Mall Karebosi Junction - Pusatnya Belanja Batik di Makassar

Desember 20, 2017


Siapa yang tidak mengenal batik, selembar kain yang digambar dengan motif yang sarat akan makna dan budaya ini merupakan warisan nusantara yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. Minimal 1x dalam 1 minggu pakai bermotif batik pasti pakai oleh berbagai lapisan masyarakat, baik anak-anak sekolah maupun para pekerja dari berbagai sektor dan lapangan pekerjaan yang ada dari Sabang sampai Merauke. 

Kita patut bangga bahwa semenjak tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO telah menetapkan batik sebagai  Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Artinya batik bukan hanya diakui sebagai warisan nusantara saja tapi juga sebagai warisan dunia. Nenek moyang kita telah mewariskan sebuah harta yang luar biasa berharga bagi dunia, jadi untuk kalian yang setiap hari Jum'at diwajibkan memakai baju batik maka berbatiklah dengan bangga 😊.


Pencarianku akan Batik di Kota Daeng, Makassar



Sebagai seorang newbie yang baru tinggal selama 1tahun di Makassar, bisa dibilang saya belum begitu hafal dengan banyak tempat yang menawarkan potensi lokal yang ada di kota ini. Kegiatan saya sebagai seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) dan part time blogger banyak saya habiskan di sekitar pusat perbelanjaan dan event-event blog yang sedang diselenggarakan di Makassar. Ya' sebagai blogger yang suka sekali membahas tema sekitar fashion dan lifestyle membuat saya banyak hadir di event fashion dan pageralan busana. Selama 1 tahun ini saya menghadiri hampir setiap event fashion yang ada di Makassar, kadang bertugas meliput jalannya acara, menghadiri fashion runway atau sekedar mencari baju baru dan melihat perkembangan trend fashion terkini.

Ya' saya akui saya memang punya kebiasaan kurang baik, suka sekali belanja shopping. Dan setiap datang ke fashion expo seketika saya merasa lemari baju yang ada di rumah mendadak seperti hilang di telan bumi, hilang entah kemanaπŸ˜…. Sehingga saya mempunyai alasan untuk belanja baju dan fashion accessory baru. Ya' namanya juga perempuan, kayaknya hampir semua perempuan kan begitu *alasan πŸ˜€. Selain urusan fashion saya juga suka sekali mengkoleksi kain batik dan tenun. 1 tahun tinggal di sini saya sudah mulai mengkoleksi kain batik lontara dan tenun dari berbagai daerah seperti Sengkang, Palu dan Toraja. Bahkan sebagian saya beli di langsung dari pengrajin di kota asalnya masing-masing.

Kain tenun dari Sengkang pun tersedia di Mall Karebosi Junction, harganya mulai dari 250K hingga jutaan rupiah. Kain tenun yang sedang saya pegang dibandrol dengan harga 450K.
Nah khusus untuk kain batik, qo rasa-rasanya agak susah menemukan kain penjual kain batik di Makassar, ya nggak sih? Atau mungkin saya yang kurang bergaul. Rasanya selama tinggal Makassar saya mengalami kesulitan ketika harus mencari kain batik, walaupun di sini ada juga yang jualan batik tapi untuk mendapatkan koleksi batik dengan ragam dan corak yang lengkap sepertinya sulit ditemukan. Kalau pun ada toko kain ethnik kebanyakan adalah toko yang menjual kain tenun sutra, lagosi dan kain lainnya khas Sulawes Selatan. Sehingga ketika ingin belanja batik saya harus menunggu diselenggarakannya fashion exhibition, seperti pada saat acara fashion week terbesar di Makassar FEMME atau Pasar Tiban. Di kedua fashion expo itulah saya baru bisa menemukan bakul (= penjual) batik yang menjual batik dengan motif cukup lengkap dari berbagai daerah di Indonesia.

Mau beli batik aja harus nunggu ada fashion expo dulu, sedih nggak sih πŸ˜”? Padahal batik telah memberikan warna dalam hidup saya sedari kecil. Sebagai anak belasteran ayah Jogja dan ibu kebumen πŸ˜†, saya ingat sedari kecil dulu saya biasa digendong oleh Ibu menggunakan kain/jarik bermotif Parang Rusak, saat saya semakin besar kain itu terlipat rapi di dalam lemari. Warnanya berubah menjadi usang tapi tetap penuh kenangan. Batik Parang Rusak sebenarnya merupakan motif batik untuk keluarga kerajaan dan biasanya digunakan untuk acara kenegaraan. Motif Parang Rusak mengandung filosopi yang berarti pertarungan melawan keburukan yang ada di dalam diri kita sendiri, dengan mengendalikan diri agar terwujudnya ahlak yang baik. Mungkin ada harapan yang Ibu panjatkan ketika menggendong saya menggunakan kain motif ini, berharap kelak saya menjadi anak yang memiliki ahlak yang baik dan mulia πŸ˜ŠπŸ‘Ό.

Batik Jogja dengan motif Parang Gedreh bisa anda temukan di outlet Rama Mukti di Karebosi Junction Makassar, dibanderol dengan harga 350K.
Batik di barisan paling bawah merupakan batik asli buatan dari kota Solo, bisa dilihat dari motif dasarnya yang mengunakan warna-warna gelap seperti hitam dan coklat tua. Batik motif Solo tersedia lengkap di Mall Karebosi Junction yang terletak di lantai 3 dan 4 Karebosi Condotel, mampir ki 😊
Batik sudah terlalu dekat dengan saya, ya' kain bermotif parang, kawung, tuntrum dan sido mukti, mereka semua pernah pernah hadir dan melekat di badan saya ini. Jika diibaratkan seorang teman kain batik adalah sahabat karib yang selalu menemani saya sedari lahir hingga saat ini. Sebagai orang jawa kain batik itu ibarat pakaian sehari-hari yang harus ada dilemari, di kampung saya pada zaman dulu bayi yang baru mbrojol (= lahir) akan langsung dibedong atau diselimuti oleh kain batik, begitupun dengan Ibu yang baru saja melahirkan perutnya langsung dililitkan kain batik. Batik bukan hanya untuk acara resmi, nenek saya memakai batik sebagai pakaiannya sehari-hari, bahkan sehabis mandi beliau lebih suka melilitkan batik untuk menutupi badannya dibandingkan dengan handuk.

Makanya pas baru-baru tinggal di Makassar saya sempat kebingungan ketika butuh kain batik untuk dipakai pergi ke undangan, bingung harus beli di mana? ujung-ujungnya ya' saya belanja batik secara online. Belanja online memang cara termudah untuk medapatkan koleksi batik idaman, tapi kadang bisa bikin bete juga karena ketika barang yang dibeli datang ternyata warna dan kualitasnya batiknya beda banget  dengan yang diiklankan penjual *amsiong πŸ˜•.

Koleksi batik dari Azza Collection banyak dibuat dari batik Pekalongan, sang pemilik toko Mas Hasyim telah memiliki beberapa outlet di Tamrin City Jakarta. Harapan beliau kedepannya batik Azza Collection bisa hadir terus di Mall Karebosi Junction, dengan membawa koleksi batik terbaru khusus untuk warga Makassar.

Festival Batik Nusantara di Mall Karebosi Junction, Karebosi Condotel


Ketika mendengar kabar dari kawan blogger yang bernama Zilqiah, Qiah memberikan informasi kalau saat ini di Karebosi Condotel Makassar sedang diselenggarakan Festival Batik Nusantara yang berlangsung dari tanggal 1 sampai 25 Desember 2017. Festival tersebut bertempat di Mall Karebosi Junction yang berada di lantai 3 dan 4 Karebosi Condotel.  Saya merasa bahagia sekali karena mulai saat ini nggak perlu bingung lagi kalau ingin belanja batik. Mulai sekarang kalau mau belanja batik di Makassar,  pastinya akan langsung pergi ke Mall Karebosi Juction.

Festival Batik Nusantara yang digelar ini merupakan event festival batik pertama yang pernah di adakan di Makassar. Acara ini mengundang para penjual batik dari berbagai daerah di Indonesia seperti : Pekalongan, Solo, Cirebon, dan masih banyak lagi. Untuk kalian pengagum kain tenun disini juga tersedia kain Lagosi dari Sengkang atau tenun Jepara, lengkap ada disini. Di Festival Batik Nusantara juga digelar banyak acara yang bisa diikuti oleh warga Makassar dari anak-anak hingga Ibu-ibu zaman now πŸ˜€.

Acara demo memasak yang diselenggarakan pada hari Sabtu 16 Desember 2017 kemarin.
Berbagai acara dan perlombaan yang diselenggarakan adalah acara talkshow fashion tentang batik, workshop membuat bros, membatik dan decoupage, kelas make up, lomba photography dan model cilik. Semua acara lomba dilombakan dengan reward hadiah jutaan rupiah. Seru banget kan, saya aja nyesel nggak sempat ikutan lomba photography, karena ketika lomba berlangsung saya sedang berada di Jakarta.

Mall Karebosi Junction yang berada di Jl. G. Bulusaraung no. 3 ini merupakan mall lifestyle yang menyediakan tempat berbelanja dan cafe/restoran untuk mendukung gaya hidup warga Makassar. Mall ini bertempat di Karebosi Condotel, yaitu di lantai 2, 3, 4, 5 dan 6. Karebosi Junction juga terhubung langsung dengan SPM MTC Karebosi yang merupakan sarana penyebrangan untuk mengakses dua mall, yaitu Karebosi Link dan MTC Karebosi. Khusus untuk outet batik dan tenun dapat kalian temukan di area lantai 3 dan 4 Karebosi Junction. Jadi kalau kalian mau datang ke sini bisa masuk melalui Karebosi Condotel dengan cara naik lift dari lobby menuju lantai 3, atau juga bisa via MTC Karebosi.

Area mall Karebosi Junction bisa dibilang sebagai tempat perbelanjaan yang nyaman dan menyenangkan. Karena letaknya yang berada di area Karebosi Condotel jadi kebersihan dan kenyamanannya sangat terjaga. Ketika ingin melanjutkan kegiataan berbelanja para pengunjung bisa dengan mudah berpindah ke area MTC Karebosi via sarana penyebrangan multiguna yang terdapat di sana.

Kerajinan Decoupage dan aksesoris ethnic juga tersedia di Mall Karebosi Junction


Di Festival Batik Nusantara ini Karebosi Condotel mengundang para penjual batik dan kain nusantara dari berbagai wilayah di Indonesia untuk membuka toko off line di Mall Karebosi Junction. Sebagai wujud dukungan Karebosi Condotel pada para UKM dan pengrajin kain dari seluruh penjuru negri ini. Selama festival berlangsung para undangan yang berasal dari UKM dan pedagang baik diberikan fasilitas hotel dan tempat berjualan, dengan harga yang amat sangat bersahabat bagi UKM pastinya. Hal tersebut disambut bahagia oleh para penjual batik, seperti yang diceritakan oleh Mas Dwi Joko dari Rama Mukti Batik, belaiupun berharap bisa seterusnya membuka toko batiknya di sini. Harapan sayapun demikian, berharap para penjual batik dan tenun ini akan selalu ada di karebosi Junction jangan pulang lagi daerahnya masing-masing πŸ˜€πŸ’•.

Daster di Toko Kencana Wungu dibanderol dengan harga 69K saja
Kain tenun Jepara dibanderol dengan harga 250K saja
Menurut informasi yang saya dapat dari para tenant undangan yang mengisi acara ini, festival batik akan di lanjutkan sampai 3 bulan kedepan yaitu sampai bulan Maret 2018, jadi kalau kalian mau mencari batik dari berbagai daerah di Indonesia masih bisa lho datang kesini. Silahkan langsung saja datang ke Karebosi Junction. Dan harapan kedepannya Mall Karebosi Junction yang berada di Makassar ini bisa menjadi pusat destinasi belanja batik di wilayah Indonesia bagian timur. Macam kayak Thamrin city gitu, tahu dong Thamcit? Thamrin city sangat identik dengan batik, bukan hanya dikenal sebagai pusat perbelanjaan batik di Indonesia saja tapi sudah terkenal sebagai pusat perbelanjaan batik se-Asia. Bangga dong ya melihat para turis asing mau menghabiskan uangnya untuk belanja di sini.


Cerita dalam Sepotong Kain

Potret Ibu Ani Yudhoyono yang dipajang di depan toko Adam Batik
" Ini batik Merak, pertama kali di beli oleh Ibu Ani Yudhoyono. Tuh ada photonya di depan..." Pak Ade menggerakan jari telunjuknya menunjuk pada standing frame yang di pajang di depan tokonya, Toko Adam Batik.

Obrolan saya dan Pak Ade yang menjual batik khas Cirebon pun berlanjut, membicarakan batik bermotifkan merak persis seperti yang pernah dibeli oleh Ibu Ani Yudhoyono. Sepotong kain batik merak tersebut dibanderol dengan harga Rp.11 Juta saja πŸ˜€. Ya' Rp. 11 Juta, harga yang menurut saya merupakan harga yang sangat wajar jika kita tahu seperti apa proses pengerjaannya. Cerita tentang membatik yang dijelaskan Pak Ade kemarin merupakan cerita menarik yang menambah wawasan saya tentang selembar kain yang disebut batik ini.

Kain batik berasal dari selembar kain katun polos berwarna putih, yang dibelinya dengan harga 20K-an saja. Kain katun putih polos tersebut bisa dibilang kain biasa dan belum berharga, karena belum melewati proses membatik yang panjang dan meletihkan.


Apakah kalian pernah belajar membatik? jika belum pernah mungkin bisa menyimak tahapan proses membatik yang akan saya ceritakan dibawah ini. Sebuah proses yang diceritakan dengan sangat bersemangat oleh Pak Ade, bercerita sambil mengajak saya untuk berinteraksi dengan peralatan membatik yang beliau bawa dari Cirebon. Ini adalah kisah tentang sebuah kain yang harus menjalani sebuah proses panjang dan lama sampai akhirnya ia bisa di panggil dengan nama kain batik.

Kain katun putih telah digambar motif naga  dengan menggunakan pinsil.
Sebelum proses membatik dilakukan, kain putih polos yang belum bernilai ini harus digambar sesuai dengan motif yang diinginkan atau dipesan. Digambar manual menggunakan pinsil. Kebayang dong ya? seperti apa rasanya menggambar kain sepanjang 1,5mx2m  lebih, gambarnya harus presisi dan sesuai dengan motif yang diminta.


Setelah itu gambar ditimpah oleh malam/lilin, setiap goresan pinsil yang telah dibuat harus dibubuhkan malam dengan rapi menutup rapat setiap goresan. Suhu malam/lilin yang berada di atas komporpun harus dijaga panasnya dengan stabil, agar malam bisa mencair dengan sempurna.Ketika malam akan diteteskan lobang canting pun sesekali harus ditiup terlebih dahulu, agar tidak menggumpal dan  mampet. 


Setelah itu masuk ke dalam proses pewarnaan pertama, kain di celupkan dalam larutan air yang telah diberikan pewarna alami, dicelup berkali kali sampai mendapatkan warna pekat seperti yang diinginkan. Untuk warna indigo bisa dihasilkan dari rebusan daun torum, warna coklat dihasilkan dari daun mangga dan warna hitam dihasilkan dari  kayu mahoni. Tahukah anda berapa banyak daun yang dibutuhkan untuk mewarnai selembar kain batik corak merak ini? butuh daun yang berasal dari 1-2 pohon, wow daun sepohon 😨.

Kalau ini  contoh pembuatan batik cap campur tulis, kainnya dicap terlebih dahulu menggunakan cap batik dan malam. Setelah itu baru berlanjut ke proses pewarnaan pertama.
Setelah proses pewarnaan pertama selesai, maka pembatik harus melakukan proses nembok yaitu proses pemberian malam pada gambar yang ingin diwarnai dengan warna yang berbeda dari warna pertama. Proses ke-2 dan ke-3 pun diulang, begitu seterusnya jika masih terdapat beberapa warna lainnya. Setiap selesai proses pewarnaan, kain harus dijemur terlebih dahulu ditunggu sampai kering baru kemudian dimulai proses selanjutnya.

Batik tulis bermotif  Merak karya Pak Ade
Setelah proses pewarnaan akhir selesai dilakukan, kain yang telah dijemur sampai kering masih harus melewati proses pembersihan sisa-sisa malam. Kain yang telah kering dibentangkan di sebuah tali jemuran, kemudian kain diseset menggunakan pisau. Sret sret... bunyi pisau yang digerakan cepat dengan gerakan menyeset dari atas ke bawah terdengar sangat keras di video pendek yang diperlihatkan pada saya kemarin. Hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh ahlinya ya. Terbayang pisau yang menyeset kain bisa saja merobek karya yang telah dikerjakan berbulan-bulan ituπŸ˜“. Nggak ngerti kayak gemana sedihnya kalau sobek 😩.

Begitu panjang proses yang harus dilakukan untuk menghasilkan selembar kain batik bercorak merak, semua proses dilakukan selama 4,5 bulan. "Bu bayangkan jika saya harus membayar upah pembatik minimal 50K/hari selama 4,5 bulan lamanya, bisa dihitung berapa biaya produksi yang harus saya keluarkan ??"... Pak Ade pun tersenyum sedikit kecut ketika menceritakan kain batik meraknya ditawar orang seharga ratusan ribu rupiah πŸ˜“.


Adam batik posisinya ada di lantai 3 Karebosi Condotel, persis di depan eskalator, nah kalau kalian mau belajar membatik bisa datang ke Pa Ade. Tinggal bilang sama beliau, tapi kelas membatik hanya dilakukan pagi hari ya sepanjang minggu. kain Batik di Adam Baik dijual mulai dari harga 200K.
Ada banyak sekali jenis kain batik semua dibedakan berdasarkan proses pembuatannya, seperti printing, cap, cap campur tulis, tulis, tulis halus dan entah ada berapa jenis lagi proses pembuatannya. Kadang saya tidak sadar bahwa dalam selembar kain yang saya pakai terdapat kerja keras dan dedikasi dari para pembuatnya. Mari kita mencintai kain warisan dunia ini dengan menghargai karya dan dedikasi dari sang pengrajin. Walaupun proses pembuatannya panjang, tidak semua kain batik dibanderol dengan harga mahal. Pilihkan kain yang sesuai dengan budget kita masing-masing. Pakai kain batik dengan bangga sebagai tanda penghargaan kita terhadap warisan budaya dan kerja keras para pengrajin dimanapun berada. Jangan lupa kalau mau belanja batik di Makassar, sekarang bisa langsung cuss ke Mall Karebosi Junction.

Bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghargai karya anak bangsa, yuk mari kita menjadi bangsa yang hebat. Yang mau melestarikan dan menghargai karya anak Bangsa dengan cara membeli dan  memakai batik dengan bangga.

Mumpung Festival Batik Nusantara masih berlangsung, yuk ngeborong batik di Karebosi Junction,. Dengan begitu banyaknya ragam dan motif batik, kalian suka motif batik seperti apa sih? Share yuk di sini...







Source : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Batik
https://batik-tulis.com/blog/batik-yogyakarta/
http://karebosicondotel.com/outlet/mall-karebosi-junction/

You Might Also Like

10 comments

  1. semoga makin banyak koleksi batik yg ada di di karebosi juntion yaa. jadi gak usah jauh2 kalau mau beli batik

    BalasHapus
  2. Saya juga paling suka motif parang teh, tidak berlalu suka batik dengan warna mencolok... Kemaren juga sempet ke Karebosi Junction itu, iiih rasanya mau dibawa pulang semua batiknya XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unga blasteran jogja kan ya, pasti sudah terbiasa melihat motif parang di rumah, iya nggak sih?
      Saya kemarin lihat kain shiborinya juga bagus-bagus, mupeng banget.

      Hapus
  3. Banyak banget jenis batik di Karebosi Junction ya. Harganya pun wajar, sesuai kualitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Ka, di Karebosi Junction bisa dibilang cukup lengkap koleksi batiknya. Jadi semakin mudah kalau butuh kain batik.

      Hapus
  4. Duka ma batik jogja. Aku punya kain kek gitu blom dijahit. Daster sampe seprei pun motifx percis ma batik jogjax tuh dek 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seprei batik adem banget ya, bikin badan males bangun dari tempat tidur. Karena nyaman dan dingin di kulit, batik memang andalan ya Ka Abby.

      Hapus
  5. Pernah ketemu perajin batik di Madura, dan dia bilang bersyukur juga Malaysia pernah mencoba mengklaim batik Nusantara. karena klaim itu orang Indonesia jadi memperhatikan batik, padahal awalnya buat kita batik itu hanya pakaian orang tua.

    sekarang? batik sudah jadi pakaian anak muda juga dan diolah menjadi sangat modis dan fashionable

    jadi sedikit banyaknya kita harus berterima kasih juga sama Malaysia hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget Daeng, semoga batik bisa terus dicintai oleh generasi digital dan generasi alpha di masa yang akan datang :).

      Hapus

Follow Me

Press

Blogging Community