WIGBI Workshop Guna Menyiapkan Brand Makanan Dan Fashion Untuk Export

Mei 28, 2017 fillyawie 8 Comments


Sebenernya agak2 maju mundur ketika saya mau menuliskan cerita tentang kehadiran saya di Workshop WIGB-I ini. Kenapa maju mundur, karena jujur minimnya bahan tulisan menjadi salah satu alasan. Event yang bertajuk Workshop “Preparing Your Food And Fashion Brand For Export”, menurut saya memakan waktu yang terlalu singkat. Para nara sumber hanya di berikan waktu tidak lebih dari 10 menit untuk menyampaikan setiap informasi yang ingin di bagikan. Jadinya informasi yang kami (peserta) dapatkan terasa sangat minim dan agak tanggung. Tapi sesedikit apapun informasi yang saya dapatkan, saya berniat untuk membagikannya. Karena ada cerita yang sangat menarik yang ingin saya bagikan di tulisan saya kali ini, yaitu cerita tentang Beasiswa/Awards yang bisa di raih oleh para Wanita Pengusaha produk makanan dan fashion dari WIGB-I.



Jadi Pada Hari Jumat tgl 19 Mei 2017 lalu, Kami Para Bloggers yang memiliki UKM dalam bidang Food and Fashion di undang untuk menghadiri undangan Networking Lunch dan  Worshop. Yah walaupun usaha brand aksesoris saya yang bertajuk sama dengan blog ini berkembang sangat lambat, kadang kembang kempis bahkan kadang mentok di tengah jalan, tapi saya cukup ngerasain bagaimana itu susahnya mengembangakn sebuah bisnis.



Workshop yang di adakan oleh WIGB-I (Woman In Global Business Indonesia) dan Australian Government (Australian Trade and Investment Comission), bertempat di Mallorca Ball Room – Lt.7 Hotel Melia Makassar. WIGB-I merupakan salah satu program yang buat oleh Pemerintah Australia bagi para Pengusaha Wanita Indonesia, dari banyak program yang ada salah satu programnya WIGB-I adalah memberikan program  Beasiswa bagi para Pengusaha Wanita yang bergerak di bidang Makanan dan Fashion. Nah, Workshop kali ini merupakan sebuah workshop pembekalan bagi para Pengusaha Wanita Se-Makassar dan SulSel untuk melek eksport dan meningkatkan produknya menjadi produk yang siap eksport.

Ms. Violet Rich memberikan pidato pembukaan

Worshop yang di mulai dari jam 13.50 – 17.00 Wita, di buka oleh Ms. Violet Rich (Australian Vice Consul General Makasar). Workshop singkat ini di isi oleh para pembicara yang bisa di bilang sangat mumpuni dalam bidang mereka masing2. Para Pembicara yang di daulat untuk mengisi acara sore itu adalah :

Dr. Matthew Durban sedang memberikan pidato singkatnya.

1. Dr. Matthew Durban ( Counsellor Commercial, Trade & Investment Commissioner Asutrade Jakarta)
2. Bp. Primanto Gunawan ( PT. Bank BRI, Tbk – Makassar)
3. Ida Farida ( Ketua Iwapi Makassar, Owner and Designer Label “ Ida Noer Haris”, WIGB-I Awardee)
4. Rita Suryaningsih ( Owner Sukmajahe, WIGB-I Awardee)
5. Astrid Vasile ( WIGB-I Advisory Board Member Australia Indonesia, Bussines Woman Network Perth WA)

Dari pidato singkat yang di bawakan oleh Dr. Matthew Durban, di katakan bahwa Australia merupakan Negara yang kaya dan memiliki GDP yang tinggi, dengan daya beli masyarakat Australia yang sangat tinggi hal tersebut membuat Australia menjadi pangsa pasar yang sangat potential bagi kegiatan eksport Indonesia kesana. Walaupun demikian ada banyak hal yang harus di perhatikan dan di lengkapi jika anda berniat menjual barang barang Makanan dan fashion ke sana. Selain ceklist dokumen eksport yang panjang, keamanan product yang di hasilkan ( aman dari zat berbahaya salah satunya) dan uniqueness merupakan beberapa point penting yang harus kita siapkan sebagai exporters.

Baca Juga : DIY Ladder Rack Serbaguna

In Australia we’re not only buying product, we buy your story “, kurang lebih begitu sepenggal kata yang di ucapkan Dr. Matthew Durban. Jadi jika kita berniat untuk mengeksport product Makanan dan fashion pastikan kita memproduksi barang yang mempunyai latar belakang cerita yang bisa di bagikan pada para pembelinya. 

Panel Diskusi dari Ki-Ka (Ibu Winy - Ibu Rita - Ibu Ida - Ibu Astrid)

Pernyataan Dr. Matthew Durban ini pun di dukung oleh Ibu Ida Farida, selaku penerima beasiswa WIGB-I 2016. Beliau sempat menceritakan bahwa masyarakat Australia sangat menyukai cerita dari sebuah produk yang di jual. Seperti produk Sutra Bugis, ada cerita dari sutra Bugis yang di jadikan produk fashion Ibu Ida. Cerita tentang sutra Bugis itu sendiri, cerita tentang bagaimana sebuah kain sutra di buat, cerita tentang siapa para pembuat kain sutra dan seterusnya. Terlebih ketika produk yang kita eksport merupakan produk yang ikut serta mengangkat perekonomian sebuah daerah dan ikut serta memberdayakan wanita wanita di daerah tersebut, bisa menjadi sebuah nilai tambah bagi produk tersebut.  Ketika produk kita memiliki kualitas dan uniqueness yang tinggi, besar sekali potensinya untuk di beli oleh Masyarakat Australia.

Untuk produk fashion para eksporter juga harus memperhatikan bahan yang di gunakan dalam membuat bahan dasar kain, jika itu adalah produk pakaian. Bahan kain pakaian yang di gunakan harus aman dengan menggunakan zat pewarna ramah lingkungan dan memiliki sertifikat tentang itu semua.

 Ibu Rita Menerangkan tentang kandungan dalam produk Sarabba yang membawanya ke Australia sebagai penerima Beasiswa

Sedangkan untuk product Makanan, Ibu Rita Suryaningsih memberikan informasinya bahwa produk makanan merupakan salah satu produk yang ribet jika mau di eksport. Ribet bukan berarti nggak mungkin ya. Produk makanan yang siap eksport pastinya harus sudah di uji di laboratorium, di cek semua kandungan yang terdapat dalam produk tersebut tanpa kecuali, harus mencantumkan jenis gula yang di gunakan apakah bisa di konsumsi oleh penderita diabetes atau enggak?, juga wajib mencantumkan apakah produk ini bisa memicu alergi. Terutama jika produk yang buat mengandung bahan dari kacang-kacangan. Seperti kita tahu orang bule banyak yang alergi kacang, dan bisa berakibat fatal jika kita tidak mencantumkannya. dan masih banyak lagi ceklist yang harus di siapkan. Selain itu pemasalahan packaging, product yang di siapkan untuk eksport harus memenuhi standar packaging di Australia. Nggak bisa sembarang di kardusin trus di kasih plastik bening kaya di sini ya he he he. Bahan slide masih panjang tetapi sayangnya kesempatan bicara Ibu Rita sudah habis. Sayang sekali info yang di berikan oleh pembicara di batasi sangat singkat. Sehingga informasi yang di dapatkan oleh kami (menurut saya) menjadi tidak Paripurna.

Selain itu sayang sekali pihak penyelengara Workshop tidak mengundang juga pihak dari Dept. Perdagangan Indonesia untuk ikut serta memberikan edukasi tentang dokumen apa saja yang harus di siapkan agar sebuah product bisa di katakana siap export, dan hal hal details lainnya.

Untuk melengkapi tulisan saya, saya mencari informasi lebih lengkap mengenai beasiswa dari website Australiawardsindonesia.org. Menurut Informasi dari Mba Winy (Moderator Workshop), Pemerintah memberikan beasiswa WIGB-I dalam 2 bentuk yaitu Short Term Courses Awards dan Long Term Awards. Untuk Short Term Awards di berikan kurang lebih 3-4 kali dalam setahun, dengan lamanya waktu 2-6minggu/ beasiswa. Sedangkan untuk Yang Longterm hanya di berikan 1 thn sekali.


Nah di mana bisa mendapatkan infomasi beasiswa yang sedang tersedia, silahkan kalian main2 ke situs ini : http://australiaawardsindonesia.org/ pantengin di sini infonya ya, saya juga sempat bertanya untuk beasiswa yang long term apakah di iklankan di media cetak Kompas (Karena waktu sebelum pindah ke Makassar kayanya saya pernah baca). Mba Winy bilang iya info beasiswa long term memang di iklankan di media cetak nasional.

Beasiswa Short Term Courses di berikan kepada 25 orang awardee yang berasal dari seluruh Indonesia dengan proses penyeleksian yang sangat tinggi dan kompetitif. Short Courses di lakukan selama 2-6 Minggu di Australia, peserta juga akan mengikuti lokakarya pra-kursus dan pasca-kursus selama 3 hari di Indonesia. Kursus akan di berikan oleh Universitas atau penyelia Pelatihan di Australia. Dan Penerima Beasiswa di fokuskan untuk para Wanita, Orang cacat dan peserta dari area yang di fokuskan secara geografis.

Penerima Penghargaan Jangka Pendek umumnya akan menerima manfaat sebagai berikut:

- Lokakarya pra-kursus dan pasca-kursus In-Indonesia, termasuk tiket pesawat pulang-pergi domestik ke lokasi lokakarya di Indonesia
- Akomodasi di In-Indonesia dan di-Australia dan uang saku
- Tiket pesawat pulang pergi internasional ke lokasi kursus singkat di Australia
- Biaya kuliah penuh
- Visa Australia dan asuransi kesehatan untuk jangka waktu Penghargaan Jangka Pendek

Untuk melihat Beasiswa Kursus Singkat/ Short Term Awards apa saja yang tersedia di tahun 2017, silahkan klik di Upcomingshorttermawards. Nah kalau mau tahu siapa ajah teman kita dari Indonesia yang merupakan penerima beasiswa kursus produk makanan silahkan baca profil dan testimony mereka di BookletFood, produkdan cerita mereka sangat inspiring sekali lho.
Nah untuk kalian para Wanita UKM Makanan dan Fashion hayuk silahkan siap2 untuk mendaftarkan diri kalian ke Beasiswa WIGB-I ini, nggak ada batasan umur qo. Kapan lagi bisa di kursusin gratis dan dapet ilmu banyak kaya gini. Selain itu menjadi Pengusaha dan Wanita Indonesia yang Mandiri dan mengangkat derajat kaum wanita lainnya merupakan tujuan yang sangat mulia.

Sekian, semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat ya. Jangan lupa komen ya ..

Bloggers dan Business Owners
picture credit : http://www.qiahladkiya.com/

You Might Also Like

8 komentar:

  1. O gitu... Jadi kita kudu 'menciptakan' cerita dulu ya Mbak untuk menjadi pengusaha sukses. Hahaha...

    Cakep. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Ida, mungkin karena berbeda customnya ya sama orang di Indonesia. Terimakasih sudah mampir.

      Hapus
  2. Wah ini ni informatif sekali...saya bisa coba daftar ni mb...mkasih infonya y mb...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 Mba Frida. Hayukkk Mba Daftar, aku mendukungmu banget *lho kok : )

      Hapus
  3. kereeen yah acaranya. memang kaka blogger andalan akuuu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haishh saya mah masih bloggers magang. Terimakasih sudah mampir ya yani

      Hapus
  4. Banyak "sayang sekali"nya acara ini yaa, Wie.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget Kaka, padahal banyak informasi yang membangun kalau pembahasannya tuntas ya.

      Hapus