Rabu, 12 Desember 2018

Radang Amandel, Waspadai Potensi Penularannya dalam Keluarga


Radang amandel merupakan penyakit yang cukup akrab dengan keluarga saya. Tiga dari empat anak ibu saya pernah mengalami radang amandel saat masih kecil dulu. Dimulai dari Mas Deni kakak saya yang nomor dua, kemudian saya dan Dini adik saya paling bontot. Kami bertiga mengidap sakit radang amandel saat usia kami sekitar 9-10 tahunan. 

Ternyata sakit radang amandel ini bagaikan sejarah yang berulang di keluarga kami, hal serupa pun terjadi pada keponakan saya Wafa. Wafa juga mengidap radang amandel ketika usianya menginjak 9 tahun. Sempat saya berpikir, jangan-jangan sakit amadel ini penyakit turunan.


Penyebab Radang Amandel dan Potensi Penularannya



Sumber foto : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pos_strep.JPG

Radang amandel merupakan peradangan yang terjadi di bagian amandel atau tonsil yang disebabkan oleh virus dan tidak menutup kemungkinan bisa juga disebabkan oleh bakteri. Virus-virus penyebab radang amandel ini adalah sebagai berikut: rubeola, adenovirus, enterovirus, influenza, dan rhinovirus.

Radang amandel bukan penyakit keturunan seperti yang sebelumnya saya kira, tapi penyakit ini dapat menular. Sama seperti flu, virus dan bakteri yang menyebabkan radang amandel bisa menyebar akibat kontak langsung dengan pengidapnya. 

Virus dan bakteri amandel bisa menular kepada orang lain lewat udara dan media yang terkena kontak langsung dengan pengidap radang amandel. Misalnya ketika kita menyentuh atau menggunakan media yang sama digunakan pengidap radang amandel. Kita tidak sadari sebenarnya media tersebut sudah terkontaminasi virus dan bakteri amandel.

Sebagai keluarga sederhana dengan empat anak, Mama biasa mengajarkan kami untuk selalu rukun dan saling berbagi. Sebagai saudara kandung yang tumbuh bersama dengan usia yang berjarak cukup dekat, kami terbiasa jajan dan makan bersama-sama dalam satu piring atau berbagi jajanan es dalam satu gelas.

Jadi rasanya tidak aneh kalau kami bertiga dapat terkena sakit radang amandel, kebiasaan main dan makan bersama ini ternyata penyebab utama kami tertular sakit radang amandel. Entah siapa yang menularkan siapa, bisa jadi kakak saya. Karena kan kakak duluan yang mengidap penyakit ini, jadi kemungkinan besar beliau yang menyebarkan virusnya. 😅

Pengalaman ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami, kami jadi tahu bahwa radang amandel adalah penyakit menular sama seperti penyakit flu dan batuk. Jadi kelak jika saya punya anak, saya akan lebih berhati-hati.



Kenali Gejala Radang Amandel pada Anak-anak




Belajar dari sakit radang amadel yang diidap oleh kakak saya Deni, Mama jadi cepat tanggap ketika ternyata saya anak ketiganya juga terkena penyakit yang sama. Berdasarkan pengalaman sakit radang amandel yang pernah kami idap, terdapat gejala khusus yang sama-sama kami rasakan.

Gejala radang amandel diawali dengan sakit tenggorokan dan batuk disusul dengan rasa sakit saat menelan makanan. Pengidap radang amandel biasanya akan merasakan demam, sakit kepala, dan mual. 

Gejala spesifik yang biasanya membuat Mama nggeh kalau anaknya kena amadel adalah, mendengkur saat tidur dan pembengkakan kelenjar getah bening di area leher. Biasanya Mama mengecek kondisi amandel kami. Kami disuruh membuka mulut lebar-lebar, kemudian Mama menyalakan senter kecil dan mengarahkannya ke arah pangkal tenggorokan. Ketika terjadi radang amandel maka amandel akan terlihat besar berwarna kemerahan.

Gejala radang amandel yang disebabkan oleh virus biasanya dirasa lebih ringan jika dibandingkan dengan gelaja yang disebabkan oleh bakteri. 


Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Radang Amandel



Penyakit radang amandel dapat dicegah dengan tindakan yang mudah dan sederhana. Agar radang amandel tidak kerap menyerang dan menularkan anggota keluarga lainnya seperti yang terjadi di keluarga saya. Hal yang  bisa kita lakukan untuk mencegah radang amandel adalah  sbb :

- Menjaga kebersihan mulut dan sikat gigi
- Kumur air garam untuk membersihkan mulut
- Rajin minum air putih
- Menerapkan pola makan yang sehat.


Cara Mengobati Penyakit Radang Amandel


Obat Pereda sakit 


Sumber foto : Pixabay
Sering terkena radang amandel saat kecil membuat saya kerap bolak balik ke dokter untuk urusan radang amandel. Menurut keterangan yang saya ketahui dari dokter, tidak ada obat khusus untuk penyakit radang amandel ini.  Ada beberapa obat yang bisa digunakan tapi hanya sebagai obat pereda sakit. Obat tersebut adalah ibuprofen, parasetamol, aspirin, dan obat pereda sakit lainnya yang dijual bebas di apotik.

Walaupun obat peredanya ini dijual bebas di apotik, tetapi untuk dosis penggunaannya sebaiknya kita tetap melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter terlebih dahulu. Karena untuk kasus radang amandel yang cukup parah, biasanya dokter meresepkan antibiotik pada pasien.

Operasi Radang Amandel

Pengalaman yang keluarga kami alami, sakit radang amandel yang kami idap dapat terjadi berulang dalam kurun waktu tertentu. Kondisi radang yang kerap kambuh bisa dikategorikan sebagai kondisi yang cukup parah. Kondisi ini dibagi dalam beberapa kurun waktu : 7 kali kambuh dalam setahun atau lebih dari 5 kali kambuh dalam setahun selama 2 tahun terakhir atau lebih dari 3 kali kambuh dalam 3 tahun terakhir.

Kondisi kambuh yang disebutkan di atas terjadi pada kakak saya, karena sakit radang amandelnya cukup sering kambuh akhirnya dokter menyarankan agar kakak saya dioperasi. Masih teringat jelas dalam ingatan saya, waktu itu sekitar bulan Juli di tahun 1989. Saat liburan sekolah di rumah nenek di Wates, Jogjakarta.

Papa dan Mama ijin kepada Mbak Agustin kakak pertama saya, saya dan adik. Ijin untuk pergi berangkat ke sebuah rumah sakit yang ada di Kota Jogja. Tujuannya adalah membawa Mas Deni untuk operasi amandel. Kami dititipkan pada Mbah dan keluarga di Wates. Saya yang saat itu masih kecil, cuma manut aja.

Papa dan Mama pergi sekitar dua hari, mereka kembali setelah kondisi kakak saya cukup sehat dan kuat. Semenjak dioperasi, kakak tidak pernah lagi mengalami radang amandel. Alhamdulillah kondisi beliau sehat hingga saat ini.

Obat Herbal




Berbeda kondisi dengan kakak, saya dan adik alhamdulillah jauh lebih beruntung dari beliau. Untuk sembuh dari radang amandel kami tidak perlu sampai operasi. Setelah bosan membawa kami ke dokter untuk urusan sakit radang  amandel, Mama akhirnya coba mengobati kami dengan obat herbal.

Mama mengobati amandel kami dengan 1 sendok obat herbal berisikan perasan jeruk nipis dan kecap, yang kami minum 3 kali sehari selama 1 minggu penuh. Jika tenggorokan masih terasa sakit dan amadel masih terlihat bengkak, biasanya pemberian jeruk dan kecap dilanjutkan sampai 2 minggu.

Obat yang murah dan mudah didapat ini yang akhirnya menyembuhkan kami dari radang amandel yang telah kami idap cukup lama. Kandungan vitamin C dalam jeruk nipis memang dikenal dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta mampu mematikan kuman dan bakteri patogen yang ada dalam tubuh. Pun cukup ampuh untuk mengobati batuk, pilek dan radang tenggorokan.

Selain meminum obat herbal tradisional, Mama juga melarang kami minum air es yang dingin dan menyuruh kami banyak beristirahat. Sakit radang amandel yang pernah kami derita, memang membuat hidup kami kurang nyaman. Kondisi kesehatan lebih sering drop dan membuat aktivitas kami sebagai anak SD yang sedang aktif-aktifnya jadi terganggu.

---
Berkat Mama yang cekatan dan telaten dalam mengurus kami, akhirnya kami bias terbebas dari sakit radang amandel ini. 

Minggu, 02 Desember 2018

5 Tempat Wisata Palembang yang Sarat Nilai Sejarah


Akhirnya saya bisa menginjakan kaki juga di Kota Palembang. Saya pergi ke Palembang atas undangan dari Dinas Pariwisata Kota Palembang dalam acara Famtrip Musi and Beyond 2018. Perjalanan ini adalah pertama kalinya bagi saya, berangkat sendiri pula dari Makassar. 

Perjalanan dengan pesawat yang ditempuh satu jam empat puluh lima menit dari Makassar ke Jakarta plus sekitar enam puluh menit dari Jakarta ke Palembang kemarin bisa dibilang lancar, nggak ada satu kendala apapun. Malah saya sempat kekenyangan di pesawat, karena dapat makan 2 kali. Perut kenyang di pesawat artinya uang jajan utuh. 😀


Palembang Bukan Cuma Tentang Empek-empek




Ketika mendengar kata Palembang yang muncul dibenak saya tuh pasti empek-empek, saya anaknya kalau mikir memang nggak bisa jauh-jauh dari makanan 😁. Makanan khas Palembang yang dibuat dari ikan dan sagu, dihidangkan dengan cuko yang bercita rasa pedas, manis dan gurih.

Ya tentunya Kota Palembang bukan cuma tentang empek-empek, ada banyak sekali kuliner, adat dan budaya yang dimiliki oleh kota yang memiliki sungai terpanjang di Pulau Sumatra ini. Kota Palembang disebut-sebut sebagai kota tertua yang ada di Indonesia. Jadi tidak heran jika percampuran adat, kebiasaan dan budaya dari suku dan bangsa lain sudah berasimilasi dengan budaya dan adat masyarakat di Kota Palembang.

Saya di dermaga Pulau Kemaro
Pada saat bis kami menuju Rumah Jabatan Walikota Palembang untuk acara makan malam, Pak Latief selaku tour guide yang memandu kami menceritakan bahwa Empek-mpek merupakan makanan khas Palembang yang terpengaruh dari budaya dari Cina. Empek-empek sendiri dipercaya berasal dari kata 'apek' dalam bahasa cina yang memiliki arti paman atau lelaki tua.

Begitupun dalam hal bahasa, Pak Latief juga menceritakan bahwa Bahasa Palembang juga cukup mirip dengan bahasa Melayu dan Jawa. Dari dialek dan unsur bahasanya banyak sekali terdapat bahasa dari dua daerah tersebut.

Sebagai kota tertua sudah pasti Palembang memiliki cerita sejarah yang sangat panjang dan menarik. Hal itu bisa terlihat dari banyak objek wisata yang ada di sana. Ada banyak Objek wisata yang tidak hanya cantik tapi juga sarat akan cerita rakyat dan sejarah.


5 Tempat Wisata Palembang yang Sarat Nilai Sejarah



Ada banyak destinasi wisata di Kota Palembang, mulai dari destinasi wisata kekinian yang instagramable maupun tempat wisata yang memiliki nilai sejarah. Berkunjung selama tiga hari dua malam ke Kota Palembang mengantarkan saya ke banyak tempat, beberapa diantaranya sarat akan nilai sejarah.


Pulau Kemaro




Untuk datang ke Pulau Kemaro kita harus menaiki perahu atau ketek, kami naik ketek dari Dermaga Point Palembang. Perjalanan ke sana ditempuh sekitar 30-60 menit tergantung dari perahu yang digunakan. Semakin besar perahu yang dinaiki, waktu tempuhnya semakin lama.


Wisata ke Pulau Kemaro sarat akan cerita sejarah, karena di dalam area Pulau Kemaro terdapat makam Putri Fatimah. Menurut cerita Fatimah merupakan Putri Kerajaan Sriwijaya yang akan dipinang oleh seorang Pangerang dari Cina bernama Tan Bun An. Selain makam di pulau ini juga terdapat kuil, pagoda berlantai 9 dan pohon cinta. Pohon ini dipercaya bisa membuat orang yang mendatanginya bertemu dengan sang cinta sejati.

Ya percaya nggak percaya sih untuk kalian yang masih jomblo dan mencari cinta sejati, kalau mau percaya ya silahkan. Kalau saya sih memilih enggak percaya, soalnya saya sudah bertemu dengan Paksu cinta sejati dan kekasih hati saya. *eaaaa


Kampung Al-Munawar




Kampung Almunawar adalah Kampung Arab yang berada di tepi Sungai Musi dan telah ada sejak zaman penjajahan Belanda di abad ke-18. Kampung ini telah menjadi tempat bermukimnya bangsa Arab yang ada di Palembang pada saat itu.


Ya namanya juga Kampung Arab jadi warga di sini kebanyakan hidungnya mancung-mancung mirip Orang Arab. Tapi bukan hanya perawakan fisiknya aja yang mirip Orang Arab, gaya hidup dan kebudayaan Bangsa Arab pun berakar sangat kuat dan dipelihara oleh masyarakat di sini.


Kalau kalian datang ke sini kalian bisa melihat rumah adat yang dibangun pada abad ke-18. Rumah adat berbentuk limas dengan lantai bertingkat atau kekijing masih terpelihara dengan sangat baik di sini. For your information, rumah adat di sini sudah direstorasi dan diberi cat manis berwarna-warni. Yang pasti cakep banget untuk jadi konten foto di feeds instagram. Nggak percaya ?? Kuy datang aja dan buktikan sendiri.


Bukit Siguntang




Mendengar kata bukit pasti yang kita bayangin adalah wilayah bentang alam dengan permukaan tanah yang tinggi, mirip gunung dengan ketinggian lebih rendah. Nah menurut informasi yang saya dapat, Kota Palembang ini ternyata tidak memiliki area dataran tinggi. Bukit yang disebut sebagai Bukit Siguntang ini hanyalah bukit kecil yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter diatas permukaan laut. Nggak tinggi-tinggi banget cyiin, malah kayaknya kalah tinggi sama cita-cita saya waktu SD dulu. Cita-cita waktu SD kan tingginya setinggi langit #apasehh 😀


Bukit Siguntang merupakan tempat keramat dan dijadikan tempat untuk berziarah bagi masyarakat setempat. Di kompleks bukit ini dipercaya terdapat makam leluhur Palembang. Juga terdapat makam Raja-raja dan Pahlawan Melayu-Sriwijaya.


Museum Sultan Mahmud Badaruddin II 




Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan bangunan kolonial bercat putih dengan pagar dan kusen berwarna merah marun, cantik dan menawan. Bangunan museum ini dulunya merupakan rumah Residen Kolonial Sumatera Selatan pada abad ke-19. Dimana lokasinya berada dekat sekali dengan Dermaga Point Palembang, cuma berseberangan doang.


Di dalam museum ini terdapat banyak sekali koleksi barang dan informasi bersejarah. Mulai dari Lukisan para Pahlawan Palembang, koleksi kain, baju adat dan hal penting lainnya terkait adat, budaya dan sejarah. Datang ke Museum ini bisa dibilang merupakan cara termudah untuk berkenalan dengan adat dan budaya Kota palembang.


Kampung Kapitan




Kampung Kapitan, salah satu kampung yang sarat akan cerita sejarah Palembang dan menarik untuk didatangi. Kampung Kapitan merupakan area perumahan seluas 165,9 x 85,6 m, kampung ini  letaknya tidak jauh dari Dermaga Benteng Kuto Besak. Jadi kalau kalian datang ke sini via dermaga BKB dengan menggunakan ketek, lama perjalanan yang harus ditempuh hanya sekitar 10 menit saja.



Di kampung ini terdapat rumah tinggal Perwira Tinggi yang berasal dari etnis Tionghoa, yang pada masa penjajahan ditunjuk oleh Belanda untuk menjadi pengawas. Pengawas yang bertugas mengurus permasalahan kependudukan, pernikahan hingga urusan pajak yang harus dibayarkan ke Pemerintahan Belanda pada saat itu.

Tempat tinggal Pengawas Kapitan yang masih berdiri sampai saat ini terlihat sekali sentuhan kolonialnya. Tangga melingkar dan pilar-pilar tinggi penopang bangunan di bagian depan rumah terlihat sangat kontras dengan rumah-rumah di sekitarnya. Sayangnya rumah ini baru sebagian terrestorasi, masih dibutuhkan dana dan usaha lebih untuk menjadikan rumah tinggal Sang Kapitan terlihat utuh seperti bangunan kolonial di zamannya.

---

Sebenarnya masih banyak sekali destinasi wisata sejarah yang bisa kalian datangi saat ke Kota Palembang. Rumah Limas, Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak dan masih banyak lagi tempat wisata di Palembang yang sarat nilai sejarah.

Saya juga sebenarnya masih belum puas dengan itinerary jalan-jalan kemarin. Tandanya kapan-kapan saya harus datang dan menginap kembali di kota ini. Ya mudah-mudahan ada rezeki dan jodoh untuk datang kembali ke sini.

Kalau kalian bagaimana ? Sudah pernah ke Palembang atau belum ?

Custom Post Signature

Custom Post  Signature