Belajar Motret Dari @poeticpicture (Food Styling and Photography Workshop with Marrysa Tunjung Sari)

Januari 30, 2017



Workshop yang saya ikuti kali itu bercerita tentang Food styling dan Photography, kami di ajarkan banyak hal tentang bagaimana cara menghasilkan potret makanan dengan hasil yang baik dan menggugah selera. Memotret makanan bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, kenapa begitu ? karena Makanan merupakan object mati, yang yang bisa tersenyum dan tidak berekspresi. 

Seorang photographer yang mengkhususkan diri pada potret makanan mempunyai tugas yang sangat berat, karena dia di minta untuk menghasilkan photo makanan dengan hasil tampilan yang cantik, menarik dan menggugah selera bagi yang melihatnya. Hanya dengan melihatnya saja, Makanan sudah terlihat enak dan bikin lapar. Padahal pada kenyataannya untuk membangkitkan sebuah selera makan di butuhkan beberapa fungsi panca indera. Tapi seorang photographer di minta untuk mengerahkan semua kekuatan magicnya untuk menghasilkan photo makanan yang bisa menggugah (yang melihatnya) hanya dengan melihat photo tsb. Kita tidak mencium bau harum dan lezat makanan tsb, tidak mendengar bunyi desisan daging di goreng, minyak yang bergolak, air yang mendidih. Tapi qo bisa ya kelihatan enak dan langsung pengen makan????



Oleh karena itu untuk menghasilkan foto makanan dengan tampilan yang di inginkan secara maksimal, di butuhkan banyak element dan kreativitas yang sangat tinggi dari sang photographer. Untuk element2 key yang dapat mendukung proses photo bisa di dapatkan dari berbagai macam hal dan benda. Sedangkan hal yang paling sulit untuk di dapat dan yang paling penting adalah Ide dan kreativitas sang photographer. Seorang photographer yang handal mampu menciptakan gambar yang mempunyai emosi bagi viewer. Sebuah potret makanan yang terlihat sederhana, tetapi mengandung emosi yang luar biasa bagi yang melihat.
Sebuah gambar yang mampu menggugah mata dan selera makan viewer secara bersamaan.
Sebuah potret yang menampilkan makanan yang langsung terasa enak di mulut dan langsung sontak membuat perut kita lapar. Padahal kita tidak mencium baunya, tidak melihat wujud aslinya. Hanya melihat sebuah gambar 2 dimensi di depan kita. Buat saya hal itu seperti sebuah sulap.



Karena saya pengen tahu lebih banyak seperti apa dan bagaimana cara motret makanan biar kece, pas hari Minggu yang lalu, tanggal 22 Januari 2017. Saya bersama beberapa orang teman mengikuti Food Styling and Photography Workshop with Marrysa Tunjung Sari atau yang biasa di panggil Mba Sasha. Mba Sasha yang merupakan seorang Photographer proffesional dan Travel Blogger Handal juga merupakan Editor In Chief Linkers Magazine, di Citilink Indonesia. Itu lho maskapai penerbangan yang merupakan anak Perusahaan Garuda Indonesia.

Senang sekali jika bisa belajar motret langsung dari beliau, di mana sebagai seorang photographer professional Mba Sasha sudah di kenal dan mendapatkan pengakuan dari banyak media baik lokal maupun internasional. Selain itu karya karya Mba Sasha sudah berhasil memenangkan banyak penghargaan di ajang kompetisi baik memotret maupun menulis, baik sebagai photographer maupun sebagai jurnalis. kesempatan ini merupakan sebuah kesempatan luar biasa, Yang sangat di sayangkan jika kita melewatkannya begitu saja.

Saya ingat kemarin ketika Mba Shasa membuka sebuah obrolan santai sambil menunggu teman2 peserta workshop datang. Hal pertama dia katakan adalah, " ketika memegang kamera yang di utamakan adalah konteks. Motret apa? dari angle mana? buat apa? .... " kemudian dari situ cerita panjang bergulir. Membuat para peserta seperti tersihir oleh banyak cerita yang di sampaikan oleh Mba Shasa.

Kemudian Mba Sasha menerangkan tentang apa itu Food Photography?

Kegiatan Food Photography menurut yang Mba Sasha sampaikan, terbagi atas :

1.   Food Commercial

Food Commercial merupakan sebuah pekerjaan memotret makanan yag di lakukan untuk kebutuhan commercial. Dalam pekerjaannya biasanya seorang photographer professional bekerja sama dengan seorang food stylist, dalam mewujudkan sebuah potret yang di inginkan client.

2.   Food Travel/spontant

 di Potret menggunakan HP Iphone 5

Dalam pekerjaan Photography ,Food Travel merupakan bagian dari pekerjaan yang di lakukan ketika  melakukan Travel photo.
Dalam photography Travel photo, ada beberapa sub category yang dilibatkan  yaitu : dokumentasi wilayah, manusia, budaya, adat dan sejarah. Dan food travel photography termasuk di dalamnya.
Travel photography merupakan genre yang menuntut kreativitas dari photographer, karena menuntut situasi dan kondisi yang tidak bisa di control. Kenapa tidak bisa di kontrol ? karena Travel photography di lakukan sambil bepergian, sehingga kita tidak dapat memprediksi kondisi baik tempat maupun cuaca yang akan kita hadapi saat bepergian. Begitupun jika harus memotret makanan, di dalamnya. Akan banyak kesulitan dan tantangan yang mungkin akan kita hadapi,

Ada kalanya ketika photographer datang ke tempat makan dan  menemukan bahwa tempat makan tersebut menyediakan makananan yang enak dan melegenda tetapi makanan tsb tidak bisa di abadikan secara apa adanya dalam jepretan photo secara maksimal. Misalkan karena warung atau tempat makan tsb tidak di plating dengan menarik, atau karena kondisi warung atau tempat makan memiliki pencahayaan yang kurang maksimal untuk memotret, dll.

Maka dari itu di perlukan kreativitas dari photographer untuk menghasilkan sebuah potret yang cantik dan menarik, yang bisa memberikan informasi dan gambaran tentang makanan tsb secara baik, nyata dan maksimal.

Nah untuk menghasilkan photo yang baik, baik secara pencahayaan dan komposisi di dalam kondisi apapun. Ada beberapa tips yang berikan oleh Mba Sasha. Dimana dalam menghasilkan sebuah photo makanan kita sebaiknya memperhatikan detail2 Cahaya, Warna dan Texture.

1. Pencahayaan, pencahayaan merupakan faktor utama dalam dunia photography. tanpa cahaya kita tidak akan bisa memotret. pencahayaan yang cukup dan baik akan menghasilkan photo yang sesuai seperti yang kita inginkan. Cahaya berperan penting dalam menampilkan karaktek, memperkuat tekstur dan warna dalam sebuah photo. Oleh karena itu kita  perlu peka dalam melihat kondisi tempat kita memotret, untuk menghasilkan photo yang baik dan sesuai dengan yang di inginkan. Kita harus pintar dan kreatif dalam memaksimalkan sumber cahaya yang ada di lapangan, atau menambahkan cahaya LED tambahan agar tampilan foto maksimal juga sah di gunakan. yang penting tujuan untuk menghasilkan gambar yang catik, baik dan sesuai dengan keinginan bisa tercapai

 Daun pisang berwarna hijau menambahkan warna pada photo

2. Warna, merupakan element yang sangat penting dalam setiap aspek kehidupan. Dalam urusan keseharian, hidup kita dari kita membuka mata sampai tidur lagi, kita di suguhi ribuan warna setiap saatnya. kita tidak bisa melepaskan diri dari warna, warna adalah hidup, vice versa. Begitupun dalam photography, warna merupakan faktor penting yang harus ada di dalamnya. Dengan warna makanan yang biasa bisa terlihat lezat dan menggugah. dengan warna, karakter makanan bisa lebih terbangun. 

Menurut Mba Sasha, Makanan Indonesia merupakan salah satu makanan yang sangat sulit untuk di potret. Diceritakan, ketika kita harus datang ke tukang bubur ayam, kemudian membeli bubur tsb dan coba memotret bubur ayam biar terlihat keren. Bagaimana cara memotret bubur ayam biar keren? 
Bubur ayam mau di potret kaya gemana juga ya tetep bubur ayam kan, bentuknya lembek bubur gitu trus ada taburan kerupuk sama ayam suwir dengan warna pucet.
Nah di sinilah warna bisa membantu kita untuk menghasilkan photo lebih baik. Tampilkan warna dalam makanan yang di sajikan, sebagai contoh taburkan daun bawang berwarna hijau di atas bubur ayam. Tambahan warna yang di berikan dapat membantu kita menghasilkan foto yang lebih cantik dan menarik. Jangan lupa untuk membahkan ornamen lain di dalam foto anda, seperti sambal atau bawang goreng yang di tata sedemikian cantik bersama bubur ayam. Agar tampillan foto bisa terlihat lebih menggugah dan berkarakter.


Serbet Linen menambahkan texture dalam photo


3. Texture, sebuah texture mengandung pola, warna, detail dan kedalaman. Texture memberikan kesan tentang sebuah permukaan suatu benda, apakah permukaan benda itu bertexture kasar, halus, bergelombang dll.  Dalam sebuah potret Texture bisa di tangkap dari pencahayaan yang di berikan ke object tsb. 
Menurut Mba Sasha, texture bisa kita dapat dari makanan itu sendiri atau bisa kita tampilkan pada object pendukung atau property photo yang di gunakan. contoh : Texture pada makanan bisa kita lihat pada photo roti tawar dari gandum, dengan texture permukaan roti yang kasar atau tidak halus.
Jika texture tidak di dapat pada makanan, atau jika kita ingin menambahkannya pada foto kita. Kita bisa menggunakan property photo yang mempunyai tampilan bertexture, seperti contohnya table cloth/serbet dengan bahan linen yang kasar dan berserat. 

Hal lain yang perlu di perhatikan ketika memotret makanan adalah ketika memotret gunakanlah tripod. Angle pengambilan photo, menentukan hasil akhir dari photo itu sendiri. Apakah photo akan kita ambil dari high angle , eye level atau lainnya. Selain angle pengambilan photo,  dalam food photography, makanan yang akan di photo biasanya di styling. Di tata sedemikian rupa, memperhatikan komposisi, tata letak, atribut dll agar object photo terlihat hidup dan menarik. Sehingga menghasilkan gambar yang cantik dan sesuai dengan konsep yang sudah di rencanakan oleh sang photographer dan food stylist.

Dengan menggunakan tripod memudahkan kita untuk melihat kekurangan dari object photo dan stylingnya  yang akan kita jepret, jikalau ada kekurangan kita tinggal mengoreksi komposisi makanan, posisi property dll. Tanpa harus merubah angle yang sudah kita tentukan.

Buat saya Memotret makanan bukanlah hal yang mudah, ada banyak sekali rasanya hal yang harus saya pelajari untuk menghasilkan gambar yang cantik dan menggugah selera.

Mba Sasha memberi tips kepada para peserta. Bahwa memang kalau mau pintar harus mau banyak2 berlatih. Biasakan membuat photo project untuk diri sendiri, sebagai bahan belajar. Pilih salah satu photo yang kita anggap sulit di pinterest, kemudian latih  diri kita untuk membuat photo seperti itu. setiap hari selama 1 minggu atau 1 bulan lamanya. Sampai kita menghasilkan photo yang sama persis seperti photo yang kita pilih sebagai bahan project latihan kita. Kemudian ulangi terus sampai akhirnya kita merasa paham dan mendapatkan feelnya. 

Bukankah " Roma tidak di bangun dalam semalam".... begitupun dengan keahlian memotret. semakin banyak kita berlatih Pastinya akan membuat kita semakin paham dan mengerti tentang photography itu sendiri.

Bagaimana teman2, apakah kalian tertarik untuk mencoba memotret makanan ?



You Might Also Like

2 comments

  1. Balasan
    1. Mba Sasha, terima kasih sudah berkenan mampir dan memberi komen. Saya tunggu WS dari @poeticpicture selanjutnya ya Mba.

      Hapus

Follow Me

Press

Blogging Community