Kamis, 19 Juli 2018

Cara Membuat Kaftan Outer Lengan Panjang (DIY Kaftan)

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak posting tulisan DIY (Do It Yourself) di blog ini. Sebenarnya sudah banyak project DIY yang ingin saya kerjakan, bahan dan peralatan sudah dibeli dan disiapkan. Sayangnya mood untuk mengerjakannya masih di awang-awang, ngawang terus nggak mau turun. 😅

Sedikit cerita ya, saya memang suka sekali membuat project DIY baik untuk membuat aksesoris, home decor maupun fashion outfit. Suatu ketika ada kenalan atau teman yang bertanya, "kenapa sih lo rajin banget bebikininan ? Lo kagak punya duit ya buat beli barang jadi...". Bahkan beberapa bilang " Lo ngilangin stress ya di rumah kagak ada siapa-siapa, jadi lo bikin sendiri...". Mostly I just answered with yess, biar percakapannya cepat dan nggak perlu ada perdebatan dan argumentasi. 😀

Untungnya banyak juga teman yang mendukung dan appreciate dengan hobby yang saya kerjakan ini. Alasan kenapa saya suka membuat sendiri atau ber-DIY adalah karena saya suka menantang diri saya sendiri, untuk mencoba hal-hal baru dan melatih diri untuk bisa menaklukkan kemalasan dan meng-upgrade keterampilan diri. 

Seperti contohnya membuat aksesoris, saya suka sekali dengan aksesoris dan sering belanja aksesoris. Zaman dulu kadang ada beberapa aksesoris yang saya lihat di websitenya ZARA US atau ZARA UK masih susah sekali didapatkan di sini. Biar bisa up to date dengan global fashion trend yang sedang hype, akhirnya 9 tahun lalu saya belajar membuat aksesoris. Mulai dari berguru pada guru aksesoris sampai belajar lewat internet. Bermodalkan rasa keingintahuan, akhirnya saya bisa membuat sendiri bahkan menjual sendiri aksesoris saya di bawah naungan brand bernama fillyawie.

Setiap orang memiliki alasan mengapa mereka menyukai DIY, bagi saya pribadi lebih baik saya sibuk ber-DIY dibandingkan saya sibuk bergosip atau kepoin hidup orang. DIY won't hurts anyone but me, ya sakit kalau projectnya susah dan sudah dibuat berkali-kali tapi gagal terus. 😔

-Failure is a proof that you tried-


Cara Membuat Kaftan/Abaya Outer Lengan Panjang


Kaftan atau Abaya banyak dipakai sebagai pakaian wanita muslimah di daerah Timur Tengah dan Afrika. Baju dengan silhouette lebar dan memiliki lubang tangan dan leher yang besar memang banyak digunakan oleh wanita di daerah beriklim panas. 

Design yang lebar dan loose menutup hampir seluruh bagian badan, lubang tangan yang lebar memberikan ruang agar udara bisa keluar masuk dengan mudah, sehingga yang menggunakannya bisa tetap nyaman terutama jika cuaca sedang panas dan tidak bersahabat.

Kali ini saya akan membuat kaftan/abaya outer, yaitu kaftan/abaya dengan bukaan di bagian depan yang dipakai di bagian luar seperti rompi baju. Buat outer yang mudah saja, tanpa harus pakai kancing dan sleting ya. Maklum kan masih amatir. 

Cara membuat Outer Kaftan/Abaya ini cukup mudah dan singkat, mari simak langkah-langkah di bawah ini.

Bahan yang harus disiapkan :

- Fabric crepee 2 meter x 1,5 meter
- Benang dan peralatan jahit

Buat Pola Kaftan/Abaya Outer


Pola Bagian Depan
Untuk lingkar badan gunakan ukuran all size, saya memakai ukuran lingkar dada : 120 cm dan panjang baju 140. Kenapa ukurannya besar? Kaftan dan Abaya merupakan pakaian dengan model yang loose dan tidak pas di badan. Jadi gunakan ukuran yang lebih besar dari ukuran lingkar dada agar kaftan/abaya terlihat modest, nyaman dan bervolume.

Pola bagian belakang

Untuk membuat kaftan/abaya tidak diperlukan ukuran lingkar pinggang dan pinggul, karena pola yang kita buat kurang lebih lurus tanpa lekuk pinggang. Ukuran Bahu (dari leher ke lubang ketiak) adalah 22 cm.

Potong Pola di Atas Bahan


Saya menggunakan bahan crepe sepanjang 2 meter yang saya beli di toko kain dengan harga Rp.50.000,- per meternya. bahan crepe memiliki texture yang cukup ringan tapi jatuh, lentur dan cenderung melar dengan texture sedikit kasar seperti permukaan jeruk. Bahan ini cukup menyerap keringat dan nyaman digunakan.

Cara memotong pola bagian depan : lipat bahan menjadi dua, pastikan posisi bahan bagian luar adalah bahan yang berada di luar lipatan, jangan sampai terbalik. Beri kampuh sekitar 2-2,5 cm dibagian bukaan depan (kerah dan bagian depan) dan kampuh 1,5 di pola bagian samping dan bahu yang nantinya akan dijaht dengan pola belakang, juga pada bagian bawah outer dan ketiak. Setelah dipotong pola akan otomatis terpotong untuk pola depan bagian kanan dan pola depan bagian kiri.

Potong pola bagian depan


Cara memotong pola bagian belakang : Kurang lebih sama dengan cara di atas, perbedaannya adalah pola belakang dipotong hanya untuk satu bagian pola belakang, tidak terbagi dua di bagian tengahnya. Lihat  gambar di bawah untuk lebih jelasnya.



Pola belakang dipepetkan ke lipatan bahan, sebelum dipotong tambahkan kampuh 1,5 cm di bagian pola yang akan dijahit dengan pola depan, bagian bawah outer dan bagian ketiak.
Terlihat jelas potongan pola bagian depan (ada 2 bagian) dan 1 pola bagian belakang

Jahit Bahan Pola Bagia Depan dengan Bagian Belakang


Jahit bagian depan dan belakang bahan yang telah dipotong. sambungkan bagian kiri dan kanan bagian baju, juga bagian bahu kiri dan kanan. Jangn lupa bagian lingkar ketiak jangan ikut dijahit ya. 😀


Jahit bahan sampai rapih, dikarenakan saya tidak memiliki mesin obras jadi saya biasa menjahit baju bolak balik. Sebenarnya ada tukang obras di dekat rumah, cuma obrasannya asal dan nggak rapih jadi males ngobras ke sana lagi. Mending dijahit bolak-balik aja. " Kindly mocking me and say : kurang kerjaan please ". 😆

Rapih adalah prinsip hidup, emang situ mau hidup nya acak-acakan ? 😁


Buat Pola Tangan


Saya suka outer berlengan panjang, jadi saya buatkan pola tangan tambahan. Sebelum membuat pola pastikan untuk mencoba terlebih dahulu outer yang telah dijahit, pastikan ukurannya sudah pas dan  jahitannya pun rapih.

Baru kemudian ukur sisa bagian tangan yang masih terlihat atau belum tertutup baju, bagian itu akan kita buatkan pola tangan. Dengan cara ukur ujung lingkaran ketiak outer sampai penggelangan, jadikan ukuran tersebut sebagai ukuran panjang (P).

Ukur juga lingkaran tangan yang ada dibagian outer, seperti photo di bawah ini. Ukuran lingkar ketiak outer saya , L = 17cm x 2 = 34 cm (lingkar ketiak)

Ukur lingkaran bagian tangan di outer, jadikan ukuran tersebur sebagai ukuran lebar (L)
Buat pola bagian tangan dari ukuran PxL yang telah kita dapat.

Sambungkan Outer dengan Bagian Tangan


Setelah membuat pola tangan, jahit pola bagian panjang kiri dan kanan tangan. Setelah dijahit pola tangan akan berbentuk seperti tabung persegi panjang.  Kemudian sambungkan dengan bagian outer. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di gambar di bawah ini.

Jahit pola tangan, ukur bagian lingkaran tangan yang ada di outer dengan yang ada di pola tangan. Pastikan ukurannya pas, baru kemudian sambungkan keduannya.
Setelah bagian outer dan tangan disatukan dengan jahitan
Setelah semua bagian pola baju terjahit rapi, tersisa pekerjaan untuk merapihkan bagian terluar baju seperti bagian lingkar leher, bagian bukaan depan, pergelangan tangan dan bagian bawah outer. Untuk bagian bawah outer  dan bagian pergelangan tangan kalian bisa menjahit keliman agar rapih, bisa jahit manual atau menggunakan mesin agar praktis.

Bagian pergelangan tangan dijahit kelim dengan mesin, bagian bukaan depan outer dijahit dengan sambungan lapisan yang dibuat dari bahan yang sama tanpa kain keras/viselin.
Photo Source : www.qiahladkiya.com
Khusus untuk bagian bukaan depan outer, buatkan lapisan sepanjang sisi bukaan pola bagian depan dan  lingkar leher dengan lebar 6 cm (untuk kampuh kiri-kanan 1,5cm x 2, sisanya 3 cm untuk lebar lapisan) x pajang bukaan bagian depan. 

Setelah semua bagian terluar outer terjahit, outer siap digunakan.

Picture source : www.qiahladkiya.com

Kalian suka menjahit baju sendiri juga atau enggak ? Menjahit memang terkesan sulit, tapi kalau kalian sudah bisa dan terbiasa melakukannya, kegiatan ini bikin nagih lho. Jahit sendiri memang lebih menyenangkan bila kita menyukainya, untuk yang merasa tidak berbakat atau tidak suka, mending beli jadi aja ya. 😀

Kasih pendapat dong baju yang aku bikin ini yey or ney ?

43 komentar on "Cara Membuat Kaftan Outer Lengan Panjang (DIY Kaftan) "
  1. Bikin pola, gunting, jahit dan taraaa...jadi baju deh. Keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begini kak, kalau nggak ada kerjaan di rumah sa mending jahit menjahit saja deh 😁.

      Hapus
  2. Kreatif banget! Kalo aku kadang juga suka DIY-an sih, tapi karena aku ga bisa jahit tangan jadi paling sering DIY nya yaa yang engga perlu jahit-jahitan hehe. Kayak misal bikin ripped jeans, atau bikin necklace gitu dari barang-barang bekas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow itu juga keren, bikin diy dari bahan yang tidak terpakai lagi sama kayak daur ulang barang lama jadi baru kembali.

      Hapus
  3. Yeay!!!
    Ini dia nih soulmate crafterku. Kali ini lagi mood jejahitan ya teteh cerdas, hemat dan baik hati. Jahitan bolak-balik pengganti obras itu saya mikir apaaa ini ya, oh ternyata kampuh balik ya teh. Saya juga biasa pake kampuh balik untuk baju yang kainnya sangat halus supaya rapih ala jahitan butik. Jadi ketularan iniii pengen jejahitan lagi, virusss nya kenceng sampe mesin jahitku demam nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk bisa ya mesin jahit ta demam meriang pengen disentuh kakak 😂. Kapan dong project DIY kita berdua di-launching.

      Hapus
  4. kak awi memng andalan banget deh, jago jait jugaa ternyata. Mau dong diajarin kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sebenarnya karena kurang kerjaan dek, dari pada sibuk sekrol berita di ig per-lambe-an mending ber-diy ria. 😂

      Hapus
  5. Kreatifnya kak awie, bikin outer sendiri keren yah, jadi ga ada samanya. Ahh jatuh cinta lagi saya sama kak awiee xoxoxoxo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya biar nggak ada yang nyamain, lumayan ngirit juga sih. Yuk bikin sendiri ...

      Hapus
  6. Aku sih yess! karena aku outer lover hehe.. kreatif banget ka Awie.. ditunggu label bajunya.. eh apa udah ngelurin ya? duh maaf kalo ngga update

    BalasHapus
    Balasan
    1. Efek nggak ada job, jadi mendadak kreatif 😁. Aku belum ada clothing brand dan belum pengen bikin clothing brand.

      Hapus
  7. Kalau daku si yessss pake banget mbak. Karena kalau menjahit sendiri, bisa ada keinginan yang terwujud (hehehe apa sih).

    Cuma kadang kalau nggak telaten, dan nggak ada kemauan pastinya males banget deh menjahit. Tapi lihat Postingan ini, jadi kepikiran kapan yah mau menjahit lagi, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mbak Fenn, menjahit lagi yuk. Mesin jahitnya pasti pengen disentuh 😊.

      Hapus
  8. Yess pisan! Secara saya juga lagi belajar jahit dan ada pola ini langsung girang. Bisa saya nyontek...? Hahaha izin saved ya...

    BalasHapus
  9. selalu suka melihat wanita yang suka jahit seperti Mba Awie ini dan saya juga pengen bisa menjahit, hihihi :)

    lagi kepikiran buat kursus jahit biar gak ke penjahit lagi kalo mau jahit baju :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bisa menjahit karena sempat kursus Mbak, zaman dulu banget kursusnya. Alhamdulillah sampai sekarang ilmunya masih terpakai.

      Hapus
  10. Gak ngeti aku Wie... rasanya mau segera ke Monalisa trus ngetok pintu rumah Awie sambil bawa kain dan langsung praktek ajaaaaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh kaka, anytime Kak mampir aja ke rumah.

      Hapus
  11. Outer tuh pakaian favorit akuh saat ini, tapi aku ga bisa jahit jadi ngejahitin ke orang aja hehe..atau beli jadi. Asyik banget ya kalau bisa jahit sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jahit sendiri memang lebih menyenangkan, karena bisa bikin ukuran yang pas dibadan dan bikin model sesuka kita. 😊😁

      Hapus
  12. Keren banget ini bisa bikin kaftan outer sendiri, hihih saya ga bisa jahit huhuhuhuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gapapa Mbak Tian, pasti mbak tian bisa punya bakat yang lain.

      Hapus
  13. Multi talented woman ��
    Trus kapan donk terima pesananku? Hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk belum bisa terima pesanan baju, Kak Ery kan punya butik sendiri jadi nggak perlulah jahitin baju lagi 😘.

      Hapus
  14. Nggak bisa jahit jadi kurang paham cara buatnya, huhu

    Btw keren deh bisa bikin outer sendiri

    BalasHapus
  15. Kece banget, dari dulu pengen punya outer kyk gtu2. Bikinin donk mbak hehe. Sekalian produksi yang banyak ntr dijualin :D
    Saya ada mesin jahit tapi blm bisa jahitnya #tutupmuka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk gapapa Mbak April, yang penting punya mesin jahit dulu. Setelah itu baru tinggal menumbuhkan keinginan menjahit 😬😁.

      Hapus
  16. saya juga penyuka outer lengan panjang. terutama yang body fit. wah keren mbak bisa menjahit sendiri..salut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah berarti selera fashion kita sama Mbak Sara. Terimakasih Mbak 🙏.

      Hapus
  17. Yeeay bangeeeds aw.. izin jiplak pola ya say. Miss u always... stay healthy and happy dearest friend

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Nta, monggo silahkan. I miss you too 💕💐.

      Hapus
  18. Ahhhhh ki jadi kangen mesin jahitku! Berawal dari nikah kemudian punya Ghaza semua peralatan DIY ku di simpan dan tak pernah dikeluarkan lagi! Hmmm... kangen sih pengen jahit-jahit lagi tapi belum ada tempat, meja buat menjahitnya pun tak ada. Hiks sedihlah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah malah curhat di sini, maaf ka 😬

      Hapus
    2. Gapapa Dwi, sebentar ghaza sudah sekolah dan agak besar InshaAllah peralatan DIY nya bisa terpakai.

      Hapus
  19. Wahh, kak Awie ternyata pintar juga jait.. love dehh

    Almarhum ibu saya seorang penjahit juga kak, bukan hanya pesanan, berlima bersaudara dijahitkan baju dari mama, sampai pakaian sholatpun sampai piama tidur, tapi sayang gak ada satupun anak-anaknya yang pintar dan suka menjahit... hikssss... jadi curhat aku ka :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa tahu nanti cucu nya ibu ta akan berbakat seperti Almarhum.

      Hapus
  20. Termasuk mudah bikin kaftan kalau praktek langsung mbak ����. Saya dulu pernah ikut kursus menjahit dn baru bisa bikin celana sama jilbab dan bju biasa. Kalau kaftan belum belajar sih. Kira2 ribet gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Elva, saya juga dulu kursus jahit. Kalau menurut saya sih bikin kaftan jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan membuat kemeja apalagi celana.

      Hapus
  21. Wow kerennya Teteh satu ini ... saya selalu kagum sama mereka yang bisa menjahit. Pasti ada kesenangan tersendiri kalau berhasil menyelesaikan DIY yang mau dibuat yaa

    Setuju sama ini: DIY won't hurts anyone but me. Keep doing that Teteh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget Kak Niar, diy bisa bikin mood saya balik lagi. Happy kalau bisa menyelesaikan satu project, ingin cepat2 menyelesaikan project yang lain.

      Hapus

Custom Post Signature

Custom Post  Signature