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan alat makeup alis lainnya, apalagi kalau kalian termasuk orang yang suka menggambar pakai pensil warna wkwkwk, tinggal bikin garis miring doang trus tengahnya diisi sama guratan halus kemudian selesai.

Review Pensil Alis Wardah Kosmetik



Beberapa waktu lalu pinsil alis satu-satunya yang saya punya bentuknya sudah pendek banget, malah hampir habis. Kemudian pergilah saya ke Guardian, drugs store yang ada di TSM Mall Makassar. Kebetulan akhir bulan Juni lalu di Guardian lagi ada diskon untuk beberapa merek kosmetik di mana salah satunya adalah Wardah Kosmetik. Ya' namanya juga perempuan yang lemah kalau lihat kata-kata diskon, tanpa berfikir panjang langsung aja masukin di pensil alis warna brown dari Wardah Kosmetik ke keranjang belanjaan. Harga Pensil alis yang tadinya tiga puluh ribuan something jadi sisa dua puluh delapan ribu saja, walaupun diskonnya nggak banyak tapi lumayan ya *alhamdulillah.

Wardah kosmetik adalah salah satu merek kosmetik lokal yang saya favoritkan, selain karena brand ini sudah bersertifikasi halal menurut saya harga kosmetik Wardah bisa dibilang cukup terjangkau banget. Harga anak kuliahan dengan kualitas produk yang sangat baik. Untuk tahu sebaik apa produknya, mending kita bahas di bawah ini yuk.


Packaging



Pensil alis Wardah dikemas dengan plastik wrap yang cukup keras dan susah disobek 😀. Plastik wrap-nya memang susah dilepas, menandakan produk ini terbungkus dengan sangat aman. Di bagian pensil luar terdapat informasi tanggal kadarluarsa dan berat produk yaitu sebesar 1.14g.

Texture dan Warna Pensil



Pernah nggak kamu perhatiin tekstur isi pensil yang ada dalam pensil alis yang kamu punya ? kebetulan saya termasuk orang yang cukup sensitif sama urusan tekstur pensil, kalau testurnya keras trus warnanya susah keluar bawaannya jadi sensi pengen jambak-jambak rambut 😅. Soalnya kalau tekstur pensilnya nggak empuk gitu pas lagi diaplikasi ke alis pasti akan terasa sakit, dulu banget pernah nemu pensil alis yang kayak gitu. Pas zaman isi masih atm masih kering kerontang, beli pensil dengan merek nggak jelas *eh tekstur pensilnya bikin esmosi

Nah kalau pensil alis Wardah teksturnya termasuk lumayan empuk dan gampang diaplikasi ke alis, walaupun tekstur pensilnya kalau menurut saya sih sedikit lebih kering jika dibandingkan dengan merek Viva. Warna coklat-nya agak gelap kalau untuk di kulit saya ya, tapi cukup matching dengan bola mata saya yang warnanya coklat agak muda, maklum keturunan bule. 😅

Additional Brush



Ini nih yang saya suka, harganya terjangkau trus dikasih tambahan tools yang berguna banget. Bahagia receh ala mamak-mamak macam saya ini,  suka overjoyed kalau beli produk yang ada bonus tambahan kayak pensil alis dengan tambahan brush ini. Ibarat kata kayak beli sabun dapet hadiah gelas gitu lho. Sabun + gelas, fungsi dan hubungannya apa ?? 🙅 *offside

Pigmentasi



Pigmentasi dari pensil alis wardah lumayan pigmented, warnanya keluar banget. Ketahanan dari pensil alis ini juga cukup tahan lama. Kemarin sudah saya coba pakai sekitar 5-6 jam, coverage nya masih bagus kecuali kalau dipakai wudhu ya, memang agak luntur sedikit. Tapi bukannya memang yang bagus begitu, kalau warnanya sampai nempel di kulit alis bukannya nanti takut nutupin air wudhu ? Gemana girls menurut kalian ?


Testimoni


Sudah make-up tapi lupa pakai alis itu ibarat cowok idaman kamu katanya udah fixed mau datang untuk kenalan sama orang tua kamu, eh tapi kamu lupa kasih alamat rumah, sia-sia cyiinn. *apaseh 😀
Nah setelah semingguan pakai pensil alis ini, saya bisa simpulkan kalau pensil ini coverage-nya : medium dengan warna yang cukup pigmented. Bentuk pensilnya standar sih, lah iya namanya juga pensil di mana-mana bentuknya ya kayak pensil 😅. Maksudnya kurang lebih sama lah sama pensil alis kebanyakan. Untuk pemakaian dalam waktu panjang misalnya seharian, mungkin akan memerlukan touch up jadi ya mau nggak mau pensilnya harus masuk ke pouch kosmetik. Tapi serius ini produk worth to buy banget, selain karena ada sertifikasi halal harganya pun bikin bahagia karena nggak akan ngerampok uang jajan kamu. 

Untuk lebih jelasnya yuk kita simak swatches ala saya, dengan foto before and after.


Before alis digambar,  FYI saya termasuk dalam team #nggakcukuralis jadi ya alis mata saya memang saya biarkan tumbuh bebas. Suka-suka doi mau tumbuh di mana, saking bebasnya sampai bentuknya nggak karuan kayak gini. Like wise man say : " Tidak karuan is art ..."


Cara menggambar alis 

pastikan pensil alis yang anda pakai sudah diraut sampai runcing. Sisir rambut alis dengan brush yang telah tersedia. Buat framing terlebih dahulu, kemudian isi bagian dalam alis dengan cara menyapukan pensil pada bagian tersebut secara perlahan agar warna yang tergambar terlihat alami. Rapikan dengan kuas alis.


Done, gemana cugmey nggak ? 😅


Tatapan kode, minta diajak jalan-jalan sama Paksu. 😅

Kesimpulan : 

Pros :
- Price is good
- Pigmented
- Mudah didapatkan, bisa dibeli di banyak tempat baik offline maupun online.

Cons :
- Tidak cukup tahan lama (in a good way)
- Coverage medium

Kalau kalian suka pakai alat make up untuk alis mata yang seperti apa ? Pensil, pensil matic, pen, pomade atau yang seperti apa? Share dong di bawah sini, bikin aku kepincut sama make up alis punya kamu 😊...
55 komentar on "Review : Pensil Alis Wardah Kosmetik"
  1. Kalau saya sukanya pencil matic. Btw, kakak jago banget bikin alisnya. Sampai sekarang saya cuma bisa buat alis lurus doang. Hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Matic aku juga sih, sempet pakai beberapa merek korea. Cuma kekurangannya cepet habis jadi nggak irit 😂.

      Hapus
  2. Kalo saya sukanya pake eye brow gel yang diaplikasikan dengan kuas. Tapi kayaknya sekarang mau pake pensil alis dulu deh sebelum di kuas sama eye brow supaya lebih awet dipake wudhu, biasalah emak-emak suka ngider kelamaan du mall sampe dua tiga kali waktu shalat.
    Btw, teteh agak gemukan ya. Look fresh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow kalau pakai gel, Udah advance ka pasti jago pakai alis. Iye bisa ka begitu, di frame pakai pinsil diisi pakai gel brow.

      Hapus
  3. Cucmey kak pakai banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa sih ida ? Telimikici ida *kiss

      Hapus
  4. pensil alis wardah ini warnanya emang pas banget kalau kata saya. tapi sekarang saya lebih suka pakai eyebrow cream atau wardah eyebrowkit yang baru, mbak. nggak perlu raut-raut. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kurang suka eye brow kit, kayaknya nggak puas kalau nggak pakai pinsil 😁, tapi yang eye brow cream mau juga mencoba deh.

      Hapus
  5. Reviewnya keren, teh. Ada unsur komedinya #eh ������

    Btw soal pensil alis, selain Viva, saya kadang pake 2 merk lainnya yang salah satunya ya Wardah ini. Saya suka banget dengan brushnya yang lembut, bikin sapuannya lebih natural.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Viva memang legendanya pensil alis, aku baru coba wardah nih. So far sih I like it 💕.

      Hapus
  6. Produk wardah bagus bagus ya. Harganya terjangkau pula.

    BalasHapus
  7. Banyak yang suka sama pensil alis Wardah yg satu ini, warnanya bagus ya mba ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Warnanya cakep mbak, tapi coklatnya ketuaan kalau menurut aku. Atau aku udah terlalu cinta sama warna coklatnya viva yang coklat muda kemerahan, jadi yang wardah kelihatan agak gelap di mataku wkwkwk.

      Hapus
  8. Ak nggak bisa bikin alis sampai saat ini kalo mau pergi minta bikinin alis sama ade ku... Jago banget sih mba bikin alisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Practice makes perfect Mbak, soalnya aku sering ngalis wkwkwk jadi akhirnya terbiasa.

      Hapus
  9. Ak nggak bisa bikin alis sampai saat ini kalo mau pergi minta bikinin alis sama ade ku... Jago banget sih mba bikin alisnya

    BalasHapus
  10. produk wardah ini emang bikin emak tambah cantik deh. Apalagi kalo emang bisa makenya, aku ga bisa pake pensil alis, taunya nulis doang, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk iya Mbak kalau nulis mah pasti bisa yaa.

      Hapus
  11. Oh, pantas temen cewek saya pernah bilang 'jangan pernah ganggu cewek yang lagi bikin alis, lebih sangar daripada cewek yang lagi datang bulan. Rumit ya, untung jadi cowok :D Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah cocok banget, soalnya pakai alis itu butuh keahlian yang levelnya sama kayak kungfu. *apaseh

      Hapus
  12. Pensil alis yang nggak aku pakai dari produk wardah. Soalnya nggak bisa pakainya, hahah.. Padahal pernah beli, tapi yang pakai malah kakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin belum terbiasa menggambar alis ya mbak, padahal kalau udah terbiasa gambar alis itu gampang banget.

      Hapus
  13. Wow, alisnya cetar mba. Aku sendiri suka banget pakai pensil alis warna coklat, wajib. Cuma model nggambar alisnya masih yang lancip itu, suka kagok kalo meodel alis ditebelin.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi cetar membahana ya mbak. Iya Mbak, kalau aku nggak bisa bikin alis tipis soalnya rambut alisnya bertebaran di mana-mana jadi biar terlihat rapi harus dibuat model tebel kayak gini.

      Hapus
  14. Waw tetehhh on bold eye 😍
    Pilihan pensil alis wardah lumayan ya kalo mau pakai alis warna coklat saya pakai ini teh dan yeeeea saya tim pantang keluar sblm ngalis wkwkkw karena alisku entah kenapa tipissss banget padahal kujuga bog No to cukur alis jd mau ga mau ya ngalis pake pensil hihi yg penting ga di tatto ih ngeri haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong kita, kayaknya nggak pede ya kalau nggak pakai pensil alis.

      Hapus
  15. Wuiiih ternyata jadi perempuan itu rumit juga ya Mba, bikin alis saja ternyata rumit, tapi saya salut sama Mba dan para perempuan-perempuan yang tetap mampu melewati kerumitan itu. Lanjutkan! hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas rumit banget, jadi perempuan itu berat ... kamu nggak akan kuat, biar aku aja. *apaanseh wkwkwk

      Hapus
  16. Wah saya juga dulu suka pake produk wardah, sekarang anak2 yg pake, uminya dah ganti produk yg lebih cucok but usia cantik xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Mbak Ida sekarang pakai skin care antiaging ya, memang kulit wajah harus dijaga sebaik mungkin ya Mbak dengan memakai skin care dan kosmetik yang sesuai dengan usia.

      Hapus
  17. Saya ga biasa pake pinsil alis..ga bisa makenya xixixi..tapi suka sama produk wardah juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he belum terbiasa aja kali mbak.

      Hapus
  18. Gak pernah pakai pensil alis utk kegiatan sehari2 hihihi. Mungkin ntr kalau anak2 agak gedean dan punya waktu dandan luang bisa nih nyobain makai. Makasih info produk dan reviewnya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak April, kalau punya balita dan batita lebih utama memperhatikan anak-anak ya mbak dari pada dandan. Aku pun mungkin nanti akan begitu he he he.

      Hapus
  19. Pensil alis wardah ini salah satu favoritku mba. Warnanya juga coklat gelap bukan coklat kemerahan. Jadi pas sama kulit muka aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang coklat kemerahan itu yang kayak viva ya mbak.

      Hapus
  20. Aku baru coba nih pensil alis wardah, lumyan enak dan terjangkau sih terus ada brushnya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga baru coba. Enakeun kan ya mbak pensil alisnya.

      Hapus
  21. Aku enggak pintar bikin alis mata. Kayanya kudu telaten ya, ngga boleh buru-buru

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he belum terbiasa aja mbak, aku juga dulu kalau gambar alis hasilnya kayak ulet bulu nangkring di atas mata. Alhamdulilah sekarang udah nggak kayak gitu .

      Hapus
  22. Aku belum pernah nyoba pensil alis versi ini nih, eh lagian ga pernah ngalis saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he Mbak Tian suka yang alami tanpa pensil alis.

      Hapus
  23. pigmentasinya malah kaya eyeliner ya...tapi saya belum pernah cocok sama produk wardah nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pigmented banget kalau diaplikasiin pakai effort gitu mba, warnanya memang coklat tua gitu jadi terlihat setrong (:strong).

      Hapus
  24. Baru coba pake alis beberapa bulan belakangan ini ���� itupun belum rapiiii. Pensil alis yg pertama dicoba punya oriflame lalu wardah. Mungkin next mau coba yg viva ah, merek legendaris :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk pemula menurut saya sih pensil alis wardah pas banget untuk belajar pakai alis, karena pensilnya agak dry jadi kalau diaplikasiin ke alis warnanya nggak langsung keluar, perlu beberapa kali aplikasi untuk bikin warnanya cetar membahana.

      Hapus
  25. Mau dong diajarin pakai pinsil alis. Setua ini taunya hanya pakai bedak dan lipen, itu juga suaka belepotan bhahaha....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi boleh banget kakak, lipen sama bedak memang makeup andalan ya ka.

      Hapus
  26. Kalau pinsil alis Wardah yang ini bentuknya standard, seperti pinsil-pinsil alis lainnya, yang kayak gimana yang beda bentuknya, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudku pensil matic ka, yang kalau mau dikeluarkan pensilnya harus diputar terlebih dahulu dan nggak perlu diraut. Tapi namanya tetep pensil alis cuma matic.

      Hapus
  27. Jadi keren ya tampilannya. Saya kadang masih blm PD buat pakai pensil alis mbak. Jadi wajah masih apa adanya. Blm pinter dandan.
    Wardah saya akainya bedak, belum merambah ke pensil alisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he Iya Mbak, semua memang tergantung kebiasaan. Kalau saya sudah terbiasa pakai pensil alis, jadi kalau nggak pakai kayak ada yang kurang.

      Hapus
  28. Ahahahahah cugmeeeey...
    Selain warna coklat apakah ada warna abu teh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu aku sih cuma ada warna hitam dan coklat aja Ungs.

      Hapus

Custom Post Signature

Custom Post  Signature