Merdeka Berbahagia Menerima Hidup Apa Adanya

September 01, 2017


Kemerdekaan Indonesia

Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia telah 20 hari berlalu. Bendera yang berkibar di depan-depan rumah dan tiang pagar gedung di jalan protokolpun telah banyak yang diturunkan. Bendera itu dibersihkan kemudian dilipat dan ditaruh di dalam lemari. Ditaruh di sana sampai tahun depan, baru kemudian dikibarkan lagi.

72 tahun sudah kita menghirup udara kemerdekaan, terbebas dari belenggu penjajahan dan penindasan. Masa-masa penjajahan yang berlangsung ratusan tahun menjadi sebuah pelajaran penting bagi setiap anak bangsa. Penting!! Karena penjuangan yang dilakukan para pahlawanlah bangsa ini bisa merdeka. Berkorban nyawa, harta dan segala upaya mereka lakukan agar Negara dan Bangsa ini merdeka. Setelah para Proklamator Bangsa memproklamirkan Proklamasi dan Bendera Merah Putih dikibarkan, semenjak itu Indonesia Merdeka. Merdeka menjadi bangsa yang berdaulat.

Arti kemerdekaan dan kedaulatan Negara salah satunya adalah bisa mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyatnya. Karena negara yang merdeka bebas menetapkan kebijakan yang membawa kebaikan dan kemakmuran bagi bangsa dan rakyatnya. Terus kalau kalian gemana? Apa arti merdeka bagi kalian?

Baca juga : #CurhatTeteh : 24 Jam Bersama Kerjaan Yang Nggak Pernah Beres

Hidupku Kemerdekaanku


Kalau saya di tanya: " Apa arti kemerdekaan buat saya dan hidup saya ?". Sebelum menjawabnya saya akan terdiam dan hening selama beberapa saat. Memikirkan baik-baik apa yang akan saya ucapkan, menimbang lagi dan lagi sambil mikir lagi *gituaja terus sampai besok 😅. Jujur ini pertanyaan yang susah-susah gampang untuk di jawab. " Hidup merdeka itu hidup bahagia tanpa belenggu, bebas tidak di jajah, damai tanpa kebencian. " - arti merdeka bagi Awie-

Sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) arti merdeka bisa diejawantahkan dalam bentuk yang sangat sederhana. Merdeka itu pagi-pagi cucian kelar, sarapan sudah lengkap, berbenah juga selesai disitu Teteh merasa merdeka sekali. Merdeka bisa juga berarti pagi-pagi dapat kiriman rantangan dari tetangga yang isinya lauk pauk lengkap untuk makan seharian. Ya Allah ini mah rezeki banget plus merdeka karena nggak usah masak seharian.

Contoh diatas adalah merdeka dalam bentuk terbebas dari pekerjaan rutin Emak-emak ya. Arti kemerdekaan sesungguhnya bagi saya adalah ketika saya bisa bahagia menerima hidup apa adanya. Berdamai dengan diri sendiri dan menerima keadaan dan kondisi hidup kita seutuhnya. tapi kadang tanpa kita sadari banyak prilaku diri kita yang bertolak belakang dengan apa yang kita ucapkan. Bilangnya sih "...nggak apa-apa deh rumah gue segini doang, sempit juga gue bahagia. Asal Suami gue baik sama setia, gue mah bersyukur aja". *Eh giliran tetangga beli tanah belakang rumah, hidup kita mendadak nggak tenang. Sibuk cari informasi tetangga dapat uang dari mana bisa beli tanah belakang 😅. Mendadak merasa terbelenggu dan terjajah sekali sama tanah di belakang rumah 😀. Jika itu terjadi pada hidup kalian, mungkin jiwa kalian lagi berkabut coba mainkan lagunya #EtaTerangkanlah.

Ada juga kejadian kayak begini, bilangnya nggak punya uanglah, bokeklah atau mau ngiritlah. *Eh giliran browsing situs belanja online terus liat icon SALE 50% OFF muncul di halaman paling depan. Langsung mendadak amnesia dengan segala niat yang sebelumnya diucapkan. Merdeka dari perilaku konsumtif adalah satu hal cukup sulit saya lakukan. bagaimana mau merdeka? Kalau setiap buka smartphone halaman yang pertama kali muncul adalah situs belanja online atau Instagram yang isinya kata-kata sale, hurufnya di-highlight atau kadang kata-kata sale malah kedap-kedip kaya lampu disko bikin mata yang ngantuk langsung mendadak segar. Sumpah saya tuh merasa terjajah banget sama online shop, belum lagi transaksinya gampang bangetkan hanya dengan pencet tombol pesan udah kelar ajah kegiatan belanja 😆. Katanya terjajah tapi tombol pesan di situs belanja online tetap di pencet, tidak lupa langsung buka internet banking buat transfer. Ini apanya terjajah??? mending nyanyi lagi deh #EtaTerangkanlah

Akhirnya saya sadar bahwa arti kemerdekaan yang sesunguhnya itu adalah bisa membebaskan belenggu baik yang di sebabkan oleh orang lain maupun diri sendiri. Baik belenggu yang besifat fisik, non fisikal, intimidasi, bully, fikiran negatif dan lain sebagainya. Karena itu merdeka bagi saya adalah ketika saya berdamai dan berbahagia dengan menerima hidup apa adanya.

Berdamai dan berbahagia bisa saya lakukan dalam contoh simple sbb :


➤Banyak Bersyukur
Banyak bersyukur merupakan sebuah bentuk perdamaian yang saya lakukan dengan prilaku konsumtif. Bersyukur dengan apa yang saya punya di lemari, di dalam dompet, di rumah dan lain sebagainya. Cara lainnya yang saya lakukan adalah dengan menanamkan pola fikir bahwa baju dan sepatu dan apapun yang saya punya dalam bentuk barang hanyalah benda mati. Dan semua itu nggak akan dibawa mati, cuma berguna untuk kita pakai di dunia yang sementara ini saja, jika dishadaqahkan baru bisa menjadi amalan yang berguna di akhirat kelak. Emang shopping dosa ya? Shopping untuk hal-hal yang diperlukan boleh-boleh aja qo, setelah bekerja keras sekian lama nabung sedikit demi sedikit akhirnya bisa beli tas idaman. Boleh dan sah-sah saja selama caranya baik dan tidak berlebihan dan tidak melupakan kewajiban pokok yang wajib dilakukan. Asal jangan sampai BPJS ( Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita ) #eaaaa 😊.

➤ Berdamai dengan kekurangan diri
Berdamai dengan kekurangan diri karena sesungguhnya nggak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik ALLAH SWT. Tuhan menciptakan setiap manusia berbeda-beda dengan kemampuan dan keunikannya masing-masing. Si anu pintar masak, si anu pintar mendesign, si anu dan anu dan masih banyak lagi. Kita ada untuk saling melengkapi dan karena perbedaan itu dunia jadi berwarna. Saya yang nggak bisa naik motor, dengan itu saya pakai jasa ojek online. Coba kalau nggak ada orang kaya saya ini, mana laku itu tukang ojek 😅. Jangan jadi nggak percaya diri hanya karena kalian nggak bisa masak, karena saya yakin kalian punya keterampilan lain yang lebih dominan dan menonjol dari memasak. Lagian sekarangkan udah ada layanan Go-food, kalau lapar tinggal pesan aja gampangkan ya kan 😅😂.

➤ Menjalani Hidup Apa Adanya
Menjalani hidup yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa, dengan segala cobaan dan rintangan yang ada didalamnya. Merupakan sebuah bentuk keyakinan saya kalau Tuhan YME adalah perencana hidup yang terbaik. Apapun kesulitan dan rintangan yang saya hadapi, saya harus yakin kalau Allah akan mengabulkan doa-doa dan harapan yang telah saya panjatkan. Ketika jalan hidup ini tidak sesuai seperti yang kita rencanakan, yakinlah bahwa Tuhan memintamu untuk bersabar. Seperti contoh buat kalian yang berstatus #Mblo, jangan pernah lupa 1 hal " There's nothing wrong with being #Jomblo 😉". Kalian yang sedang menanti jodoh dan bingung harus nungguin di mana karena sampai sekarang jodoh yang ditunggu nggak kunjung datang. Nggak usah sedih dan berkecil hati, karena apa hayo? Pertama yakin kalau Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Ke-2 yakin bahwa dari sebelum kita lahir di dunia ini, Allah SWT sudah menuliskan siapa jodoh kita di Kitab Lauh Mahfuzh. Jadi nggak usah takut nggak kebagian jodoh, anggap saja jodohmu masih terjebak macet di suatu tempat, macet ke arah Bekasi misalnya *lho. Yang kalian perlu lakukan adalah menunggunya dengan sikap setia, yaitu menjaga diri sebaik mungkin dan jangan lupa tetap berdoa ya cyiin.

Atau mungkin untuk kalian yang belum diberikan keturunan seperti saya, bertahun-tahun menikah belum juga sukses mendapatkan keturunan. Padahalkan nikah untuk bahagia ya? 😅 Tapi ketika belum dikasih keturunan langsung mendadak nggak bahagia, bahkan ada yang menjadikan alasan itu untuk melakukan hal yang tidak sepatutnya atau bahkan sampai bercerai karena alasan keturunan. Semua ini adalah ujian, bersabarlah dan sikapi semuanya dengan menjalani hidup penuh rasa syukur. Jangan biarkan sebongkah batu menghalangi pemandangan indah yang ada di belakangnya. Lewati batu itu dan lihat apa yang membentang didepannya. Setiap ujian yang datang Insha Allah akan membawa hikmah dan kebaikan bagi diri dan hidup kita dimasa yang akan datang. Tetaplah positif thinking dan berusaha sebaik mungkin.

Jangan Lupa Bahagia

Berbahagia menjalani hidup apa adanya adalah kunci sebuah kebahagiaan yang hakiki. Jika kita sudah bisa menerima segala kekurangan dan ketidak kesuaian yang terjadi dalam hidup, Insha Allah hati rasanya lebih ikhlas dan bahagia menjalani hidup ini. Merdeka dari belenggu konsumerisme dan belenggu fikiran negatif adalah sebuah tindakan yang sepertinya sepele tetapi sebenarnya tidak mudah. Terlebih saat ini kita hidup di zaman yang serba instant dan cepat ini, hidup kita di sibukkan oleh kegiatan sosial dan media sosial. Dengan akses internet saat ini apa yang tadinya tidak terdengar jadi mudah dan cepat menyebar, apa yang tadinya tidak terlihat kadang muncul di depan mata tanpa diminta.

Bahkan kadang kita salah memotivasi diri, lebih penting terlihat bahagia di banding merasakan kebahagiaan itu sendiri. Lebih sibuk mencari follower dan like, dibanding mencari teman sejati. *Eh itumah saya banget, sibuk cari follower *getok kepala sendiri dulu.

Yuk mari kita memerdekakan diri dari belenggu fikiran, nafsu dan prasangka hati. Berbahagialah karena kita hidup di zaman dimana kemerdekaan telah di raih. Jangan sia-siakan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang membebaskan Negara dan Bangsa ini dari  belenggu penjajahan. Maksimalkan kemerdekaan ini dengan menjadi pribadi positif, berbahagia dan bermanfaat bagi sesama

Memaknai kemerdekaan bisa di lakukan dengan banyak cara, seperti apa yang di tuliskan oleh Mba Julia Amrih. #3 cara mensyukuri kemerdekaan yang bisa kalian baca di >>>> Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan dalam Program #KEBloggingCollab untuk kelompok: Najwa Shihab.

Yuk baca juga Tulisan tentang arti kemerdekaan menurut teman-teman #KEBloggingCollab, linknya ada di bawah ini :

Mak Sumayyah
http://masihkecilaja.blogspot.co.id/2017/09/merdeka-itu-pilihan.html

Mba Anindita
http://www.aninditaayu.com/kemerdekaan-dan-kebebasan-berpendapat/

Mak Alfu
http://www.alfulaila.com/2017/09/merdeka-tanpa-anak.html?m=1

Mak Aya
http://www.kartikanugmalia.com/2017/09/merdeka-sebuah-cita-cita.html

Mak Idah
http://www.cerisfamily.com/2017/08/mengenalkan-kemerdekaan-kepada-sikecil.html


You Might Also Like

13 comments

  1. sukaaa bgt teh awie 😍 merasa damai bebas dari kebencian.. Merdeka kemana-mana itu sih..hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maunya sih selalu begitu ya, karena kebencian ibarat kotoran yang kalau terlalu lama di simpan bisa berbahaya bagi hati dan jiwa.

      Hapus
  2. Tulisannya mbak Awi keren! Aduh, yang paling susah itu menurut aku berdamai dengan kekurangan diri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan Anindita lebih keren. Semakin dewasa saya juga baru bisa menerima banyak kekurangan. Dewasa??? tua lebih tepatnya wkwkwk

      Hapus
  3. iya banget ituuu banyak bersyukur... solusi dari segala masalah hati demi mencapai kemerdekaan yang hakiki *naon sihhh, hahahhaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk. Mari merdeka dari masalah kontroversi hati #eaaa

      Hapus
  4. Agree! Merdeka itu bebes melakukan apa saja yang kita suka, termasuk mau ke mana-mana naik ojek juga cuek aja... Hihiii 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya itu naik ojek ke mana-mana. Habis ojek lebih cepat menerjang kemacetan di banding taxi OL. Selain itu sering banget naik taxi, supirnya ngajak ngobrol mulu wkwkwk

      Hapus
  5. Pagi2 dalat rantang dr tetangga. Uuwh...Teteeeh. hahaha. Semoga kita bahagiaa selalu ya, Teh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaminn semoga Mba Idah juga selalu bahagia dan merdeka ya :)

      Hapus
  6. Mbaaa...itu bebas masak seharian perlu di highligt yaaah wkwkwkw. Sama soal token internet banking, entah kenapa tiap kali scrolling IG dia tiba tiba muncul minta dipencet #hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga IRT urusan rumah pekerjaan rumah tangga bisa jadi masalah belenggu kemerdekaan beraktifitas #apaansih :)

      Hapus
  7. Suka banget kalimat ini Wie
    Hidup merdeka itu hidup bahagia tanpa belenggu, bebas tidak di jajah, damai tanpa kebencian.

    BalasHapus

Follow Me

Press

Blogging Community