Rabu, 30 Agustus 2017

Atasi Kolesterol Cegah Penyakit Jantung Koroner



Saya masih ingat sekali kejadian suatu sore sekitar 2 bulan lalu, ketika suami pulang kerja dan memberondong saya dengan cerita kegiatannya pada hari itu. "Kolesterol dan gula darah ku tinggi sekali ..." sepotong kalimat yang saya dengar dengan jelas ditelinga. Saya buruburu menghampiri dan mendekatkan duduk saya ke beliau untuk mendengarkan ceritanya lebih lanjut.

Jadi 2 bulan lalu di kantor suami kedatangan tim Dokter yang diminta untuk mengecek kondisi kesehatan para karyawan. Cek kesehatan berupa cek kadar kolesterol, cek jantung, cek gula darah, tensi dan lainnya. Yang dilakukan sebagai tidakan cek medis singkat yang tidak begitu memakan waktu bekerja, juga sebagai tindakan pencegahan sedini mungkin. Jika memang ada kondisi akut yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, bisa di berikan rujukan untuk lanjut check ke RS. Maklum kan ya kalau orang kerja di kantor itu bawaanya duduk depan komputer, bisa berjam jam begitu terus. Nah suami saya yang memang malas datang ke dokter untuk medical check up,jadi beliau merasa kecolongan dengan hasil test yang dia dapatkan pada hari itu.

Dari semua hasil cek nilai yang paling mengecewakan adalah kadar kolesterol dan gula darah beliau bisa dikatakan cukup tinggi. Kolesterolnya sampai 280, What???? Tinggi banget kan. Saya kaget mendengar cerita ini, bagaimanapun suami saya harus sehat karena beliaulah yang menopang hidup kami. Karena jantung suamiku adalah jantung kami, maka kami harus bahu membahu saling mengingatkan dalam menjaga kesehatan. Saya bersyukur sekali hal ini diketahui oleh kami sekarang, saat usia suami menginjak 37 Tahun. Jadi kami bisa melakukan pengobatan secepat mungkin, sebelum semuanya terlambat. Ya suami memang termasuk orang yang malas makan sayur, picky eater cuma mau makan daging dan goreng-gorengan, tidak suka makan buah dan yang lebih parah adalah jarang berolah raga.

Setelah beliau mengetahui kondisi kolesterolnya yang tinggi, mendadak beliau jadi mau makan sayuran dan buah buahan. Alhamdulillah ada hikmahnya juga ternyata, tidak lupa juga berusaha meluangkan waktu untuk berolahraga. Kolesterol sungguh merubah gaya hidup suami saya, walaupun belum maksimal tetapi lumayan sudah ada perubahan sedikit demi sedikit. Saya sebagai koki di rumah, menjadi sangat peduli dengan asupan makanan yang harus kami konsumsi. Menu yang sering saya masak belakangan ini adalah menu sehat bebas minyak dan lemak jahat.Gerakan Jantung Sehat : Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol
Suasana ketika pengunjung sedang check jantung koroner

Ngomong ngomong soal kolesterol, kalian tau nggak sih kalau kolesterol jahat itu bisa meningkatkan potensi penyakit jantung koroner? Kemarin ketika saya memang sedang concern sekali dengan kondisi kesehatan suami, saya mendapatkan info bahwa di Makassar akan diadakan Gerakan Jantung Sehat : Indonesia TANGKAL Kolesterol bersama Nutrive Benecol. Acara tersebut diadakan pada hari sabtu kemarin tanggal 26 Agustus 2017 di Hotel Four Points Makassar. 

Tanpa berfikir dua kali saya langsung berminat untuk mendaftar dan mengikuti, tapi sayangnya saya tidak berhasil mengajak suami karena beliau sedang ada acara lari pagi bersama teman kantor. Ya minimal kalau saya ikut serta dalam acara ini, saya bisa dapat informasi yang penting untuk kesehatan suami. Syukur-syukur kalau dapat tips cara menurunkan kolesterol jahat.

Proses ketika check kesehatan

Acara ini yang dimulai dari jam 07.00 pagi, karena format acaranya merupakan sebuah kampanye gerakan jantung sehat. Jadi di sana disediakan banyak sekali stand kesehatan yang bisa dikunjungi oleh para pengunjung yang datang. Dari stand check kolesterol, check jantung koroner, stand konsultasi langsung dengan dokter, senam Bfit dan stand Nutrive Benecol. Semua stand kesehatan bisa langsung melayani pengunjung untuk cek, hasilnyapun langsung keluar. Dan hasil cek kesehatan pun diinfokan kepada kami berserta tips tips cara hidup sehat. Seperti tips diminta berolahraga dan kurangi makan coto 😅, maklum di Makassar coto merupakan menu makan siang yang sering kami santap sehari hari.


Stand cek kolesterol merupakan salah satu stand yang paling antri dan banyak pegunjungnya

Flyer yang di bagikan oleh Yayasan Jantung Indonesia

Ada juga stand Yayasan Jantung Indonesia yang ikut membuka konsultasi dan juga mengedukasi para pengunjung tentang bahaya merokok bagi jantung. Dan yang nggak kalah seru, ada stand demo memasak makanan sehat bersama Chef Kamal Setiawan. Sebagai Ibu Rumah Tangga yang peduli terhadap kesehatan keluarga, sayapun segera tidak mau ketinggalan dan mencari tempat duduk  untuk melihat demo memasak menu " Brokoli Saus Jamur ".
Sekitar Jam 10.00 WITA setelah acara check kesehatan yang lumayan antri ini mulai terurai antriannya, saya dan pengunjung lainnya masuk ke ball room untuk mengikuti acara selanjutnya. Yaitu acara Healthy Heart Talk bersama dr. Vito A. Damay Sp.Jp, M.kes, FIHA, FICA dan dr. Lidya Heriyanto Sp.Kj. Dalam dialogue interaktif ini dr. Vito yang merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, menerangkan bahayanya penyakit jantung koroner bagi kita. Karena penyakit jantung telah menjadi penyebab kematian tertinggi, di Indonesia kematian yang di sebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah mencapai angka 12,9% dan berpotensi meningkat setiap tahunnya

dr. Vito A Damay dan dr. Lidya Heriyanto dalam sesi Healty Heart Talk

dr. Vito juga menambahkan jika penyakit jantung bisa terkena oleh siapa saja, wanita dan pria baik usia muda dan tua. Penyakit ini banyak disebabkan oleh gaya hidup yang kita lakukan sehari hari. Yaitu selalu makan makanan tidak sehat, tidak mau berolahraga dan juga faktor bawaan. Banyak orang yang hidup di kota besar, berkutat dengan aktifitas yang padat dan kemacetan yang luar biasa. Menyebabkan orang tersebut menjalani gaya hidup perkotaan yang bisa dibilang nggak sehat. Seperti makan makanan sembarangan, makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan tidak pernah memperhatikan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sering begadang malam, merokok dan tidak pernah berolahraga. Hal tersebut adalah faktor-faktor yang bisa meningkatkan potensi penyakit jantung koroner.

Baca Juga : Bermedia Sosial Yang Membawa Keselamatan Di Dunia Dan Akhirat

dr. Vito juga menjelaskan bahwa Perilaku Sedentari atau kebiasaan sehari hari menghabiskan waktu dengan duduk dan berbaring dalam melakukan kegiatan atau aktifitas kerja ( seperti duduk depan komputer) atau di rumah (seperti menonton tv). Perilaku yang biasa kita bilang dengan kata malas bergerak alias mager ini bisa menjadi salah satu penyebab penyakit jantung. Beliau menganjurkan setidaknya kita harus melakukan kegiatan olah raga minimal 30 menit setiap harinya. Olahraga yang baik untuk jantung adalah : berjalan, lari dan berenang.

Dari segi kejiwaan dr. Lidya menjelaskan bahwa faktor stress bisa menjadi faktor pemicu datangnya banyak penyakit ke tubuh termasuk Jantung. Pola hidup ikhlas dan bersyukur bisa menjadi cara ampuh dalam menghadapi stress sehari hari. Selain kedua hal tersebut cara jitu mencegas stress adalah dengan berbahagia. Jadi bahagia itu penting, jangan lupa bahagia ya 😆.

Dari sesi healty heart talk bersama para dokter ini, saya bisa menarik kesimpulan faktor penyebab resiko jantung koroner yang terkait dengan gaya hidup dan masih bisa dirubah adalah :

➤ Merokok
➤ Kolesterol total tinggi
➤ Hipertensi
➤ Kurang berolahraga
➤ Kelebihan berat badan atau Obesitas
➤ Depresi dan kurangnya dukungan sosial

Bertemu dengan Ibu Ibu peserta yang berasal dari Kabupaten Maros

Kolesterol Dan Resiko Penyakit Jantung


Kolesterol tidak hanya terdapat dari makanan yang kita makan, kolesterol juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita. Karena sebenarnya kolesterol sangat di butuhkan oleh tubuh untuk membangun sel sel baru agar tubuh bisa berfungsi secara normal. Selama kolesterol yang  tersedia dalam tubuh masih  dalam batas normal, semua itu tidak akan menjadi masalah bagi kesehatan kita. Yang berbahaya adalah jika jumlah kolesterol kita berlebih, seperti contoh kondisi suami saya di atas.

Ketika menyempatkan diri untuk cek kolesterol kemarin, suster yang mengecek kolesterol saya sempat menerangkan bahwa batas aman kolesterol dalam darah adalah di bawah 200. Jika lewat dari angka itu, berarti harus mulai waspada. Dan hasil cek kesehatan di stand kolesterol kemarin itu, menunjuk kepada cek total kolesterol saja. 

Didalam total kolesterol tersebut terdapat 2 jenis kolesterol yaitu LDL ( low density lipoprotein ) dan HDL ( high density lipoprotein ). LDL yang biasa disebut kolesterol jahat. Karena LDL bisa meningkatkan plak dalam arteri dan bisa meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Sedangkan HDL biasa di sebut kolesterol baik, karena HDL akan menyapu LDL didalam darah dan melindungi kita dari penyakit jantung koroner.

Jika kondisi kolesterol tinggi atau berlebihan hal tersebut bisa menyebabkan kolesterol mengendap di dinding arteri yang menyebabkan aliran darah di jantung dan bagian tubuh lainnya jadi terhambat. Dan bisa menyebabkan stroke dan serangan jantung. Serem juga ya, makanya kemarin saya coba cek kolesterol juga bareng Alfu, salah seorang teman yang ternyata hadir juga di acara ini. Hasilnya cek kolesterol saya adalah 183, wow! lumayan sudah mepet ke batas tertinggi kolesterol normal. Walhasil saya jadi dag dig dug sendiri, tapi jadi semangat untuk memulai gaya hidup sehat dan mulai giat lagi berolahraga. 

*Eh tapi ada lho cara enak turunkan kolesterol, selain dengan berolah raga dan melakukan gaya hidup sehat kalian bisa juga menurunkan kolesterol dengan cara mengkonsumsi Nutrive Benecol setiap harinya.



Apaan sih Nutrive Benecol itu ?

Nutrive Benecol adalah minuman smoothies yang diformulasikan dengan Plant Stanol Esther (PSE). Merupakan formula yang bisa membantu tubuh menurunkan kolesterol. Nutrive benecol merupakan solusi mudah dan terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolesterol. Menurut catatan yang saya baca di https://nutrivebenecol.com/ menyebutkan bahwa : berdasarkan hasil studi panjang, bila nutrive benecol dikonsumsi sesuai anjuran, maka dalam 1-2 minggu akan menurunkan kadar kolesterol total 10%, kolesterol LDL hingga 15%.

Hal tersebut bisa dicapai karena kandungan PSE yang ada di dalamnya. Kandungan PSE juga banyak ditemukan dalam tanaman kedelai, sayur sayuran, minyak sayur, nasi, buncing, jagung, gandum dan lainnya. Jadi banyak-banyaklah mengkonsumsi sayuran yang saya sebutkan tadi. Untuk cara mudah dan praktisnya sih mending minum Nutrive Benecol aja. Karena dalam produk Nutrive Benecol terdapat kandungannya alamiah yang aman bagi tubuh dan semua orang. Jadi produk sehat dari Klabe Nutritionals ini bisa dikonsumsi oleh kalian yang kolesterolnya tergolong normal, wow berarti saya bisa juga dong 😀. Dan juga bagus dikonsumsi oleh kalian yang sedang diet atau yang memiliki penyakit diabetes. Kemarin saya langsung deh borong Nutrive Benecol untuk suami di rumah, biar beliau bisa mengkonsumsi secara rutin. Harapan saya kolesterol beliau segera turun dalam 2 minggu kedepan

Untuk lebih jelasnya simak video ini yuk,


Ada 7 langkah TANGKAL kolesterol yang harus kalian lakukan agar hidup sehat dan nyaman. cara tersebut adalah :
1. Teratur periksa kolesterol
2. Awasi asupan dan pola makan
3. Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol
4. Giat berolahraga dengan senam Bfit
5. Kendalikan berat badan dan hindari stress
6. Awasi tekanan darah
7. Lengkapi dengan Nutrive Benecol 2x sehari

Yuk ikut bersama Nutrive Benecol bahu membahu menciptakan gaya hidup yang sehat. Dengan cara mengikuti Gerakan Jantung Sehat : Indonesia Tangkal Kolesterol 2017. Untuk kalian yang ada di Kota Jakarta Gerakan Jantung Sehat ini akan diadakan tanggal 14 Oktober 2017. Jangan lupa catat tanggalnya dan ajak semua anggota keluarga untuk sekalian cek kesehatan di sana. Karena dengan menyayangi jantungmu, berarti juga menyayangi keluargamu.

Ada photo booth up side down world juga lho di sini

Sekian cerita dari Makassar, saya tunggu sharing kalian tentang kolesterol dibawah ini ya??

Upaya Bosowa Semen Membangun Indonesia Tanpa Pestisida


Siapa yang tidak mengenal Bosowa? Perusahaan besar ini sudah saya dengar semenjak dahulu ketika masih tinggal di Tangerang Selatan. Perusahaan swasta nasional yang didirikan sejak tahun 1973 ini telah berhasil menjadi raksasa bisnis yang sangat terkenal di Indonesia, khususnya daerah Sulawesi Selatan. Bosowa memiliki 6 group usaha, salah satunya adalah Bosowa Semen perusahaan yang bergerak di industri semen.

Group Bosowa Semen berada diposisi ke 4 dalam persaingan perusahaan semen secara nasional. Memiliki kapasitas total produksi sebanyak 7,2 juta ton /tahun. Dimana total produksi semennya dihasilkan dari ketiga pabrik yang berada di Maros, Batam dan Banyuwangi. Saya sempat berkunjung ke pabriknya pada bulan Juli 2017 yang lalu. Pabrik yang berada di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan ini merupakan pabrik utama Bosowa Semen, memiliki kapasitas produksi sebanyak 4,2 juta ton/tahun. 

Pabrik Maros merupakan pabrik yang berada di area penambangan kapur. Kapur yang ditambang di sana akan di proses menjadi clinker yaitu bahan baku semen. Pabrik yang berada dekat sekali dengan tempat wisata terkenal Rammang-rammang ini, di kelilingi oleh 3 Desa. Salahnya adalah Desa Tukamasea, desa yang menjadi salah satu tempat diselenggarakannya kegiatan Program CSR (Corporate Social Responsibility) Bosowa Semen.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Tukamasea


Ketika diberikan kesempatan datang ke acara Media Gathering Bosowa Semen pada bulan Juli 2017 lalu, saya mendapatkan informasi mengenai Program CSR KWT. KWT merupakan salah satu Program CSR yang bisa dibilang sudah cukup sukses berjalan. Program yang diluncurkan pada tanggal 07 November 2015 ini, menggandeng Badan Penyuluh Pertanian (BPT) Kecamatan Bantimurung sebagai pelaksana program. Program KWT ini menitik beratkan pada Program Budi Daya Tanaman Organik di pekarangan rumah. BPT akan bertindak sebagai mitra yang bertugas  memberikan penyuluhan, sosialisai program, pelatihan dan hal-hal terkait lainnya.

Desa Baruga dan Tukamasea adalah desa yang menjadi tempat dilaksanakannya Program CSR KWT ini. Seperti yang pernah saya baca di sebuah berita daring bahwa Kab. Maros memiliki kondisi tanah yang cukup kering dan iklim yang panas. Desa yang dikelilingi oleh karst dan perbukitan kapur yang panas, maka ketika musim kemarau datang sumber air menjadi sulit di dapatkan. Seperti dikutip dari laporan Badan Metreologi bahwa Kab. Maros memiliki suhu minimum 22,80ᐤC dan maksimum 33,70ᐤC. Lumayan panas bukan? Hal ini menjadi kendala yang harus dihadapi ketika memulai Program CSR ini.

Pekarangan rumah Ibu Lia

Bercocok tanam di wilayah beriklim panas pada musim kemarau ketika sumber air mulai terbatas, pastinya menjadi sebuah tantangan yang cukup berat. Tapi ketika saya tanyakan langsung kepada Bapak Abdul Rahman yang biasa dipanggil Pak Rahman, salah satu karyawan dibagian Comdev Bosowa Semen. Menurut jawaban beliau selain permasalahan air, tantangan berat yang dihadapi adalah merubah mindset warga tentang pentingnya makanan sehat yang bebas pestisida. Mengenalkan betapa pentingnya makanan organik bagi kesehatan keluarga, merupakan sebuah usaha yang harus dilakukan secara  terus menerus dan berkesinambungan. Sampai akhirnya kita bisa merasakan sendiri manfaat dari program ini.

Program CSR ini memang menyasar para Wanita alias para Ibu rumah tangga. Untuk mengetahui alasan kenapa memilih para Ibu-ibu sebagai anggota KWT, saya sempat berbincang melalui telephone dengan Bapak Nur Alang yang merupakan Comdev&Environment dept. Head di Bosowa Semen. Dalam wawancara singkat tersebut beliau menyampaikan bahwa Bosowa Semen sangat peduli dengan kondisi masyarakat sekitar. Terutama pada kondisi tumbuh kembang anak-anak di desa yang berada disekitar pabrik, untuk mencetak anak-anak yang sehat dan cerdas pastinya dibutuhkan asupan gizi yang baik dan seimbang. Karena itu Bosowa Semen memilih Program CSR KWT ini sebagai salah satu upaya dalam mencetak generasi penerus desa yang sehat dan cerdas dengan asupan makanan yang bebas pestisida . 

Hal tersebut dimulai dari para Ibu-ibu, Ratu yang merangkap sebagai manager dan koki dalam rumah tangga. Selain itu Ibu juga bertugas memelihara kondisi kesehatan keluarga, karena jika keluarga sehat ibu bahagia. Ibu bahagia, keluarga akan lebih berbahagia.

Menanam Tanaman Organik 

Tanaman sawi seperti ini terdapat di pekarangan rumah para anggota KWT di desa Tukamasea 

Sebelum kita lanjutkan cerita ini, mari kita telaah terlebih dahulu arti tanaman organik. Apakah itu tanaman organik?

Penjelasan menurut Wikipedia adalah sebagai berikut : " Pertanian organik adalah sistem budi daya pertanian yang mengandalkan bahan bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Pengolahan pertanian di dasarkan prinsip kesehatan, ekologi, keadilan dan perlindungan. "

Program CSR Budi Daya Tanaman Organik yang bekerja sama dengan pihak BPT Kec. Bantimurung ini bertujuan agar para wanita desa menanam sayuran organik yang menyehatkan keluarga. Demi mendorong tumbuhnya generasi yang sehat dengan ketahanan tubuh yang baik, cerdas juga menjadi generasi yang menghargai alam. Karena asupan makanan merupakan salah satu faktor penentu tumbuh kembang dan tingkat kecerdasan anak. Bener tidak Ibu-ibu ?

sumber gambar : http://www.antaranews.com/foto/13735/semprot-hama

Selain itu pestisida merupakan zat berbahaya bagi tubuh dan alam ini. Jika kita terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung pestisida, akan menimbulkan gangguan kesehatan yang berbahaya bagi  tubuh. Beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan dari kontaminasi zat berbahaya ini adalah : bayi lahir cacat, kanker, diabetes, kemadulan, obesitas dan beberapa penyakit lainnya. 

Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan mengkonsumsi makanan bebas pestisida. Terutama karena pestisida yang menempel pada makanan ini, secara kasat mata tidak bisa dilihat dan dideteksi. Sayuran dan buah-buahan organik memang tersedia di supermarket. Tapi setahu saya harganya mahal sekali, bisa 2x bahkan 4x lipat lebih mahal dari harga sayuran biasa. Bisa-bisa amsiong dan uang belanja nombok kalau belanja sayuran organik 😀. Karena itu kita perlu menanam sendiri, agar kesehatan dan dompet bisa terjamin dan aman. Karena kesehatan adalah sebuah investasi jangka panjang yang tidak ternilai oleh uang.

Lombok atau cabai merupakan tanaman yang wajib di tanam karena merupakan salah satu bumbu masak yang di pakai setiap hari

Kegiatan menanam yang dilakukan Bosowa Semen dalam Program CSR Budi Daya Tanaman Organik bersama KWT Desa Baruga dan Desa Tukamasea, bisa menjadi contoh bagi kita semua. Program budi daya yang dilakukan dalam serangkaian kegiatan bersama warga, sampai saat ini telah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan sbb :

➤ Menyelenggarakan workshop pertanian dengan tema pola hidup sehat dengan tanaman organik
➤ Mengajak para anggota KWT untuk studi banding. Beberapa kegiatan studi banding yang di lakukan adalah dengan mendatangi contoh pertanian organik di Kelurahan Leang-leang, studi banding ke BPP di Kec. Bantimurung dan ke Balai Proteksi Pertanian Sul-Sel
➤ Pelatihan pembibitan sayuran ke poly bag
➤ Pelatihan pembuatan pupuk cair organik dan bio pestisida
➤ Pemberian motivasi kepada para anggota KWT, dengan cara diadakannya kegiatan perlombaan pemanfaatan pekarangan rumah dengan sayuran organik
➤ Pelatihan pembuatan bibit
➤ Pelatihan cara masak yang benar bekerja sama dengan puskesmas Bantimurung

Semua kegiatan diatas dilaksanakan oleh BPT Kec. Bantimurung yang telah ditunjuk oleh Bosowa Semen sebagai mitra  pelaksana.

Belajar Dari Wanita Tani


Saya bersama Ibu Lia

Sabtu kemarin tanggal 26 Agustus 2017 saya berkesempatan bertemu dengan Ibu Lia, koordinator KWT Desa Tukamasea yang pada siang itu sudah menunggu saya bersama suaminya. Saya bertemu beliau di rumahnya, dalam rangka melihat langsung program CSR yang katanya telah sukses mengangkat warga desa menjadi mandiri pangan. Karena awalnya saya sempat tidak percaya jika di daerah yang panas ini ada sekelompok wanita yang berhasil menanam bumbu dapur dan sayuran di pekarangan mereka. Sebagai warga kota yang belum genap setahun tinggal di Makassar, setiap lewat Kab. Maros yang saya lihat adalah karst, pesawahan dan roti Maros 😆. Oleh karena itu untuk membuktikan semua berita daring yang saya baca dan wawancara singkat via telepon dengan Bapak Nur Alang, saya bertekad untuk datang langsung ke desa Tukamase.

Dari hasil pembicaraan singkat yang saya lakukan dengan Ibu Lia, saya dapat menarik kesimpulan bahwa program yang telah terbentuk hampir 2 tahun ini telah membawa banyak manfaat baik bagi warga Desa. Baik manfaat dari segi kesehatan, segi ekonomi dan segi keharmonisan keluarga. 

Bertani dengan memanfaatkan lahan pekarangan tidak pernah terbersit sebelumnya dalam benak Ibu Lia. Sampai akhirnya Bosowa Semen mengajak para warga desa untuk ikut serta dalam kegiatan KWT ini. Dari awal terbentuknya KWT di desa ini, langsung di bentuk 5 kelompok tani. Dimana setiap kelompoknya beranggotakan kurang lebih 20 orang. Ibu Lia merasa senang dengan keterampilan yang dimilikinya saat ini. Karena dengan menanam tanaman sendiri, para anggota KWT bisa memastikan sayuran dan bumbu-bumbu yang mereka konsumsi aman dan menyehatkan.  Selain itu manfaat dari segi ekonomis bisa dirasakan dengan nyata, sayuran dan bumbu dapur seperti cabai,tomat dan bawang yang tadinya menjadi cost yang harus dikeluarkan setiap hari berubah menjadi bukan cost lagi.

Tanaman terong yang di tanam di dalam poly bag

Bayangkan jika dalam sehari cost yang dikeluarkan untuk membeli sayuran dan bumbu dapur misalnya Rp. 5.000,- sampai Rp. 10.000,- berapa banyak uang yang bisa disimpan selama hampir dua tahun berjalannya program ini. Sampai saat ini Bosowa Semen masih terus mendukung program KWT di 2 Desa ini. Dukungan berupa supply poly bag, benih tanaman,  kegiatan perlombaan dan lain-lainnya masih terus di jalankan oleh Bosowa Semen.

Data di ambil dari Laporan Rekap KWT Desa Bagura dan Desa Tukamasea (Comdev&Environment Dept. Bosowa Semen)

Sampai saat ini ada 15 KWT yang telah yang dibina oleh Bosowa Semen, beranggotakan 654 orang anggota yang tersebar di Desa Barugae dan Tukamasea. Sayapun sempat menanyakan kepada Bu Lia, bagaimanakah sistem pelaporan dari kegiatan ini. Bu Lia menjelaskan bahwa setiap bulan beliau mengadakan pertemuan dengan semua anggota, dan dalam pertemuan tersebut selalu ada sesi sharing. Berbagi tentang kendala yang ada dan pencapaian yang telah diraih oleh setiap lahan pertanian rumah yang dimiliki anggota. Begitupun dengan permasalahan pembagian bibit dan polybag. Setiap bibit dan polybag yang dibagikan ke anggota akan dicatat oleh masing masing koordinator. Dan akan dilaporkan berkala kepada pihak Bosowa Semen.


Warga Desa juga diajarkan mengolah kotoran menjadi pupuk organik. Bahan pupuk didapat dari hewan peliharaan di tiap desa. Ini adalah photo kotoran sapi yang sedang memang sengaja dijemur dan didiamkan selama 2 minggu, sampai gas dalam kotorannya hilang dan siap di olah menjadi pupuk organik.

Sebagai informasi tambahan, Bu Lia dan Pak Rahman mengajak saya mengunjungi green house di KWT Dusun Bungaeja. Setiap kelompok KWT difasilitasi dengan sebuah green house, fungsi dari green house ini adalah untuk pembibitan dan karantina tanaman. Jadi bibit akan disemai di green house, sampai tumbuh menjadi bibit tanaman siap tanam. Seperti contoh untuk tanaman cabe, diperlukan waktu waktu sekitar 2 minggu untuk muncul bibit. Kemudian bibit tersebut akan dipisahkan satu persatu ke dalam gelas plastik kecil. Dari proses tersebut dibutuhkan 2 minggu lagi untuk siap ditanam ke polybag. Ada seorang angota yang akan ditunjuk untuk mengelola green house, ketika para anggota membutuhkan bibit tanaman. Mereka bisa datang ke green house dan mengambil tanaman ke penanggung jawab green house.

Tanaman Betadine adalah salah satu tanaman TOGA yang di tanam di sini

Selain tanaman sayuran para anggota KWT juga diajarkan untuk menanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Sebagai apotik hidup yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar, jika membutuhkan tanaman herbal. Berbicara mengenai program budidaya tanaman organik di Desa Tukamasea, saya melihat peran serta warga yang ikut dalam program ini tidak hanya sebatas peran para Ibu-ibu saja. Disetiap kesuksesan lahan pertanian yang ada di setiap pekarangan rumah, dibalik itu semua pasti ada tangan-tangan kuat dan dan kokoh dari para suami. Para suami yang sayang istri ( pastinya ya 😉) tidak hanya memberikan dukungan moril saja. Banyak dari mereka yang bahu membahu membantu para Ibu-ibu anggota KWT dalam menanam sayuran, menata tanaman di rak bambu yang dibuat menyerupai tangga, belum lagi sibuk mencarikan pupuk kandang. Pokoknya jempol 👍 deh buat Bapak semua.

Bapak Hilman suami Ibu Lia bahkan menceritakan kepada saya, bagaimana pedulinya ia terhadap tanaman organik keluarganya. Pulang dari ladang beliau tidak segan membantu sang istri menyirami tanaman. Begitupun dengan suami ibu Hanasiah salah satu anggota KWT yang secara tidak sengaja bertemu saya kemarin, dalam obrolan singkat yang lakukan beliau mengatakan bahwa tanaman organik ini bisa menurunkan tingkat stress. Melihat tanaman yang mereka tumbuh dan berbuah, rasanya seperti mendapatkan kebahagiaan tersendiri.

Ibu Lia bersama Ibu Nur penanggung jawab green house di Dusun Bungaeja

Budi daya tanaman organik memang telah terbukti menjadi sebuah kegiatan yang positive bagi para Wanita di Desa Tukamasea. Saat ini bisa dibilang mereka sudah menjadi masyarakat yang mandiri pangan untuk produk makanan sayuran hijau, cabai,tomat,bawang, terong, kacang dan beberapa tanaman lainnya. Program ini pun ikut berperan dalam terciptanya hubungan harmonis antar anggota keluarga. Dengan melakukan kegiatan menanam di pekarang rumah, komunikasi antar anggota keluarga menjadi lebih terjaga dan berkualitas. Dan hal tidak kalah pentingnya adalah mereka sedang mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang kebaikan menanam bagi diri sendiri dan bagi bumi. 

Setiap hal pasti akan menemui kendala dan tantangan, begitupun dengan Program CSR KWT ini. Kendala terbesar yang di hadapi adalah kurangnya aliran air di desa mereka. Terutama ketika musim kemarau datang, Bosowa Semen turun tangan memberikan bantuan air kepada warga desa. Walaupun supply bantuan air tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan yang ada. Selain itu kendala yang dihadapi adalah sapi peliharaan yang menjadi ancaman bagi tanaman. Ketika musim panen tiba, sapi warga dibiarkan bebas berkeliaran. Akhirnya banyak sapi yang nyasar mencari makan ke kebun tanaman organik 😆. Hal ini membuat para Bapak-bapak tergerak membuatkan pagar bambu untuk menutupi pekarangan. Sapi aja doyan makanan organik 😀.

Manfaat Mengedukasi

Bibit sawi yang siap di pindahkan ke media tanam gelas

Sebuah pepatah kuno yang mengatakan " Memberi pancing lebih baik dari pada memberi ikannya ", yang kurang lebih berarti : memberikan pancing agar orang bisa belajar memancing untuk mencari makan dan bertahan hidup jauh lebih baik di banding memberikan ikan begitu saja. Pancing ini diibaratkan sebagai sebuah keterampilan yang bisa menghasilkan. Program CSR KWT ini saya lihat seperti sebuah pancing yang diberikan bagi warga Desa. Dari keterampilan yang di ajarkan ini, mereka bisa menanam dan menerima banyak manfaat lainnya. 



Beberapa contoh manfaat telah banyak saya sebutkan di atas, baru-baru ini ada manfaat lainnya yang bisa dirasakan secara nyata. Yaitu manfaat secara ekonomi dari menjual tanaman organik atau menjual hasil panen ke masyarakat umum. Menurut informasi yang saya dapatkan, sudah ada beberapa anggota yang berhasil menjual tanaman cabai dengan harga Rp. 35.000,- per poly bag, bahkan ada yang telah sukses menjual 50 buah banyaknya. Sebagai salah satu desa yang bisa di katakan sukses dalam budi daya tanaman organik, Desa Tukamasea selalu menjadi tempat yang di rekomendasikan ketika para Pejabat Kabupaten mencari bibit tanaman organik. 

Program CSR ini yang awalnya merupakan sebuah bentuk tanggung jawab Bosowa Semen, guna ikut serta berkontribusi secara sosial dan ekonomi terhadap keberlangsungan masyarakat sekitar. Program CSR KWT ini sudah berhasil menjadi sebuah program yang tidak hanya menghasilkan dari segi ekonomi saja. Program ini juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam terciptanya keluarga yang sehat dan harmonis. Bosowa Semen berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat sekitar dan tetap meminta pastisipasi aktif dari masyarakat. Karena sebuah program CSR akan berjalan sukses bila kedua belah pihak mau ikut berperan serta dan ikut aktif melakukan kegiatan yang telah disepakati.

Pagar yang melindungi tanaman dari sapi peliharaan

Kegiatan yang positif akan menciptakan banyak potensi positif di masyarakat luas. Bosowa Semen berharap dengan hadirnya kegiatan seperti itu, maka hal tersebut akan juga memberikan berdampak positif pada Perusahaan. Seperti terjaganya kelancaran kegiatan operasional pabrik, berkurangnya potensi resiko bisnis serta terjalinnya hubungan baik dengan masyarakan sekitar. Dengan begitu kegiatan bisnis dan pengembangan bisa terlaksana dengan lancar.

Dengan berkembangnya Program CSR KWT ini, Bosowa Semen memberikan apresiasi kepada para anggota ditiap KWT. Yaitu dengan memberikan layanan kesehatan gratis dari Puskesmas, setiap satu bulan sekali. Program ini merupakan pengembangan dari program sebelumnya, setelah bisa dikatakan sukses menanam dan mengkonsumsi tanaman organik. Kesehatan warga desa pun di pantau, sebagai bahan refensi bahwa konsumsi tanaman organik bisa meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat.

Buku pemeriksaan kesehatan yang di lakukan oleh Puskesmas

Asupan makanan yang kita makan menentukan kondisi kesehatan badan kita dimasa yang akan datang. Dan pestisida merupakan zat tidak cuma berbahaya bagi tubuh manusia, pun berbahaya bagi lingkungan kita. Bahayanya pestisida bagi tubuh manusia dan lingkungan hidup adalah sbb :

Bahayanya bagi kesehatan tubuh manusia, sbb :
➤ Berbahaya bagi pertumbuhan otak. Jenis pestisida tertentu berbahaya bagi pekembangan otak manusia.
➤ Menimbulkan masalah bagi perkembangan anak. Bisa menyebabkan bayi lahir cacat dan autisme.
➤ Mempengaruhi kesehatan reproduksi
➤ Menimbulkan Alergi
➤ Hingga menyebabkan kanker

Bahayanya bagi kesehatan lingkungan, sbb :
➢ Terjadinya ganguan ekosistem lingkungan
➢ Ledakan polulasi hama, ketika predator hama punah karena pestisida hal tersebut akan menimbulkan ketimpangan dalam rantai makanan. Dengan begitu populasi hama bertambah secara tidak wajar
➢ Hilangnya unsur hara tanah yang terkandung dalam tanah, sehingga tanah tidak subur lagi untuk di tanami
➢ Punahnya spesies fauna, pestisida yang mengkontaminasi lingkungan akan berdampak sangat buruk bagi flora dan fauna yang hidup di dalamnya


Gerakan menanam tanaman organik patut kita dukung dan apresiasi, dengan menanam supply makanan bisa tersedia setiap saat. Menanam juga bisa menjadi therapy bagi jiwa karena dengan menanam kita belajar bersabar dan berproses. Jika hasilnya sukses, hati akan terasa bahagia. Menanam juga artinya kita mencintai dan menghargai bumi ini, pun bisa jadi contoh yang baik bagi anak-anak kita. Dengan menanam sayuran sendiri, anak-anak akan belajar menghargai proses dan termotivasi untuk ikut serta menjaga alam.

Bosowa Semen bersama warga Desa Tukamasea bekerja sama dan bahu membahu dalam usaha menciptakan keluarga sehat dengan makanan yang bebas pestisida. Keluarga sehat akan menghadirkan generasi penerus yang sehat juga dan bertumbuh kembang baik. Karena anak-anak ini di masa yang akan datang akan menjadi generasi penerus bangsa. Serta akan menjadi para pemimpin masa depan yang di harapkan bisa menjadi pemimpin Indonesia bahkan Dunia. Dengan memperbaiki asupan makanannya, Bosowa Semen berupaya menciptakan generasi muda Sulawesi Selatan yang sehat dan menghargai alam. Inilah salah satu bentuk upaya yang di akukan Bosowa Semen dari Makassar untuk Indonesia

Mari kita bersama-sama ciptakan keluarga sehat dan bebas pestisida. Bersama Bosowa Semen kita berdiri, keras dan kuat untuk membangun masyarakat yang mandiri pangan serta mampu mengadapi segala tantangan zaman. Semua ini bisa dimulai dengan niat dan tekad dari pekarang rumah masing masing.

Ki-ka : Pak Rahman, Ibu Lia, Saya, Ibu Hanasiah dan Suami




Sumber informasi tulisan :
- https://maroskab.go.id/geografi
- http://bsfm.maroskab.go.id/2016/01/bosowa-ajak-study-banding-kelompok.html
- https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_organik
-https://health.detik.com/read/2012/08/13/175334/1990245/766/7-penyakit-mengerikan-akibat-makanan-yang-tercemar-pestisida
- https://id.wikipedia.org/wiki/Dampak_lingkungan_dari_pestisida
- Rekap daftar KWT Desa Baruga dan Tukamasea
- MOU BPP Pertanian
- http://www.antaranews.com/foto/13735/semprot-hama
- http://indotopinfo.com/pengaruh-pestisida-terhadap-kesehatan.htm






















Selasa, 29 Agustus 2017

Kebaya Pakaian Sepanjang Masa


Kebaya

Kebaya merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa arab : Abaya, yang berarti pakaian. Pakaian nasional yang biasa saya pakai ketika hari Kartini datang saat masih sekolah dulu. Pakaian ini sudah menjadi pakaian Nasional yang bisa di pakai oleh siapa saja, terutama untuk acara resmi seperti penikahan dan upacara. Pada tahun 1500-an di pulau Jawa kebaya merupakan pakaian yang hanya di pakai oleh keluarga kerajaan. Berjalannya waktu pada masa kedudukan Belanda kebaya juga menjadi salah satu pakaian yang suka di pakai oleh para wanita Eropa di sana pada kala itu.

Kebaya yang konon berasal dari tiongkok semenjak ratusan tahun yang lalu ini sudah menyebar ke seluruh penjuru Nusantara dan juga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapore. Sebagai bangsa Indonesia saya merasa cukup bangga, karena saya merasa kebaya telah menjadi busana nasional yang biasa di pakai oleh para Ibu Negara dan para Pejabat Negara ketika rapat paripurna, upacara kemerdekaan dan acara resmi lainnya.

Kebayapun sudah menjadi pakaian wajib bagi para pengantin dan keluarga di acara pernikahan, begitupun para tamu undangan pernikahan banyak yang memilih kebaya sebagai busana resmi atau bahasa sederhananya busana kondangan. 

Busana kebaya pada zaman dahulu kala, sangat identik dengan model bukaan depan yang biasanya di kaitkan menggunakan peniti atau kancing. Atau design kebaya klasik dengan kutubaru, sambungan kain yang di letakkan di bagian dada. Persis menutupi area dada sampai atas pinggang, karena biasanya kebaya model ini di pakai dengan lilitan stagen di bagian perut. Jadi bagian perut tetap tertutupi oleh stagen.

Design Hengki Kawilarang yang di peragakan di FEMME 2017

Pada saat ini design kebaya tidak terbatas hanya pada design dengan bukaan kancing atau kutubaru di bagian depan saja. Design kebaya yang ada di dunia mode saat ini, bisa di katakan sudah berubah menjadi sangat modern dan bisa di customize sesuai selera designernya masingmasing. Salah satu designer Indonesia seperti Ibu Anne Avantie dan Hengki Kawilarang telah merubah cara pandang saya terhadap busana ini. Ibu Anne Avantie merupakan designer yang mengkhususkan diri mendesign kebaya, sedangkan Hengki Kawilarang mendesign busana haute couture. Design mereka telah sukses merubah design kebaya menjadi sebuah pakaian yang sangat modern dan uptodate tetapi tetap menjaga pakem dan filosopi kebaya itu sendiri.

Baca Juga : Rancangan Designer Priyo Oktaviano Di FEMME 2017

Kebaya dan Filosofinya

Design kebaya karya Priyo Oktaviano di ajang FEMME 2017

Setiap pakaian tradisional pasti memiliki sejarah dan filosofi tersendiri. Kebaya mengandung filosofi nilai nilai kepatuhan, keanggunan dan menonjolkan wanita sebagai mahluk yang lemah lembut. Dengan memakai kebaya wanita Indonesia akan terlihat sangat anggun dan gemulai. Karena kain yang di pakai sebagai padanannya merupakan kait panjang yang di lilit menyelimuti tubuh, menandakan perempuan tersebut harus pandai menjaga diri dan menyesuaikan diri. Kain yang di lilit menempel ke tubuh kita pastinya membuat kita tidak mudah bergerak, dengan itu kita sepatutnya jadi pintar membawa diri dan menyesuaikan langkah.

Patuh menutupi bagian tubuh dari atas sampai batas kaki tanganpun tertutup sampai pergelangan, hanya terbuka di bagian leher saja. Kebaya merupakan pakaian yang bisa di biilang cukup modest (sopan). Dengan ini di harapkan perempuan bisa menjadi sosok yang patuh dan bisa menjaga diri.

Stagen yang di lillitkan di atas perut ketika menggunakan kebaya, memiliki arti 'dowo ususe' yang artinya panjang ususnya. Panjangnya stagen yang dililitkan sebagai ikat pinggang, merupakan kain panjang. Panjangnya kain yang di lilitkan ini ibarat panjangnya usus, dan di harapkan bisa menjadi simbol agar setiap perempuan bisa hidup dengan kesabarannya.

Baca Juga : 3 Fashion Items Yang Harus Ada Di Lemari

Kebaya Dan Kain Nasional


Berbicara tetang kebaya berarti kita juga akan ikut serta membicarakan kain yang di pakai sebagai padanannya. Sebagai orang jawa saya akan memakai kebaya kebaya dengan jarik (kain) batik khas dari provinsi Jawa Tengah. Jariknya harus di wiru terlebih dahulu, ingatan saya pun melayang ke masa masa ketika kecil dahulu. Ketika melihat Ibu saya mewiru jarik yang akan beliau pakai untuk acara kondangan esok hari. Semakin besar sayapun di ajarkan cara mewiru jarik, melipat ujung kain menyerupai lipatan kipas.

"Ndhok Koe iki wong Jowo, Yo mesti nganggo carane wong Jowo" = " Nak kamu ini orang jawa, jadi harus menggunakan cara jawa (dalam memakai kain) kurang lebih itu yang di ajarkan oleh Ibu kala itu. Hal tersebut membuat saya merasa ketika pakai kebaya, paling afdol memakainya dengan jarik yang di wiru.


Kebaya biasa di rancang mengunakan berbagai jenis kain tergantung dari daerah dimana kebaya itu berasal atau bisa menyesuaikan dengan selera dari si pemakai. contohnya : 

➤Seperti kebaya encim banyak di buat menggunakan kain katun dengan bordir, kebaya dengan bukaan depan merupakan design yang sangat klasik. 
➤Kebaya betawi mempunyai design bordir yang bisa di bilang cukup mirip dengan kebaya encim, biasa di buat menggunakan bahan chiffon yang cukup menerawang. 
➤ Kebaya pengantin daerah Jogjakarta yang terbuat dari kain beludru hitam.

Baca juga : Mazaya Nail Polish Lovely Pink Color Review


Tapi bahan yang menurut saya paling klasik dan paling banyak di gunakan dalam pembuatan busana kebaya adalah brokat. Kebaya Ibu saya dari jam dahulu kala sampai saat ini selalu di buat menggunakan bahan ini. Saat ini kebaya brokat sudah menjadi busana Nasional yang bisa di pakai oleh siapapun dalam acara apapun. Yang membedakan adalah kain yang akan di pakai sebagai padanannya. Orang Jawa akan memakai kebaya dengan jarik, orang Bali akan memakai kebaya dengan kamen, orang Batak akan memakai dengan Ulos, begitupun dengan saudara2 kita di daerah lainnya. Terutama untuk acara resmi dan undangan apapun kain yang di gunakan, atasannya pakai harus kebaya 👍.

Rancangan Ibu Ida Noer Haris di ajang FEMME 2017, yang menggunakan kain sutra Bugis

Kebaya merupakan pakaian yang telah ada dari zaman dahulu kala ini bisa di katakan menjadi pakaian yang tak lekang oleh  zaman. Walaupun saat ini kebaya sudah bertransformasi menjadi busana fashion dengan design yang cantik dan unik. Tetapi kebaya tetap bertahan dan di cintai oleh para Perempuan Indonesia. Terutama untuk acara resmi dan undangan, paling aman dan cantik ya kalau pakai kebaya.

Dengan kondisi jaman yang serba cepat dan mudah seperti saat ini, belanja pun bisa dengan mudah di lakukan. Bahkan ketika kalian butuh kebaya untuk acara undangan dan acara resmi lainnya. Kalian bisa menemukan banyak koleksi kebaya modern di Zalora Indonesia yang sesuai dengan gayamu. Semua bisa di lakukan hanya dengan membuka layar smartphone kalian. Gampang kan?

Nggak perlu pusing lagi mikirin outfit yang akan di gunakan ke undangan pernikahan besok. Maklum sekarang kan sudah dekat dengan lebaran Haji, undangan pernikahan dan acara makan malam sudah mulai banyak saya terima. Ya yang namanya perempuan maunya tiap ke acara, outfitnya beda beda. Ya begitulah kami 😀.

Saya menyukai kebaya modern dengan details di kerah seperti ini


Apakah arti kebaya bagi kalian? yuks share sama saya di bawah ini...


Rabu, 23 Agustus 2017

Mazaya Nail Polish - Lovely Pink Color Review


Hello, 
Di pertengahan minggu yang cerah ini kita ngomongin nail polish alias kutek yuks. Saya ini orangnya emang rada centil dan suka sama urusan per-dendongan. Saya punya temen namanya Dewi, dia ini temen saya paling yang suka kasih refferensi hampir tiap bulan, meng-infokan kosmetik dan peralatan perangnya yang bagus dan wajib di beli oleh kami 😅. Hellow Wie, nama lo gue sebut nih, jangan minta royalti yaakk.

Tapi 1-2 tahun belakangan udah mulai stop nggak belanja kosmetik karena mubazir, semua kosmetik yang saya beli biasanya cuma di pake 1/3 terus di masukin lemari dan di diamkan sampai bulukan 😓. Akhirnya sadar kalau prilaku demikian adalah prilaku yang sangat tidak baik dan tidak bertanggung jawab. Jadi stop belanja kosmetik deh, kecuali kalau mau di review 😅.

Belakangan lagi suka sama dunia perkutekan, pengen pakai kutek lucu di kuku biar kukunya cantik. Dan sudah lama saya memang mencari nail polish yang memang cocok sama gaya hidup hijabers, aman buat wudhu maksudnya. Selain karena centil alasan pakai nail polish ini karena kuku saya buntet cyinn, nggak pernah panjang karena selalu saya potong cepak. Kelihatan banget nggak ada cantik cantiknya ini kuku. Jangan sampe gaya udah keren, *eh kukunya pecah2 atau warnanya butek. Dari pada begitu mending di cat ajah deh ya kukunya. 


Nah pilihan saya jatuh ke brand bernama Mazaya, Mazaya merupakan produk kosmetik yang memiliki sertifikat LPPOM MUI. Merka mengklaim bahwa bahan baku yang di gunakan dalam kosmetiknya halal dan bebas dari bahan yang berasal dari binatang di haramkan dalam agama Islam. 

Tapi masih banyak alasan lain kenapa saya pilih Mazaya Nail Polish Peel Off  ini. Yuk simak alasan saya di bawah ini ya :

➤Produk nya Halal dan Breatheable nail enamel.

➤ Tidak berbau sama sekali

➤ Mudah di aplikasikan dan tidak menggumpal

➤ Peel Off atau Mudah di lepas jika ingin membersihkan kuku

➤ Harganya terjangkau

Nah udah tau kan alasan saya memilih product ini. Alasanya yang paling dasar banget sih sebenernya karena insha Allah product ini Halal. Selain itu saya yang nggak suka dan nggak tahan sama bau aceton, jadi seneng banget ketika nemu Mazaya nail polish peel off ini. Karena kalau bosan, tinggal di lepas aja dari kuku. Simple dan praktis kan. 


Ada 5 Pilihan warna dari Mazaya Nail Polish yaitu : glamor red, lovely pink, nude peach, pearly purple dan sugar brown. Karena saya type orang yang suka warna pastel dan lembut, pilihan saya jatuh ke warna Lovely Pink. Warna ini kayaknya cocok banget sama ke pribadian dan kebanyakan outfit saya.

Yuks kita lihat tampilan dari Mazaya Nail Polish berwarna Lovely Pink ini.

Texture nail polishnya lumayan ringan/encer jadi mudah di aplikasikan dan tidak menggumpal

warnanya cantik yaa 😍

Happy fingers 💗

Kalau  mau sholat atau bosan nail polishnya mau di lepas di peel off aja. Karena cat kuku halal masih banyak jadi kontroversi, jadi kalau mau sholat nggak pakai ribet oles aceton. Tinggal di lepas aja kaya contoh di photo, praktiskan?

Saya membeli Mazaya Nail polish ini di Toko Kosmetik Mitzuko yang ada di Jl. Nusa Kambangan No. 40, Pengayoman - Makassar. Dengan harga 45K + discount 10%. Siapa tahu kalian berminat membeli product yang sama, semoga review saya ini bisa menjadi informasi buat kalian ya.

Kalian termasuk yang suka pakai nail polish atau enggak sih? Iya/Engga... yuks kita bahas di bawah ini alasannya. Terimakasih 💕💅



Senin, 21 Agustus 2017

Curhat Teteh : 24 Jam Bersama Kerjaan Yang Nggak Pernah Beres


Ketemu lagi di hari Senin bersama #Sannengtalk, kali ini kita akan membahas topik seputar curhat mamak mengenai kegiatan sehari hari dalam kurun waktu 24jam alias seharian penuh. Kegiatan yang biasa dan pasti kita lakukan dalam kurun waktu seharian penuh. Kira kita teteh kalau sehari - hari ngapain aja sih Teh Awie??. Mari kita bahas kegiatan saya dengan segala kerempongannya, khusus di #SannengTalks kali ini.

Baca juga tulisan tentang kegiatan 24 jam/seharian

Pertama kali di suruh nulis tulisan ini, jujur saya merasa dag dig dug alias agak nggak PD. Mungkin karena saya merasa hidup saya flat banget cyiin 😅, kehidupan Ibu Rumah Tangga yang biasa banget. Dari postingan saya di social media juga orang udah bisa nebak kalau hidup saya flat Mak, flat kaya kertas fotokopi *yaa kannn. 

Bekerja Di Kantor Atau Di Rumah Aja



Kalau saya di tanya : " Woi ... Awie kegiatan lo klo sehari hari ngapain aja??". Jawaban yang akan keluarkan simple banget " ... ya gini deh, menjalani hidup ". Mungkin sahabat dan teman saya sudah paham betul kelakuan dan cara saya berbicara. Ada beberapa orang yang kadang kepo atau merasa tidak puas dengan jawaban saya, mereka langsung akan mengkonfrontir saya dengan pertanyaan lanjutan. " Kaga ngapa2in Aw*???... kenapa lo nggak kerja aja sih.. atau ngapain kek?" ini bunyi pertanyaan lanjutannya biasanya kek gitu. Mau tahu jawaban saya yang selanjutnya, " Suami gue ajah kaga repot cyiinn, ha ha ha....". Kemudian percakapan akhirnya akan berakhir dengan garing 😅.
(*Aw = Panggilan singkat yang biasa di lontarkan oleh saudara2, sahabat dan teman lama saya)

FYI, saya pernah bekerja gila gilaan. Jam 23.00 wib saya baru sampai terminal kampung rambutan kemudian sampai rumah saya di Bogor kira2 pukul 24.00 Wib, dan besok paginya saya harus ke kantor lagi. Saya juga pernah kerja ampun ampunan deh, buat brand aksesoris yang pernah saya miliki (*eh masih saya miliki qo sampai sekarang). Ya jelek jelek gini saya juga pernah jadi bussiness woman *ehem ehem ( batuk dulu sedikit 😅). Mempunyai sebuah bisnis yang bekerja sama dengan beberapa OL Shop besar di Indonesia bukanlah perkara mudah. Berbisnis di dunia fashion yang tough ini, kita beneran di uji untuk selalu terdepan mengikuti trends dan harus mempunyai ciri khas. Belum lagi brand kita harus di iklankan ya minimal di endorse lah saya publik figure. Jadi sebelum pergantian tahun,  di akhir tahun itu kita udah harus ngumpulin data fashion trend yang akan booming di tahun depan untuk kita jadikan bahan referensi untuk koleksi brand kita di tahun depan. Karena biasanya di awal tahun client sudah memberikan jadwal penjualan ke kita, dari agenda penjualan dan sale dan tetek bengek-nya.

Makanya kita tuh kudu gesit dan cekatan banget untuk mikirin koleksi apa saja yang akan di buat, tema koleksinya apa, riset pasar dan pesaing, mau di launching barang baru kapan, berapa piece yang harus di buat, urusan skema harga sampai menekan harga hpp, memastikan tagihan ke client sudah di kirim, bla bla bla nggak ada habisnya. Mikirinnya lagi ajah udah bikin saya ngos ngos-an. Ya lumayan lah kaya ngebayangin lari keliling komplek 5 puteran *matek. Apakah saya kapok berbisnis?? tentu saja NO/TIDAK. Berbisnis membuat kita belajar banyak dan merubah kita jadi perempuan yang kuat. Berfikir praktis dan harus bisa membuat keputusan cepat juga merupakan bagian kehidupan berbisnis. Selama kita mengerjaan pekerjaan kita dengan maksimal dan sungguh sungguh, apapun hasilnya kelak Insha Allah kita nggak akan pernah menyesal. Untung Rugi pasti ada, tapi pengalaman yang kita dapat nggak pernah bisa di beli dengan apapun. Termasuk pengalaman saya saat ini, yang akan saya ceritakan di #SannengTalks kali ini.

Buat saya bekerja kantoran atau menjadi Ibu Rumah tangga kurang lebih sama ajah, sama sama ada enak dan nggak enaknya. Saya percaya apapun profesi kita, selama di lakukan sepenuh hati, dengan cinta dan bertanggung jawab insha Allah akan membawa kebaikan bagi kehidupan kita. Nggak ada yang namanya lebih bagus IRT atau Lebih bagus Ibu bekerja, karena setiap orang punya kebutuhan berbeda beda dalam beraktualisasi diri. Dan cuma kita dan pasangan yang tahu, apa yang terbaik untuk kehidupan kita. Asal kita dan suami sama sama ikhlas, ya kita jalanin aja apapun profesinya. Yang penting halal, dan keluarga tetap menjadi prioritas pertama. Kalau bicara tentang kehidupan saya saat ini, mending saya ngaku ajah deh. Iya emang kehidupan saya sekarang mah flat banget cyiin,  saya seorang Ibu Rumah Tangga dan seorang part time blogger dan crafter. Pekerjaan utama saya ya menemaninya dan mendampingi suami tercinta yang sedang bertugas di Makassar. Alhamdulillah saya dan suami sama-sama ridha dan ikhlas dengan profesi kami masing2, dan berusaha untuk menjadi supporter terbaik bagi masing2 pihak. 


24 Jam Versi Awie


Nah klo kerjaan saya sehari hari biasanya di mulai dengan bikinin sarapan suami, habis itu bikin kopi dan sarapan trus nonton CSI atau acara sejenisnya. Kemudian di lanjutkan dengan urus rumah tangga, dari urusan cucian, bersih-bersih sampai urusan memasak makanan. Kadang olah raga, kalau lagi mau 😆, urus tagihan PDAM, iuran IPL, ke supermarket, ketemu temen atau janjian sama blogger buat review, dan kadang jalan sendirian ke tempat2 perbelanjaan dengan alasan bosan. Padahal itu alasan terselubung doang, nanti kalau di Mall liat barang bagus alasannya beda lagi " ... mumpung ada di Makassar, dari pada belanja OL.." #alasanklasik. Saya juga suka sekali menghabiskan waktu dengan membaca atau blogwalking,. Atau bisa juga menghabiskan waktu dengan ber-DIY di rumah. DIY bikin aksesoris sendiri, menjahit baju atau memotret.  Dan kemudian nunggu suami pulang kerja dan selesai, trus bobo cantik. Udah sekian ... kelar kegiatan hidup saya😅. Pasti yang baca akan bilang, OMG segitu doang 😆.

See, beneran flat banget kan hidup ini *kemudian tutup muka. Kegiatan hidup saya boleh kalian anggap gampang kelar, tapi apa kabar dengan kerjaan rumah tangga yang saya tangani sehari hari. Karena kerjaan rumah tangga itu termasuk kerjaan yang nggak akan pernah selesai. Dari pagi sampai malam hari, itu yang namanya kerjaan di rumah ada lagi dan lagi.

Kalian ngerasa kayak gitu juga nggak sih?

Seperti contohnya ketika saya selesai cuci piring kemudian di lanjutkan dengan memasak, selesai masak *eh itu cucian piring seketika numpuk lagi. Kadang saya bingung, sempat berfikir ini kerjaan rumah tangga apa atraksi sulap ?? qo *cring bisa muncul terus #etaterangkanlah 😁. Jadi Bapak Bapak dan Saudara sekalian, mohon jangan remehkan pekerjaan IRT. Kami itu berhadapan dengan pekerjaan yang lebih memukau dari atraksi sulap, adakalanya kami bahkan bisa membaca fikiran orang orang yang ada di rumah dengan sangat tepat. Seperti ketika pagi hari Bapak bolak balik membuka lemari dan rak baju sambil sesekali menggaruk rambut di kepalanya. Sebagai seorang istri yang baik hati dan penuh perhatian, seketika melihat suami sudah berpakaian rapi tapi tidak berbegas memakai sepatu pasti akan bertanya : " cari kaos kaki ya Pak? ", Bapak yang sedang bingung, kalau dapat pertanyaan seperti itu dari istri wajahnya seketika bisa sumringah lho. Mirip banget kaya habis nerima gaji bulanan gitu 😅. Pertanyaanpun pasti akan langsung di tanyakan : " Bu, ...dimana kaus kaki yang warna abu garis putih? ". Dan jawaban kamipun hampir tidak pernah meleset : " Ada di lemari, rak bagian kiri di laci ke 3 di sebelah kaos kaki olahraga yang warna putih". Ya begitulah kami, bisa di bilang lobus temporal yang ada di bagian otak kiri kami ini digunakan dengan maksimal 😄. Kami bisa menghafal letak di mana kami menyimpan kaos kaki Bapak dan anak2 sekaligus mengingat juga warnanya, mengingat dimana tempat menyimpan lembaran photokopi kartu keluarga sampai urusan mengingat kesalahan Bapak yang pernah Bapak lakukan di masa lalu *eh.

Kerjaan Yang Nggak Pernah Ada Beresnya



Perlu kita garis bawahi bahwa pekerjaan rumah itu sudah eksis dari jaman dahulu kala, dari sebelum kita lahir sampai kita ada dunia dan bahkan sampai kelak kita meninggal, yang namanya kerjaan rumah bakalan ada dan eksis terus. Jaman sekarang mungkin ada beberapa pekerjaan yang sudah bisa di kerjakan oleh mesin seperti contohnya : cuci baju. Tapi masih banyak juga lho pekerjaan yang masih harus di kerjakan secara manual alias pakai tangan. Ngomong ngomong soal kerjaan rumah, menurut kalian pekerjaan rumah yang kaya gemana sih yang nggak ada beresnya?? Nggak ada beresnya tapi tetap aja di kerjain lagi dan lagi. Habis gemana Mak, kalau bukan kita yang ngerjain mau siapa lagi dong??

Kerjaan yang nggak pernah ada beresnya, pekerjaan tersebut adalah .....

1. Cucian Piring


Ini pekerjaan dari bangun tidur sampai mau tidur, bakalan ada terus. Apalagi kalau kalian termasuk keluarga besar, makin banyak orang *beuh tumpukan cucian piring akan makin luar biasa. Cara terbaik dalam mengatasi cucian piring adalah dengan disiplin segera mencuci peralatan makan setelah di gunakan. Atau bisa juga mencoba cara lain, yaitu dengan belajar ilmu sihir di Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry 😉.


2. Setrikaan

Ya Allah kalau urusan setrikaan saya nyerah deh, sebelum anda menjudge saya tentang masalah ini. Saya cuma mau menginformasikan kalau Makassar itu panas, lebih panas dari Pamulang - Tangerang Selatan. Mungkin karena kota ini persis berhadapan dengan laut lepas. Terus maksudnya apa? Saya cuma mau menginformasikan kalau Makassar panas. Nggak sambil setrika aja udah panas apa lagi kalau siang2 nyetrika di Makassar dan saya tuh nggak suka nyetrika, jadi setrikaannya saya laundry aja. Sekian

3. Belanja Menu Masak Hari Ini ?


Tiap hari harus masak tapi tiap hari juga bingung dengan menu masakan yang akan di masak. Bosen lihat dagangan si Mamang yang itu lagi itu lagi, tapi kalau nggak beli nanti susah sendiri pas mau masak nggak punya apa2. Jadi sebenarnya Ibu maunya apa??? coba tolong #etaterangkanlah jiwa yang berkabut ...

4. Berbenah


Berbenah terdiri dari serangkaian kegiatan yang sepertinya sepele tapi cukup bikin Mamak rempong. Berbenah yang berarti merapikan dan membersihkan ini, harus di lakukan di setiap sudut rumah dari dari halaman sampai bagian belakang rumah. Dari urusan elap-elap, sampai sapu menyapu, belum lagi mengepel lantai, merapikan posisi perabot dan masih banyak lagi. Tapi saya suka kegiatan berbenah ini, bersih rumah seperti mengepel rumah dan menyikat tempat cucian piring itu bikin saya Happy. Ya, saya emang agak2 sedikit kecenderungan OCD, saya bisa mencuci tangan berpuluh puluh kali dalam sehari. Habis kupas bawang cuci tangan, kupas sayuran cuci tangan, ngulek bumbu cuci tangan 😅. Makanya di rumah, saya paling boros pakai sabun dan tissue. Alhamdulillah sih kecenderungannya nggak paragh banget, pokoknya kalau habis megang barang yang menurut saya kotor (padahal mah enggak kotor) dan beraroma wajib cuci tangan, habis buang sampah ke depan rumah juga nggak cuma harus cuci tangan, wajib cuci kaki kalau dari luar rumah 😆.

5. Balesin Like di Instagram

Mamak termasuk Mamak yang kekinian nggak? Sibuk main instagram dan cari follower? 😏. Nah hal ini merupakan salah satu kegiatan saya di kala senggang atau saat menunggu yaitu balesin 💓 dan tebar 💓di Ig saya, walaupun suka ada yang kelewat *maapkeun ya. Kegiatan ini kayaknya sepele dan remeh banget ya, tapi biar remeh juga tetep aja saya lakukan. Kadang mata sampe menyipit karena pedes, scroll Ig ke atas ke bawah. Kayanya penting banget yakk, *eh tapi iya lho penting dan ngaruh untuk dapetin follower di Ig 😅. Penting dong punya follower banyak, ya itung itung menambah teman dan relasi lah ya. Dari pada saya mencetin komedo, yang ada hidung saya merah trus mata berair dan menangis nanti kalau ada yang lihat di kira saya lagi ada masalah rumah tangga 😓. Mendingan cari follower di Ig, ya kan?? *lho 😆.

Mengerjakan kerjaan rumah tangga memang nggak segampang yang di kira, kadang banyak orang bilang kalau ini cuma pekerjaan remeh dan sepele. Apa iya se-sepele itu? Kerjaan perintilan ini kalau nggak di kerjain bisa menimbulkan efek menumpuk yang bisa menganggu kenyamanan hidup berumah tangga lho. Kedudukan Ibu pun mengambil bagian penting yang tak bisa tergantikan, sama seperti kedudukan Ayah. Ibu sekaligus Istri itu profesi yang nggak ada liburnya, menuntut kita bekerja 1 tahun penuh non stop 24 jam tanpa cuti. Ibu itu penopang dan pemersatu keluarga, karena tanpa kehadiran Ibu kondisi keluarga bisa goyah tanpa arah. Sudah jadi statement umum kalau jadi Ibu itu nggak boleh sakit, karena kalau ibu absen kehadiran bisa bisa keadaan rumah dan anak anak mendadak jadi  tidak terkontrol dan terjadi chaos di rumah. Yuk ah Peluk dulu satu satu para Ibu dan Istri di manapun kalian berada. You Rock, Girl 💪💕

Nah sekian daftar curhat saya hari ini, kira2 kalian punya pengalaman nggak tentang kerjaan yang enggak pernah ada beresnya? walaupun di kerjakan tetap akhirnya akan muncul dan menumpuk lagi. Kalau ada share dong sama saya, kita curhat di bawah ini yuk cyinn...

Terimakasih ya sudah mampir di sini, GOD bless You all 💓



Custom Post Signature

Custom Post  Signature