Lolai Sebuah Negeri Di Atas Awan

Maret 27, 2017 fillyawie 0 Comments




Awan menyelimuti Kota Toraja di bawah tempat kami berdiri

Jika Anda berencana berjalan jalan ke Toraja , Sulawesi Selatan. Lolai merupakan salah satu destinasi yang menurut saya wajib di kunjungi. Lolai yang berada di kabupaten Toraja Utara, Sulawesi selatan. Menawarkan sebuah wisata alam yang cukup mempesona mata. Walaupun perjalanan menuju Lolai bukanlah hal yang mudah untuk di lakukan. Di karenakan jalan menuju kampung Lolai dari pasar Rantepao tempat kami menginap kurang lebih memakan waktu sekitar 30menit, perjalanan di tempuh ketika pagi hari.

Matahari Mulai Naik

Kampung Lolai menawarkan wisata yang menyuguhkan pemandangan yang akan membuat mata kita terbelalak. Saya yang anak Tangerang selatan dan nggak pernah naik gunung ini sangat antusias sekali melihat hamparan awan yang berada jauh di bawah dari tempat saya berdiri. Perjalan menuju Lolai, bagusnya di lakukan sehabis subuh. Habis sholat subuh di Hotel, langsung berangkat ke Lolai. Jika anda menginap di penginapan sekitar Pasar Rantepaok, adzan shubuh akan terdengar sangat jelas. Karena di depan Pasar ada Masjid Raya, jadi adzan terdengar sangat jelas sekali. Nah, kalau berangkat setelah sholat shubuh, Insha Allah masih sempat melihat sunrise di salah satu puncak Lolai.

Semburat Fajar mulai menyingsing di balik Gunung

Bagaimana cara ke Lolai? Lolai yang berada 1300m dari permukaan laut (mdpl). Cukup mudah untuk di temukan. Jika anda dan rombongan berencana untuk pergi ke sana, anda hanya perlu mengikuti papan petunjuk yang ada di pinggir jalan ke arah Lolai. Walaupun papan petunjuknya cukup minim alias sedikit, tapi nggak perlu khawatir karena akses jalan ke sana hanya itu, ya Insha Allah sampailah (he he he). Silahkan mengikuti petunjuk ala mamak seperti yang mamak catat di bawah ini.

Kalau anda jalan ke lolai dari arah pasar Rantepao seperti saya, berarti anda harus menempuh jalan kurang lebih sekitar 20km (silahkan cek di googlemaps). Dari rante paok Kendarai mobil anda ke arah menuju Lemo. Jalan terus sampai bertemu dengan puteran di mana ada Landmark patung Sapi Bule (Tedongbunga), nah dari situ belok ke arah kanan. Jalan lurus sampai bertemu jembatan beton di atas sungai, kemudian belok ke jembatan. Dari jembatan jalan lurus terus sampai bertemu perempatan, baru belok kanan. kemudian jalan lurus melaui jalan rumah rumah penduduk. jalan terus sampai bertemu perempatan yang depannya ada kolam bekas sawah. Dari situ belok ke kiri, kemudian jalan terus sambil memperhatikan Tanda penunjuk jalan di sebelah kanan. Jika anda jalan mengendarai motor, anda akan menemukan sign Jalan Ke Lolai terlebih dahulu, tapi jika anda menggunakan kendaraan roda empat, jalan terus sampai anda menemukan sign 'Jalan Ke Lolai". Posisi petunjuk jalan ada di sebelah kanan. Setelah menemukan sign tersebut, belok ke kanan. kemudian tinggal mengikuti jalan. Jalan ke Lolai merupakan medan menanjak dengan kondisi jalanan yang kurang baik. Lebar jalannya pun pas banget untuk 2 kendaraan beda arah melaju. Jadi sebaiknya gunakan kendaraan dengan kondisi prima, dan jenis kendaraan yang cocok untuk medan yang menanjak dan terjal.
Terlebih kita harus melakukan perjalan di pagi buta, di sepanjanng jalan tanpa penerangan sama sekali. Jadi makin seru deh perjalanannya : ).

Ada beberapa tempat untuk melihat Matahari terbit di Lolai, sepanjang perjalanan ke atas saya menemukan beberapa tanah lapang yang bisa di gunakan untuk memotret. Bahkan di tanah tersebut ada beberapa orang yang sudah kemping dari semalam. Saya lihat kondisi tempat berkumpulnya para wisatawan masih di kelola warga sekitar. Ketika kami datang ek salah satu bukit tempat melakukan pemotretan, kami tidak di minta untuk membeli karcis, hanya membayar parkir saja. Padahal di bukit/tanah lapang tersebut telah tersedia bale bale tempat beristirahat dan WC. Lumayan kan kalau ingin kebelangan nggak perlu ketok-ketok rumah warga untung numpang ke WC *eh... 

Perjalanan ini merupakan perjalanan yang sebanding banget dengan pemandangan yang akan kita saksikan. Waktu Matahari terbit sangatlah cepat dan singkat, pastikan anda melihat moment tersebut dengan maksimal. Jangan lupa juga untuk mengabadikan setiap moment yang indah dalam sebuah jepretan kamera. Setelah Matahari terbit dan langit mulai terang. Awan di bawah mulai menipis, dan kota di Kabupaten Toraja mulai bisa terlihat dengan jelas.

Dalam perjalanan pulang ketika turun ke bawah, saya kembali di suguhkan oleh pemandangan yang sekitar yang cukup menarik. Di sepanjang jalan turun kembali ke penginapan. Saya banyak melihat rumah rumah penduduk plus Tongkonan yang Indah di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan. Selain itu ada juga tempat Ibadah dan rumah kecil tempat sementara untuk menyimpan jenasah penduduk sebelum di kebumikan dengan adat istiadat setempat.








Buat saya ini merupakan perjalanan yang sangat menyenangkan, selain bisa melihat keindahan alam yang luar biasa. Saya juga bisa melihat secara langsung keragaman budaya negara Indonesia tercinta.

Kalau kalian berminat untuk wisata ke Lolai, menurut saya ada beberapa hal yang harus di di ceklist. Hal tersebut adalah :

1. Cek kondisi kendaraan sebelum berangkat, jika anda membawa kendaraan sendiri.
2. Tidur yang cukup, karena kan harus bangun sebelum subuh.
3. Gunakan pakaian yang tebal dan hangat.
4. Berangkat max. jam 5 subuh, jika anda ingin melihat Sunrise.
5. Ikuti jalan yang di tandai oleh papan penunjuk jalan, jika kurang yakin jangan sungkan bertanya pada penduduk sekitar. karena kemarin pun kami takut nyasar, dan bertanya pada penduduk sekitar adalah solusi terbaik.
6. Pesan Mobil carter sekaligus supir untuk penunjuk jalan, jika anda baru pertama kali ke sana.
7. Pastikan anda mengecek laporan prakiraan cuaca daerah sekitar Toraja terlebih dahulu sebelum ke sana. Karena kalau hujan akan sulit melihat Sunrise dari puncak Lolai.

Semoga catatan saya berguna ya.


You Might Also Like

0 comments: