Tampilkan postingan dengan label Hotel review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hotel review. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 November 2020

Paduppa Resort Terbaik untuk Bersantai di Tanjung Bira


- Paduppa Resort Terbaik untuk Bersantai di Tanjung Bira -. Pandemi masih belum usai tapi hasrat untuk liburan untuk mentok sampai ke ubun-ubun, ya mau bagaimana sudah delapan bulan ini aktifitas saya lebih banyak di rumah saja. Dari Lebaran kemarin sudah ingin berlibur tapi ya mau gemana, jangankan liburan pergi ke pasar saja kadang masih suka khawatir. 

Tapi melihat keadaan dan kondisi yang ada, sudah banyak orang yang mulai beraktifitas di luar rumah termasuk liburan akhirnya Long weekend kemarin saya putuskan untuk berlibur dan menginap di Tanjung Bira. Sebelum berangkat kami berdoa dulu agar selamat di jalan dan terlindung dari hal-hal yang tidak diinginkan dan pastinya siap sedia menjalankan protokol kesehatan.

Saya memilih Paduppa Resort untuk jadi tempat menginap saya, alasannya karena memang sudah lama ingin menginap di sini plus di sini ada pantai pribadi, jadi saya bisa berenang tanpa harus ke pantai Bira atau Bara yang biasanya padat oleh pengunjung. Awalnya saya berencana untuk menginap selama 3 hari 2 malam di sini. Sayangnya semua kamar sudah full booked, ya namanya juga lagi long weekend. Akhirnya saya hanya kebagian menginap untuk satu hari saja, yaitu di tanggal 31 Oktober pada hari Sabtu. Okay nggak apa-apa yang penting judulnya masih bisa liburan.

Paduppa Resort di Tanjung Bira - Bulukumba


Paduppa Resort

Paduppa adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Bugis, yang kurang lebih memiliki arti melayani/menyambut. Nama Paduppa juga dikenal sebagai nama sebuah tarian yaitu Tari Paduppa, pada zaman dahulu tarian ini dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan. Tarian Paduppa biasa ditarikan pada acara penyambutan Raja, dalam tarian ini para penari akan membawa serta bosara yaitu piring-piring yang berisikan beras, kue tradisional dan lainnya. Nilai dan filosofi yang ada dalam tarian ini menjadi sebuah nilai yang menginspirasi Paduppa Resort dalam melakukan pelayanannya kepada para tamu yang menginap di sana.

Para tamu dianggap sebagai raja dan ratu yang wajib disambut dengan keramahan, dilayani dan dihormati juga disuguhi dengan pelayanan dan hidangan terbaik. Dari Makassar saya berangkat lumayan siang, jadi sampai Tanjung Bira sudah terlalu sore. 

Paduppa Resort

Sesaat setelah sampai di sana dan parkir mobil, staf hotel langsung sigap membawakan barang bawaan ke lobby. Lobby Paduppa Resort memiliki konsep yang unik, terbuka tanpa dinding dan atap. Di area lobby terdapat kursi bench unik yang dibuat mengililingi pohon, ada dua buah bench di sana. Semua barang bawaan saya langsung disemprot oleh desinfektan dan dibawakan ke kamar. Setelah selesai melakukan check in, staff  hotel langsung membawakan handuk dingin dan welcome drink yang disajikan dalam nampan kayu. Cara penyajiannya pun unik, tamu akan di suruh duduk di bench kayu baru kemudian minuman disajikan. Staff hotel akan setengah duduk dihadapan tamu dengan posisi satu kaki berada di lantai, persis seperti posisi dalam tarian Paduppa. 

Paduppa Resort adalah penginapan dengan konsep private resort yang berada di atas tebing yang menghadap ke lautan lepas. Paduppa Resort berada di Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Posisi resort ini ada di antara pantai Tanjung Bira dan pantai Bara.

Paduppa Resort


Paduppa Resort

Saat ini di Paduppa Resort baru tersedia 8 kamar saja. Kamar di Paduppa Resort berada di area yang cukup tersembunyi. Dari lobby hotel menuju kamar para tamu harus jalan dulu menyusuri koridor terbuka yang terbuat dari kayu, koridor ini dibuat beberapa centimeter lebih tinggi dari tanah. Di sisi kanan koridor ditutup oleh tembok dari bebatuan alam berwarna krem, sisi kirinya terdapat tanaman  bunga bougenville yang ditaruh di dalam pot yang dibuat permanen juga dari batuan alam.

Di Paduppa Resort ada dua jenis kamar yang bisa dipilih oleh pengunjung, yaitu kamar dengan bathup dan kamar tanpa bathup. Type kamar dan fasilitas yang diberikan sama persis, yang membedakan hanyalah ada dan tidaknya bathup. Kamar dengan bathup atau bak mandi dibandrol dengan rate harga yang lebih mahal, bathup yang saya bicarakan ini bisa dibilang istimewa karena posisi bathup bukan ditaruh di kamar mandi melainkan di balkon luar yang menghadap ke laut. Jadi para tamu bisa berendam sambil bersantai dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa cantik.


Salah satu alasan yang membuat Paduppa Resort istimewa adalah semua kamarnya adalah type kamar sunset view alias menghadap persis ke arah matahari terbenam. Saya dan paksu memilih untuk menginap di kamar tanpa bathup, yaitu di kamar B. Saya merasa telah membuat keputusan yang tepat karena kamar tanpa bathup posisinya lebih menjorok keluar ke arah tebing jadi kami bisa mendapatkan pemandangan sunset seutuhnya tanpa halangan dinding balkon dari kamar sebelah.


Fasilitas yang ada di Paduppa Resort hanyalah kamar yang nyaman dengan pemandangan yang indah, resort ini tidak memiliki kolam renang, restoran, fasilitas olah raga atau fasilitas lainnya. Paduppa cocok untuk kalian yang ingin staycation santai di pantai tanpa ganguankarena kalian nggak perlu berinteraksi dengan tamu lainnya. Pas banget seperti liburan yang saya harapkan, pengen bersantai dan senang-senang tapi tetap bisa social distancing, nggak akan bertemu dengan banyak orang. 

Sarapan pagi di sini akan disajikan di dalam kamar, sarapan bisa dipesan mulai jam 06.00 - 10.00 WITA. Kebetulan saya dan paksu berencana untuk berenang di laut, jadi saya memesan sarapan di jam 06.30 WITA sebelum saya pergi ke pantai, maklum saya gampang masuk angin kalau berenang dengan kondisi perut kosong.


Paduppa Resort

Sarapan tersedia dalam menu, menu Indonesia dan western. Saya dan paksu memilih menu kombinasi, Indonesia dan western. Untuk menu Indonesia yang disajikan adalah nasi goreng dengan telur mata sapi plus kerupuk dan sambal. Untuk menu western disajikan the full English breakfast yang terdiri dari roti panggang, telur mata sapi, sosis, baked beans, grilled tomato dan beef bacon disajikan lengkap dengan teh hangat. Menu tambahan ada buah potong, serabi coklat, infused water dan jus, menu sarapannya berhasil bikin kenyang soalnya yang makan cuma kami berdua.

Kamar Paduppa Resort yang Enak buat Bersantai



Paduppa Resort sangat mengendepankan nilai budaya lokal, selain dari namanya nilai tersebut bisa dilihat dari seragam yang digunakan oleh para staf hotel. Seragam yang terdiri dari baju dan kain tenun yang dominan warna hitam itu merupakan baju tradisional dari suku Kajang yang berasal dari Bulukumba. 

Begitupun dengan bangunan kamar penginapannya, bangunan kamar yang berada persis di atas tebing karang dibangun menyerupai rumah panggung khas suku Bugis. Bangunan kamar didominasi oleh material kayu, mulai dari lantai, dinding hingga atapnya. Hanya bangunan kamar mandi saja dibangun permanen menggunakan beton dan batuan.


Khusus untuk bagian atap bangunan, kayunya didatangkan langsung dari Toraja dan daun rumbianya dari daerah Takalar. Dinding kamar dibuat dari kayu dan bahan polycarbonate berwarna putih, sehingga memberi kesan terang dan luas. Tempat tidurnya berukuran queen size di taruh di bagian tengah ruangan yang posisinya lebih tinggi sekitar 50 cm dari pintu masuk dan kamar mandi. Posisi tempat menghadap ke balkon, persis di depan pintu kaca yang memisahkan kamar dan balkon. 

Jadi kalian bisa tidur-tiduran sambil melihat birunya laut dan mendengar suara ombak. Apalagi pas saya nginep pas bulan purnama, jadi cahaya bulan memantul di permukaan air laut. Cantik banget!



Bisa lihat sunset sambil bobo manja.

Tempat tidur yang juga terbuat dari kayu dilengkapi dengan headboard yang juga berfungsi sebagai mini bar, di atas headboard diletakkan water boiler dan perlengkapan minum teh dan kopi. Sayangnya di bagian bawah headboard yang mirip meja ini tidak tersedia kursi atau stool, jadi kalau mau minum kopi atau makan agak susah ya duduknya. Masa duduknya lesehan di bawah he he he. 

Paduppa Resort
Headboard tempat tidur merangkap mini bar.

Air mineralnya Equil dong, kalau mau nambah air mineral bisa beli air mineral ukuran 1 liter yang tersedia di kamar dengan harga 25 ribu.

Area minibar bisa dibilang cukup sempit, posisinya ada dibelakang tempat tidur dan didepan lemari baju dimana ruang gerak yang tersisa dari minibar ke lemari baju hanya berjarak sekitar 40 cm saja. Di sebelah lemari baju terdapat kulkas ukuran kecil, lumayan buat taruh minuman kaleng atau makanan.

Karena bangunan kamar didominasi oleh kayu, jadi kalau saya berjalan kaki akan terdengar suara kayu yang berderit. Apalagi kalau jalannya lumayan lincah atau petakilan, bagian lantai dan tempat tidur langsung terasa sedikit bergoyang. Jadi untuk kalian yang ada rencana honeymoon di sini, ya you know what I mean lah yaa 😁. Pelan-pelan saja, jangan terlalu bersemangat *eh


Paduppa Resort

Area balkon kamar juga dihiasi oleh lantai kayu yang disusun rapi menyerupai garis-garis memanjang, sayangnya lantai ini dipasang tidak rapat, hati-hati jangan sampai handphone kalian atau barang-barang yang bentuknya kecil jatuh ke bawah. Bagian kiri dan kanan balkon dipasangi dinding partisi yang terbuat dari kayu dengan diameter dinding yang lumayan tinggi. Dengan begitu privasi para tamu cukup terjaga. Sayangnya bagian depan balkon hanya dipasangi 2 buah besi yang melintang secara horizontal sebagai pagar, untuk tamu yang memiliki batita dan toddlers harus lebih waspada ketika mengajak anak-anak bermain di balkon ya.



Untuk area kamar mandi Paduppa Resort juga dibangun dengan nature ambience yang kuat, nuansa kayu dan batu mendominasi bangunan kamar mandi. Kran air wastafel dibuat dari bambu dengan tombol pengatur volume air yang juga dibuat dari kayu. Dinding kamar mandi dibangun dari bebatuan alam, uniknya di bagian atas shower mandi ditutupi dengan atap yang setengah terbuka. Kamar mandi jadi nggak pengap, pagi sampai sore pun terang nggak perlu lampu tambahan. Sayangnya kalau malam, agak ngeri-ngeri sedap. Takutnya ada binatang yang masuk atau bagaimana kalau kebelet pas lagi hujan gede?😃

Untuk urusan main air laut Paduppa Resort memiliki akses langsung ke pantai sendiri, untuk berenang atau snorkeling. Jarak resort ke pantai juga lumayan dekat, tinggal jalan ke bawah tebing melewati jalan setapak dan tangga yang sudah disediakan. Di pantai ini kalian bisa bebas berenang dan snorkeling tanpa harus takut dan khawatir akan bertemu dengan kerumunan orang banyak, ini adalah sebuah privilege. Untuk kalian yang sudah pernah ke Tanjung Bira pasti tahu ya bagaimana padat dan ramainya pantai ini, fyi saat ini pantai Bara pun sudah mulai mulai ramai oleh pedagang dan pengunjung lho. Nah Pantai yang ada di Paduppa Resort ini bisa dibilang masih sepi banget, cuma ya itu pantai ini cuma bisa digunakan dari pagi sampai siang saja. Setelah lewat tengah hari air laut sudah pasang, meluap sampai ke area tangga. Jadi nggak bisa jalan-jalan di pinggir pantai.

Paduppa Resort

Sepi banget kan pantainya.

Untuk kalian yang suka snorkeling, kalian bisa dengan puas dan bebas snorkeling di sini. Area snorkeling berada sekitar 20 meteran di luar bibir pantai jadi kalian harus jalan dulu menjauh dari area pantai. Tenang airnya dangkal qo,  kedalaman air hanya sekitar 1 meter lebih sedikit. Sayangnya sebagian besar terumbu karang di sini sudah banyak yang mati, tapi walaupun begitu kalian masih bisa bertemu dengan beraneka jenis ikan laut. Airnya pun bening, jadi sebenarnya tanpa snorkeling pun kalian sudah pasti bisa melihat ikan dengan jelas.

Air lautnya bening, kalau ada ikan bisa langsung kelihatan

Jangan lupa untuk pakai sepatu snorkeling karena karangnya tajam, kemarin kaki saya pun robek sepanjang 5 cm karena pas jalan menginjak karang. Gara-gara males ngambil sepatu di mobil dan ke pantai pakai sendal jepit doang 😅. Untung lukanya nggak begitu dalam, jadi lanjut berenang lagi deh. Sepulang berenang langsung minta obat merah dan tensoplast ke staf hotel, langsung dong di kasih kotak P3K lengkap dengan obat-obatan.


Ada kejadian ngeselin pas saya nginep di sana, jadi ada sekelompok anak muda yang menginap di kamar yang posisi kedua dari kamar kami. Posisi balkonnya persis di sebelah kiri balkon kamar kami, hanya terpisah tanah kosong bagian depan balkon kamar sebelah.

Dari sore hari balkon kamar mereka lumayan ramai, karena di Paduppa Resort setiap kamar bisa diisi maksimal 4 orang. Habis magrib mulai deh mereka memutar musik menggunakan speaker portable kayaknya. Makin malam suasana qo jadi semakin ramai, mereka pada karaoke-an dengan volume yang mulai nggak santai. Nyanyi pakai mik segala 😆, niat banget kan sampai bawa mikrofon. Setiap ada yang nyanyi, temannya yang lain pasti berteriak " tareek sisss, semongko...". Padahal sudah lebih dari jam sembilan malam.

Niatnya liburan untuk mencari ketenangan dan kenyamanan seketika hilang gara-gara ulah mereka, awalnya saya diam saja karena toh paksu sudah tidur ini kalau saya kan ramai atau tidak tidurnya memang selalu tengah malam. Sampai akhirnya paksu terbangun dari tidurnya, trus dia langsung ambil handphone dong, telepon pihak hotel dan komplain karena merasa terganggu banget. Pihak hotel langsung menanggapi, tidak lama mereka berhenti karaoke-an tapi tetep menyetel lagu dengan speaker wkwkwk. Ya nggak apa-apa sih kalau kau santai sambil dengerin musik. Cuma kalau sambil karaoke segala, kayaknya nggak pas sama  penginapannya. Di sini TV dan wifi aja nggak tersedia, artinya tempat ini memang menawarkan ketenangan, jauh dari hingar bingar dunia dan menawarkan konsep liburan yang menyatu dengan alam. Kalau mau karaokean mungkin mas dan mbaknya bisa melipir saja dulu ke Inul Vista atau Happy Puppy.

Protokol Kesehatan Saat Menginap di Paduppa Resort




Menurut Mas Firman, salah satu pegawai di Paduppa Resort semenjak buka kembali bulan Agustus lalu Paduppa Resort sudah menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal. Kamar akan dibersihkan dan disemprot desinfektan dua kali, yaitu setelah tamu check out dan beberapa saat sebelum tamu check in. Peralatan dan perlengkapan tiap kamar, setelah dibersihkan akan kembali ke kamar yang sama. Peralatan makan akan disterilkan di alat sterilisator. 

Semua staf hotel yang bertugas menggunakan masker dan sarung tangan, saat bicara dengan tamu pun berjarak.  Selama saya di menginap di sini, interaksi saya hanya dengan petugas hotel saja, yaitu saat check in/out dan saat pengantaran breakfast ke kamar. 

Ya intinya kita semua mau menang dalam melawan pandemi ini ya, industri tetap harus bertahan masyarakat pun banyak yang sudah butuh hiburan. Semua bisa tercapai kalau kita semua sama-sama mau disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan tetap patuh pada aturan.

Buat saya dan paksu, Paduppa Resort bisa mewujudkan liburan nyaman tanpa harus khawatir dan berinteraksi dengan banyak orang. Untuk kalian yang ingin menginap di Paduppa Resort, sebaiknya lakukan pemesanan minimal 2 minggu sebelumnya ya, apalagi kalau mau nginep pas weekend. 

Saat terbaik untuk menginap di sini adalah di bulan Desember, karena posisi sunset pas persis ada di seberang kamar. Fyi musim hujan di Tanjung Bira baru dimulai di akhir Desember jadi booking kamar di awal-awal masih aman gaes

Booking kamar bisa dilakukan Platform Online Travel Agency atau bisa via Whatapps. Untuk info lebih lengkap kalian kepoin aja akun instagramnya @padupparesort.



So far saya cukup puas menginap di sini, Paduppa adalah resort yang pas untuk bersantai saat liburan di Tanjung Bira. Staf hotelnya pun ramah dan sigap dalam melayani tamu. Btw kalau kalian nginep di sini jangan lupa untuk foto-foto, karena ada banyak spot foto yang instagramable. Sayang kan kalau dilewatkan begitu saja. 

Apalah artinya liburan tanpa dokumentasi, nanti nggak bisa pamer di instagram 😁. 
Rabu, 27 November 2019

5 Hotel Instagrammable di Jogja yang Cakep untuk Feed Instagram


- 5 Hotel Instagrammable di Jogja yang Cakep untuk Feed Instagram-. Liburan akhir tahun segera tiba, sudah saatnya hunting tempat untuk menghabiskan pesta pergantian tahun atau sekedar menghabiskan sisa cuti yang masih tersisa, biar cutinya nggak hangus wkwkwk. 

Yogjakarta bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang cocok untuk menghabiskan liburan akhir tahun kita. Alasannya karena pesta pergantian tahun di kota Jogja biasanya selalu digelar dengan meriah, pesta kembang api selalu diadakan di banyak titik di kota Jogja mulai dari Jalan Malioboro, Tugu Yogyakarta dan lainnya.

Mumpung masih ada waktu satu bulan lagi, ada baiknya kita mempersiapkan rencana liburan dan booking hotel dari sekarang. Semakin dekat ke akhir tahun biasanya ketersediaan kamar hotel dan tiket perjalanan sudah terjual habis semua.

Jogja memang terkenal dengan banyak sekali destinasi wisata dan kulinernya, karena itu wisatawan yang datang ke sini bisa dibilang selalu tinggi jumlahnya. Tidak hanya menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan manca negara, Jogja juga menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik. Begitupun bagi saya, tahun ini saya sudah datang dua kali ke kota ini. Kalau ada rezeki dan kesempatan, sayapun nggak bakalan nolak untuk datang lagi buat liburan akhir tahun ke Jogja.

Banyak kedatangan wisatawan menjadikan Jogja menjadi kota yang memiliki banyak sekali pilihan akomodasi penginapan, mulai dari guest house, hostel, budget hotel, boutique hotel, resort and spa semua ada tersedia bagi para wisatawan sesuai dengan budget dan gaya melancong masing-masing.

Hotel dengan arsitektur bergaya tradisional klasik sampai moderen kekinian semuanya ada di Jogja. Semenjak instagram hits menjadi salah satu platform media sosial yang banyak digunakan oleh orang-orang zaman sekarang, hotel bergaya kekinian yang memiliki elemen konten instagrammable biasanya akan ramai dikunjungi dan menjadi viral di media sosial dan menjadi pilihan untuk dikunjungi para wisatawan, terutama untuk wisatawan dari generasi millenials.

Banyak pilihan kadang malah bikin bingung kan ya, tapi hal itu nggak pernah terjadi sama saya. Semenjak saya kenal aplikasi Pegipegi, mau pesan hotel untuk liburan menjadi sebuah kegiatan yang tidak lagi menyulitkan. Karena cek harga bisa dilakukan dengan mudah, tinggal buka via smartphone, mau bayarpun dilakukan pakai smartphone, belum lagi ada banyak promo, diskon dan point yang bisa kita peroleh dari bertransaksi di Pegipegi. Liburan jadi semudah itu.

Hotel Instagrammable di Jogja


Inilah beberapa Hotel Instagrammable di Jogja, yang tidak hanya nyaman untuk dijadikan tempat menginap tetap juga bisa dijadikan tempat untuk berfoto untuk kebutuhan konten instagram.

1. Greenhost Boutique Hotel



Hotel yang di-design ramah lingkungan dan menjadikan tanaman hijau sebagai dekorasi hotel, baik di bagian dalam maupun luar. Dinding bagian lobby hotel dibuat dari sisa potongan kayu yang disusun menjadi dinding. Hotel ini juga disediakan tempat sampah elektronik, tempat membuang barang-barang elektronik seperti handphone, kamera dan lainnya yang sudah rusak atau tidak terpakai lagi.



Di hotel ini juga pengunjung diajak untuk berhemat energi, dengan cara dilarang membawa dan mengunakan peralatan listrik yang berdaya lebih dari 400 watt. Amenities hotel berupa sabun dan shampo dibuat dari bahan organik seperti sereh dan lainnya.



Kamar hotel bergaya industrial dengan beton ekspose di bagian lantai dan dinding membuat kamar hotel menjadi tempat yang sangat apik untuk dijadikan tempat berfoto. Gaya industrial dengan unsur beton, pipa dan kayu bisa kita dihampir setiap sudut hotel, menjadikan tempat ini berbeda dan instagrammable sekali.

Alamat : Jalan Prawirotaman 2 no. 629 Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta DIY 55153.

2. Lokal Hotel dan Restaurant



Hotel yang didominasi dengan dinding warna putih berhiaskan mural seperti motif kawung berwarna-warni menjadikan hotel ini salah satu hotel instagrammable yang wajib kalian kunjungi saat ke Jogja.



Walaupun hanya tersedia 12 kamar dan tidak tersedia lift maupun eskalator, justru hal ini yang menjadikan hotel ini sangat homey. Gaya industrial sangat kental diadaptasi di hotel ini. Beton ekspose dan partisi bata merah banyak digunakan, menjadikan hotel ini unik dan bisa juga dijadikan sebagai spot berfoto bagi para tamu yang menginap di sini.


Alamat : Gang Jambu Merah No. 104C, Soropadan Condongcatur, Kec. Depok Sleman DIY 55283.

3. Gaia Cosmo Hotel



Gaia Cosmo Hotel dengan sentuhan modern menawarkan tempat menginap yang nyaman dengan sentuhan industrial bergaya perkotaan. Tampak muka hotel didominasi oleh dinding kaca dengan kusen besi yang tinggi menjulang ke atas, membuat cahaya matahari bisa masuk dengan bebas di area lobby dan coffee shop bagian depan.


Kamar yang nyaman didominasi oleh dinding warna putih dan dihiasi oleh furniture bergaya industrail kekinian, membuat hotel ini terlihat sangat moderen dan clean pas banget untuk dijadikan spot berfoto. Tidak hanya kamar, area pool dan Semeja Asian Kitchen Restaurant juga dibuat sangat instagrammable dan cozy.



Gaia Cosmo Hotel juga menyediakan sepeda yang bisa digunakan oleh tamu untuk mengeksplor daerah sekitarnya, pun disediakan shuttle gratis ke Malioboro.

Alamat : Jalan Ipda Tut Harsono No.16 Muja Muju Kec. umbulraharjo, Kota Yogyakarta, DIY 55165.

4. Adhistana Hotel


Terletak di jalan yang sama dengan Greenhost Boutique Hotel, Adishtana Hotel mengusung tema lokal yang dibangun menggunakan material lokal yang biasa dibuat untuk membangun rumah tradisional Yogjakarta. Dekorasinya dipengaruhhi oleh gaya tradisional yang dipadukan dengan interior bergaya Cina dan Eropa, menjadikan hotel ini penuh warna.
Kamar yang didominasi oleh dinding berwarna putih dengan sentuhan interior kayu dan kain batik berwarna biru, terlihat sangat apik dan bersih. Kamar dengan tampilan gaya Eropa Modern diberikan sentuhan lokal dengan penggunaan dekorasi kain batik pada tirai, headboard bed dan cushionnya.

Alamat : Jalan Prawirotaman 2 no. 613 Brontokusuman, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta DIY 55153.

5. Yats Colony

Yats Colony merupakan salah satu hotel di Jogja sangat peduli pada konsep ramah lingkungan, dimana setiap kamarnya di-design khusus mengunakan material daur ulang. Hotel ini mengusung gaya hidup semangat kolaboratif dan hidup bersama dengan menggaet para seniman dan crafter dalam negri untuk bekerjasama mewujudkan hotel yang ramah lingungan dan instagrammable ini.

Tersedia 6 type kamar yang di-design secara khusus untuk para tamu, interior yang digunakan di setiap kamar pun dijamin sangat apik dan ramah lingkungan. Hotel ini hanya menggunakan selimut dan bantal hipoalergenik, ya mereka sepeduli itu pada tamunya.

Okupansi di hotel Yats Colony bisa dibilang cukup tinggi, sudah dua kali saya mencoba untuk memesan kamar di hotel ini dengan jangka waktu 2 minggu sebelum kedatangan saya dan sayangnya okupansinya selalu penuh. Jadi untuk kalian yang mau menginap di sini ada baiknya memesan hotel jauh hari.

---

Yuk buruan booking hotel untuk libura akhir tahun di Jogja, jangan sampai rencana liburan bubar gara-gara kehabisan hotel instagrammable yang cakep untuk feed instagram. 



Sabtu, 10 November 2018

JW Marriott Hotel Tempat Staycation Manja di Surabaya

staycation di jw marriot surabaya

Akhir bulan lalu saya melancong ke Surabaya, ibu kota dari provinsi Jawa Timur yang terkenal dengan rawon dan puluhan makanan enak lainnya. Tujuan saya pergi ke Surabaya hanya sekedar untuk staycation dan wisata kuliner saja. Karena kota tujuan utama yang ingin saya datangi sebenarnya adalah Malang. Selama 4 hari di sana, saya menginap di JW Marriott Hotel Surabaya yang terletak di jalan Embong Malang.

Staycation di JW Marriott Hotel adalah privilege yang saya harap bisa membuat badan saya rileks dan mood kembali ceria. Setelah 3 bulan kelelahan bolak balik ke rumah sakit untuk operasi, check up dan mempersiapkan diri untuk operasi Transfer Embrio untuk program bayi tabung yang saya jalani selama lebih dari 6 bulan ini.

Dan ternyata programnya belum berhasil, gagal menyisakan saldo minus di tabungan dan badan yang pegal-pegal kayak papan kayu yang keras, kaku butuh dipaku 😅. Di situ saya sadar kalau saya butuh rehat sejenak dari kegiatan keseharian dan jalan-jalan di Makassar. Butuh untuk leyeh-leyeh dan butuh dimanjah syantiek 17x syantiek kayak Siti Badriah. 


JW Marriott Hotel Surabaya, Room and Amenities



kamar hotel di jw marriot surabaya

JW Marriott Hotel Surabaya merupakan hotel kelas bintang lima yang berada di Jalan Embong Malang 85-89, jalan yang ramai sama tempat kuliner legend. Lokasinya yang dekat dengan depot wiskul bikin saya bahagia karena kalau makan enak tinggal nyebrang doang dari depan hotel.

Di hotel ini terdapat 2 jenis room yang ditawarkan, ada guest room dan suites. Nah kemarin saya nginep di Deluxe Premium Guest Room yang twin bed

rawon setan jalan ambeng malang
Tuh rawon setan yang hits abis dan nggak buka cabang di mana-mana ini, posisinya persis bersebrangan sama hotel


Hotel ini memiliki 407 kamar, termasuk juga 145 twin bed room dan 23 apartment bagi tamu yang ingin tinggal lebih lama. Kamar saya terletak di lantai 8, ya nggak tinggi-tinggi amat sih tapi lumayan masih bisa lihat pemadangan sekitar kota plus kepoin jalan Embong Malang  yang selalu ramai sepanjang hari.


Fasilitas yang tersedia di kamar kurang lebih sama dengan kamar hotel bintang lima pada umumnya, kamar yang nyaman dengan coffee makers dan  mini bar, lemari yang lumayan besar plus safe deposit box, bathrobe dan setrika, kamar mandi marmer lengkap dengan shower cubicle dan bathtub.

Di staycation kali ini memang cuma pengen leyeh-leyeh di kamar, mandi busa di bathtub dan berenang agar otot badan yang udah berubah kaku kayak kawat ini bisa sedikit rileks. 



jw marriot hotel surabaya


Oh iya di lemari baju kamar hotel ternyata disediakan juga sajadah untuk sholat, nggak semua hotel berbintang menyediakan sajadah dan perlengkapan sholat lho. Baru ada beberapa hotel yang pernah saya datangi menyediakan sajadah seperti ini, bahkan saya pernah menginap di hotel yang nyediain al-quran juga. 😍

Di JW Marriott Hotel Surabaya terdapat Lima Restaurant dan Dinning, ada Imari Japanese Restaurant, Vis a Vis French Restaurant, Pavilion Restaurant, Tang Palace Chinese Restaurant dan Lobby Lounge. Pada malam hari Lobby Lounge termasuk salah satu tempat yang cukup ramai didatangi pengunjung, selain untuk santai-santai ngopi dan minum di lobby lounge juga disediakan live music. Suara band musik terdengar lumayan keras di area lobby hotel pada malam hari.



lobby lounge jw marriot

JW Marriott Hotel menyediakan beberapa fasilitas yang bisa dinikmati selama kita menginap di sana, yaitu fitnes centre, kolam renang, wi-fi dan airport shuttle (by request). Sayangnya pas saya menginap di sana kolam renangnya sedang dibersihkan selama dua hari. Jadi gagal sudah rencana saya berenang dan foto #ootd di kolam.

Hotel ini berada di posisi yang strategis di jalan protokol yang ramai dan akses mudah kemana-mana. Posisinya bisa dibilang selemparan daleman doang dengan Mall Tunjungan Plaza, *lemparnya pakai tenaga ya. 😬


Mall yang luas banget berisi berbagai macam brand baik lokal maupun internasional. Pokoknya untuk kalian yang lagi butuh secercah kebahagiaan dan seonggok tas baru kayak saya ini boleh lah nginep di sini, staycation sambil lihat-lihat diskonan. Ini sih namanya menghapus luka gagal IVF dengan luka baru bernama tagihan kartu kredit 😆.

Wisata kuliner di area sekitar hotel cukup banyak pilihannya, kuliner legend seperti lontong balap Pak Gendut, Tahu tek, Ayam goreng asli pemuda, bebek sinjay dan lainnya tersedia di sepanjang jalan Embong Malang sampai jalan Tidar, pokoknya bikin bahagia paripurna. Bahagia jiwa, raga dan perut. 


Breakfast at Pavilion Restaurant, JW Marriott Hotel Surabaya



pavilion restaurant at jw marriot hotel surabaya

Banyak orang bilang " Sarapan itu penting, karena pura-pura bahagia juga perlu tenaga.". Duh sebenarnya agak lucu-lucu getir mendengar penyataan kayak begitu, karena buat saya sarapan itu bukan cuma penting tapi juga merupakan sebuah wujud rasa syukur. Bersyukur banget sudah  bisa bangun dalam kondisi sehat plus sudah disediakan makanan lengkap enak di Pavilion Restaurant. Dengan banyak menu pilihan, boleh ambil sesuka hati, bolak balik ngambil juga nggak dilarang, makan sampai kekenyangan juga boleh, mau sarapan berjam-jam asal tebel muka juga nggak apa-apa. 

breakfast menu at jw marriot surabaya



Pavilion Restaurant terletak di samping kanan area lobby, dibuka dari jam 06.00-10.00 WIB. Menu yang disediakan di sini terdari dari menu internasional, indonesia dan menu khas kota Surabaya seperti tahu tek, rawon, jajanan pasar dan lainnya. Tidak ketinggalan di sini juga disediakan minuman kesehatan jamu gendong, lumayan bisa minum jamu pegel linu dan temulawak.




Area breakfast yang berada di rumah kaca bisa dibilang merupakan salah satu tempat yang cozy dan instagramable yang ada di hotel. Ruangan yang berada di bawah atap kaca dengan dinding bagian depan juga kaca menciptakan ambience yang hangat karena cahaya matahari terekspose masuk dalam ruangan restaurant. Hangat tapi nggak panas, cukup asri karena banyak tanaman cantik yang dijadikan pembatas antara meja satu dan lainnya.



pavilion restaurant at jw marriot surabaya

Staycation di JW Marriott Hotel memang bikin betah sangat, lumayan bikin badan rileks dan fikiran cerah. Cukuplah untuk mengisi tenaga dan ide untuk menulis beberapa waktu kedepan. Ini cerita liburan saya, bagaimana dengan cerita liburan kalian ?

Kalau kalian nginep di hotel biasanya lebih suka staycation di hotel atau diisi dengan kegiatan piknik  dalam kota ?


Hotel JW Marriott *****
Jalan Embong Malang 85-89
Surabaya 60261, Indonesia
Phone (031) 5458888

Custom Post Signature

Custom Post  Signature