Resolusi Tahun Baru??? Udah Nggak Jaman Keleuss

Desember 30, 2016 fillyawie 2 Comments




Kata resolusi itu sendiri berarti :
resolusi/re·so·lu·si/ /rĂ©solusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yang akan diajukan kepada pemerintah

Biasanya ketika tahun baru menjelang, banyak dari kita yang serta merta menuliskan daftar dosa di tahun ini dan daftar keinginan yang ingin kita capai di tahun depan.
Apakah hal tersebut masih kalian lakukan??

Buat saya secara pribadi, membuat resolusi bukan lagi hal utama yang harus saya lakukan. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ah lupakan lah itu si resolusi. Karena tahun baru adalah waktunya membuat ayam bakar, ikan bakar, nasi liwet dan segala macam panganan yang bisa di santap bersama keluarga.

Terlebih saya seorang wanita di usia yang tidak muda lagi ( aih aih cukup dewasa alias tua ),banyak terjadi pergeseran skala prioritas dalam kehidupan kita. Kebutuhan keluarga menjadi kebutuhan saja, tapi belum tentu sebaliknya.
Karena itu di butuhkan alasan kenapa harus membuat sebuah resolusi. Kenapa harus melaksanakan semua daftar resolusi?. hal2 demikian yang harusnya menyentil bathin kita agar kita merasa memang butuh untuk melakukan itu semua.

" Menurut pengalaman saya sebuah resolusi tahun baru yang kita buat, kadang hanyalah sebuah daftar panjang yang hanya kita ingat pada awal tahun dan akhirnya tertimpa dengan kepentingan-kepentingan yang kita anggap lebih mendesak untuk di lakukan. " >>> Pernyataan ini membuat saya tertawa terkikik, karena sungguh sulit menjadi orang yang konsisten, disiplin dan berkemauan keras dalam mewujudkan cita2 kita sendiri.

Maka dari itu di butuhkan dari sekedar kemauan untuk mengubah hidup kita, tapi sebuah kebutuhan untuk berubah. Merubah hidup kita di masa lalu untuk menghasilkan kehidupan yang lebih baik di tahun depan.
Berbicara tetang perubahan saya pun harus memaksa diri saya untuk melihat kebelakang dan meninjau lebih dalam tentang kehidupan seperti apa yang saya ingin wujudkan di tahun depan??. Melihat potensi diri saya dengan lebih objective, menulis daftar kemalasan dan daftar dosa dengan lebih jujur. Bukan hanya menuliskan daftar angan angan yang ingin kita lakukan, memaksa diri kita menjadi bahagia tapi tidak memberikan petunjuk bagaimana cara menjadi lebih bahagia. 

Buat saya ini bukan tentang sebuah resolusi, ini merupakan langkah2 untuk hidup lebih nyaman dan bahagia di tahun depan. Karena sebuah resolusi, sebuah tuntutan terhadap diri kita sendiri untuk meminta atau bahkan memaksa diri kita melukakan hal2 yang kita tulis dalam sebuah daftar bernama Resolusi.

Dimana daftar resolusi itu kebanyakan isinya tanpa kita sadari menyentil dan meyuruh kita melakukan ini itu. Dengan kalimat HARUS kemudian dilanjutkan dengan sebuah kata "agar lebih ... " atau " supaya ....".
Intinya sih biar semua lebih baik secara paripurna. Tapi kadang si penulis daftar yang bukan lain kita sendiri lebih banyak melibatkan ego kita.
Tanpa bertanya tentang apakah hal tersebut membuat kita nyaman? atau sesuai nggak sama kenyataan ? harus bagaimana melakukannya? dengan siapa kita akan melakukannya? dan pertanyaan2 sensitif lainnya yang mungkin end up nya, kita akan berantem dengan diri kita sendiri.

Jadi dari pada sibuk membuat daftar check list dengan kalimat kalimat menyuruh atau menegaskan pada diri kita. Mungkin ada baiknya bagi saya melihat ke belakang dan menggali lebih dalam tentang kehidupan yang sudah saya lalui. Berusaha membangun senyawa kimia lebih dalam dengan diri saya sendiri. Sehingga apapun yang akan datang di masa yang akan datang, everything going to be just fine. As long as I know what I want and whats good for me.

Sambil saya mencoba menggali dan mengingat, apakah semua yang di cita2kan dan di harapkan berakhir seperti yang saya mau. Mengingat kembali banyak kejadian yang melibatan banyak orang dan teman2.
Dan Kemudian saya tergerak untuk menuliskan beberapa hal yang saya rasa harus di ingat kembali. untuk menjadi acuan bagi hidup saya di masa yang akan datang. Bukan daftar kewajiban yang wajib di penuhi, tapi hanyalah sebuah daftar ajakan dari saya untuk saya. Hal tersebut adalah...



1.  I need to relax and chill after I finish...
Hargai waktu, hidup tidak selalu tentang updating status atau photo atau comment di group chat wkwkwkwk.
Memaksimalkan waktu merupakan hal yang penting, walau apa di kerjakan oleh seorang Ibu rumah tangga bukanlah hal2 yang bisa di katakan keren. Tapi jika kita bisa memaksimalkan waktu antara waktu bekerja di rumah, bercengkrama dengan keluarga, main gadget dan bersosialisasi, saya fikir hidup kita akan lebih bahagia. walaupun porsi pembagian waktunya bisa di atur sedemikian rupa, sesuai dengan urgensinya masing2.
So in 2017 I'll be strick and honest in managing my time.

2. Allowing my self to ....
Kita hidup di jaman di mana semua hal terlihat, transparant and orang bebas untuk berpendapat tentang orang lain. Banyak dari kita merasa need to do more to impress other. and sometimes feel not good enough about them self, because we are lack of bla bla bla....
Apa iya kita perlu menjadi kekinian sekali, dengan selalu up date tentang apapun yang kita lakukan, selalu tahu apa yang terjadi di sekitar, selalu bisa di andalkan, selalu punya jawaban. uhuyyyy omg
jadi saya akan bilang, in 2017 I'll allowing my self to have a queit life and do not care too much about others opinion.

3. Friends in need are friends indeed
Ingat siapa teman yang ada untuk saya, siapa teman yang pergi dan siapa teman yang ngakunya teman kita  xixixi.
Teman adalah faktor penting dalam bertumbuhnya kehidupan seseorang. Bagaikan sebuah proses merajut, dalam pertemanan setiap jalinan cerita dan kejadian bisa membuat kaitan kehidupan kita dengan teman kita menjadi kiat erat terjalin. Tapi dalam kehidupan ini tidak semua hal terlihat indah pastinya, dengan berjalannya waktu kita akan bertemu dengan orang2 yang berkata sebagai teman, tapi bertindak sebaliknya di belakang. Nah maka dari itu, waktu lah yang akhirnya menyeleksi arti dari teman itu sendiri. Ada teman dekat, teman nongkrong, teman curhat dan bukan teman gue wkwkwk.
So I have learned about appreciation. in 207 I'll learn that there's a time to give and time to take. be wise with that two.

4. Be kind to our self,
Jika hidup adalah sebuah pertandingan, mungkin pertandingan terberat yang kita hadapi adalah ketika kita harus bertanding melawan diri kita sendiri. Di mana kita harus berjuang melawan ego kita yang kadang tidak mau berkompromi dengan kenyataan yang kita hadapi. Atau melawan nafsu kita yang menguasai fikiran kita, padahal kenyataannya kemampuan kita nggak sebanding untuk melayani keinginan yang ada.
Trust me, you are good enough. You're probably not a superstar, nor born to be a CEO or some one who will find the new solar system. Just embrace who you really are, you probably need to push harder to gain a better body weight, or to have an unlimited holiday saving and what so ever you want wkwkwkwk.
Udahlah terima ajah siapa kita dan seperti apa kita, berbahagialah dengan itu. Karena kita ada untuk melengkapi dunia.
So in 2017, Be (more) kind to your self .....

 5. New life with (The old) You in It.
Jangan sibuk menggaris bawahi semua kekurangan kita, kemudian membuat sebuah catatan singkat dengan kalimat menyentil seperti sedang menyindir dan nyiyirin diri sendiri.
Hapus kalimat2 seperti : Perbanyak olah raga, kurusin badan. Atau Kurangin jajan, nabung buat naik haji.
Kalimat yang lebih banyak menyuruh diri kita sendiri di banding menghimbau atau mengajak ke arah yang lebih baik.
Mungkin ada baiknya kita membuat daftar perubahan dengan kalimat yang lebih memotivasi, seperti : Mulai ikut kelas pilates, lemaskan punggung biar lebih nyaman ngepel dan nyikat kamar mandi. atau Mari mulai minum kopi di rumah, budget ke Coffee shop nya di alihkan buat tabungan saja.

Saya rasa dalam hidup ini saya butuh solusi. Kita memang perlu berubah, hidup menuntut kita untuk berubah. Tapi pastinya ada proses dalam setiap perubahan. Seperti ketika kita sibuk meminta diri kita stop main game, tapi tidak memberikan solusi pengalihannya. Terus jadi menyiksa diri karena kepikiran game terus. Tapi enggak mau menerima kenyataan kalau emang kita addict game. Nggak mungkin kita bisa berubah 360 derajat. Mungkin dari pada gagal untuk berubah total ada baiknya kita memulai dari hal2 yang kecil seperti kita mengurangi durasi waktu bermain game. Sambil mengalihkan waktu yang biasa kita pakai nge game dengan memulai hal2 baru seperti merajut mungkin atau memotret atau hal lainnya.
in 2017, I will embrace my self in everything I am. I don't need to change, I just need to be and to do better in every single day.

2017 sudah di ambang mata. Apa yang akan terjadi, semua masih rahasia Ilahi. Tugas kita hanya untuk tetap berusaha menjadi lebih baik setiap waktunya. Berusaha melakukan apa yang kita cita2 kan dengan lebih baik lagi.

Kehidupan memanglah tidak semudah yang kita tulis atau kita angan angan kan, Real life is hard Man : ). Daftar angan2 yang kita sebut Resolusi bukanlah jawaban dari setiap masalah yang akan kita hadapi esok hari. Tapi Resolusi yang kita tulis bisa menjadi ....
*Resolusi yang kita cita2 kan bisa menjadi reminder yang akan mengingatkan kita untuk akan hal2 penting yang ingin kita capai, sehingga kita tetap berusaha mewujudkannya. 
*Resolusi bisa menjadi path ketika kita melenceng terlalu jauh dari jalur yang seharusnya kita jalani.
*Resolusi bisa jadi Alasan, bahwa sejatinya hidup harus punya cita2, keinginan atau harapan.

Dengan Cita2 dan keinginan kita menjadi punya tujuan, punya jalan, punya alasan untuk bangun tiap pagi dan tetap melakukan semua hal yang biasa kita lakukan. Karena bisa jadi usaha yang kita lakukan hari ini akan menghasilkan suatu kesuksesan di masa yang akan datang.
Tetap semangad dan Selamat Tahun Baru 2017.





You Might Also Like

2 komentar:

  1. Kak awie, tulisannya ngena saya banget. Masih tetap bikin notes2 kecil buat diri sendiri, tapi pas review akhir tahun eh..ada banyak yang melenceng...hehehehehe

    BalasHapus
  2. Hi Nurul, ternyata kita sama ya, masih suka inkonsisten. gapapa ya, yang penting tetap semangat untuk menjadi lebih baik di setiap waktu. terima kasih ya sudah mampir :)

    BalasHapus