#SannengTalks2 : Lebaran VS Reuni

Juni 25, 2017 fillyawie 14 Comments



Hallo, Ketemu lagi dengan obrolan di hari senin #SannengTalks bersama 3 Bloggers asal kota Anging Mamiri. Untuk obrolan kali ini kita akan membahas perihal Reuni di waktu lebaran. Hayoo siapa yang lebaran ini dapat undangan reuni? Eitss masa sih kalian nggak dapet ajakan kumpul2 atau reunian? baik dalam skala kecil atau besar? Emang nggak ada yang kangen apa?? 😆😅

Baca Lebaran VS Reuni
Versi Ka Ery
Versi Zilqiah


Entah kenapa ketika lebaran tiba, kadang ajakan kumpul2 silaturahmi dan reuni mendadak jadi banyak. Temen SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja, Teman tapi mesra *lho lho 😇 . Ada undangan yang sifatnya serius, beneran kangen, basa basi, cuma ngabsen, pengen kepo sampai undangan ketemuan yang kadang kita aja lupa muka yang ngundang kaya gemana. Saking lamanya nggak ketemu 😊. Apa lagi kalau kita masuk di group social chat alumni sekolah lah, kantor pertama lah, teman se-commuter line lah, teman nasib sepenanggungan lah 😒. Sebanyak itulah undangan silaturahim yang akan kita terima.

Apa iya lebaran adalah waktu yang pas dan paling suitable untuk mengadakan reuni? Menurut kalian gemana?

Kalau saya sih,.....

Menurut saya sah sah aja qo ngadain acara silaturahim yang sifatnya reuni kawan lama di saat lebaran. Mumpung mudik ke kota asal, jadi bisa sekalian kumpul2. Selain itu silaturahim adalah sebuah kegiatan yang baik, positive dan di anjurkan oleh agama kita. Dengan adanya reuni pas mudik bisa jadi moment untuk mempererat kembali hubungan pertemanan, So I will say "Yes" untuk Reuni saat lebaran, 
Walaupun begitu saya pastinya akan membuat prioritas dengan siapa, di mana dan kapannya, nggak mungkin lah yaw kita datang dan ketemuan sama semua temen2 dari SD sampai temen Kantor terakhir kita kerja. Trus kapan lebaran bersama keluarga?? Jadi saya akan sangat memilih waktu dan teman2 yang ingin saya temui ketika Mudik.


Lebaran merupakan waktu yang sangat baik untuk memulai kembali silaturahmi yang mulai renggang, kendur bahkan terputus. Saatnya untuk kembali saying Hi' ..... Hellow ... dan apa kabar?. Tapi kadang pada kenyataannya waktu yang kita miliki sangat sempit, kebutuhan hidup makin tinggi, jumlah anggota keluarga nambah seiring menambah kerempongan, jarak mudik makin jauh dan masih banyak problema hidup lainnya. Dengan begitu waktu untuk me-maintain hubungan semakin sedikit, apalagi kalau teman yang kita punya adalah teman teman yang cuek, maunya di tanya, datangnya pas butuh doang wkwkwk. Rasanya makin susah ketemuan dan  makin jarang saying Hi. 

Makanya yang namanya temen baik itu beneran deh ibarat punya harta yang sangat berharga sekali, Seperti kutipan quotes dari Thomas Aquinas "Tidak ada hal apapun di Dunia ini yang lebih berharga dari persahaban sejati". Dan sahabat sejati itu pastinya datang dari hubungan yang sudah teruji, waktu pertemanan yang cukup lama. Sahabat adalah mereka yang hampir selalu ada buat kita, yang membuat kita nyaman menjadi diri kita sendiri, yang nggak ragu untuk bilang nggak setuju sama kita, yang ngeselin tapi terlalu berharga untuk di tinggalin, yang bahagia ketika kita bahagia begitupun sebaliknya, begitupun kedudukan kita buat mereka. Sahabat sejati itu akan nyari elo, bahkan ketika elo ada di ujung dunia sekalipun. They will reach out for you, karena sahabat sejati nggak akan tergantikan walaupun lo punya 1000 teman lain di masa depan.



Karena itu saya nggak akan mau ngabisin minimal 3 jam dari Pamulang hanya untuk menerjang kemacetan ke Jakarta dan sekitarnya, hanya untuk ketemu orang yang bilang " eh, Awie yang anak jurusan ini bukan sih??" atau " Hellow, gue si Anu, lo inget kan??" ngerasa penting banget untuk di inget, padahal gue beneran nggak inget siapa dia #sadizzz 😅😆. Atau ketemuan di Cafe Anu, sama si anu eh pas ketemuan Dia-nya nanya? eh elo kemana aja?? Guweh... elo kali yang emang nggak pernah ada dalam hidup gue 😅 #capcayyy cyiinn. 

Maunya ketemuan itu sama orang yang pas datang, langsung bilang : " woiii, masih idup lo?? apa kabar dunia persilatan, apa kabar musuh2 kita? " 😈😀. Langsung deh nyemplung ke obrolan yang memang sudah kita maintain bertahun2 belakangan. Update lanjutan cerita2 yang sudah kita ceritakan sebelumnya baik di OL chat, medsos atau surat2 elektronik. Ketawa ketiwi, ledek ledekan, kalau perlu nangis nangisan deh biar afdol lebarannya.

Yang namanya acara reunian paling lama berapa jam sih, 3-5 jam kali ya. lo pastinya pengen ketemu sama orang yang akan langsung "jump into the corversation". Saling catching up cerita masing2 di masa kini, sambil mengenang kembali cerita di masa lalu. Masa2 kejayaan ketika kulit masih kenceng badan masih imut, nggak ada fikirannya karena cuma mikirin jajan sama tugas sekolah doang dan cerita kenorak-an dan kepolosan jaman baheula yang mungkin kalau di ceritain lagi bisa jadi bahan stand up comedy yang lucu banget.

Ya setelah ketemu orang2 kaya mereka, pas pulang dunia terlihat menjadi lebih indah. Beban hidup terasa lebih ringan dan bersyukur banget kita masih punya teman yang care dan sayang sama kita.

Nah terus kalau ada undangan reuni lainnya, lo nggak mau dateng gituh?

Jujur sih saya bakalan liat siapa yang ngundang, trus yang datang siapa aja, dan yang lebih penting dimana acaranya. Karena ini Ibu Kota Man, jangan coba2 bikin janji di tempat2 rawan kemacetan. Dimama kita harus menyetir berjam jam lamanya hanya untuk ketemuan di acara yang paling akan berlangsung 3 jam doang, Belum lagi pas nyampe, mau cari parkirnya ajah ngebisin 1 jam sendirian. Ampyunn Mak, nggak bisa cari tempat yang deket2 apah?? biar ngobrolnya bisa lebih lama dan ngurangin ke stressan akibat macet di jalanan.

Karena Reunian itu seharusnya bikin kita bahagia bukan stress #catat. Ketemu sahabat lama, teman yang udah jarang ketemu muka, harus jadi hal yang fun dan bikin happy. Walaupun sebagian dari kita pas datang mungkin rempong karena bawa bocah cilik lah, rempong sama dress code lah, kelamaan dendong lah. Tapi semua kita lakukan dengan senang hati dan excited, happy karena mau rumpi #syantiek sama sahabat2 yang udah lama kita tunggu2 kehadirannya.

Saya pastinya ya sama kaya kalian2 lah. Kita nggak bisa nyenengin semua orang dengan mendatangi setiap undangan ketemuan, ya pastinya saya akan memilih undangan reuni yang akan saya hadiri. Karena namanya juga Mudik, prioritas utama saya untuk itu adalah bertemu keluarga. Ketika masih ada waktu  tersisa baru saya akan datang ke acara reuni. Jujur, saya lebih suka dan hanya akan hadir di acara reuni dengan anggota yang hadir tidak terlalu banyak. Dimana kita bisa lebih intens bicara dengan semua orang dan bisa lebih fokus sama bahasan pembicaraan kita. Jadi reuninya lebih berasa ajah, nggak kaya acara reuni akbar yang isinya buanyak banget orang trus pas datang bingung cari temen kita yang mana, karena mukanya udah pada berubah semua 🙏.

Nah kalau kalian termasuk orang yang setuju sama Reuni di hari lebaran, sebelum meng- iyakan untuk hadir di undangan reuni. Yuk kita bahas hal2 yang "Jangan" lakukan ini di Ajang Reuni, biar reuninya sukses dan lancar terlaksana.

Jangan Telat


Please deh jangan telat, trus pake alesan macet pula. Hari gini mana ada yang nggak macet cyiin 😠. jadi buatlah persiapan yang matang pas mau berangkat, dengan memastikan rute jalan yang akan di lalui, apakah melalui titik2 kemacetan. Datang lebih cepat lebih baik, menunggu sebentar nggak apa2 lah yaw. Dari pada kejebak kemacetan yang nggak jelas selesainya, mendingan juga kejebak nostalgia *lho

Jangan CLBK




Ajang reuni itu  bukan cuma melulu si #mantan lho, #hacyiiimmmm *mendadak yang baca pada kena Flu 😝. Niatnya pamit saya Paksu/ Butri di rumah buat datang ke reuni, eh pas di tempat reuni, ketemu si doi langsung deh nyadar " Ya Allah, dia masih kaya dulu aja. Perhatian angettt ... "😆. Yakinlah bahwa itu semua hanyalah sebuah godaan syaitan yang terkutuk. Istighfar, ngelus dada... awas ngelus dada sendiri ya, jangan salah ngelus dada si doi. Walaupun dada doi lebar seperti lapangan golf, yang bikin kita jadi pengen mukul bola terus *lho apa2an. Tapi semua itu hanyalah fatamorgana, karena sesunguhnya dada Abang di rumah yang akan membawa kita ke syurga  Neng *InshaAllah 😰😅.

Jangan Jualan 


Coba ya teman2 yang punya OLShop, Agen Asuransi, Agen Perumahan, MLM, Dan sejenisnya. Tolong untuk tidak terlalu agresif menawarkan produk2 kalian ketika datang ke acara reuni, kalau bisa mah nggak usah aja deh. Jangan rusak momen reuni dengan penawaran2 yang akan anda lancarkan di obrolan2 bersama teman2. Masih ada moment di lain hari untuk di pakai jualan, biar japri langsung misalnya. Walaupun teman teman kita menanggapinya dengan baik, bukan berarti mereka setuju. Mungkin mereka begitu karena menghargai anda sebagai teman, atau merasa nggak enak untuk memotong pembicaraan kita. Put your self in other shoes, please 🙏. 
*mohon maaf ya men temen kalau sayapernah jualan di ajang reuni 😌

Jangan curhat kebanyakan


Pernah nggak sih lo ketemu temen lama, yang ketika kalian ngobrol dia mendominasi percakapan dengan sibuk curhat. Curhat masalah suaminya, mertuanya, hidupnya, kantornya dan masih banyak lagi. Eitsss jangan baper dulu, curhat itu boleh dan sah2 aja qo. Asal di lakukan dengan orang yang tepat dan di waktu yang tepat. Percayalah bukan cuma kita yang punya masalah yang berat dalam hidup ini, setiap orang juga punya masalah. Karena dengan kebanyakan curhat, Kemungkinan yang akan lo dapet adalah antara orang kasian sama elo atau orang bakalan bete dan bosen dengerin lo. Self Branding kita di tentukan oleh prilaku kita sendiri.

Jangan Lupa Bahagia



Ajang Reuni itu adalah ajang happy happy, jadilah orang bahagia yang datang dan ada di sana. Kalau kita fikir datang ke reuni itu harus sukses, harus keren, harus awet muda, harus tajir. Saya akan jadi orang yang NGGAK akan pernah datang ke reuni karena nggak masuk ke semua kriteria di atas, mungkin lo juga kali. Jangan sampai ajang reuni bikin kita stress mikirin mau bedak berapa lapis? mau pakai mobil yang mana??. Mau jinjing tas yang mana? 😦. Perlu kita sadari kalau reuni itu ajang silaturahim bersama teman dari masa lalu, masa2 ketika kita masih culun, masih bokek, masih kucel dan kumel. Kalaupun kita sekarang sedikit berubah dan berbeda, itu seharusnya tidak membuat kita lupa 'siapa dulunya kita'. Walaupun besok saya datang dengan tas jinjing kremes kw beli di Tamcit kek, datang di anterin mobil  Fortuner yang saya pesan di Grab kek, semua itu nggak penting kalee. Yang penting jadilah orang yang dulu pernah ada dalam hidup mereka, ceriakan hari itu seperti waktu dulu.

Jangan Nanya Sekalian.


Jangan pernah bertanya tentang hal2 sensitive yang bisa menimbulkan kesedihan, ketersinggungan, atau bahkan membuat kegalauan bagi seseorang. Seperti misalnya nanyain : " woii, kapan merit cyinn, mau cari yang kaya gemana lagih sihh". Kapan Move on, kapan punya anak sambil nanya2 masalah kesuburan orang lain, atau pertanyaan2 "Kapan" yang sifatnya terlalu pribadi dan bukan urusan kita, Jangan samakan standar kebahagiaan kita akan sama dengan orang. Setiap orang bebas menentukan standar kebahagiaannya masing2, nggak usah sok sibuk ngurusin hidup orang lain. Karena orang yang sibuk ngurusin hidup orang, kemungkinan besar dia punya waktu free yanng banyak. Sampai sempat2nya mencoba ngurusin hidup orang, padahal kita juga belum tentu bisa menyelesaikan urusan kita sendiri.

Jangan Kepo



Kurangin kepo nya sis 😏. "eh sekarang lo dimana?". "Di bagian apa?". "Kantornya yang dimana sih?". "Anak udah berapa?". "Kemarin habis liburan ke Bali ya?", nah lho ketahuan deh lo kepoin ig Instagramnya diem2.

Enggak follow tapi qo tahu ya 😆. Jangan sampai akhirnya ketahuan kekepoan kita. Kepo lah dengan elegant, kalau kita kepo karena kangen atau penasaran tentang seseorang. cukuplah kepoin sekali2 doang *maksudnya 😅. Setelah itu lupakan, jangan di inget2 nama IG nya. Jangan sampe lo kepoin sosmed orang, lo Screen shot  trus lo share di group. Kalau mau kepo cukuplah kita dan Tuhan yang tahu. Nggak perlu di umumin di group chat 😤, yang akhirnya akan menimbulkan banyak pertanyaan lebih banyak orang tentang si Doi. Kecuali, catat ini perkecualian lho : ke-kepoan yang lo lakukan merupakan sebuah misi untuk mencari sebuah kebenaran dan membuat tidur kita nyenyak 😅 *alasan. 

Hayooo siapa yang suka kepoin IG saya, coba dong jangan kepo doang. Coba di follow sekalian ...😆

Mumpung baru lebaran hari ke-2, yuks ah maksimalkan jadwal kunjungan ke keluarga. Jadi kalau waktu tersisa bisa datang ke acara small reunion sama teman2 rumpies cyiin. Kalaupun seandainya nggak bisa datang, ya cukup hadir di video call. Apapun itu bentuknya yang penting kita bisa tetap menjadi sahabat/teman yang baik di buat mereka.

Jangan Lupa Yang Terakhir


Oh iya lupa, 1 lagi jangan yang harus di lakukan adalah. Jangan lupa komen dong di bawah ini. Terimakasih sebelumnya 💓

Mohon maaf lahir bathin ya, Men temen


#SannengTalks2

You Might Also Like

14 komentar:

  1. Aku termasuk yg anti bgt ikutan reuni2 gini, Mbak. Entahlah. Nggak minat banget. Palingan ntar juga pada komentar, "Eh, kamu sekarang gendutan ya?" Hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😂😂 iya bener banget, aku paling malas klo reunian orang fokusnya cuma sama fisik dan kedudukan karir kita. Mending nggak usah ketemuan deh dr pada bete 😬.
      Terimakasih sudah mampir 🙏

      Hapus
  2. Jangan CLBK yes! Haha 😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan ada bunda di antara kita 😂😂

      Hapus
  3. Saya paling males reuni klo isinya cuma ajang pamer. Makanya di reuni SMA tanggal 30 Juni nanti panitia sudah wanti2 soal ini :D btw selamat lebaran mba Awie, maaf lahir batin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk iya saya juga kadang bingung kenapa reuni dan pamer itu selalu sejalan ya 😂. Malasku.. 😅😅.
      Met Lebaran juga Ka Nanie, maaf lahir bathin ya 🙏💐

      Hapus
  4. sudah beberapa kali ada reuni tapi gak datang karna jadwal bentrok sama nge Blog liputan. komitmen deal sama yang pertama yg undang. halal bihalal datang karena sudah jauh jauh hari tahu nya. thanks ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Ane, memang kadang reuni yang di rencakan jauh hari sering susah di hadiri pas hari H nya datang. Kadang lebih enak reuni kecil2an secara spontan ya. terimaksih sudah mampir.

      Hapus
  5. Saya kodong nda pernah dapat undangan reuni hahaha. Mungkin karena mereka tau saya jauh di Makassar sementara mereka di Jogja, jadi hampir mustahil saya datang (atau memang nda ada yang ingatki, hiks..). Tapi memang saya agak malas sih kalau bukan sama teman2 yang memang akrab dan tau saya lahir batin. Gak usah mikir basa-basi soalnya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jauh juga Ayi merantaunya, #toss dulu ahh. Memang kadang malas banget reuni kalau bukan sama teman dekat, obrolannya jadi basa basi banget 😂. Pun jadi susah nge gossip 😅😅

      Hapus
  6. keren banget tulisan kak awiiie iniii ahhhh love it ;-*
    saya setuju banget juga soal ketemu sama yg akrab2 aja soalnya reuni SMA saya gitu wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Qiah 🙏. Iya kalau ketemuan sama yang akrab2 lebih fokus obrolan dan gosipnya 😂

      Hapus
  7. Bagus kali kakak tulisannya 😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, kan laptopnya pinjem yang dirimu dek 😅🙏😘

      Hapus