Senin, 15 Juni 2020

Cara Mengelola Stress agar Hidup Lebih Bahagia Dibawakan oleh Insight Indonesia


-Cara Mengelola Stress agar Hidup Lebih Bahagia dibawakan oleh Insight Indonesia- Sebelum terjadi pandemi hidup kita sudah sangat rentan dengan yang namanya stres, ketemu macet saat berkendara aja bisa langsung stres. Apalagi ketemu mantan, padahal mantan ketemuan buat kasih undangan pernikahan wkwkwk. 

Pusing saat lihat tagihan listrik melonjak atau otot tegang saat menonton Korean drama TWoTM, bisa menjadi salah satu indikasi kalau anda sedang terkena gejala stress.

Stress baik ringan maupun berat tetap menjadi kondisi yang harus kita waspadai. Agar tidak berlarut-larut dan mengganggu kenyamanan hidup apalagi kalau sampai sakit. Untuk itu kita harus cari tahu apa penyebabnya, ada baiknya kalau kita minta pertolongan ahlinya ya. Caranya bisa datang ke psikolog atau dengan cara ikutan coching management stress 

Untuk itu saya mengikuti kelas online yang diadakan oleh Insight Indonesia, sebuah Lembaga Konsultasi Pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkantor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


Ini adalah kali kedua saya mengikuti kelas coaching dari Insight Indonesia, kelas coaching yang pertama bisa dilihat di sini. Saat ini masih dalam kondisi waspada pandemi maka kelas coaching diadakan secara online via aplikasi zoom pada hari Jumat lalu, tanggal 12 Juni 2020. Kelas coaching ini berjudul “ Stress Management for Your Wellbeing”, difasilitasi oleh Coach Fauziah Zulfitri selaku Founder dan Director of Insight Indonesia. Ada juga coach lainnya, seperti Coach Yenny Ramli, Coach Fransiska Amir, Coach Jihan Afandi. 

Sebelum memasuki sesi coaching, para peserta diberikan pengetahuan tentang stress dan contoh perilakunya.

Yuk Kenali Apa itu Stres



Definisi stres

“Particular Relationship between the person and the environment that is appraised by the person as taxing or exceeding his or her resources and endangering his or her well-being (Lazarus & Folkman, 1984).”

Pernah nggak kalian merasa pusing, pegal-pegal atau sampai susah tidur? Sudah minum obat tapi sakitnya masih belum sembuh juga. Bisa jadi sebenarnya kalian sedang berada dalam kondisi stres. Stres adalah bentuk reaksi tubuh saat seseorang menghadapi tekanan, ancaman atau perubahan. 

Seperti contohnya kondisi yang terjadi sesaat setelah Bapak Presiden Jokowi mengumumkan ada dua pasien positif Covid-19 di Indonesia. Apa yang kalian rasakan ? kalau saya sih merasa khawatir plus lumayan cemas ya.

Rasa khawatir, cemas, putus asa bahkan bersemangat merupakan perubahan suasana hati yang bisa memicu tubuh untuk memberikan respon. Respon yang dikeluarkan tubuh bisa berbeda2, ada yang berupa respon fisik seperti pusing, leher kaku atau sakit perut. Ada kan ya yang suka mendadak sakit perut kalau disuruh guru berdiri di depan kelas. 

Ada pula yang memberikan respon secara psikis seperti kepikiran terus menerus, susah tidur, bawaannya marah-marah terus, nafsu makan bertambah. Respon-respon ini kadang tidak kita sadari. Ya kadang stres sama PMS memang beti.

Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya stres, mulai dari masalah keuangan, sakit yang berkepanjangan, belum juga dilamar 😞, mantan udah nikah duluan 😩, masuk di dalam group WA yang isinya broadcasting hoax atau masih aja bahas pilpres padahal pilpres masih lama woy, empat tahun lagi deh ributnya, hal-hal yang kadang kita fikir receh kayak group whats app ini bisa banget jadi pemicu terjadinya stress. Dan masih banyak faktor lainnya.

Apalagi pada masa pandemi seperti ini, kondisi new normal memaksa kita menerima banyak perubahan dalam hidup. Virus Covid19 telah memberikan dampak yang sangat besar bagi seluruh mahluk hidup, khususnya bagi kita manusia. Banyak hal yang biasanya bisa kita lakukan dengan mudah, sekarang menjadi hal yang sulit bahkan tidak dianjurkan untuk dilakukan. Seperti berkunjung ke rumah orang tua, mau silaturahmi aja nggak boleh! Padahal kasian para keponakan pas lebaran kemarin curhat katanya pendapatan angpaonya menurun drastis. Stres kan jadinya mereka. 😁

Ya stres bisa dirasakan oleh semua orang tanpa batasan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sebenarnya tidak semua kondisi stres membawa efek buruk lho, saya pernah melihat sebuah latihan renang untuk atlit renang anak-anak. Saat proses latihan sang pelatih melepaskan seekor buaya remaja ke dalam kolam renang. Serem banget dan sadis ya! Tapi ternyata latihan seperti itu dianggap efektif, rasa panik dan stres membuat para atlit berenang lebih cepat dari biasanya dan berhasil mengalahkan catatan rekor waktu di hari sebelumnya. 

Ya kadang kondisi tertekan dan terhimpit bisa membuat kita mengeluarkan inner strength yang selama ini tidak kita ketahui. Kalau dalam fase stress kondisi seperti ini disebukan dengan fase Eustress, dimana seseorang digambarkan dengan kondisi berenergi dan fokus.

Selain bersemangat kondisi stress pada sebagian orang kadang bisa menimbulkan efek ke arah negatif. Contohnya bagis sebaigian orang, stres malah membuat nafsu makan meningkat. Semakin stres semakin banyak makan, makanan dijadikan alasan untuk pengalihan. Stres nggak sembuh yang ada malah nambah masalah baru, yaitu masalah berat badan. Kalau dibiarkan terus menerus akhirnya muncul masalah baru lainnya yang berhubungan dengan kesehatan. Akhirnya bisa sampai pada di fase Distress, yang merupakan fase kelelahan dan kehabisan energi.




Menurut penjelasan Coach Fauziah Zulfitri di kelas kemarin, stres yang kita rasakan akan memunculkan sebuah prilaku yang dinamakan dengan Coping Stress, yaitu kemampuan yang dibangun dalam diri untuk menghadapi stres.

Cerita di atas adalah contoh coping stress, ada orang yang bisa membangun kemampuan diri secara positif dan ada juga yang malah sebaliknya. Makan berlebihan, kelihatan semangat dan hal lainnya yang bisa menyebabkan kerugian di masa datang dan menimbulkan efek negatif bagi diri kita sendiri merupakan bagian dari coping stress yang negatif.

Coping stress yang menghasilkan perilaku positif bisa disebut dengan Coping Stress Adaptif dan untuk yang negatif disebut dengan Coping Stress Maladaptif. Hayoo kalian termasuk yang mana saat menghadapi stress, yang Adaptif atau maladaptif ?

Cara Mengelola Stress 



Setelah kami bersama-sama mendengarkan penjelasan tentang apa itu stres dan bagaimana perilaku manusia saat menghadapinya. Kemudin masuk saat kami akan dicoaching, kami dibuatkan group kecil di mana setiap group berisikan lima orang coachee (orang yang dicoaching) dan satu orang coach. Percakapan dalam group bersifat konfidensial, tidak boleh dishare keluar jadi kami bebas untuk menumpahkan perasaan, mengemukakan pendapat. Kita semua duduk sejajar!

Group kami terdiri dari saya, Kak Dawiah, Icha, Lendy dan Kak Firli. Semua peserta dari kota Makassar, Bandung dan Jakarta yang dicoaching oleh Coach Fransiska Amir, beliau meminta untuk dipanggil dengan nama akrabnya saja yaitu Kak Cheeka. Kak Cheeka menjelaskan definisi dari coaching secara sederhananya adalah : “ Proses percakapan 2 arah antara coach dan coachee dari posisi saat ini menuju sisi yang lebih baik yang menjadi goals dari coaching ini”.

Ada empat cara yang bisa kita lakukan dalam mengelola stress, mari kita simak caranya :

Identifikasi Stress

Kenali stres yang kalian rasakan, cari tahu apa penyebabnya dan bagaimana semuanya bisa terjadi. Semua orang pasti pernah merasakan stres, tapi penyebabnya pasti berbeda-beda ya. Coba deh gali terus ke dalam diri kamu dan temukan apa penyebabnya. Setelah ditemukan, terima dan akui saja. Nggak usah ngeyel ya. 😁

Release Stress

Setelah kita tahu penyebab dari stres, carilah cara untuk melepaskannya. Menerima dan menghadapi adalah cara saya melepaskan stres. Semakin cepat dihadapi akan semakin cepat diri saya meng-accept kondisi yang ada. Di fase ini kita diminta untuk menyebutkan hal-hal apa saja yang bisa kita jadikan release atau pelepasan dari kondisi stress yang ada. Kurang lebih mencari solusinya gitu.

Seperti saat kondisi pandemi ini, jujur saya tidak mau berdamai dengan virus covid-19 tapi saya mau berdamai dengan keadaan atau kondisi setelah covid mendarat di bumi. Saya akan perangi covid-19 sampai titik darah penghabisan, biarin sabun mandi cepet habis, kulit sampai lecek karena kebanyakan hand gel, muka belang karena pakai masker, semua itu bukan masalah bagi saya. Saya akan selalu memastikan bahwasanya saya tidak akan membahayakan diri saya sendiri dan orang lain.

Ketika keadaan memaksa saya untuk berdamai maka saya berdamai dengan takdir Allah SWT Sang Maha Pencipta yang telah menurunkan covid-19 di tahun ini. Dengan begitu saya merasa lega dan yakin semua ini datang dari-NYA dan akan kembali pada-NYa. 

Selain hal-hal di atas saya juga melakukan release stress untuk kondisi pandemi dengan cara mengerjakan hal-hal baru, seperti belajar baking, melukis dll.

Ambil Hikmahnya

Dalam setiap masalah pasti ada pelajaran yang bisa kita dapatkan, bukankah begitu man teman? Coba cari hikmah dan nilai positif yang kita temukan saat penghadapi kondisi stres. Contoh : Ternyata punya lusinan baju di lemari nggak ada memberikan banyak manfaat untuk kondisi pandemi kayak gini, yang dipakai yang paling kaos sama celana jogger doang. Padahal ngumpulinnya udah kayak apaan, tur dari mall ke mall. Selain itu dengan WFH saya bisa kumpul terus sama paksu yang biasanya jadi suami jarum super, jarang di rumah suka pergi-pergi terus.😂

Tetapkan Goals dan Komitmen 

Setelah mendapatkan hikmah dan nilai kebaikan, setelah itu coba deh buat komitmen untuk ke depannya. Pertahankan yang hal baik yang sudah dilakukan dan tingkatkan menjadi lebih baik lagi. Contoh : Nggak usah belanja baju terus, ttd. Bapak Suami.

---

Empat cara di atas bisa kalian jadikan patokan untuk mengelola stress, tuliskan semua yang kalian rasakan buat komitmen dan jalankan. Kegiatan coaching ini difokuskan untuk memberikan insight tentang bagaimana cara menghadapi stres secara efektif. 

Coaching manajemen stres adalah sebuah bentuk usaha untuk meningkatkan atau membangkitkan coping stress adaptif yang akan membantu kita dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat kondisi yang terjadi dalam hidup seperti saat pandemi ini. Saat dimana banyak sekali terjadi perubahan dan menuntut gaya hidup yang baru. Kalau enggak kuat-kuat iman bisa-bisa kena stres, padahal kalau udah stres rugi banget, imun tubuh bisa menurun dan semangat pun bisa drop.

Setelah ikut acara coaching ini hati rasanya plong dan mendapatkan solusi. Masalah pasti akan selalu ada, tapi setidaknya saya jadi semakin yakin bisa menghadapinya.

Di masa pandemi ini hampir semua orang merasakan kesedihan dan kekhawatiran yang sama. Jika kalian merasa stres dan insecure kalian nggak sendirian kawan! Kita semua menghadapi musuh yang sama, virus tak kasat mata tapi dia ada dan nyata. 

Stress itu manusiawi asal jangan berlebihan dan kalau bisa segera dicari solusinya. Tetap jaga kesehatan dan tetaplah waspada. Berusahalah untuk bahagia karena rasa bahagia baik bagi imunitas diri atau bahagialah karena alhamdulillah sampai saat ini kita masih sehat-sehat saja. Celebrate it with happiness!


Insight Indonesia 
Instagram : @insightgroupid
Telphone : 082260070003


Minggu, 02 Februari 2020

Makam Raja-Raja Mataram, Destinasi Wisata Bersejarah di Kota Gede - Yogyakarta


- Makam Raja-Raja Mataram, Destinasi Wisata Bersejarah di Kota Gede - Yogyakarta -. Kota Gede, Yogyakarta bukan destinasi wisata yang baru bagi saya. Beberapa kali saya pernah mendatangi tempat ini, bareng keluarga atau waktu study tour saat sekolah dulu. Saya tahunya Kota Gede itu tempat para pengrajin perak, kalau mau beli aksesoris dan perhiasan perak ya di sini tempatnya.

Selain perak alasan kenapa Kota Gede menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi adalah jarak tempuhnya tidak begitu jauh yaitu sekitar sembilan kilo meter saja dari Hotel Tugu tempat saya menginap saat itu. Jalan menuju ke sana pun mudah diakses dengan banyak pilihan moda transportasi salah satunya adalah Transjogja. Sayanglah kalau ke Yogyakarta tapi nggak mampir ke sini.

Sejarah Kerajinan Perak di Kota Gede Yogyakarta




Kota Gede memang identik dengan perak, iya di sini tempatnya para pengrajin perak. Menurut penjelasan tour guide yang membawa kami ke Kota Gede dalam acara FamTrip Dinas Pariwisata Yogyakarta pada Oktober 2019 yang lalu, dijelaskan bahwa Kerajaan Kasultanan Mataram Baru yang berdiri pada abad ke-16 adalah kerajaan Islam. 

Seperti kita tahu bahwa menggunakan perhiasan dari emas bagi laki-laki muslim adalah haram hukumnya, karena itu Raja Mataram Baru pertama, yaitu Raja Panembahan Senapati memerintahkan untuk mengganti perhiasan bagi laki-laki dengan perak.

Kerajinan perak dari Kota Gede, Yogyakarta

Kota Yogyakarta tidak memiliki tambang perak, perak dibeli dari tempat lain dan di Kota Gede inilah para pengrajin membuat perhiasan dan perabot dari perak, sehingga tempat ini terkenal dengan kerajinan peraknya. Empat abad telah berlalu, tapi kerajinan perak di Kota Gede tetap diminati bahkan menjadi souvenir yang banyak dicari para turis saat berkunjung ke Yogyakarta.

Sebenarnya Kota Gede adalah tempat yang sarat akan peninggalan bersejarah, kota gede bukan hanya perak saja. Ada banyak sekali destinasi wisata yang bisa kalian kunjungi di sini, seperti : Rumah Pesik, Langgar Dhuwur, Masjid Ghede Mataram, Makam Imogiri, Makam Raja-raja Mataram dan lain-lainnya.

Komplek Makam Raja-Raja Mataram di Kota Gede, Yogyakarta



Local tour guide yang mengantar kami.

Walaupun beberapa kali ke Kota Gede tapi saya tidak pernah mampir ke Komplek Makam Raja Mataram atau Makam Imogiri. Ya mungkin saya kurang browsing atau agak gemana gitu kalau dengar kata makam. Padahal tempatnya cakep banget, beneran deh. Makanya yuk ke sini 😊. 

Akhirnya saya bisa mampir ke Makam Raja Mataram juga, terima kasih banyak kepada Dinas Pariwisata Yogyakarta yang sudah mengundang saya dalam acara Fam Trip Yogyakarta 2019.

Karena kami ke sini bersama rombongan Famtrip, bis yang kami naiki harus diparkir di area parkir pusat belanja perak HS Silver ya karena akses jalan masuk untuk kendaraan seperti bis tidak memadai. Dari HS Silver ke area makam jaraknya sekitar 650m, kami tempuh dengan berjalan kaki. Lumayan jauh sih, untungnya kami berjalan dengan dipandu oleh tour guide lokal dari Kampung Wisata Kota Gede jadi kami ambil jalan pintas melewati jalan tikus.

Jalan menuju area Makam Raja Mataram


Jalan tikus yang dimaksud adalah gang jalanan umum milik penduduk sekitar. Kami berjalan keluar masuk gang yang tidak begitu besar. Diameter gang tidak lebih dari 50-60 cm, medan jalan yang dilaluipun cukup menantang kadang menukik turun kadang menanjak dan kalau beruntung bisa berpapasan dengan sepeda motor he he he. Kalau saya ke sini sendiri, kayaknya saya bakalan nyasar 🤭. 

Jalan gang yang cukup sempit tapi tetap apik dan bersih sekali.


Tour guide sedang menerangkan sejarah Langgar Dhuwur

Seru juga sih jalan-jalan menyusuri gang ini, ternyata bukan tanpa maksud kami diajak melewati jalan ini. Di tempat ini kita bisa bertemu dengan banyak bangunan unik yang memiliki nilai sejarah. Salah satunya adalah bangunan Langgar Dhuwur, yaitu bangunan mushola yang dibangun di awal tahun 1900-an. Mushola yang berada di lantai dua bangunan ini terbuat dari kayu, walaupun sudah tidak digunakan lagi bangunan musholanya masih kokoh berdiri dan menjadi cagar budaya yang dilestarikan Dinas Pariwisata Yogyakarta. .

Saran saya sih kalau kalian mau ke sini mending pakai jasa local travel guide, karena ada banyak sekali cerita tentang bangunan bersejarah yang kita temui di sini. Sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Berpose di depan Langgar Dhuwur, fotonya ngantri lho.

Saat mendekati kawasan Makam Raja-raja Mataram kalian akan melihat tembok tebal yang mengililingi bangunan komplek pemakaman. Bagian tembok ini cukup unik, dinding tembok ditopang oleh pilar tebal berbentuk segitiga dengan kemiringan sekitar 45 derajat yang dibuat condong keluar. Pilar satu dan lainnya berjarak sekitar 1 meteran, kalau saya nggak salah ukur. Bagian lantainya dibangun lebih tinggi dari jalan disebelahnya.


Bagaikan cubicle terbuka, tembok ini ternyata adalah tempat duduk-duduk para abdi dalem. Saat Raja meninggal, para abdi dalem akan duduk di area tersebut. Untuk menjaga Sang Raja yang baru saja dikebumikan.

Setelah melihat bangunan tembok ini, tandanya kalian sudah semakin dengan area makam. Area komplek pemakaman Raja Mataram ditandai oleh pintu masuk yang berbentuk Gapura Paduraksa dengan kusen berukir dan berundak, diundakan paling atas ditaruh patung ukiran kepala Kala. Pintu gapura yang memiliki ciri arsitektur bergaya Hindu ini masih kokoh berdiri dan terawat dengan sangat baik.


Kami tidak lupa untuk berfoto-foto di depan gapura terlebih dahulu. Seperti biasa group mengabdi konten selalu jalan paling belakang dan telat sampai tujuan. Sibuk foto-foto dan bikin video dulu wkwkwk.

Peraturan yang Wajib Dipatuhi Saat Berkunjung ke Makam Raja-raja Mataram




Komplek pemakaman Raja Mataram ini dibangun pada tahun 1632 Masehi oleh Sultan Agung. Di sini dimakamkan Pendiri Kerajaan Mataram yaitu Ki Ageng Pemanahan dan anaknya Panembahan Senopati yang merupakan raja pertama Mataram Baru. Juga makam Raja kedua Mataram yaitu Panembahan Hanyakrawati, Sultan Agung dan raja-raja lainnya. Komplek pemakanan Raja Mataram ini terbagi dalam delapan kelompok.


Kebetulan saya tidak bisa ikut masuk ke dalam area pemakanan, pasalnya untuk bisa masuk berziarah ke makam para raja pengunjung harus mematuhi beberapa peraturan dan saya tidak bisa salah satunya. 

Peraturan yang wajib dipatuhi saat berkunjung ke Makam Raja Mataram adalah :


- Pengunjung Laki-laki wajib menggunakan pakaian abdi dalem, lengkap dengan jarik dan blangkon

- Pengunjung wanita wajib menggunakan jarik, kemben (tanpa manset) dan tidak boleh menggunakan hijab

- Saat memasuki area makam tidak boleh menggunakan alas kaki

- Tidak boleh memotret atau melakukan kegiatan tapping saat berada di dalam area komplek pemakaman

Karena saya memakai hijab dan pastinya tidak akan mau kalau disuruh melepasnya, maka saya memilih untuk berfoto-foto di luar komplek pemakaman saja. Walaupun tidak ikut masuk untuk berziarah, saya tetap dong pakai jarik dan kemben wkwkwk. 





Ada banyak spot cantik yang  bisa kalian abadikan untuk berfoto ria, tempat dan info tentang ini akan saya bahas di tulisan berikutnya ya. 

Fyi menurut cerita kawan-kawan yang ikut berziarah ke area pemakaman, para abdi dalem yang memandu tata cara berziarah juga menceritakan banyak hal mengenai sejarah Kerajaan Mataram dan cerita mengenai para raja yang dimakamkan di sini.

Sendang Putri adalah tempat pemandian bagi perempuan, dimana air di sini dipercaya berasal dari mata air yang berada di bawah pohon beringin yang ada di komplek pemakaman Raja Mataram.

Berziarah ke sini bukan hanya sekedar mengunjungi makam para pendiri dan raja Mataram Baru yang berjasa dalam mendirikan kerajaan, para raja dan keluarganya juga berjasa dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan diberikan tempat terbaik di sisi-NYA.

Datang ke tempat bersejarah memang selalu membawa cerita serupa dongeng yang selalu menarik untuk diceritakan kembali ya. Sebagai keturunan orang Yogyakarta saya merasa senang bisa mengenal sejarah tentang Kerajaan Mataram dan berkunjung ke makam pendiri dan raja-rajanya. Walaupun sampai di depan pintu makam doang, tapi doa saya melangit untuk mereka.

Teman-teman yang ingin berkunjung ke sini, harus selalu ingat bahwa tempat yang kita kunjungi ini adalah tempat peristirahatan terakhir sehingga wajib hukumnya untuk selalu berlaku sopan dan mendahulukan adab dalam berprilaku dan berkata-kata ya.

Ayo segera booking tiket dan hotelnya, selesai pandemik gass-kan ke sini. Tempat ini Worth to Visit bingits.

Makam Raja Mataram, Kota Gede – Bantul, Yogyakarta
Buka : Senin, Kamis, Jumat dan Minggu
Jam operasional : 08.00 – 16.00 Wib
Harga Tiket :  sumbangan seikhlasnya

X.O
Rabu, 01 Januari 2020

Masjid Bersejarah yang harus Kamu Datangi Saat Melancong ke Melaka

Saya di depan salah satu masjid bersejarah di Melaka, yaitu Masjid Tanah di Melaka.
Pergi melancong tidak melulu harus pergi ke tempat wisata yang kekinian, instagrammable atau  yang menawarkan atraksi dan pemandangan menarik. Mampir ke tempat ibadah yang memiliki bangunan berarsitektur menarik atau yang sarat akan cerita sejarah bisa menjadi alternatif destinasi untuk kita kunjungi saat melancong ke daerah atau negara lain.

Ya wisata seperti ini biasanya sering disebut dengan wisata religi. Wisata religi tidak hanya sekedar datang untuk beribadah atau rekreasi dan santai-santai saja. Saat mendatangi tempat beribadah seperti masjid contohnya biasanya tujuan utama kita adalah  untuk menunaikan ibadah sholat saja, padahal selain beribadah dan sekedar melepas penat datang ke masjid di daerah atau negara lain bisa kita jadikan sebagai sebuah kegiatan wisata.

Dengan melakukan wisata religi kita bisa mendapatkan dua manfaat, yaitu manfaat bertambahnya pengetahuan sejarah dan wawasan keagamaan juga manfaat ketenangan hati karena traveling jalan ibadahpun tetap jalan hal itu bisa memperdalam rasa spiritual yang kita miliki.

Kita juga bisa mendapatkan cerita yang melatar belakangi sejarah dibangunnya masjid yang kita datangi bahkan sejarah islam di masa lampau. Syukur-syukur kalau bisa jadi konten blog atau vlog, lumayan kan ada cerita bermanfaat yang bisa dibagikan.

Seperti yang saya dan teman-teman Vlogger dan Blogger dari Jakarta dan Malaysia lakukan ketika kami datang ke Melaka pada Agustus 2019 lalu. Selain mendatangi tempat wisata sejarah dan kekinian, tidak lupa kami pun berwisata religi dengan mendatangi tiga bangunan masjid yang unik, berarsitektur menarik dan sarat akan cerita dan sejarah.

Masjid Selat Melaka



Masjid Selat Melaka adalah masjid yang pertama kali saya datangi, persis di hari pertama saya sampai di Melaka sore harinya saat menjelang magrib saya dan teman-teman diajak mendatangi masjid ini. Pastinya bukan tanpa alasan kenapa kami datang saat sore hari.

Masjid Selat Melaka adalah masjid terapung yang posisinya persis berada di Selat Melaka, terletak di Kampung Bandar Hilir, Melaka. Bangunan Masjid Selat Melaka dibangun mengapung di atas Selat Malaka, dengan pondasi menancap di bawah air laut.


Bangunan Masjid Selat Melaka dipengaruhi oleh gaya arsitektur dari Melayu dan Timur Tengah  dengan kubah enamel berwarna emas dengan ukiran berwarna biru, membuat bangunan masjid terlihat sangat megah dan cantik. Bangunan masjid memiliki empat buah menara yang menyatu dengan bangunan masjid, terletak di sisi kiri dan kanan bagian depan dan belakang masjid, menurut informasi yang saya dapat bangunan menara seperti ini mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi.


Terdapat juga menara pengeras suara setinggi 30meter jauh lebih tinggi dari empat menara yang menyatu dengan bangunan masjid, posisinya ada di bagian sayap kanan masjid terpisah dari bangunan utama Masjid Selat Melaka. Bagian belakang bangunan masjid ini menghadap langsung ke Selat Melaka, sehingga pemandangan lautan lepas yang merupakan selat terpanjang dan tersibuk di dunia bisa kita nikmati sejauh mata memandang cukup dilihat dari teras bagian belakang masjid.

Pada sore hari halaman Masjid Selat Melaka akan ramai, tidak hanya ramai oleh pengunjung yang akan melaksanakan ibadah Magrib saja. Area halaman masjid akan dipenuhi oleh para pengunjung dan wisatawan yang datang untuk melihat matahari tenggelam dari halaman masjid.

Para pengunjung dan wisatawan manca negara yang sedang menunggu sunset di dekat Masjid Selat Melaka
Saat saya berada di sana, tidak sedikit wisatan asing (bule) yang juga ikut duduk-duduk santuy  sambil menunggu detik-detik terbenamnya matahari. Hal ini mengingatkan saya akan Masid Amirul Mukminin yang ada di Pantai Losari, Makassar. Sama-sama masjid terapung yang juga sering dijadikan tempat untuk menikmati sunset di Kota Makassar.


Masjid ini bisa buka mulai jam 09.00-22.00, wisatawan boleh masuk dengan bebas asalkan berpakaian sopan dan rapih. Untuk wisatawan perempuan wajib menggunakan penutup kepala atau hijab, jika kalian tidak membawanya kalian bisa meminjam ke pengelola masjid.

Pekan Masjid Tanah Melaka




Masjid Tanah Melaka terletak di wilayah Alor Gajah Melaka, Malaysia. Masjid ini diberi nama masjid tanah karena asal bangunan masjid ini dibangun dari tanah, tepatnya tanah liat dan putih telur yang digunakan sebagai perekat. Bagian dinding masjid yang terbuat dari tanah masih disisakan sedikit agar bisa dilihat oleh pengunjung yang datang.


Saat saya datang ke sana, masjid ini sepertinya sedang dalam tahap renovasi. Renovasi yang sedang terhenti tepatnya, karena para pekerjanya sedang tidak ditempat. Tumpukan bata dan pasir juga terpal terlihat berserakan di bagian depan masjid. Walaupun tidak bisa masuk sampai ke area bagian dalam masjid karena dikunci, masjid ini masih bisa dikunjungi dan dilihat hanya sampai area teras.



Sisa bangunan masjid yang terbuat dari tanah liat masih bisa dilihat di sini.

Masjid Tanah termasuk bangunan bersejarah yang dilindungi oleh pemerintah Malaysia, menurut papan nama masjid yang saya lihat tergeletak di halaman masjid ini dibangun pada tahun 1900. Sedangkan menurut sejarah yang saya baca di Wikipedia, masjid ini dibangun pada tahun 1800an oleh Sheikh yang berasal dari Gujarat. Orang Malaysia yang juga ikut berkerja keras membangun masjid ini adalah Hj. Sulong bin Sibeng.

Pada zaman dahulu masjid ini menjadi tempat sholat untuk orang-orang dari beberapa kampung sekitar, pada masa itu bangunan masjid belum ada di setiap kampung. Masjid ini terletak di daerah kota perdagangan yang ramai dan persinggahan orang-orang yang melakukan perjalanan dari Melaka ke Alor Gajah, begitupun sebaliknya.

Walaupun usianya sudah berabad-abad lamanya, tetapi kondisi bangunan masjid ini masih terpelihara dengan sangat baik. Masjid satu lantai ini terletak diantara pemukiman dan area perdagangan yang cukup padat, bangunannya yang lawas terlihat kontras dengan bangunan lain di sekitarnya.

Begitulah seharusnya sebuah bangsa dalam menghargai sejarahnya, yaitu tetap menjaga dan memeliharanya bangunan bersejarahnya tanpa harus merubah apalagi merobohkannya hanya karena alasan usang atau mengejar keuntungan sesaat saja.

Masjid Datuk Machap


foto dari : @meran_johvi
" Awie orang Makassar, haruslah berkunjung ke Masjid Datuk Machap" Kak Yatie dari Malacca Tourism Board berkali-kali mengatakan hal ini kepada saya. Ya Masjid Datuk Machap sarat akan cerita sejarah dan perjuangan seorang kelahiran tanah Makassar, Sulawesi. Tentu saja saya dengan embel-embel Bloger Makassar wajib tahu dan datang ke je tempat ini.

Datuk Machap adalah seorang ulama Bugis yang berasal dari Makassar, beliau datang ke Melaka pada tahun 1500 untuk berdagang yaitu pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah. Kebaikan ahlak dan kepintaran beliau dalam berdagang menarik perhatian Sultan, hingga akhirnya Datuk Machap diangkat menjadi Imam Diraja.


Masjid Datuk Machap berada di dataran tingi yang dikelilingi oleh danau yang saat dijadikan sumber air untuk warga Melaka.
Pada saat Portugis datang menyerang Melaka pada tahun 1511, Datuk Machap ikut angkat senjata berjuang bersama umat islam untuk mengusir Portugis dari tanah Melaka. Sayangnya perjuangan Datuk Machap mengalami banyak tantangan, beliau bersama para pengikutnya terpaksa harus melarikan diri dari Melaka.

Bangunan masjid Datuk Machap saat ini
Datuk Machap dan pengikutnya pergi ke daerah Alor Gajah, di mana di tempat yang saat ini di sebut kampung Machap Lama beliau menemukan tanah tinggi. Di tanah itu kemudian beliau perintahkan untuk dibangun sebuah masjid sebagai tempat ibadah bagi dirinya dan pengikutnya. Bangunan masjid pada masa itu hanya dibuat dari kayu saja.

Bangunan Masjid Datuk Machap yang berdiri sampai saat ini, adalah bangunan yang sudah direnovasi menjadi bangunan permanen dari tembok. Masjid Datuk Machap bukan bangunan publik yang bisa dimasuki dengan bebas, untungnya kami datang dengan team dari Malacca Tourism Board jadi kami semua bisa dapat akses masuk untuk melihat bangunan masjid dari dekat dan tidak lupa untuk foto-foto cantik di sana.

---

Wisata religi dengan mendatangi Masjid bersejarah yang ada di Melaka telah memberikan wawasan tambahan bagi diri saya. Bahwa kebutuhan dan kebebasan beribadah adalah hak dasar manusia yang tidak boleh dibatasi oleh siapapun, bahkan di tahun 1500-an kurang lebih 6 abad yang lalu keberadaan tempat beribadah sudah menjadi kebutuhan utama dimana banyak orang dari desa lain rela pergi ke masjid yang berada di luar desanya.

Nah kalau kalian ada rencana pergi ke Melaka kira-kira masjid mana yang ingin kalian kunjungi terlebih dahulu ?




Jumat, 13 Desember 2019

Baju Bodo Hijab dari AIJ Galleri Makassar


Baju Bodo adalah pakaian tradisional perempuan dari Suku Bugis baik yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan dan juga Suku Bugis Pagatan yang berada Kalimantan, Indonesia.  Seperti baju tradisonal pada umumnya, saat ini baju bodo saat ini telah mengalami evolusi. Modifikasi design dan aplikasi banyak digunakan di baju bodo moderen yang ada di masa kini, pun ada baju bodo hijab yaitu baju bodo yang dibuat khusus untuk perempuan yang menggunakan hijab.

Sejarah Baju Bodo


Sebagai orang yang cinta pada tanah air, rasa cinta tersebut saya ekspresikan salah satunya adalah dengan mencintai wastra nusantara dan pakaian tradisional Indonesia. Sudah banyak wastra nusantara yang saya koleksi mulai dari kain yang berasal dari kain dari berbagai kota di Jawa, Sumatera dan Kain yang dari Sulawesi pun mulai saya koleksi. Mulai dari kain tenun Donggala, Toraja dan juga Sutera Bugis berhasil daya kumpulkan, walaupun hanya beberapa buah saja, tapi rasanya bangga dan bahagia bias memiliki wastra nusantara dari pulau yang saat ini sedang menjadi tempat persinggahan sementara saya.

Wastra nusantara sangat identik sebagai padanan pakaian tradisional nusantara. Seperti memakai baju bodo, pakaian khas Sulawesi ini sangat identik dengan lippa sabe atau kain sarung yang terbuat dari sutera dari Suku Bugis.

Tahukah kalian bahwasanya baju bodo yang kita kenal saat ini sebagai pakaian tradisional dari Suku Bugis, sebenarnya adalah baju Labbu yaitu baju bodo yang dibuat dengan kain lebih tebal, designnya lebih gombrang dan lebih panjang dari baju bodo sesungguhnya.

Sumber photo : https://id.wikipedia.org/wiki/Baju_bodo
Menurut Wikipedia Baju bodo sudah digunakan semenjak abad ke IX, berbentuk segiempat, berlengan pendek setengah atas bagian siku. Baju Bodo yang juga disebut baju Tokko pada saat itu dibuat dari kain muslin, kain tipis menerawang dan tembus pandang, ketika dipakai akan memperlihatkan tubuh bagian atas si pemakai. Di mana pada masa itu, hal tersebut merupakan hal yang lumrah-lumrah saja.

Penggunaan kain muslin dianggap cocok, karena kondisi cuaca di Makassar dan kebanyakan wilayah di Sulawesi bisa dibilang cukup panas. Kain muslin yang menerawang dengan tekstur yang renggang dan dibuat dari tenunan kapas dan benang katun, pastinya sangat nyaman digunakan di sini karena breathable fabrics.

Seiring berjalannya waktu dimana ajaran agama Islam mulai masuk dan dianut di Sulawesi, penggunaan baju bodo mulai diganti ke baju Labbu. Baju bodo yang dibuat dengan kain sutera yang lebih tebal dan tidak menerawang seperti kain muslin.


Cara Memakai Baju Bodo



Baju bodo hijab dari AIJ galleri Makassar yang dibuat dari bahan muslin

Baju bodo sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Bugis, baju bodo selalu dipakai dalam acara-acara adat dan perayaan seperti rangkaian acara pesta pernikahan, mulai dari acara lamaran, mengambil keputusan bersama, malam pingitan (midodareni) dan lainnya. Duh kalau ngomongin rangkaian pernikahan adat Bugis dan Makassar saya takut salah, karena masih kurang paham dan setahu saya rangkaiannya itu lumayan panjang. Mungkin suatu saat akan saya pelajari dan tuliskan di blog ini.

Sama seperti kebaya, baju bodo tidak hanya dipakai untuk cara pesta pernikahan saja, baju bodo juga digunakan untuk acara penting lainnya bahkan pergi ke undangan pun banyak yang menggunakan baju bodo. 

Baju bodo biasanya dipadankan dengan kain sarung sutera, cara memakainyapun bisa dibilang cukup gampang. Kain sarung dipakai dengan cara menggikatkan kedua ujung sarung, Buat ikatan sederhana dibagian perut kemudian sembunyikan di balik baju bodo. Kain sarung biasanya dipakaikan dengan longgar, tidak rapat atau ketat. Sehingga memudahkan kita untuk berjalan.

Cara styling baju bodo bisa dimasukan sebagian ke dalam kain, atau dibiarkan begitu saja seperti menggunakan atasan pada umumnya. Selain memakai sarung, baju bodo juga biasanya dipakai dengan aksesoris mulai dari gelang emas dan gelang di bagian atas siku, kalung dan juga bando khas tradisional dari suku Bugis dan Makassar.

Pada zaman dahulu kala warna baju bodo yang dipakai melambangkan usia dan status sosial sang pemakai. 

- Jingga dipakai oleh anak perempuan berumur 10 tahun
- Jingga dan Merah dipakai oleh gadis berusia 10-14 tahun
- Merah dipakai perempuan berusia 17-25 tahun
- Putih dipakai oleh pembantu dan dukun
- Hijau dipakai oleh perempuan bangsawan
- Ungu dipakai oleh janda
(Sumber : Wikipedia)

Saat ini baju bodo sudah mengalami banyak modifikasi, baju bodo moderen dibuat dengan dengan design yang berbeda, mulai dari aksen tumpuk, lipat bahkan penggunaan aksen bodir dan payet. Baju bodo telah berevolusi mengikuti tren dunia mode dan juga selera penggunanya.

Baju bodo yang awalnya dibuat dengan design lengan pendek pun mengalami perubahan. Saat ini ada baju bodo hijab, yaitu baju bodo dengan lengan panjang yang khususnya dibuat untuk para hijaber.


Baju Bodo Hijab dari AIJ Galleri Makassar




Mau pakai baju bodo tapi malas pakai manset tangan panjang, kalian bisa menggunakan baju bodo yang di-design khusus untuk hijaber. Baju bodo dengan lengan panjang bisa kalian beli dan sewa di AIG Galerri Makassar. 

Baju bodo dari AIJ Galeri Makassar di-design dengan bentuk persegi Panjang dibuat dari kain muslin, kainnya sedikit kaku dengan tekstur serat yang breathable tapi tidak begitu menerawang. Cutting baju bodo hijab dari AIJ Galleri Makassar sangat cantik, bikin badan saya yang cukup langsing jadi terlihat makin langsing dan tinggi.


Baju bodo hijab yang dibuat dengan aksen tambahan yaitu ikat lengan bagian siku, menjadikan baju ini terlihat seperti baju bodo tradisional berlengan pendek, setengah atas bagian siku. Bikin cantik effortless banget, tingal dipadankan dengan sarung dan hijab berwarna senada kalian sudah bisa duduk dipelaminan *eh gemana gemana 😂. Maksudnya kalian sudah langsung terlihat cantik dan anggun.

Untungnya saya sudah memiliki sarung dengan warna senada yang bisa dipadankan dengan baju bodo hijab dari AIJ Galleri Makassar, jadi keinginan untuk berfoto memakai baju bodo bisa terwujud deh.

Panjang baju baju bodo hijab bisa dibilang cukup panjang, sehingga bisa dipakai oleh kalian yang bertubuh pendek seperti saya ataupun yang bertubuh tinggi bak peragawati inshaallah nggak bakalan ngatung kependekan. Kalaupun ada satu dan lainnya yang ingin saya tambahkan, mungkin kalau boleh request lubang lehernya bisa dibuat sedikit lebih besar, karena kalau dipakai setelah kita pasang cepol hijab bajunya agak nyangkut di cepol. Maklum saya hijaber yang suka pakai cepolan rambut wkwkwk.

Toko online AIJ Galleri Makassar sudah beroperasi dari tahun 2016, fokus menjual produk fashion dengan segmentasi masyarakat menengah ke bawah. Jadi produk-produk yang dijual di AIJ Galleri Makassar, inshaallah harganya terjangkau ya.

Sima' taiya aksen pengikat lengan
Untuk produk baju bodo hijab bisa kalian beli dengan harga Rp. 100.000, sima' taiya atau pengikat lengan dijual dengan harga Rp. 30.000/sepasang. Kalau kalian pengen pakai baju bodo hijab tapi nggak mau membelinya atau nggak punya kelengkapan lainnya seperti sarung, kalian bisa menyewa baju bodo hijab lengkap plus aksesoris dan sarung dengan harga Rp. 175.000 saja.

Untuk sewa  baju hanya bisa dilakukan untuk kalian yang berada di Makassar dan sekitarnya ya. Untuk kalian yang ada di luar kota bisa membeli baju bodo hijab melalui toko online AIJ Galleri Makassar yang ada di Instagram : @aijgallerimks atau bisa juga melakukan pemesanan melalui whatsapps di nomor 085235799972.

Contoh kelengkapan baju bodo yang bisa di sewa di AIJ Galeri Makassar. Sumber foto : @aijgallerimks

Menggunakan pakaian tradisional tidak hanya untuk menunjukan jati diri dan asal usul kita, tapi bisa juga sebagai salah satu cara mencintai adat dan budaya Negara tercinta kita Indonesia. Seperti yang saya lakukan, gadis sunda yang berasal dari Bogor ini pun ingin mencoba memakai baju bodo, baju tradisional suku Bugis dan Makassar tempat tinggalnya saya saat ini.



Bagaimana rasanya pakai baju bodo dengan lippa sabbe?

Rasanya saya merasa cantik dan anggun dan makin cinta dengan adat budaya Bugis dan Makassar. Terima kasih AIJ Galleri sudah mewujudkan mimpi saya memakai baju bodo.

Bucket list checked!


Custom Post Signature

Custom Post  Signature