Durian Otong Emas Si Manis Berduri Dari Kabupaten Luwu

Juli 23, 2017


Kota Palopo, Sulawesi Selatan



Sekitar seminggu lalu saya sempat melakukan perjalanan dari Makassar - Palopo dan sebaliknya, yang jauhnya bukan main tapi seru. Pada saat melewati kota belopa dan Luwu, saya lihat banyak sekali pedagang buah2 an di sepanjang jalan. Di sepanjang kiri dan kanan jalan banyak sekali pedangan kaki lima yang menjajakan buah2 an hasil panen penduduk setempat dan ada juga sih yang menjual sagu. Salah satu buah yang paling banyak di jual pada saat saya ke sana adalah, rambutan.

Pas berangkat ke Palopo, di Luwu saya sempat membeli sekeranjang kecil rambutan yang di jual dengan harga 25K saja. Rambutan yang di jual semua sudah di petik dari tangkainya dan bebas dari semut, kata Ibu yang jual : "baru saja di panen", jadi masih fresh from the oven. Dan saya pun membeli sekeranjang buat camilan di hotel nanti, eh tapi belum sampe Palopo udah setengah kantong aja saya habiskan 😅. Rasa rambutannya manis banget, kering dan ngelotok banget, sambil mengunyah saya langsung membayangkan asinan rambutan yang sempat nge hits beberapa waktu lalu.

Rambutannya di jual dalam keranjang, harga rambutan dalam keranjang kecil = 25K, sedangkan dalam keranjang besar = 40K

Di sepanjang perjalanan kemarin penjual rambuatn memang yang paling banyak saya temui. Walapun ada buah lainnya yang juga ikut di jual seperti langsat dan durian. What??? Durian??? siapa sih di Indonesia ini yang kenal sama durian?. Buah berduri tapi manis dan ngangenin ini, cuma ada kalau pas musimnya tiba. Dan kebetulan si buah istimewa bernama durian ini adalah salah satu buah kesukaan Paksu. Jadi pas di jalan kemarin setiap ada pedagang durian, Paksu langsung salfok dan senyum senyum sambil nelen ludah *glek. Pasti maunya langsung melipir beli durian, tapi karena takut kolesterol tambah naik 😆. Akhirnya dia memutuskan untuk cuek ajah, pura2 nggak lihat sambil bilang : "ntar pas perjalanan pulangnya ajah deh, mampir makan duriannya" *lho 😅.

Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di Kota Palopo ( tentang Kota ini akan saya tulis terpisah ), tibalah saatnya untuk perjalanan ke kota selanjutnya yaitu Parepare. Perjalanan yang di tempuh melalui perjalan darat dari Palopo - Parepare ini berjarak 225Km dan  harus di tempuh selama 5-6 jam #busyetman! 😅. Dan setelah keluar dari kota Palopo, saya melewati Jalanan Kabupaten Luwu yang masih panjang untuk sampai ke kota selanjutnya. Seperti kata ka Ery blogger : http://www.emaronie.com/ yang suaminya asli dari Kota Palopo, Palopo itu adanya di Kabupaten Luwu, dan Luwu itu luas sekali ( Thanks Ka Er, for correcting my article ). Baru setelah itu ada  Wajo - Sidrap dan kemudian sampai di Parepare. Dalam misi pencarian durian ini, kami rencananya akan mampir di Luwu yang berajrak 59 dari Palopo, Dengan masa tempuh perjalanan kurang lebih 2jam. Kabupaten Luwu katanya memang terkenal sebagai salah satu daerah sentra  penghasil buah2 an di Sulawesi Selatan. Selain ke3 buah yang telah saya sebutkan di atas, ada juga buah2 lainnya seperti mangis dan cempedak sebagai buah yang juga paling sering di jajakan di sepanjang jalan di Luwu ketika musim panennya tiba.

Durian Otong Emas


Otong emas berwarna kuning muda ini berdaging tebal dengan texture daging yang kenyal

Pas perjalan ke Parepare ini, Paksu sudah mempersiapkan jiwa dan raga untuk mencicipi durian Luwu. Saya juga ikut siap2 sih, akhirnya pas kendaraan kami mulai memasuki wilayah luwu mobil berjalan lebih selow sambil celingak celinguk cari tukang durian. Akhirnya pencarianpun usai, kami menemukan salah satu penjual durian di pinggir jalan. #beuh padahal banyak banget itu tukang Durian di kiri kanan jalan, sampe bingung mau pilih yang mana he he he. Mobil yang kami naiki pun akhirnya memutuskan untuk melipir di pinggir jalan, persis di sebelah warung penjaja durian dan rambutan. Kedatangan kami langsung di sambut ramah oleh ibu dan daeng pemilik warung, sambil sibuk menawarkan durian dan rambutan yang berjejer rapi di warungnya. Dengan sigap Paksu langsung menghampiri durian besar yang di gantung di sisi warung, sambil bertanya " ini durian apa?". Si Ibu menjawab : "Otong emas, maniski bijinya kecill " sambil menunjukkan jempolnya menggambarkan betapa kecilnya itu biji durian.

Setelah memilih milih dan tawar menawar akhirnya Paksu meminta 1 buah Durian otong emas untuk di buka dan di makan di tempat. FYI, durian otong emas di sini merupakan durian yang di budidayakan oleh petani setempat di tanah Luwu. Otong emas yang merupakan durian mothong varietas lokal ini memang sudah terkenal seantero Sulawesi Selatan, terkenal karena rasanya yang manis dan lezat, dan memiliki biji yang kecil. Merupakan salah satu buah yang wajib di cicipi ketika mampir di Luwu, kalau kebetulan lagi musim durian ya.

Sambil kami menyantap si otong emas ini, daeng bercerita bahwa durian otong yang di tanam petani di Kabupaten Luwu ini ada 3 macam. Ada otong emas, otong kuning dan otong putih. Otong putih mempunyai rasa yang ttidak begitu manis, sedangkan sang primadona dari jenis durian otong ini memang di pegang oleh si Otong emas. Sambil mengambilkan air untuk cuci tangan, Daeng juga bercerita bahwa durian bisa di panen setelah 3-5thn di tanam. Baiknya di tanam di kebun, dan harus rajin memotong pucuk2 daun2 yang ada di bagian tengah pohonnya biar tanaman tidak tumbuh mengerucut menjulang keatas. Katanya juga petani di Luwu banyak menggunakan urea sebagai pupuk tanaman durian. " kenapa enggak pakai pupuk kandang?" pertanyaan itu langsung keluar begitu saja. Beliau menjelaskan, boleh juga pakai pupuk kandang. Tetapi kalau kebanyakan pupuk kandang, karena pupuk yang di gunakan adalah kotoran binatang biasanya bisa mendatangkan hama yang merugikan bagi pohon. Gitu sih kata bang daeng kemarin, karena saya nggak ngerti urusan tanam menanam jadi saya lebih banyak mendengarkan dan menyerap informasi dari mereka.

Bentuk memanjang/lonjong merupakan ciri khas dari durian otong emas

Untuk 1 buah Durian Emas ukuran paling kecil, di bandrol dengan harga 110K kalaupun di tawar mentok2 paling di kasih 100K dengan iming2 ke penjual mau beli 2 buah durian 😀. Untuk ukuran terkecil bisa di santap untuk max. 5 orang. Durian yang kami beli kemarin sih, Isinya kurang lebih 12 biji. Sedangkan untuk Durian dengan ukuran lebih besar, yang bisa di santap untuk 7orang di bandrol dengan harga 210K.

Saya bukan penggemar durian, kalau lagi musim durian nggak bakalan deh nyari2 durian segitunya. Walaupun begitu saya nggak anti2 banget juga sih sama buah berduri ini, masih maulah icip2 kalau cuma sebiji doang mah. Sekedar untuk menghilangkan rasa penasaran atau terguir karena baunya yang harum. Dan kemarin ketika lihat durian besar2 di depan mata, dan memang lagi lapar juga karena pas sarapan di hotel cuma makan kue2 dan kopi saja. Sayapun langsung tertarik untuk menyantap sebutir durian, apa bener seenak seperti yang di gembor2kan mereka?



*Eh beneran enak lho durian otong emas ini, kalau saya boleh mendeskripsikan rasa enaknya dan ciri duriannya dalam points mungkin penjabarannya akan seperti ini :

- Daging duriannya tebal dengan biji yang kecil. Daging durian Otong emas memang luar biasa tebal, dengan texture daging yang kenyal dan tidak lembek. 

- Manisnya pas, nggak bikin eneg. Jadi kalau makan 1 biji mah kayaknya kurang ya.

- Warna duriannya putih kekuningan, jadi kuning soft gitu warnanya.

- Ciri fisik durian otong emas ini berbentuk besar seperti durian monthong yang terkenal itu. Bentuk buahnya pun lonjong/oval.

- Baunya tidak terlalu kuat seperti durian lokal kebanyakan. Jadi kalau belanja durian utuh sebagai oleh2 dan  kemudian duriannya di masukan ke mobil. Nggak perlu takut pas di perjalanan nanti akan mabok bau durian. Bau duriannya pasti tetep ada, ya namanya juga durian kan ya. kalau dari pengalaman saya kemarin sih, baunya masih bisa di tolelir oleh hidung saya. Terkecuali jika kalian memang alergi atau tidak suka sama bau durian ya, jangan coba2 masukin ke mobil deh.

Bibit Durian Bisa Jadi Pilihan Oleh2 Dari Luwu


Salah satu tempat yang menjual bibit durian otong emas

Nah selain pejaja durian otong emas, di sepanjang jalan di Kabupaten Luwu ini juga ada beberapa di temukan penjual bibit tanaman. Terutama untuk tanaman rambutan dan durian varietas otong emas. Khusus untuk sebuah bibit pohon durian otong emas di jual dengan harga 25K-35K. Bibit dengan harga 25K rupiah merupakan bibit stek antara durian lokal yang di stek dengan durian otong emas. Sedangkan untuk bibit dengan harga 35K rupiah, merupakan bibit langsung dari pohon durian otong emas. Jika anda punya lahan atau halaman yang cukup luas, boleh juga nih coba2 menanam pohon durian otong emas dari Luwu.

Bibit durian siap tanam yang bisa di jadikan oleh oleh atau tanaman di halaman rumah anda

Semenjak kenal sama si otong emas ini, saya bisa bilang ini merupakan salah satu durian yang paling enak yang pernah saya makan. Secara saya cuma pernah makan durian rancamaya dari Bogor, durian Medan dan Monthong saja seumur hidup ini. Jadi otong emas bisa di bilang mantap Gan!, Ya walaupun saya paling kuat makan sebiji atau maximal 2 biji tapi rasanya puasss banget. kalau kata penjual mah, Rasanya nggak boong. Harganya pun kalau di banding durian primadona dari negara tetangga, jauh lebih murah lah ya. yuk ah mumpung musim durian, jalan2 ke Luwu yu.... Rasakan sendiri keistimewan otong emas berduri yang manis ini.

Terimakasih sudah mampir, boleh komennya sekalian kaka 😊👍...

You Might Also Like

13 comments

  1. Dulu saya suka durian tapi semakin kesini semakin berkurang. Tidak sama sekali siih, sesekali saya ikut mencicipi. Kebetulan anak-anak tidak suka durian jadinya bisa sampai bertahun-tahun baru mencicipi lagi. Awie, cobain deh menikmati durian di Latuppa Palopo. Jaman kuliah saya dan teman-teman beberapa kali dengan sengaja dalam riang gembira kami mabok duren sambil mandi di sungai. IIhh kalo di inget sekarang jadinya : koq bisa yaa.... durian otong ini samakakah dengan durian montong yang di Thailand itu? buatku juga durian montong yang di Thailand kemarin itu endeess se endes-endesnya dan dalam ukuran jumbo pula! lupa koles.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum pernah coba durian di latuppa Palopo, sempat baca beberapa cerita tentang makan durian sambil mandi di sungai. Wkwkwk nggak kebayang juga sih ka, mandi lalu makan durian kaya apa rasanya. Seru2 enak kali ya 😂. Otong emas ini, monthong lokal Ka. Rasanya kurang lebih mirip monthong. Tapi harganya lebih murah dari monthong.

      Hapus
  2. Saya pass kalau durian. Nda tahan baunya. Tapi itu rambutannya kayak enaaak... 😄

    BalasHapus
  3. Saya pass kalau durian. Nda tahan baunya. Tapi itu rambutannya kayak enaaak... 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun paling bisa makan 1 biji doang, kalau lebih dari itu bisa mabok durian 😂. Rambutannya enak banget 👍👍 juara.

      Hapus
  4. duriannyaaa. aku suka banget durian mbak dan durian otong itu mirip dengan durian yang tumbuh di samping rumahku, dagingnya warna kuning, tebal dan bijinya kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Luwu dan sekitarnya lagi musim durian Mba. Iya durian otong memang berdaging kuning dan bijinya kecil, mantab pokoknya. Terimakasih sudah mampir di sini 🙏

      Hapus
  5. Saya agak bingung di tulisan bagian atas,"setelah keluar dari kota Palopo, kota pertama yang akan kita lewati setelah adalah Luwu" ??? Setauku Palopo itu adanya di Kab.Luwu 😄

    Etapi soal durian saya gak bingung koq! Malah langsung jadi ngiler 😋 *tissue mana tissue?...

    BalasHapus
    Balasan
    1. gini Ka kalau orang Tenjereng selatan bahas Sulawesi selatan, trus kaga bisa baca peta pula wkwkwk. sudah saya rubah ya, thank you lho ka koreksinya.

      Hapus
  6. Ah sampe ditulis segala namaku di koreksiannya heheh 😘😘

    BalasHapus
  7. Saya koreksi kembali hihihi, sudah betulmi kak setelah kota Palopo kita akan memasuki kabupaten Luwu (bukan kota luwu sih) yang ibukota kabupatennya ada di Belopa, sekitar 1 jam dari kota Palopo.

    Palopo dan Luwu itu berbeda. Dulu, Kabupaten Luwu ibukotanya Palopo. Lalu ada pemekaran, tahun 2006 klo nda salah, jadi kab. Luwu timur, Luwu utara, Luwu, dan Kodya Palopo. Sekarang lg diperjuangkan Luwu tengah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he iya Ka Nanie, saya sebelum nulis sudahka baca dulu wikipedia tentang palopo, kab. Luwu dan belopa. Kurang lebih yang ka Nanie jelaskan di atas, seperti itu yang saya tangkap. Makanya pas di koreksi, saya baca lagi eh bener seharusnya kab. Luwu.
      Tapi senang juga kalau ada teman2 yang mau membaca dan bahkan mengkoreksi tulisan saya. So I really appreciate all comments, sugesstion as well as criticsm 🙏😉.
      Durian Palopo memang juara ya Ka 😆, jadi inget durian deh.

      Hapus
    2. Oiya.. ada 4 sekarang yaa di sana, Kab.Luwu, Kota Palopo, Kab.Luwu Utara & Kab.Luwu Timur.
      Makasih pencerahannya Nanie 😊

      Hapus

Follow Me

Press

Blogging Community