Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Maret 2021

Belanja di IKEA Alam Sutera di Era New Normal. Perhatikan Hal Berikut ini


Pergi ke tempat umum di era new normal menjadi hal yang kontradiktif bagi sebagian orang. Ada  sebagian orang yang masih mencoba bertahan untuk tetap di rumah saja, demi keselamatan diri dan orang-orang terkasih yang tinggal bersama mereka. Ada juga yang sebagian telah beraktifitas seperti biasa, karena kondisi mengharuskan seperti itu atau juga karena alasan pribadi lainnya. Pada akhirnya semua balik lagi ke individu masing-masing, yang paling penting adalah di manapun kalian berada jangan lupa kalau pandemi belum reda, protokol kesehatan harus selalu dijalankan tanpa kecuali. 

Saya termasuk individu saat memutuskan untuk keluar rumah harus ada alasan yang benar-benar penting, biasanya keluar hanya untuk belanja kebutuhan pokok dan rumah tangga atau untuk urusan perbankan dan legal yang tidak bisa dilakukan secara online dan diwakilkan. 

Bulan lalu kondisinya sedikit berbeda, setelah hampir satu tahun nggak nongkrong-nongkrong sama teman dan ngemall, lebih banyak mengurung diri di rumah saja. Saya putuskan untuk pergi ke luar sebentar, pergi ke IKEA Alam Sutera jadi pilihan saya untuk melepas kejenuhan yang sudah mulai mengambil alih keceriaan dan ide-ide kreatif saya. Hitung-hitung sekalian survey harga untuk project dapur idaman yang entah kapan akan mulai dilakukan pembangunannya.
 
Belanja di IKEA Alam Sutera di era new normal pastinya berbeda dengan masa-masa sebelum pandemi. Penerapan protokol kesehatan jadi hal utama yang wajib untuk dipatuhi demi  kesehatan dan keselamatan pengunjung dan para karyawan yang berkerja di sana. Seperti apa prokes yang harus kalian perhatikan saat pergi ke IKEA Alam Sutera di era new normal ini? Yuk baca cerita saya saat pergi ke IKEA Alam Sutera di bulan Ferbuari kemarin.


Belanja di IKEA Alam Sutera di Era New Normal. Perhatikan Hal Berikut ini ...





Saat awal lockdown di pandemi Toko IKEA sempat ditutup untuk sementara waktu dan dibuka kembali di bulan Juni 2020. Saat dibuka kembali IKEA Alam Sutera langsung memberlakukan penerapan protokol kesehatan, dan mewajibkan para pengunjung untuk aware dengan kebiasan baru di era new normal. 

Pemberlakukan Satu Pintu Masuk




Daftarkan nama dan jumlah rombongan yang pergi bersamaan dengan anda

Saat penerapan protokol kesehatan, IKEA Alam Sutera hanya membuka satu pintu untuk masuk ke dalam toko, yaitu pintu masuk yang terletak di basement area parkir. Pintu lobby yang ada di depan toko untuk sementara waktu ditutup. 


Wajib Daftar dan Mengisi Form Pernyataan Bebas COVID-19



Isi dengan jujur ya.

Saat sampai di area basement, sebelum masuk ke area toko kalian akan diminta untuk cek suhu tubuh dan menginfokan jumlah orang yang datang bersama kalian beserta 1 nama penanggung jawab untuk dicatat di buku tamu. Setelah itu kalian akan diberikan form pernyataan bebas COVID-19, wajib dibaca dan dibubuhi ceklis ya.

Kalau sudah berani membubuhkan ceklis, artinya kalian berani tanggung jawab dunia akhirat ya he he he. Kalau pernyataan yang diberikan tidak sesuai dengan kenyataan artinya kalian berbohong. Kalau hal tsb sampai terjadi, kalian berdosa banget. Angel wiss angel lah mbuh!


Antri Bos!



Kursi untuk mengantri, di area pintu masuk di basement

Kalau toko dalam kondisi tak ramai pengunjung sih enak, bisa cepet masuk ke toko. Tapi lain cerita kalau toko lagi ramai, mau nggak mau kalian duduk terlebih dahulu dan mengantri menunggu giliran untuk bisa masuk ke dalam toko. Fyi antrian tidak hanya berlaku di area basement ya, untuk kalian yang datang menggunakan kendaraan pribadi harap stok kesabaran banyak-banyak. Karena antrian mobil di jalan raya depan IKEA Alam Sutera sudah mengular puluhan meter panjangnya, sampai-sampai ada bapak security yang akan mengatur antrian di jalan. Ada peluang usaha nih buat Kang Mizone sama Kang Aqua he he he.  

Kebetulan saya datang naik taxi online jadi saya minta di-drop di dekat halte, dari situ jalan kaki ke basement IKEA. Antri dengan tertib dan berjarak berlaku nggak hanya di pintu masuk dan parkiran ya, wajib antri di manapun seperti saat melihat area display, toilet, cafetaria, dan lainnya.


Cuci Tangan Dulu




Tukar form yang sudah diceklis dengan name tag pengunjung. Setelah dapat name tag, dipakai ya. Sebelum masuk ke toko, pengunjung wajib mencuci tangan bisa cuci di wastafel atau pakai hand sanitizer gel terlebih dahulu. Area cuci tangan tersedia di samping pintu masuk. Habis itu baru deh boleh masuk ke dalam toko IKEA Alam Sutera. 



Perhatikan Dot Kuning!




Warna kuning adalah warna IKEA. Biar nggak bingung harus lewat mana, kalian tinggal perhatikan area lantai yang kalian lewati. Ikuti garis kuning sebagai penanda that you're in the right track dan juga perhatikan dot kuning sebagai penanda tempat di mana kalian harus berdiri. 


Balita dan Lansia Dilarang Masuk



Selama berada di dalam toko, mbak-mbak announcer akan selalu mengingatkan penerapan protokol kesehatan secara berkala. Announcer akan mengingatkan bahwa anak-anak balita (bayi di bawah lima tahun) dan lansia dengan usia di atas 60 tahun tidak diperkenankan berada di area toko, Ibu hamil dan menyusui juga nggak boleh. Jadi teman-teman sayangi dirimu ya, jangan maksain untuk datang kalau kalian termasuk dalam kategori di atas. Pas saya ke sana, saya lihat ada ibu hamil lolos belanja belanji. *Eh tapi nggak tahu juga sih hamil apa enggak ya, maklum pandemi kayak gini banyak yang berat badan naik termasuk saya juga. Perut saya juga buncit banget kek orang hamil, padahal enggak wkwkwk. 

Fyi tempat bermain anak Smaland juga ditutup.


Saat di Cafetaria




Memasuki area cafetaria IKEA  sama seperti saat mau masuk ke dalam toko. Sebelum masuk ke cafetaria, ada petugas yang akan mengatur apakah tamu bisa langung masuk atau harus menunggu terlebih dahulu di area tunggu. Untungnya pas saya datang area cafetaria masih lumayan sepi jadi bisa langsung masuk dan makan di sana.



Setiap pengunjung yang makan di sana tidak boleh berkerumun, maksimal kerumunan yang diperbolehkan adalah 5 orang saja. Area minuman panas dan minuman ringan yang bisa free refill ditiaadakan, jadi semua minuman yang dijual adalah minuman kemasan. Untuk roti dan croissant dimasukan dalam wadah kertas jadi aman ya. Peralatan makan bisa diminta kepada petugas yang jaga di bilik peralatan makan.


Jangan Kasih Turun Maskernya!




Masker wajib untuk selalu dipakai, kecuali saat makan di cafetaria. Accouncer akan terus mengingatkan pengunjung untuk selalu memakai masker. Mau berfoto di dalam toko juga wajib pakai masker, ingat ya pakai masker nggak bakalan mengurangi kecantikan dan kehenseman wajah kalian. Mau foto tanpa masker di dalam toko? tunggu nanti kalau pandemi sudah berlalu, tapi ya gemana pandemi mau cepet usai kalau masih ada saja orang-orang yang suka foto-foto di dalam toko tanpa masker. Padahal mbak announcernya tak henti-hentinya terus mengingatkan kepada pengunjung untuk tetap memakai masker. Udah dingatkan masih ngeyel aja terus. Tolonglah kurang-kurangin lah egoisnya!


Jaga Jarak Bosque!


Announcer juga mengingatkan untuk selalu jaga jarak minimal 1 meter antar sesama pengunjung. Untuk itu saya harus mau mengantri dan bersabar menunggu pengunjung di depan saya menyelesaikan aktifitasnya terlebih dahulu. Kalau nggak mau ngantri dan jaga jarak, malu dong sama parkiran mobil di IKEA. Parkiran mobilnya aja berjarak.


Check in & Check out


Untuk kalian yang datang ke toko IKEA Alam Sutera dengan check in di aplikasi atau situs web "Tangerang Live - Aman Bersama" dengan scan QR code Toko Ikea dan kemudian isi data diri di sana. Kemudian jangan lupa untuk melakukan check out saat selesai belanja dan keluar dari toko. Kebetulan saya datang di pagi hari, jadi kondisi toko IKEA masih lumayan sepi, nggak ada antrian saat masuk ke dalam toko. Saya isi data manual seperti yang saya ceritakan di atas, nggak check in di apps IKEA, plus pas daftar nggak disuruh juga sama bapaknya. Hope I'm doing the right way yeahh. 

----




Belanja di IKEA Alam Sutera di era new normal bisa terasa sangat melelahkan dari biasanya. Sudah setahun lamannya badan saya yang dibiarkan keenakan rebahan doang, akhirnya pas diajak muter-muter ikea jadi ngos-ngosan kewalahan. 

Patut juga kita sadari bahwa dengan pergi ke keluar rumah berarti kita sudah paham akan resiko yang ada. Untuk itu jaga kesehatan dan keselamatan diri kita dan orang lain, dengan selalu mematuhi protokol kesehatan di manapun berada. Saya jaga kamu, kamu juga jaga saya! Saling jaga biar pandemi bisa segera usai dan reda. Mau belanja langsung ke IKEA Alam Sutera atau memilihi belanja dari rumah saja, pilihan balik lagi ke masing-masing individu. Mari kita saling menjaga raga dan hati jangan fokus pada perbedaan.

Trus kapan kalian mau borong perabot dari IKEA?? Hayo udah ngincer apa aja?
Sabtu, 09 Januari 2021

Pengalaman Naik Pesawat ATR dari Makassar ke Labuan Bajo


Pengalaman naik pesawat dari Makassar ke Labuan Bajo ini sebenarnya pengalaman tahun lalu, sekitar 2 bulan sebelum Bapak Presiden Jokowi mengumumkan di Indonesia sudah ada yang positif Covid-19. Alhamdulillah ya sebelum pandemi sudah sempat ke Labuan Bajo, kan lumayan jadi punya stok foto dan bahan buat tulisan wkwkwk. 


Awal tahun lalu saya dan suami liburan ke Bajo tanpa rencana dan persiapan sama sekali. Karena biasanya kalau mau liburan itu harus nunggu jadwal suami agak longgar terlebih dahulu, kalau mengajukan cuti dari jauh hari biasanya agak susah. Jadi pas cuti disetujui baru deh bikin rencana liburan, kebetulan sailing Komodo island ada di top bucket list kami. Pada waktu itu saya mendapatkan paket wisata sailing komodo, di lima hari sebelum keberangkatan. Walaupun serba mepet tapi tetap direncanakan dengan maksimal.


Sebelum pesan paket trip sailing komodo, saya dan paksu (panggilan untuk suami) sudah cek rute penerbangan ke Labuan Bajo. Ternyata dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar ada rute direct flight ke Bandar Udara Internasional Kodomo di Nusa Tenggara Timur. Fyi untuk wisata ke sailing komodo island, biasanya para wisatawan akan memulai perjalanan dari Labuan Bajo. Perjalanan di mulai dari pelabuhan Marina dengan menaiki kapal sekoci ke Kapal Medium atau Phinisi yang akan mengantarkan kita berlayar ke kepulauan Komodo.


Dari Makassar ada dua pilihan moda transportasi menuju Labuan bajo, bisa menggunakan kapal laut atau pesawat terbang. Untuk menghemat waktu dan tenaga, saya dan paksu tentunya memilih pakai  pesawat saja.


Setelah fixed dapat penyedia paket trip sailing komodo, sebelum membayar down payment kami harus memesan tiket pesawat terlebih dahulu. Intinya jangan sampai zonk, dapat paket trip tapi nggak dapat tiket pesawat. Setelah tiket ada di tangan, baru deh lanjut bayar paket trip Sailing Komodo Island.



Naik Pesawat ATR dari Makassar ke Labuan Bajo





Ada banyak maskapai yang menyediakan rute penerbangan dari Makassar ke Labuan Bajo. Saya memilih terbang dengan Trans Nusa menggunakan pesawat ATR 72, karena cuma maskapai ini yang menawarkan rute penerbangan langsung atau direct flight tanpa transit dengan waktu perjalanan 1 jam 10 menit saja. Jika menggunakan pesawat dari maskapai lainnya bisa memakan waktu lebih panjang, dari untuk sampai ke Labuan Bajo bisa memakan waktu mulai dari setengah hari bahkan ada yang sampai seharian penuh. 



Tapi tentunya pesawat yang digunakan lebih besar dan nyaman, biasanya pakai pesawat boeing. Cuma ya itu walaupun rute perjalanannya sama, tapi jarak tempuhnya jadi jauh berbeda. Karena bukan penerbangan langsung, jadi harus transit di kota lain terlebih dahulu. Ada yang transit di kota SBY, DPS bahkan CGK. Kebayang kan jadi banyak waktu yang terbuang di perjalanan.



Bis yang mengantarkan kami ke area parkir pesawat.

Pesawat ATR adalah jenis pesawat regional jarak pendek bermesin dua baling-baling (twin turboprop). Fyi ini adalah kali pertama bagi saya naik pesawat berjenis ATR ini. Untuk fasilitas dan pelayanan tetap sama qo kayak terbang naik pesawat boeing. Kalian akan medapatkan fasilitas bagasi sebesar 15Kg dan makanan di atas pesawat. Walaupun makanan yang disajikan berupa kue, roti, dan air mineral alhamdulillah lumayan buat ganjel perut kami yang lapar karena tidak sempat sarapan. Waktu itu kami berangkat subuh dari rumah, karena jadwal penerbangan jam 06.00 WITA. Jadi jam 03.00 WITA udah harus bangun dan siap-siap berangkat ke bandara. Soalnya di rumah kami kalau mau naik OJOL waktu subuh itu perjuangan banget, nggak banyak mobil tersedia di jam segitu.





Majalah di atas pesawat yang berisi tentang liputan Wayang Kapi-kapi pada saat Ulang Tahun Kota Yogyakarta tahun 2019 lalu. Yang menulis Mas Pasya Yudha, jurnalis yang waktu itu sama-sama bertugas dengan saya di Ultah Kota Yogya.

Naik pesawat ATR Trans Nusa dari Bandara Hassanudin Makassar, ternyata harus check in bagasi jauh lebih awal dari waktu check in yang biasanya. Soalnya pesawat ATR Trand Nusa parkir lumayan jauh dari boarding gate. Untuk naik pesawat harus diantar bis dulu dengan rute yang lebih jauh dari biasanya kalau saya naik pesawat sejenis boeing.


Pengalaman Pertama Kali Naik Pesawat ATR 72 



Suasana saat penumpang masuk ke dalam pesawat


Naik pesawat ATR untuk pertama kalinya, kebetulan saya duduk di window seat. Selama perjalanan di dalam pesawat saya baru tahu kalau ternyata pesawat ATR itu terbangnya tidak setinggi pesawat boeing. Jadi dari jendela kaca, hamparan permukaan laut di yang ada di bawah sana terlihat sangat jelas dan terasa dekat. Ya kan karena terbang dari Makassar, pastinya nyebrang lautan yaa. Karena ini pertama kalinya jadi ya lumayan deg-deg an he he he. 

  

Pemandangan dari jendela pesawat


Kami sampai di Bandar Udara Komodo pada pukul 07.15 WITA, masih pagi jadi suasana bandara belum begitu ramai. Sehabis ambil bagasi, kami langsung keluar dari area kedatangan. Tidak lama saat saya dan paksu diskusi masalah transporasi di dekat pintu keluar, kemudian datang mas-mas berseragam menghampiri kami. " Taxi pak? " dia menawarkan taxi ke paksu, ya mungkin dia ngeh kami lagi kebingungan saat melihat area parkir bandara nggak ada satu pun mobil dengan logo taxi parkir di sana. Kebetulan saat pesan hotel kami lupa pesan mobil untuk penjemputan di bandara. Jadi ya alhamdulillah bisa dapat taxi pribadi mobil Avanza di bandara, jadi bisa langsung cuss ke hotel untuk drop koper terlebih dahulu.



Tarif sewa mobil dari bandara ke tempat kami menginap yaitu hotel Bintang Flores adalah lima puluh ribu rupiah per orangnya, awalnya sih minta tujuh puluh lima ribu tapi tentu saja kami tawar. Typical orang Indonesia banget ya, kalau bisa nawar kenapa harus langsung setuju dengan penawaran yang diajukan wkwkwk. Eng ing eng pas sampai di hotel ternyata hotelnya cukup dekat dari bandara, cuma 15 menit udah sampai wkwkwk. Ya udah lah yang penting sampai hotel dengan selamat.



Inilah pengalaman pertama saya naik pesawat jenis ATR 72 dari Maskapai Trans Nusa. Inshaallah nggak kapok dan mau mencoba terbang lagi di lain waktu. Sayangnya maskapai Trans Nusa pada bulan September 2020 lalu berhenti beroperasi untuk sementara waktu akibat kondisi pandemi. Harapan saya semoga kondisi pandemi ini bisa segera berlalu, roda perekonomian dan geliat kehidupan bisa berjalan seperti sedia kala. Apa yang sempat terhenti bisa melaju kembali, yang sakit bisa segera sehat kembali, yang terpisah jarak bisa segera dipertemukan lagi, yang jatuh bisa segera bangkit, pokoknya doa yang baik-baik untuk alam semesta dan seisinya. 


Adakah yang membaca ini pernah naik pewasat ATR juga, yuk ceritakan pengalaman kalian di kolom komentar di bawah ini.

Minggu, 02 Februari 2020

Makam Raja-Raja Mataram, Destinasi Wisata Bersejarah di Kota Gede - Yogyakarta


- Makam Raja-Raja Mataram, Destinasi Wisata Bersejarah di Kota Gede - Yogyakarta -. Kota Gede, Yogyakarta bukan destinasi wisata yang baru bagi saya. Beberapa kali saya pernah mendatangi tempat ini, bareng keluarga atau waktu study tour saat sekolah dulu. Saya tahunya Kota Gede itu tempat para pengrajin perak, kalau mau beli aksesoris dan perhiasan perak ya di sini tempatnya.

Selain perak alasan kenapa Kota Gede menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi adalah jarak tempuhnya tidak begitu jauh yaitu sekitar sembilan kilo meter saja dari Hotel Tugu tempat saya menginap saat itu. Jalan menuju ke sana pun mudah diakses dengan banyak pilihan moda transportasi salah satunya adalah Transjogja. Sayanglah kalau ke Yogyakarta tapi nggak mampir ke sini.

Sejarah Kerajinan Perak di Kota Gede Yogyakarta




Kota Gede memang identik dengan perak, iya di sini tempatnya para pengrajin perak. Menurut penjelasan tour guide yang membawa kami ke Kota Gede dalam acara FamTrip Dinas Pariwisata Yogyakarta pada Oktober 2019 yang lalu, dijelaskan bahwa Kerajaan Kasultanan Mataram Baru yang berdiri pada abad ke-16 adalah kerajaan Islam. 

Seperti kita tahu bahwa menggunakan perhiasan dari emas bagi laki-laki muslim adalah haram hukumnya, karena itu Raja Mataram Baru pertama, yaitu Raja Panembahan Senapati memerintahkan untuk mengganti perhiasan bagi laki-laki dengan perak.

Kerajinan perak dari Kota Gede, Yogyakarta

Kota Yogyakarta tidak memiliki tambang perak, perak dibeli dari tempat lain dan di Kota Gede inilah para pengrajin membuat perhiasan dan perabot dari perak, sehingga tempat ini terkenal dengan kerajinan peraknya. Empat abad telah berlalu, tapi kerajinan perak di Kota Gede tetap diminati bahkan menjadi souvenir yang banyak dicari para turis saat berkunjung ke Yogyakarta.

Sebenarnya Kota Gede adalah tempat yang sarat akan peninggalan bersejarah, kota gede bukan hanya perak saja. Ada banyak sekali destinasi wisata yang bisa kalian kunjungi di sini, seperti : Rumah Pesik, Langgar Dhuwur, Masjid Ghede Mataram, Makam Imogiri, Makam Raja-raja Mataram dan lain-lainnya.

Komplek Makam Raja-Raja Mataram di Kota Gede, Yogyakarta



Local tour guide yang mengantar kami.

Walaupun beberapa kali ke Kota Gede tapi saya tidak pernah mampir ke Komplek Makam Raja Mataram atau Makam Imogiri. Ya mungkin saya kurang browsing atau agak gemana gitu kalau dengar kata makam. Padahal tempatnya cakep banget, beneran deh. Makanya yuk ke sini 😊. 

Akhirnya saya bisa mampir ke Makam Raja Mataram juga, terima kasih banyak kepada Dinas Pariwisata Yogyakarta yang sudah mengundang saya dalam acara Fam Trip Yogyakarta 2019.

Karena kami ke sini bersama rombongan Famtrip, bis yang kami naiki harus diparkir di area parkir pusat belanja perak HS Silver ya karena akses jalan masuk untuk kendaraan seperti bis tidak memadai. Dari HS Silver ke area makam jaraknya sekitar 650m, kami tempuh dengan berjalan kaki. Lumayan jauh sih, untungnya kami berjalan dengan dipandu oleh tour guide lokal dari Kampung Wisata Kota Gede jadi kami ambil jalan pintas melewati jalan tikus.

Jalan menuju area Makam Raja Mataram


Jalan tikus yang dimaksud adalah gang jalanan umum milik penduduk sekitar. Kami berjalan keluar masuk gang yang tidak begitu besar. Diameter gang tidak lebih dari 50-60 cm, medan jalan yang dilaluipun cukup menantang kadang menukik turun kadang menanjak dan kalau beruntung bisa berpapasan dengan sepeda motor he he he. Kalau saya ke sini sendiri, kayaknya saya bakalan nyasar 🤭. 

Jalan gang yang cukup sempit tapi tetap apik dan bersih sekali.


Tour guide sedang menerangkan sejarah Langgar Dhuwur

Seru juga sih jalan-jalan menyusuri gang ini, ternyata bukan tanpa maksud kami diajak melewati jalan ini. Di tempat ini kita bisa bertemu dengan banyak bangunan unik yang memiliki nilai sejarah. Salah satunya adalah bangunan Langgar Dhuwur, yaitu bangunan mushola yang dibangun di awal tahun 1900-an. Mushola yang berada di lantai dua bangunan ini terbuat dari kayu, walaupun sudah tidak digunakan lagi bangunan musholanya masih kokoh berdiri dan menjadi cagar budaya yang dilestarikan Dinas Pariwisata Yogyakarta. .

Saran saya sih kalau kalian mau ke sini mending pakai jasa local travel guide, karena ada banyak sekali cerita tentang bangunan bersejarah yang kita temui di sini. Sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Berpose di depan Langgar Dhuwur, fotonya ngantri lho.

Saat mendekati kawasan Makam Raja-raja Mataram kalian akan melihat tembok tebal yang mengililingi bangunan komplek pemakaman. Bagian tembok ini cukup unik, dinding tembok ditopang oleh pilar tebal berbentuk segitiga dengan kemiringan sekitar 45 derajat yang dibuat condong keluar. Pilar satu dan lainnya berjarak sekitar 1 meteran, kalau saya nggak salah ukur. Bagian lantainya dibangun lebih tinggi dari jalan disebelahnya.


Bagaikan cubicle terbuka, tembok ini ternyata adalah tempat duduk-duduk para abdi dalem. Saat Raja meninggal, para abdi dalem akan duduk di area tersebut. Untuk menjaga Sang Raja yang baru saja dikebumikan.

Setelah melihat bangunan tembok ini, tandanya kalian sudah semakin dengan area makam. Area komplek pemakaman Raja Mataram ditandai oleh pintu masuk yang berbentuk Gapura Paduraksa dengan kusen berukir dan berundak, diundakan paling atas ditaruh patung ukiran kepala Kala. Pintu gapura yang memiliki ciri arsitektur bergaya Hindu ini masih kokoh berdiri dan terawat dengan sangat baik.


Kami tidak lupa untuk berfoto-foto di depan gapura terlebih dahulu. Seperti biasa group mengabdi konten selalu jalan paling belakang dan telat sampai tujuan. Sibuk foto-foto dan bikin video dulu wkwkwk.

Peraturan yang Wajib Dipatuhi Saat Berkunjung ke Makam Raja-raja Mataram




Komplek pemakaman Raja Mataram ini dibangun pada tahun 1632 Masehi oleh Sultan Agung. Di sini dimakamkan Pendiri Kerajaan Mataram yaitu Ki Ageng Pemanahan dan anaknya Panembahan Senopati yang merupakan raja pertama Mataram Baru. Juga makam Raja kedua Mataram yaitu Panembahan Hanyakrawati, Sultan Agung dan raja-raja lainnya. Komplek pemakanan Raja Mataram ini terbagi dalam delapan kelompok.


Kebetulan saya tidak bisa ikut masuk ke dalam area pemakanan, pasalnya untuk bisa masuk berziarah ke makam para raja pengunjung harus mematuhi beberapa peraturan dan saya tidak bisa salah satunya. 

Peraturan yang wajib dipatuhi saat berkunjung ke Makam Raja Mataram adalah :


- Pengunjung Laki-laki wajib menggunakan pakaian abdi dalem, lengkap dengan jarik dan blangkon

- Pengunjung wanita wajib menggunakan jarik, kemben (tanpa manset) dan tidak boleh menggunakan hijab

- Saat memasuki area makam tidak boleh menggunakan alas kaki

- Tidak boleh memotret atau melakukan kegiatan tapping saat berada di dalam area komplek pemakaman

Karena saya memakai hijab dan pastinya tidak akan mau kalau disuruh melepasnya, maka saya memilih untuk berfoto-foto di luar komplek pemakaman saja. Walaupun tidak ikut masuk untuk berziarah, saya tetap dong pakai jarik dan kemben wkwkwk. 





Ada banyak spot cantik yang  bisa kalian abadikan untuk berfoto ria, tempat dan info tentang ini akan saya bahas di tulisan berikutnya ya. 

Fyi menurut cerita kawan-kawan yang ikut berziarah ke area pemakaman, para abdi dalem yang memandu tata cara berziarah juga menceritakan banyak hal mengenai sejarah Kerajaan Mataram dan cerita mengenai para raja yang dimakamkan di sini.

Sendang Putri adalah tempat pemandian bagi perempuan, dimana air di sini dipercaya berasal dari mata air yang berada di bawah pohon beringin yang ada di komplek pemakaman Raja Mataram.

Berziarah ke sini bukan hanya sekedar mengunjungi makam para pendiri dan raja Mataram Baru yang berjasa dalam mendirikan kerajaan, para raja dan keluarganya juga berjasa dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan diberikan tempat terbaik di sisi-NYA.

Datang ke tempat bersejarah memang selalu membawa cerita serupa dongeng yang selalu menarik untuk diceritakan kembali ya. Sebagai keturunan orang Yogyakarta saya merasa senang bisa mengenal sejarah tentang Kerajaan Mataram dan berkunjung ke makam pendiri dan raja-rajanya. Walaupun sampai di depan pintu makam doang, tapi doa saya melangit untuk mereka.

Teman-teman yang ingin berkunjung ke sini, harus selalu ingat bahwa tempat yang kita kunjungi ini adalah tempat peristirahatan terakhir sehingga wajib hukumnya untuk selalu berlaku sopan dan mendahulukan adab dalam berprilaku dan berkata-kata ya.

Ayo segera booking tiket dan hotelnya, selesai pandemik gass-kan ke sini. Tempat ini Worth to Visit bingits.

Makam Raja Mataram, Kota Gede – Bantul, Yogyakarta
Buka : Senin, Kamis, Jumat dan Minggu
Jam operasional : 08.00 – 16.00 Wib
Harga Tiket :  sumbangan seikhlasnya

X.O
Rabu, 01 Januari 2020

Masjid Bersejarah yang harus Kamu Datangi Saat Melancong ke Melaka

Saya di depan salah satu masjid bersejarah di Melaka, yaitu Masjid Tanah di Melaka.
Pergi melancong tidak melulu harus pergi ke tempat wisata yang kekinian, instagrammable atau  yang menawarkan atraksi dan pemandangan menarik. Mampir ke tempat ibadah yang memiliki bangunan berarsitektur menarik atau yang sarat akan cerita sejarah bisa menjadi alternatif destinasi untuk kita kunjungi saat melancong ke daerah atau negara lain.

Ya wisata seperti ini biasanya sering disebut dengan wisata religi. Wisata religi tidak hanya sekedar datang untuk beribadah atau rekreasi dan santai-santai saja. Saat mendatangi tempat beribadah seperti masjid contohnya biasanya tujuan utama kita adalah  untuk menunaikan ibadah sholat saja, padahal selain beribadah dan sekedar melepas penat datang ke masjid di daerah atau negara lain bisa kita jadikan sebagai sebuah kegiatan wisata.

Dengan melakukan wisata religi kita bisa mendapatkan dua manfaat, yaitu manfaat bertambahnya pengetahuan sejarah dan wawasan keagamaan juga manfaat ketenangan hati karena traveling jalan ibadahpun tetap jalan hal itu bisa memperdalam rasa spiritual yang kita miliki.

Kita juga bisa mendapatkan cerita yang melatar belakangi sejarah dibangunnya masjid yang kita datangi bahkan sejarah islam di masa lampau. Syukur-syukur kalau bisa jadi konten blog atau vlog, lumayan kan ada cerita bermanfaat yang bisa dibagikan.

Seperti yang saya dan teman-teman Vlogger dan Blogger dari Jakarta dan Malaysia lakukan ketika kami datang ke Melaka pada Agustus 2019 lalu. Selain mendatangi tempat wisata sejarah dan kekinian, tidak lupa kami pun berwisata religi dengan mendatangi tiga bangunan masjid yang unik, berarsitektur menarik dan sarat akan cerita dan sejarah.

Masjid Selat Melaka



Masjid Selat Melaka adalah masjid yang pertama kali saya datangi, persis di hari pertama saya sampai di Melaka sore harinya saat menjelang magrib saya dan teman-teman diajak mendatangi masjid ini. Pastinya bukan tanpa alasan kenapa kami datang saat sore hari.

Masjid Selat Melaka adalah masjid terapung yang posisinya persis berada di Selat Melaka, terletak di Kampung Bandar Hilir, Melaka. Bangunan Masjid Selat Melaka dibangun mengapung di atas Selat Malaka, dengan pondasi menancap di bawah air laut.


Bangunan Masjid Selat Melaka dipengaruhi oleh gaya arsitektur dari Melayu dan Timur Tengah  dengan kubah enamel berwarna emas dengan ukiran berwarna biru, membuat bangunan masjid terlihat sangat megah dan cantik. Bangunan masjid memiliki empat buah menara yang menyatu dengan bangunan masjid, terletak di sisi kiri dan kanan bagian depan dan belakang masjid, menurut informasi yang saya dapat bangunan menara seperti ini mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi.


Terdapat juga menara pengeras suara setinggi 30meter jauh lebih tinggi dari empat menara yang menyatu dengan bangunan masjid, posisinya ada di bagian sayap kanan masjid terpisah dari bangunan utama Masjid Selat Melaka. Bagian belakang bangunan masjid ini menghadap langsung ke Selat Melaka, sehingga pemandangan lautan lepas yang merupakan selat terpanjang dan tersibuk di dunia bisa kita nikmati sejauh mata memandang cukup dilihat dari teras bagian belakang masjid.

Pada sore hari halaman Masjid Selat Melaka akan ramai, tidak hanya ramai oleh pengunjung yang akan melaksanakan ibadah Magrib saja. Area halaman masjid akan dipenuhi oleh para pengunjung dan wisatawan yang datang untuk melihat matahari tenggelam dari halaman masjid.

Para pengunjung dan wisatawan manca negara yang sedang menunggu sunset di dekat Masjid Selat Melaka
Saat saya berada di sana, tidak sedikit wisatan asing (bule) yang juga ikut duduk-duduk santuy  sambil menunggu detik-detik terbenamnya matahari. Hal ini mengingatkan saya akan Masid Amirul Mukminin yang ada di Pantai Losari, Makassar. Sama-sama masjid terapung yang juga sering dijadikan tempat untuk menikmati sunset di Kota Makassar.


Masjid ini bisa buka mulai jam 09.00-22.00, wisatawan boleh masuk dengan bebas asalkan berpakaian sopan dan rapih. Untuk wisatawan perempuan wajib menggunakan penutup kepala atau hijab, jika kalian tidak membawanya kalian bisa meminjam ke pengelola masjid.

Pekan Masjid Tanah Melaka




Masjid Tanah Melaka terletak di wilayah Alor Gajah Melaka, Malaysia. Masjid ini diberi nama masjid tanah karena asal bangunan masjid ini dibangun dari tanah, tepatnya tanah liat dan putih telur yang digunakan sebagai perekat. Bagian dinding masjid yang terbuat dari tanah masih disisakan sedikit agar bisa dilihat oleh pengunjung yang datang.


Saat saya datang ke sana, masjid ini sepertinya sedang dalam tahap renovasi. Renovasi yang sedang terhenti tepatnya, karena para pekerjanya sedang tidak ditempat. Tumpukan bata dan pasir juga terpal terlihat berserakan di bagian depan masjid. Walaupun tidak bisa masuk sampai ke area bagian dalam masjid karena dikunci, masjid ini masih bisa dikunjungi dan dilihat hanya sampai area teras.



Sisa bangunan masjid yang terbuat dari tanah liat masih bisa dilihat di sini.

Masjid Tanah termasuk bangunan bersejarah yang dilindungi oleh pemerintah Malaysia, menurut papan nama masjid yang saya lihat tergeletak di halaman masjid ini dibangun pada tahun 1900. Sedangkan menurut sejarah yang saya baca di Wikipedia, masjid ini dibangun pada tahun 1800an oleh Sheikh yang berasal dari Gujarat. Orang Malaysia yang juga ikut berkerja keras membangun masjid ini adalah Hj. Sulong bin Sibeng.

Pada zaman dahulu masjid ini menjadi tempat sholat untuk orang-orang dari beberapa kampung sekitar, pada masa itu bangunan masjid belum ada di setiap kampung. Masjid ini terletak di daerah kota perdagangan yang ramai dan persinggahan orang-orang yang melakukan perjalanan dari Melaka ke Alor Gajah, begitupun sebaliknya.

Walaupun usianya sudah berabad-abad lamanya, tetapi kondisi bangunan masjid ini masih terpelihara dengan sangat baik. Masjid satu lantai ini terletak diantara pemukiman dan area perdagangan yang cukup padat, bangunannya yang lawas terlihat kontras dengan bangunan lain di sekitarnya.

Begitulah seharusnya sebuah bangsa dalam menghargai sejarahnya, yaitu tetap menjaga dan memeliharanya bangunan bersejarahnya tanpa harus merubah apalagi merobohkannya hanya karena alasan usang atau mengejar keuntungan sesaat saja.

Masjid Datuk Machap


foto dari : @meran_johvi
" Awie orang Makassar, haruslah berkunjung ke Masjid Datuk Machap" Kak Yatie dari Malacca Tourism Board berkali-kali mengatakan hal ini kepada saya. Ya Masjid Datuk Machap sarat akan cerita sejarah dan perjuangan seorang kelahiran tanah Makassar, Sulawesi. Tentu saja saya dengan embel-embel Bloger Makassar wajib tahu dan datang ke je tempat ini.

Datuk Machap adalah seorang ulama Bugis yang berasal dari Makassar, beliau datang ke Melaka pada tahun 1500 untuk berdagang yaitu pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah. Kebaikan ahlak dan kepintaran beliau dalam berdagang menarik perhatian Sultan, hingga akhirnya Datuk Machap diangkat menjadi Imam Diraja.


Masjid Datuk Machap berada di dataran tingi yang dikelilingi oleh danau yang saat dijadikan sumber air untuk warga Melaka.
Pada saat Portugis datang menyerang Melaka pada tahun 1511, Datuk Machap ikut angkat senjata berjuang bersama umat islam untuk mengusir Portugis dari tanah Melaka. Sayangnya perjuangan Datuk Machap mengalami banyak tantangan, beliau bersama para pengikutnya terpaksa harus melarikan diri dari Melaka.

Bangunan masjid Datuk Machap saat ini
Datuk Machap dan pengikutnya pergi ke daerah Alor Gajah, di mana di tempat yang saat ini di sebut kampung Machap Lama beliau menemukan tanah tinggi. Di tanah itu kemudian beliau perintahkan untuk dibangun sebuah masjid sebagai tempat ibadah bagi dirinya dan pengikutnya. Bangunan masjid pada masa itu hanya dibuat dari kayu saja.

Bangunan Masjid Datuk Machap yang berdiri sampai saat ini, adalah bangunan yang sudah direnovasi menjadi bangunan permanen dari tembok. Masjid Datuk Machap bukan bangunan publik yang bisa dimasuki dengan bebas, untungnya kami datang dengan team dari Malacca Tourism Board jadi kami semua bisa dapat akses masuk untuk melihat bangunan masjid dari dekat dan tidak lupa untuk foto-foto cantik di sana.

---

Wisata religi dengan mendatangi Masjid bersejarah yang ada di Melaka telah memberikan wawasan tambahan bagi diri saya. Bahwa kebutuhan dan kebebasan beribadah adalah hak dasar manusia yang tidak boleh dibatasi oleh siapapun, bahkan di tahun 1500-an kurang lebih 6 abad yang lalu keberadaan tempat beribadah sudah menjadi kebutuhan utama dimana banyak orang dari desa lain rela pergi ke masjid yang berada di luar desanya.

Nah kalau kalian ada rencana pergi ke Melaka kira-kira masjid mana yang ingin kalian kunjungi terlebih dahulu ?




Custom Post Signature

Custom Post  Signature