Senin, 16 Juli 2018

Wisata Satu Hari di Kota Makassar, Tentu Bisa !

 

Saya tidak pernah bermimpi untuk pergi dan menetap di Makassar, Kota Anging Mamiri yang berada di wilayah timur Indonesia. Tapi takdir berkata lain, Tuhan mengirimkan saya ke sini bukan tanpa maksud dan tujuan. Di kota ini saya ternyata bisa belajar dan menemukan banyak hal seperti : belajar tentang kebudayaan masyarakat Makassar serta melihat kebiasaan dan kearifan lokal masyarakat di sini.

Hampir dua tahun sudah saya menetap di sini, ya bisa dibilang sudah cukup akrab mengenal kota ini. Dahulu sebelum datang ke sini ketika mendengar kata Makassar, hal yang muncul secara spontan dipikiran saya adalah Pantai Losari, es pisang ijo, coto dan mie titi. Ya kuliner khas Makassar memang tidak diragukan lagi kelezatannya, bahkan sudah cukup akrab dikenal oleh banyak orang di Indonesia.

So jika saya diminta jadi guide oleh teman-teman yang sedang berkunjung ke Makassar, saya pasti akan merekomendasikan beberapa tempat wisata dan kuliner yang sudah legend di Makassar.  Ada beberapa daftar tempat yang wajib dikunjungi dan kuliner yang wajib dicoba ketika kalian liburan ke sini.  Liburan kalian belum bisa dibilang sah, kalau belum berkunjung dan mencoba hal-hal di bawah ini.

Berfoto Cantik di Fort Rotterdam





Benteng Fort Rotterdam adalah benteng peninggalan dari Kerajaan Gowa, yang pada awalnya disebut dengan nama Benteng Jumpandang (Ujung Pandang). Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9.

Benteng yang sarat akan nilai sejarah ini berganti nama menjadi Fort Rotterdam, sesuai dengan nama kota kelahiran Gubernur Jendral Speelman yang berhasil membangun kembali bangunan benteng yang hancur akibat serangan Belanda ke Kesultanan Gowa pada tahun 1600-an.



Area benteng dan bangunan yang ada di dalamnya masih terjaga dengan sangat baik. Bangunan bercat broken white kekuningan dengan genteng dan jendela berwarna merah tua terlihat sangat cantik dan photoable. Untuk kalian Instagrammers sejati, tempat ini sangat cocok untuk melakukan mandatory selfie dan berfoto dengan gaya ootd.

Masuk ke sini kalian akan diminta untuk mengisi daftar tamu dan alasan kedatangan saja, tidak perlu membayar biaya tiket masuk. Saran saya datanglah ke sini pada pagi atau sore hari, karena pada siang hari biasanya cuaca di sini cukup panas. Kalian nggak mau dong photo yang kalian ambil ekspresinya mengernyitkan dahi semua, karena silau man!

Mencicipi Es Pisang Ijo Muda Mudi






Sebelum melanjutkan acara wisata ke destinasi lainnya, ada baiknya mengisi perut terlebih dahulu dengan camilan dan es khas Makassar yang lezat. Karena rasanya belum sah berkunjung ke sini kalau belum mencicipi es pisang ijo atau jalangkonte lengkap dengan saus lombok kuningnya.

Rumah Makan Muda Mudi yang cukup legend ini terletak di Jl. Rusa, buka dari jam 08.00 WITA sampai jam 21.00 WITA. Rumah makan ini tidak hanya menyediakan berbagai macam camilan saja, makanan berat seperti lontong sayur dan nasi plus rawon pun tersedia. Harga makanannya dibandrol dengan harga terjangkau, sepotong jalangkonte bisa dibeli dengan harga Rp. 7000,- dan es pisang ijo Rp. 22.000,-.

Senang-senang di Trans Studio



Sumber foto : Instagram Trans Studio Makassar @trans_studiomks
Trans Studio bisa menjadi pilihan wisata senang-senang tanpa harus berpanas-panas karena tempatnya berada di dalam studio indoor. Taman bermain seluas 2,7 hektar yang berada di dalam Trans Studio Mall Makassar ini menawarkan empat tempat bermain tematik dan unik dengan 22 wahana permainan yang pastinya seru dan menghibur.

Karena Letak Trans Studio yang berada di dalam kawasan mall, jadi jam bukanya pun mengikuti jam buka mall yaitu pada jam 10.00 WITA. Selain taman bermain dan wahana hiburan, para pengunjung Trans Studio juga bisa menikmati karnaval yang biasanya digelar pada sore hari. Siapa tahu bisa bertemu dengan para tokoh kartun, super hero atau artis legenda seperti Elvis Presley dan Marlyn Monroe. Lumayan bisa minta tanda tangan dan foto bareng. 😆

Berkunjung ke Trans Studio adalah liburan yang pas untuk dilakukan bersama keluarga, sayangnya untuk masuk ke sini kalian perlu merogoh kocek lebih dalam karena tiketnya dijual dengan harga Rp. 155.000 (weekday) dan Rp. 205.000 (weekend).

Menambah Tenaga dengan Semangkuk Pallu Basa Serigala




Hanya ada dua pilihan menu kuliner berat yang sudah melegenda di Makassar, pilihannya yaitu seafood (ikan, udang dan teman-temannya) atau daging. Khusus untuk kuliner daging, ada banyak sekali kuliner berbahan daging yang namanya sudah terkenal sampai ke seluruh penjuru Indonesia. Sebut saja coto, pallu basa, sop lidah, sop saudara dan masih banyak lagi.

Dulu kalau saya dan suami ingin makan coto atau konro, kami biasa pergi sebuah rumah makan yang berada di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Penjual coto bisa dibilang relatif banyak dan mudah ditemui di sekitar Tangerang dan Jakarta. Tapi untuk menu pallu basa, rasanya cukup sulit menemukan menu ini kalau bukan di rumah makan khas Sulawesi.

Nah mumpung jalan-jalan di sini, kalian wajib mencoba menu pallu basa yang ada di Jalan Serigala. Semangkuk pallu basa dibandrol dengan harga Rp. 25.000 saja. Kalian yang butuh tenaga lebih untuk jalan ke destinasi wisata selanjutnya, silahkan mencoba menu pallu basa dengan kuning telur mentah di dalamnya. Gurih nyoyy !

Menyaksikan Matahari Tenggelam di Pantai Losari





Kalian belum ke Makassar kalau belum menginjakan kaki di Pantai Losari. Ya Makassar sangat identik dengan Pantai Losari, pantai yang berada di sepanjang Jl. Penghibur ini ketika cuaca cerah selalu menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah dan instagrammable. FYI, di Makassar sunset mah sudah jadi pemandangan yang biasa, cukup dengan lewati Jalan Penghibur pada saat menjelang magrib. Kalian bisa lihat sunset jelas terpampang nyata dari jendela pete-pete / angkot atau dari kursi belakang ojek yang sedang kita naiki.

Tapi untuk orang seperti saya yang jarang melihat matahari tenggelam di ufuk barat secara langsung, pemandangan seperti ini menjadi pemandangan istimewa yang selalu menghipnotis. Apalagi kalau perginya bareng pacar halal, lihat matahari tenggelam sambil pegangan tangan sama si doi rasanya kayak celebgram hits yang lagi menikmati gaya hidup mewah. Langsung upload ig dengan #instasunsets. Ya walaupun semua itu hanya kebahagiaan sesaat, tapi layak banget diabadikan di Instagram. 😁

Selain melihat matahari terbenam, ketika berkunjung ke Pantai Losari kalian juga bisa berfoto bersama Iron Man atau Bumble Bee yang kadang nongkrong di sekitar anjungan pantai.  Mau berfoto dengan mereka ? Cukup dengan membayar tarif seikhlasnya saja, kalian bisa berfoto bersama sepuasnya. Setelah matahari tenggelam dan magrib datang, silahkan melanjutkan dengan beribadah sholat magrib di Masjid Terapung Amirul Mukminin yang masih berada di area Pantai Losari. Kalau lapar tinggal lanjut makan malam,  di area sepanjang anjungan pantai terdapat banyak sekali pilihan street food culinary yang bisa kalian coba, yang paling terkenal sih pisang epe dan nyuk nyang. Mari ki singgah di sana!



Merasakan Keramahan Dara dan Daeng Makassar, Rasanya Seperti di Rumah Sendiri


Menetap di kota ini telah memberikan banyak cerita baru bagi kehidupan saya. Semenjak tinggal di sini, kebiasan gaya hidup perkotaan yang kadang terlalu cuek dan sendiri-sendiri sudah lama saya tinggalkan. Di sini ketika makan di warung coto atau nyuk nyang, saya sering menemukan kearifan lokal yang sudah sulit ditemukan di kota besar. Basa basi menawarkan seperti Mari ki, sa makan duluan ...” selalu saya temukan ketika pesanan orang yang sedang duduk berseberangan datang lebih dulu dari pesanan saya.

Keramahan seperti itu juga saya temukan ketika saya berkunjung ke Amaris Hotel yang ada di Makassar. Wajar saja sih setahu saya hotel ini memiliki motto pelayanan yang berarti “Melayani Dari Hati”. Jadi keramahan khas masyarakat Indonesia akan selalu kalian temukan di sini.

Pintu masuk ke Amaris Hotel Hertasning, Makassar
Dalam rangka bersantai dan mencari ide untuk menyelesaikan beberapa PR tulisan, saya mencoba mencari tempat menginap yang nyaman, bersih dan budget friendly. Sebagai seorang penulis untuk blog pribadi, ada kalanya saya terkena writer’s block syndrome yang membuat saya kesulitan untuk menuangkan ide yang saya pikirkan ke dalam sebuah tulisan. Nah kalau kondisi kayak begini sudah mulai datang, biasanya saya banyakin happy-happy dan nongkrong sana-sini. Tapi kalau deadline tulisannya sudah mepet, mending saya mencari suasana baru untuk menulis. Seperti menginap di hotel contohnya. Somehow it works for me.

Ada banyak sekali hotel di Makassar, kenapa akhirnya saya memilih Amaris Hotel ? Memilih hotel sebagai tempat hideaways untuk menulis, kriteria budget merupakan kriteria nomor satu yang wajib saya perhatikan. Alasannya sederhana yaitu jangan sampai nombok, karena biasanya biaya hotel saya bayar pakai upah menulis. Selain itu jangan terlalu banyak fasilitas entertainment-nya, nanti yang ada saya malah kebanyakan senang-senang dan terlena dengan kefanaan fasilitas hotel.  Kalau sudah begitu PR menulis bisa terancam gagal diselesaikan.

Amaris Hotel adalah budget hotel yang menawarkan fasilitas bed and breakfast, Wi-Fi dan tanpa fasilitas entertainment seperti pool, bar dan fasilitas olah raga. Cocok untuk kalian yang mau berlibur tanpa harus mengeluarkan budget berlebih untuk penginapan dan kalian yang sedang transit dalam rangka traveling ke kota lain yang ada di Indonesia Timur.

Tapi di Makassar sendiri Amaris Hotel itu ada 3 hotel lho, yaitu : Amaris Hotel Panakukkang, Amaris Hotel Hertasning dan Amaris Hotel Pettarani. Walaupun namanya sama-sama Amaris Hotel, tapi ketiga hotel ini memiliki keunikannya sendiri-sendiri.

 Amaris Hotel Panakkukang



Panakukkang sebuah daerah di Kota Makassar yang merupakan jantungnya tempat perniagaan dan bisnis. Icon dari daerah ini adalah Mall Panakukkang, yang merupakan sentra perniagaan dan gaya hidup yang banyak didatangi oleh warga sekitar Makassar dan juga dari kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Gowa.

Area lobby Amaris Hotel Panakkukang
Ruang merokok di Amaris Hotel Panakkukang


Sebuah keuntungan bagi Amaris Hotel Panakkukang karena posisinya berasa persis di belakang Mall Panakukkang. Hotel yang memiliki 95 kamar ini menawarkan solusi menginap, belanja dan hiburan sekaligus. Ibaratnya para tamu di sini kalau mau pergi ke mall ya tinggal koprol doang, nggak perlu repot-repot pesan grab atau taxi.

Amaris Hotel Panakukkang adalah pilihan untuk kalian ingin menginap di hotel yang berada dekat dengan pusat perbelanjaan dan hiburan.

Amaris Hotel Hertasning



Bagian depan Amaris Hotel Hertasning

Bagian samping Amaris Hotel Hertasning
Jalan Hertasning merupakan salah satu jalan yang menurut saya cukup sejuk untuk ukuran jalanan besar di Kota Makassar. Di sepanjang kiri-kanan jalan yang dekat dengan pintu masuk ke Kabupaten Gowa ini, memang ditumbuhi oleh pohon-pohon besar dengan dahan dan daun yang rimbun menutupi bagian atas trotoar dan jalan, jadi di sini sinar mataharinya lumayan bersahabat untuk kulit. 😉 

Receptionist yang ramah yang siap melayani anda ketika berkunjung ke Amaris Hotel Hertasning
Amaris Hotel Hertasning berdiri tegak diantara bangunan-bangunan lainnya di sekitar Jalan Hertasning. Hotel yang memiliki kamar sekitar 100 lebih kamar ini berada dekat dengan tempat nongkrongnya anak muda Makassar. Amaris Hotel Hertasning menawarkan view sekitar Jalan Hertasning yang banyak dihuni oleh café dan tempat ngopi zaman now yang instagrammable. Sebut saja Pancious, Fireflies dan Ground Eat and Drink dan masih banyak lagi yang lainnya.

So untuk kamu yang mengedepankan gaya hidup masa kini yaitu gaya hidup nongkrong dan santai-santai di café, Amaris Hotel Hertasning bisa jadi pilihan menginap kamu ketika berada di Makassar.

Amaris Hotel Pettarani



Area lobby Amaris Hotel Pettarani
Bangunan Amaris Hotel Pettarani yang berlantai 10 ini berdiri tegak di sebelah kiri Jalan Andi Pangeran Pettarani, seakan menyambut kalian untuk singgah setelah keluar dari Jalan Tol Reformasi atau bagi kalian yang berkendara dari arah Jalan Urip Sumohardjo menuju Jalan Andi Pangeran Pettarani. Lokasi Amaris Hotel Pettarani berada di jalan arteri yang cukup dekat dengan akses jalan tol yang menghubungkan Makassar dan Bandara Sultan Hasanuddin, yang ada di Kabupaten Maros. Saat ini di sekitar Jalan Pettarani pun sedang dilakukan pembangunan jalan tol layang pertama yang akan ada di Makassar, terbayang dong ya akses ke depannya akan seperti apa.

Kamar yang menghadap ke area Pantai Losari
Teras di depan @XPRESS Restaurant yang juga merupakan area untuk merokok.

Amaris Hotel Pettarani menawarkan konsep menginap dengan dua pilihan view, yaitu kamar berada di bagian depan hotel dengan view Kota Makassar menghadap Pantai Losari walaupun Losari jaraknya cukup jauh ya dari hotel. Dan kamar bagian belakang dengan view kota Makassar yang menghadap ke jalan fly over dan pemukiman sekitar.

Nah ada kelebihan untuk kalian yang menginap di kamar bagian depan, yaitu bisa melihat matahari terbenam cukup dengan melongok dari jendela kamar. Kalau ingin mencobanya, silahkan minta kamar yang berada di lantai 9 atau 10.

Bukan hanya karena ada beberapa pilihan Amaris Hotel, ada alasan lainnya yang membuat saya memilih untuk menginap di sini.

Lokasi yang Stategis



Pemandangan dari lantai 9 Amaris Hotel Pettarani
Seperti yang telah saya sebutkan di atas, lokasi ketiga Amaris Hotel yang ada di Makassar berada di lokasi strategis dengan kelebihannya masing-masing. Kita tinggal menyesuaikan kebutuhan dengan lokasi dan akses hotel yang kita pilih. 

Mingle with Locals


Amaris Hotel Hertasning terlihat dari Mama Cafe
Untuk merasakan nafas Makassar sesungguhnya, kita harus berbaur dengan dara dan daeng yang ada di sini. Lokasi Amaris Hotel Panakkukang dan Hertasning berada cukup dengan tempat beraktifitas warga Makassar dan juga pemukiman penduduk. Tidak bersebelahan persis tapi cukup dekat, hal itu membuat kita bisa merasakan dan melihat kehidupan masyarakat kota ini dengan sangat dekat.

Warung kopi, warung coto dan pasar merupakan salah satu tempat yang bisa dibilang penting bagi kehidupan warga Makassar. Disana kita bisa melihat kebiasaan, kearifan lokal dan potret kehidupan masyarakat Makassar sesungguhnya.

Kamar Minimalis dan Bersih




Bisa melihat sunset dari jendela kamar lantai 9 Amaris Hotel Pettarani.
Amaris Hotel yang ada di Makassar memiliki dua tipe kamar yaitu tipe Smart Room Hollywood dan Smart Room Twin. Dengan fasilitas budget hotel pada umumnya, yaitu TV LCD dengan saluran tv cable, air mineral, safe deposit box, kamar mandi dengan shower air panas, toiletries serta handuk. Air panas untuk minum atau membuat kopi, bisa diambil di dispenser yang tersedia di koridor yang berada di setiap lantai.




Kamar dengan design minimalis dan didominasi oleh cat berwarna putih memberikan kesan bersih dan terang. Begitupun dengan kamar mandinya, menonjolkan kesan minimalis dan compact dengan fungsi yang maksimal. Tersedia shower, toilet duduk dan wastafel.


Selain fasilitas bed and breakfast, Amaris Hotel juga memiliki fasilitas meeting room dan ballroom yang bisa disewa untuk meeting dan acara-acara pesta seperti penikahan atau seminar. Untuk kapasitas ballroom bisa untuk mengundang sebanyak 350 orang.

Kuliner Khas Indonesia di @Xpress Restaurant




Amaris Hotel adalah bagian dari Hotel Santika Group yang memiliki brand value Indonesian Home.  Kesan akan rumah Indonesia memang ditonjolkan oleh Amaris Hotel di setiap details interior, hotel maupun pelayanannya. Branding akan kekayaan kebudayaan Indonesia juga disajikan pada menu makanan yang tersedia di @Xpress Restaurant, satu-satunya restaurant yang ada di hotel ini.



@Xpress hanya menyediakan menu Indonesia baik lokal dan nasional di menu sarapan dan menu restorannya. Kalau kalian menginap di Amaris Hotel yang ada di Makassar, jangan kaget kalau menu sarapannya yang disediakan adalah makanan khas Makassar seperti barongko, bubur bassang dan lainnya.



Sedangkan untuk menu dine in di @Xpress Restaurant tersedia menu khas Indonesia seperti ayam taliwang, ayam geprek, martabak dan ikan bandeng tajungkir/terbalik. Makanan yang paling saya sukai ketika dine in di sana adalah ikan bandeng tajungkir, ikan bandeng berbalut tepung dengan cita rasa gurih dan renyah ini bisa jadi salah satu pilihan menu yang tidak hanya enak tapi juga unik, karena ikannya di goreng dengan posisi jungkir balik seperti itu. Ya mungkin sebelum digoreng ikannya sempat dilatih silat terlebih dahulu atau mungkin senam indah. 😅

Harga makanan di @Express Restaurant dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 15.000 – Rp. 50.000 saja.

Baca juga : Review Same Resort Hotel Tanjung Bira

Booking Paling Menguntungkan, Ya Lewat Santika.com


Ada banyak pilihan tempat dan cara untuk memesan kamar Amaris Hotel. Pesan via online  travel agent memang bisa jadi pilihan yang praktis, tapi apa kalian yakin di sana bakalan dapat harga terbaik ?

Bisa staycation di Amaris Hotel dan membayar kamarnya dengan harga terbaik adalah kebahagiaan yang sederhana tapi berarti banget buat saya. Ya namanya juga ibu-ibu, beli sabun colek dengan harga yang berbeda sedikit saja, bisa jadi motivasi ibu-ibu untuk pindah ke warung sebelah lho. Belum lagi nyinyirin warungnya dengan bilang kemahalan lah, beritanya bisa langsung menyebar keseantero komplek. Kredibilitas dan elektabilitas warung tersebut bisa langsung anjlok seketika. 😬

Apalagi untuk urusan lifestyle seperti ini, mendapatkan harga termurah ketika booking kamar hotel bisa jadi anugerah receh namun indah yang bisa bikin ibu tersenyum bahagia. Jadi percayalah pada insting para ibu-ibu. Mau mendapatkan harga terbaik ? Coba deh ikuti cara saya yaitu dengan memesan lewat santika.com.




Selain harga alasan lain mengapa saya lebih memilih booking lewat santika.com adalah santika.com memberikan jaminan keamanan bertransaksi ketika kita harus melakukan pembayaran dengan kartu kredit misalnya, tahu sendiri dong zaman now pencurian data kartu kredit dan sejenisnya sudah makin canggih aja.

Harga yang ditampilkan sudah harga nett. termasuk pajak, jadi nggak akan ada lagi biaya-biaya tambahan yang kadang baru dimunculkan ketika check out transaksi. Selain itu santika.com memiliki feature ulasan pelanggan, jadi kalau kalian ingin tahu atau sedikit ragu dengan fasilitas dan service yang disediakan oleh Amaris Hotel, mending baca dulu ulasan para pelanggan yang pernah menginap di sini.

Untuk kalian yang berencana berpergian ke Kupang, bisa juga lho pesan kamar lewat santika.com. Amaris Hotel Kupang yang berada di Jl. Bund PU No.1 Kupang juga berada di tengah kota dan dekat dengan pusat perbelanjaan Hypermart Bundaran PU. Tapi sebelum cuss ke Kupang, ada baiknya transit terlebih dahulu di Amaris yang ada di Kota Makassar, yuk rasakan keindahan Kota Makassar dalam satu hari saja. Baru setelah itu terbang ke Kupang, karena pura-pura bahagia itu nggak cuma butuh tenaga tapi juga butuh piknik! 😁


Amaris Hotel Panakkukang**
Jl. Bougenville No.3, Masale, Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90231
Telepon (0411) 436 789

Amaris Hotel Hertasning **
Jl. Letjen Hertasning No.63D, Masale, Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90222
Telepon (0411) 4091 080

Amaris Hotel Pettarani **
Jl. A. P. Pettarani No.17, Sinrijala, Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90231
Telepon (0411) 4091888

Amaris Hotel Kupang **
Jl. Bund. PU No.1, Tuak Daun Merah, Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim. 85228
Telepon (0380) 8585125
46 komentar on "Wisata Satu Hari di Kota Makassar, Tentu Bisa !"
  1. Saya baru tahu ternyata kak awie pendatang di Makassar, saya pikir asli orang sulawesi selatan. Kalau kak awie sudah tahun, apalah saya yang sudah 16 tahun lebih di sini. Kayaknya hampir semua tempat sudah disinggahi kecuali satu tempat di ujung utara Makassar yang ada hutan mangrovenya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mirip orang Sulawesi Selatan dii? xixixi Alhamdulillah kalau begitu. Tempat apakah yang ada di ujung Makassar ? infokan nah, saya mau ka juga jalan-jalan ke hutan mangrove.

      Hapus
  2. Kebtulan sekali saya lagi jadi tour guide adik yang datang dari kendari kemarin, hahahha nemu ref tempat ngajak dia jalan dan makan thanks sharingnya kak. BTW Uga kira di jawa sana juga rame Es pisang Ijo, ngak kah kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Uga. Ada memang merek es pisang ijo yang sekitar 4 atau 5 tahun belakang ini hype banget di sana, tapi percayalah es pisang ijo yang dijual di Muda Mudi Restoran lebih legit dan otentik. Aku aja sampai ketagihan, tiap bulan harus mampir ke sana.

      Hapus
  3. Desain hotel yang minimalis, cantik banget keliatannya. Kamarnya pun bersih banget ya teh. Cocok nih buat tempat cari inspirasi menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Er, design minimalis jadi kamarnya terlihat terang dan enak buat cari ide menulis.

      Hapus
  4. Es pisang ijo, pisang epe dan mie titi adalah makanan khas makassar yg wajib dicicipi oleh para pelancong. Tp rupanya pallu basa serigala juga sudah menjadi menu yg wajib bagi para wisatawan ya Wie? Bahkan byk yg dtg ke mks hanya untuk makan pallu basa ini hehehee...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pisjo dan mie titi hitunganya masih gampang di cari, kalau pallu basa susah kak. Jadi mumpung di Makassar, wajib mencicipi pallu basa.

      Hapus
  5. sudah pernah mencoba es pisang ijo yang ada di Malang, jadi penasaran rasa es pisang ijo otentik dari kota asalnya, semoga segera berkunjung ke Makassar dan nginepnya di Hotel Amaris...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya yakin tampilan es pisang ijo yang ada di Pulau Jawa dan di Makassar kurang lebih sama ya, tapi soal rasa entah kenapa qo beda ya. Bubur sumbumnya di sini texturenya lebih kental dan kayaknya santannya nggak begitu banyak jadi gurihnya sedang. Pisang di sini terkenal enak, manis dan nggak ada rasa asemnya sama sekali. Itu sih yang membedakan kalau menurut saya ya.

      Hapus
  6. Waah bagus mba Fort Rotterdam-nya, pingin ke sana deh jadinya hihi

    BalasHapus
  7. Wuah itu semua foto makanannya bikin ngiler nih. Hotelnya minimalis dan terlihat bersih, pasti nyaman menginap di sini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan fotonya pas siang hari jadi dapat gambar yang terang :). Iya Mbak Liany, nyaman dan bersih hotelnya.

      Hapus
  8. Ka Awie apa kabar? Sekarang tinggal di Makassar ya.. duh aku belum pernah ke Makassar nih.. semoga next bisa berjumpa ya kita di Makassar dan ajak aku kuliner Makassar ya.. nanti nginepnya beli di Santika.com ya ka.. Bantuin ya nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Elli, iya aku sementara tinggal di Makassar. Yuk kalau mau ke sini, kabarin aja yaa. Nanti aku siap anterin keliling kota Makassar.

      Hapus
  9. Jadi ingin jalan-jalan ke Makassar (lagi). Menjelajahi tempat-tempat dan kawasan yang belum didatangi. Mencicipi kuliner khas. Makan Mie Titik yang ramai. Menginapnya ya di penginapan yang terasa di rumah sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk ke Makassar lagi, bulan September atau Oktober biasanya ada festival F8 yang bisa jadi salah satu alasan untuk datang ke sini. He he he

      Hapus
  10. Pantai Losari sangat terkenal. Semoga berkesempatan main ke sana. Meski tak tahu jalannya dari mana. Tempatnya memang bagus jadi tertarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin semoga suatu hati bisa menginjakkan kaki di Makassar ya Teh Okti. 😊

      Hapus
  11. Eh ada yang mengintip cantik di balik pintu, hehehe.
    Daku paling terhenyak sama Kuliner Pallu Basa Serigala. Namanya greget gitu 😁 Belum pernah dengar, dan jadi ingin coba 👍. Informatif penjelasannya mbak, dan semoga saya pun bisa ke Makassar suatu saat, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk iya Mbak Fenni, di sini nama makanannya dahsyat bikin kaget, contohnya pallu basa serigala atau coto gagak. Dinamai sesuai nama jalan dimana dia dijual. Yuk ke sini, nanti aku ajakin ke pallu basa serigala, enak banget lho.

      Hapus
  12. Wahhh ak juga biasanya kalon cari hotel lewat santika lebih mudah dan gak sulit bngt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, platform yang menawarkan harga paling oke untuk booking kamar Hotel Santika Group ya di santika.com.

      Hapus
  13. Wah ini sih bisa banget ditiru, jalan-jalannya dapet, kulinernya pun dapet. Jadi pengen deh, seharian dengan capeknya pasti bisa dapet pemandangan dan kenyang ya, Teh..he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dong, jangan jalan-jalan doang kasian perut juga butuh dihibur. he he he

      Hapus
  14. Tahun lalu, suami ada proyek di Sulawesi dan sering bolak-balik Makassar, sering mupeng denger cerita dan lihat foto-fotonya, baca tulisan ini jadi makin pengen ke sana, semoga ada kesmepata diajak ke sana, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku doain semoga mbak dan keluarga bisa ke sini ya, jangan lupa kontak aku kalau ke sini. :)

      Hapus
  15. Mudah2an saya bisa kesana deh berlibur bersama keluarga dan menyeruput semangkok coto makassar di kota Makassar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke sini wajib cobain Coto Gagak atau Coto Nusantara ya Mbak Tian.

      Hapus
  16. Hi wie... jangan lupa ajak2 aku ya klo mau jalan2 di semua destinasi diatas... utamanya kulineraaann... hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mi kapan kita ngecoto bareng, kangen ku lunch bareng Kak Abby.

      Hapus
  17. wah... kak awie hebat yah kak. bru 2 tahun dimakassar sdh dpt menjdi pengarah buat teman yang berkunjung dimakassar kak... Taoi aku baru tau kak klw kak awie itu bkan asli makssar

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he banyak yang baru tahu ya, padahal saya sama sekali nggak bisa logat dan ngomong Makassar. Suka sotta saja kalau lagi chat, padahal mah nggak tahu apa-apa. Iya Indah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Cintai tempat dimana kita ditakdirkan untuk berada saat ini, dengan begitu kita akan hidup damai dan bahagia.

      Hapus
  18. Ada ya mbak kuliner namanya Pallu Basa. Kirain ada fotonya. Awalnya tadi saya kira Palu buat tokok paku mbak ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu fotonya ada di atas Mbak Elva, semangkuk sop daging dengan telur mentah. wkwkwk jangan lah kalau palu yang itu mah, simpan aja di dapur buat geprek bawang putih.

      Hapus
  19. Teteh sudah nyaman ya di Makassar, alhamdulillah. Banyak juga yang mulanya takut ke sini, lho hehehe. Tapi setelah kenal Makassar, tidak lagi 😍
    Teroma kaaih sudah membantu mengenlkan kota ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah dibuat nyaman aja kak, apalagi berteman dengan blogger-blogger baik hati andalan dan kesayangan kaya kakak dan teman-teman. saya jadi makin betah.

      Hapus
  20. Habis baca tulisan mbak, saya langsung browsing apa itu santika.com karena baru kali ini tahu..

    wah, makasar banyak tempat menarik ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeyy, akhirnya jadi tahu ya Mbak. Makassar banyak sekali destinasi wisatanya, yang saya sebutkan ini baru secuil dari seluruh destinasi yang ada.

      Hapus
  21. Seumur umur aku belom pernah ke sana kak,belum pernah cobain palu basa juga doain ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Mbak Novita, aku doain semoga bisa jalan-jalan ke Makassar ya.

      Hapus
  22. pertama kali baca blog teh awie juga dulu tentang kesannya tiba di Makassar
    bahas ttg cerita naik busway waktu itu hihi dari postingan itu sy tau teh awie mang enjoyable sama Makassar .
    yup Makassar tidak kasar teh dara dan daeng ramah smua huhuy
    ini bisa jadi pilihan stay cation menarik dan seru nih ya ,
    Amaris hotel ada banyak di makassar, yg saya datangi seringnya tuh di hertasning , baru tau saya klo bisa book lewat santika.com, coba ah nanti.
    ngiler beud sama makanannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya aku berusaha enjoy di manapun aku berada, soalnya mau berontak juga nggak solusi wkwwk. Beruntungnya aku ketemu qiah dan teman-teman lainnya, kalian yang bikin aku betah di Makassar.

      Hapus
  23. Aku belum pernah ke Makassar tapi sering baca dan dengar cerita, di sana kulinernya mantab. Terutama kuliner seafoodnya

    BalasHapus
  24. menggoda banget itu sotonya, jdi pengeenn hhaha

    BalasHapus

Custom Post Signature

Custom Post  Signature